Rosyid :
2010/7/29 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
On Thu, 2010-07-29 at 15:03 +0700, Armansyah wrote:
Rosyid :
2010/7/29 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
Mau tanya mas Arman :
Dari Abu hurairah, sesungguhnya Rasulullah Saw setelah selesai mengerjakan Sholat yang ia keraskan bacaannya, lalu bertanya : ‘Apakah tadi ada seseorang diantara kamu yang membaca bersama aku ? ‘ – maka berkatalah seseorang : ‘Betul, ya Rasulullah ! kemudian Nabi bertanya : ‘Mengapa aku dilawan dengan al-Qur’an ?’ – Riwayat Abu Daud, Nasai dan Tirmidzi
Tanya :
Bukannya hadits diatas konsepnya untuk sholat berjamaah? kalau imam sudah membaca alquran makmum tidak boleh membaca alquran juga, mohon pencerahannya...
[Arman] : Saya hanya mengambil esensi atau perumpamaannya saja untuk kasus konfrontir hadis dengan al-Qur'an. Memang tidak bisa dihindarkan bahwa ada banyak hadis bermasalah yang saat dikonfrontir dengan al-Qur'an menjadi lemah atau kolaps. Tapi dalam kasus ini saya sama sekali tidak menafikan hadis-hadis tersebut atau menilainya sebagai hadis yang bermasalah. Sebab hadis-hadis itu masih bisa dipadankan dengan al-Qur'an dan ditarik benang merahnya.
Ini mungkin yang saya kurang mengerti mas Arman, bukannya hadits itu ada karena suatu tujuan, ada sebabnya kenapa hadits itu ada, ada latar belakangnya. Kalau misal dilihat dari hadits diatas esensinya bukannya tidak boleh membaca quran ketika imam membaca quran. Atau mungkin ada hadits lain yang bisa digunakan sebagai perumpamaan yang esensinya mengkonfrontir hadits dan nash didalam alquran?
[Arman] : Nah tepat sekali, ini juga yang beberapa kali saya singgung. Bahwa didalam kaidah nash, kita mengenal Asbabun Nuzul untuk melihat latar belakang apa dan kenapa sebuah ayat al-Qur'an diturunkan dan dilain sisi kita juga mengenai Asbabul Wurud atau sebab-sebab sebuah hadis itu disabdakan oleh Rasul. Jadi disini ada hal kondisionil dan ada hal yang sifatnya umum, persis seperti yang disampaikan oleh Imam Ali bin Abu Thalib.
Sebenarnya banyak sekali permisalan ataupun perintah langsung dari dalam al-Qur'an yang sifatnya mewajibkan kita mengikuti apa yang disampaikan oleh al-Qur'an itu sendiri, saya ambil contoh lainnya misalnya :
Dari Ibnu 'Amr, berkata : Rasulullah Saw pernah bersabda : ketahuilah sesungguhnya tidak binasa umat sebelum kamu melainkan sesudah mereka itu jatuh seperti ini, mereka mempertentangkan al-Qur'an antara satu golongan dengan golongan yang lain. - Riwayat ath-Thabarany
Hadis ini menurut saya berkorelasi dengan ini : Berkatalah Rasul:"Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al-Furqann [25] :30)
Sepertinya memang rumit ya (bagi saya yang masih belajar ini) untuk melihat ibadah dari berbagai sumber-sumber yang ada dan mengkaitkannya satu sama lain (red : curhat), harus masih banyak belajar dari para master disini...
Rosyid :
Rosyid :
Kedua :
Saya juga berdiskusi dengan temen kantor (saya sudah request dia untuk join di milist ini tapi sepertinya waktunya yang belum ada), saya forwadkan email mas Arman, dan berikut jawaban dia... Untuk diketahui saya bukannya bermaksud mengkonfrontir mas Arman dengan teman saya, cuma hanya ingin mendapat pencerahan dari berbagai pendapat yang ada.
[Arman] : Alhamdulillah, senang sekali.
Alhamdulillah mas Arman bisa mengerti, saya juga sedang memanas-manasi teman saya supaya join disini, sehingga semakin tambah teman buat sharing,hehehe...
O iya ada satu pernyataan teman saya terkait kenapa kok ketika penentuan puasa dan syawal harus dengan rukyat ,kenapa ketika sholat, di bulan-bulan lain tidak, jawabannya karena memang Rosulullah menyuruh kita dan harus sendiko dawuh. Dan di bulan-bulan yang lain Rosulullah secara terang tidak menyuruh kita sehingga bisa dengan hisab. Menurut mas Arman bagaimana? Apakah memang ketika ada perintah seperti itu yang tertuang didalam hadits (yang diakui shohih) kita wajib mengikutinya sedangkan ketika dikonfrontir dengan alquran itu bertentangan? Dan kata teman saya kalau memang sebuah hadits itu salah katanya harus ada pembuktian adanya hadits lain yang bertentangan dengan hadits tersebut? mohon pencerahannya...
Satu lagi mas Arman, kata teman saya ada hadits yang melarang kita berhisab? apakah memang benar? kalaupun benar itu dalam konteks apa? mohon pencerahannya....
[Arman] : Seperti yang saya singgung dibagian terdahulu, perintah untuk melakukan rukyat harus dilihat secara menyeluruh dan tidak sepotong-potong, bahwa kita mendapati hadis tentang penentuan rukyatul hilal ketika menjelang Ramadhan maka kita bisa juga melihat hadis serupa menyangkut bulan Sya'ban. Apakah maksudnya bahwa hanya untuk dua bulan ini saja melakukan Rukyat ? saya tidak berpikir demikian, sebab lahirnya bulan baru sebagai tanda masuknya tanggal satu adalah sebuah kejadian alam yang terjadi setiap bulannya. Nah, Rasul menerapkan metode yang sesuai dengan kapasitas umatnya waktu itu, sesuai dengan kadar kemampuan mereka masa itu dalam urusan hisab (bisa dilihat lagi hadis tentang pengakuan keummiyan umatnya).
Masalah hadis-hadis shahih yang bertentangan rasanya juga sudah sering saya kupas dimilis ini maupun dibeberapa buku saya, misalnya tentang Israk mikraj, tentang kisah Nabi Isa al-Masih dan banyal lagi lainnya.
Kalau untuk masalah rukyat ini apakah ada hadits yang bertentangan satu sama lain? atau memang menurut pendapat mas Arman hadits yang pengakuan keummiyan umat Rosulullah jaman dulu itu yang menjadi bertentangan atau tidak bisa dikorelasikan untuk saat ini yang sudah ada teknologi yang maju?
Mungkin untuk lebih mudahnya mas Amir bisa mengarahkan temannya untuk mengakses blog saya saja di http://arsiparmansyah.wordpress.com dan melakukan pencarian dikolom yang disediakan sekaitan topik-topik diatas.Rosyid :
kemaren sudah saya berikan linknya mas, dan sempat memang mengkritisi soal tulisan mas Arman tentang tafsir al-hamdu, ya kemudian saya tanggapi supaya ikut di milist dan menanggapinya di milist
Menyangkut hadis pelarangan berhisab, saya belum tahu akan hal itu, namun alangkah bijaknya bila ybs memberi detil hadis itu terlebih dahulu untuk kita tinjau. Namun saya bisa pastikan bahwa hisab adalah sebuah kemutlakan berdasarkan ayat-ayat al-Qur'an khususnya surah Yunus dan surah al-An'am yang lalu.
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment