Sunday, August 8, 2010

[Milis_Iqra] Reposting : Hikmah Ramadhan (3)

Menjelang Ramadhan 2010 kali ini, InsyaAllah artikel-artikel yang berkaitan dengannya akan diposting secara kontinyu.
Doakan saja bahwa kita masih memiliki sisa waktu yang cukup banyak untuk melakukannya dan diberi kesempatan untuk mereguk nikmatnya beribadah dibulan suci.

Berikut saya repostingkan sekuel Hikmah Ramadhan yang pernah saya kirim pada tahun 2007 dahulu, semoga masih bermanfaat.
Link sumber saat ini sepertinya sudah tidak valid lagi namun tidak mengurangi arti dari artikelnya, InsyaAllah.

Selamat menyambut Ramadhan.,


---------- Forwarded message ----------
From: ARMAN (GMAIL) <armansyah.skom@gmail.com>
Date: 2007/9/6
Subject: Hikmah Ramadhan (3)
To: milis_iqra@googlegroups.com


Hikmah Ramadhan (3)    

Sumber : http://indonesian.irib.ir/HIKMAH/ramadhan/htm_ramadhan/1427/ramadhan03.htm


Munajat dan doa adalah moment paling berharga pada bulan Ramadhan. Munajat yang dilakukan secara ikhlas akan memberikan perubahan signifikan pada diri manusia. Dalam AlQuran disebutkan munajat para nabi dan auliya Allah. Munajat tersebut menunjukkan kerendahan hati dan keikhlasan orang-orang suci dan mulia. Selain mengajarkan adab berkomunikasi dengan Allah, mereka juga menunjukkan luasnya jangkauan doa dan tata cara memohon kepada Allah.

Saudara pendengar pertemuan kita kali ini akan kami mulai dengan mengutip doa dalam AlQuran berikut ini:

ربنا اننا سمعنا مناديا ينادي للايمان ان امنوا بربكم فامنا .

ربنا فاغفرلنا ذنوبنا وكفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الابرار.

"Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mendengar panggilan yang menyerukan untuk beriman kepada-Mu, maka kami telah beriman kepada-Mu. Wahai Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan kami dan cabutlah nyawa kami bersama orang-orang yang berbakti."

Manusia dalam perjalanannya menuju hakikat akan menemui berbagai cobaan dan rintangan. Selain itu manusia juga dituntut untuk selalu beribadah dan bermunajat untuk mendapatkan hidayah dari Allah swt. Berpuasa merupakan salah satu ibadah yang sejak dahulu kala dilakukan manusia. Bahkan puasa merupakan bagian dari adat-istiadat di berbagai bangsa. Sejumlah filsuf Yunani seperti Pigaros dan Plato berpendapat bahwa puasa merupakan tahap awal untuk mendapatkan ilham. Beberapa suku pribumi AS  meyakini bahwa berpuasa adalah cara paling ampuh untuk membersihkan jiwa dan mendapatkan bimbingan. Bahkan ada pula yang meyakini bahwa puasa akan membuka pintu keberhasilan duniawi dan dapat memperkuat tubuh.

Orang-orang Romawi, India, Yunani, dan Mesir kuno, terbiasa berpuasa. Para penganut Brahma berpuasa pada hari pertama dan keempat setiap bulan atau pada saat gerhana. Orang-orang Budha setiap bulan berpuasa pada hari pertama, kesembilan, ke-15, dan ke-24. Para penganut Yahudi juga berpuasa wajib pada hari ke sembilan bulan April, serta hari ke-10 dan 22 bulan Juli. Selain itu, mereka juga berpuasa pada hari raya dan berbagai peristiwa lainnya. Berpuasa juga tercantum dalam agama Kristiani. Sementara pada bulan Ramadhan, kaum muslimin berpuasa satu bulan penuh. Mereka tidak makan dan minum mulai subuh hingga terbenamnya matahari. Rasulullah saww bersabda bahwa dalam setahun, bulan Ramadhan merupakan bulan paling mulia yang pembukaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah pengampunan, dan akhirnya adalah terbebaskan dari api neraka.

Nama Johann Wolfgang von Goethe termasuk dalam jajaran penyair kesohor Eropa sepanjang sejarah. Sebagian karya Goethe terilhami dari kebudayaan dan peradaban Islam. Salah satu karyanya terbesarnya adalah Western-Eastern Divan. Memson, seorang dosen Universitas Stanford dan penulis buku berjudul Goethe dan Islam, dalam sebuah pidatonya memaparkan pemikiran religius Goethe dan mengatakan, "Tahap awal kecenderungan Goethe terhadap agama Islam bermula pada usianya ke 23 saat ia menyampaikan pujian dan keagungan nabi Muhammad. Sejak saat itu, Goethe mulai menelaah agama Islam secara lebih mendalam. Menginjak usia 70 tahun, Goethe memutuskan untuk tidak terlelap tidur pada malam Lailatul Qadr yaitu malam diturunkannya AlQuran. Goethe secara tegas menyatakan bahwa dirinya meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam Islam. Kecenderungannya terhadap Islam dituangkan dalam karyanya berjudul Western-Eastern Divan."

Goethe berulangkali mengutip ayat-ayat AlQuran yang membuatnya sangat terkesima. Menurutnya, elemen paling penting dalam Islam adalah masalah tauhid atau ketuhanan. Goethe berpendapat bahwa tanda-tanda keberadaan Tuhan dapat ditemukan dalam alam semesta. Oleh karena itu, Goethe mengaku sangat terkesima menyimak ayat Al Baqarah ayat 115 yang artinya, "Sesungguhnya timur dan barat adalah milik Allah, kemanapun kalian menghadap Allah selalu ada. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui." Hal lain yang menarik bagi Goethe adalah bimbingan dan hidayah dari Allah kepada manusia. Ayat اهدنا الصراط المستقيم  yang artinya dan bimbinglah kami pada jalan yang lurus, menjadi sumber inspirasi bagi Goethe dalam berkarya. Goethe menyebut AlQuran sebagai excellence truth atau hakikat unggul yang memiliki kemudahan diceerna namun tidak menghilangkan keagungannya. Orang yang mengenal dengan baik karya dan sastra Goethe, pasti mengetahui makna dari ungkapan Goethe tersebut. 

Berwajah ceria dan ramah merupakan syarat utama dalam bersosial karena keduanya dapat menarik perhatian orang lain dan membantu menstabilkan kepribadian. Menurut para psikolog, keceriaan akan berdampak positif dan berkesinambungan pada psikologi dan fisik seseorang. Misalnya menambah kepercayaan diri, memotivasi orang-orang disekitar untuk beraktivitas dan ceria, dan mempercepat aliran darah dalam tubuh. Menurut Samuel Smiles, "Sebagaimana keberhasilan dan kegagalan seseorang sangat bergantung pada kekuatan dan bakat alaminya, hal itu juga bergantung pada perlilaku baik dan keseimbangan dalam bergurau."

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda. "Hal yang paling banyak membawa para pengikutku masuk surga adalah, takut kepada Allah dan akhlak yang mulia." Imam Ali juga menyinggung bahwa, akhlak mulia dan keceriaan wajah akan menambah rejeki seseorang. Imam Ja'far Shodiq mengatakan, "Orang yang memiliki kekuatan logika lebih tinggi dan sempurna, dia memiliki akhlak yang lebih baik pula."




--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment