---------- Forwarded message ----------
From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Date: 2010/7/30
Subject: Re: [Milis_Iqra] Ikut pemimpin kita tidak dihukum ? [Tanya buat Wn]
To: milis_iqra@googlegroups.com
Saya pikir bukan waktunya lagi untuk lempar batu sembunyi tangan terus-terusan atas kesalahan yang nyata-nyata sudah mbak Wn lakukan secara publik, akan menjadi lebih mulia bila anda mengakui saja bahwa anda sudah salah menulis beberapa waktu lalu kemudian menjelaskan maksudnya begini dan begini.
Kalau anda lihat Mbak Wn, saya sama sekali tidak bicara soal nenek moyang pada thread dengan subjek ini ... silahkan buktikan satu saja kalimat saya yang menyebutkan nenek moyang apalagi secara khusus nenek moyangnya mbak Wn.
Judul saya juga berupa pertanyaan : Ikut pemimpin kita tidak dihukum ?
Apa judul saya diatas terbaca oleh anda sebagai berikut : Ikut nenek moyang saya maka kita tidak dihukum ?
Kalau tidak demikian, lalu dimana letak salah soal headline tersebut ?
Anda belum memberikan klarifikasi atas beberapa pertanyaan saya berkaitan dengan tulisan anda itu loh ... jadi wajar-wajar saja jika sekarang muncul polemik dan tidak perlu ditanggapi dengan kekecewaan atau apalah semacamnya, apalagi dengan mengatakan soal akal mengakal. Tidak ada hubungannya dan jangan lari dari topik. Bola panas ini sejak awal mbak yang buat, wajar kemudian ada yang menanggapi dan minta klarifikasi.
Soal bahasa Arab apalagi, seingat saya tidak ada satupun anda yang menanggapi kebenaran dari setiap kupasan bahasa Arab yang saya ketengahkan berkaitan dengan Hisab dan Rukyah. Kok malah tahu-tahu berkata akal seseorang terbatas karena perbedaan penguasaan bahasa Arab ? Jadinya diskas ini lari kemana-mana loh ...
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Date: 2010/7/30
Subject: Re: [Milis_Iqra] Ikut pemimpin kita tidak dihukum ? [Tanya buat Wn]
To: milis_iqra@googlegroups.com
Saya pikir bukan waktunya lagi untuk lempar batu sembunyi tangan terus-terusan atas kesalahan yang nyata-nyata sudah mbak Wn lakukan secara publik, akan menjadi lebih mulia bila anda mengakui saja bahwa anda sudah salah menulis beberapa waktu lalu kemudian menjelaskan maksudnya begini dan begini.
Kalau anda lihat Mbak Wn, saya sama sekali tidak bicara soal nenek moyang pada thread dengan subjek ini ... silahkan buktikan satu saja kalimat saya yang menyebutkan nenek moyang apalagi secara khusus nenek moyangnya mbak Wn.
Judul saya juga berupa pertanyaan : Ikut pemimpin kita tidak dihukum ?
Apa judul saya diatas terbaca oleh anda sebagai berikut : Ikut nenek moyang saya maka kita tidak dihukum ?
Kalau tidak demikian, lalu dimana letak salah soal headline tersebut ?
Anda belum memberikan klarifikasi atas beberapa pertanyaan saya berkaitan dengan tulisan anda itu loh ... jadi wajar-wajar saja jika sekarang muncul polemik dan tidak perlu ditanggapi dengan kekecewaan atau apalah semacamnya, apalagi dengan mengatakan soal akal mengakal. Tidak ada hubungannya dan jangan lari dari topik. Bola panas ini sejak awal mbak yang buat, wajar kemudian ada yang menanggapi dan minta klarifikasi.
Soal bahasa Arab apalagi, seingat saya tidak ada satupun anda yang menanggapi kebenaran dari setiap kupasan bahasa Arab yang saya ketengahkan berkaitan dengan Hisab dan Rukyah. Kok malah tahu-tahu berkata akal seseorang terbatas karena perbedaan penguasaan bahasa Arab ? Jadinya diskas ini lari kemana-mana loh ...
2010/7/30 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Pak andri,tadinya saya kecewa dengan pemahaman pak andri untuk kalimat saya, tidak ke pak andri saja, tetapi saya juga kecewa dengan campur tangan mas Dani namun salah dan terutama mas Arman.Karena apa, karena saya tidak berbicara taat kepada kyai, ulama, bahkan nenek moyang.saya bicara pemimpin, yang efeknya berbeda sekali dengan sekedar nenek moyang.Headline eye catching memang sering menipu :-D dan berhasil membuat pencitraan hehehehheheSaya membicarakan pemimpin, tanggungjawab pemimpin dihadapan Allah, taat kepada pemimpin, dsbDan padahal itu semua belum saya bahas.Tapi saya kira saya sudah cukup menjelaskan maksudnya dan ditambah bantuan mas wawan soal posting taat pada pemerintah.Tapi masalah ini menunjukkan, betapa akal seseoarang demikian terbatasnya memahami sesuatu, kalimat saja sering keliru diartikan, apalagi kalimat yang bahasanya lain, Bahasa Arab, dsbSemoga ini bisa menjadi pelajaran bagi orang orang yang hanya mengagungkan akal mereka.Demikian saya sampaiakan
On 7/29/10, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> wrote:Terima kasih mas Dani atas pelurusannya, bukan saya membela diri, maksud saya adalah siapapun (pemerintah, ulama, kyai dsb) yang mengajukan suatu hal, kita tidak boleh menelan mentah-mentah tanpa harus dikaji lebih dulu, tujuan saya agar kita berhati-hati, karena siapapun orangnya sejauh itu masih manusia tidaklah "ma'sum" tanpa ada tujuan melecehkan "nenek moyang" mbak Whe en.
Dan dalam hal ini kita berdiskusi dalam mencari solusi untuk menuju satu kebenaran, jadi tidak ada prasangka bela membela.
Dan kepada mbak Whe en saya mohon maaf bila Ayat yang saya kemukakan menyninggung perasaan anda.
2010/7/29 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
Mas Armansyah, saya juga merasa heran dengan pendapatnya, padahal Allah berfirman :Al Baqarah 170. dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?".Mungkin mbak Whe en lupa dengan ayat tersebut diatas, dan semoga ayat tersebut dapat mengingatkan dia, Allah Maha Penyayang.[Dani] Mungkin pendapat saya pribadi jika Pak Andri menggunakan dalil ini ke Mbak WN kurang tepat, karena yang di ikuti mbak WN bukanlah nenek moyang yang " mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?"." Apakah Pak Andri mengetahui nenek moyangnya WN tidak mendapat hidayah/petunjuk?Maaf saya tidak membela M' WN, atau paham rukyat hilal, saya hanya melihat ada kerancuan penggunaan dalil disana sini yang bukan pada tempatnya....
2010/7/29 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Mbak Wn, maaf kalau berkesan mengejar jawaban ... tetapi saya sungguh ingin tahu dalil dan argumentasi dari pernyataan anda berikut :
---------- Forwarded message ----------
From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Date: 2010/7/29
Subject: Re: [Milis_Iqra] Menentukan Awal Ramadhan Dengan Hilal dan Hisab
To: milis_iqra@googlegroups.com
Apakah dengan mengikuti pemerintah/pemimpin/orang-orang yang dituakan seperti nenek moyang dan sejenisnya itu maka artinya kita sebagai pribadi tidak diminta tanggung jawab ? Intinya kalau salah ya nanti tinggal bilang ke Allah, ya Allah mereka sudah menyesatkan saya, jadi siksa saja mereka jangan siksa saya ?
Ada dalilnya ?
2010/7/29 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Resume yang mengagumkan dan bijaksana heheheh :-)Tapi boleh beda kan ya mas Wawan?Yang No. 6 ini loch saya ga sreg mas wawan, karena bisa disalahgunakan orang yang merasa paling benar dan paling pintar, trus apa gunanya pemerintah? tidak wajibkan kita taat pada pemerintah yang jelas2 tidak memerintahkan kita kufur?katanya mau khilafah, tetapi dipimpin tidak mau, maunya memimpin, maunya diikuti, nek semua begitu siapa yang sebenarnya tidak mau khilafah :-DBukankah dengan taat pada pemerintah soal penentuan awal maupun akhir puasa lebih aman mas wawan?karena pemerintah adalah peminpin kita, jadi ketika dimintai pertanggungjawaban merekalah yang harus bertanggungjawab kepada Allah,nach kalau mengikuti kemauan sendiri atau kemauan orang yang bukan peminpin kita, mereka bisa ngeles (bahasa prokemnya) ketika ternyata salah trus dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah kelak.(bahasannya bisa jadi panjang yach? :-), dalil taat pada pemimpin, pertanggungjawaban pemimpin di hadapan Allah. dsb :-D)
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=---
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=---
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh//
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar" --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment