Sunday, August 8, 2010

[Milis_Iqra] Taushiyyah Jum'at: PELAJARAN DARI KASUS ESQ

Dari milis sebelah,
semoga bisa menambah wawasan kita diantara beragam pendapat.

---------- Forwarded message ----------
From: Syaiful Muslim <syaiful_muslim@yahoo.com>
To: Sabili sabili@yahoogroups.com

PELAJARAN DARI KASUS ESQ
Oleh: Azhari
 
http://mafahim-azhari.blogspot.com/
 
Mungkin sekitar 3 tahun lalu seorang teman dengan penuh semangat bercerita sepulang Training ESQ. Beliau berkisah bahwa Training ESQ sangat banyak manfaatnya dan membuat kita lebih mengenal Allah swt melalui ciptaan-Nya (tauhid rububiyah), pokoknya tidak rugi bayar mahal. Saya tidak berminat untuk ikut, disamping biaya 2 juta rupiah terlalu besar untuk ukuran kantong saya, saya pikir tidak harus melalui ESQ untuk mengenal Allah swt.
 
Minggu lalu saya mengikuti sebuah seminar yang mempertanyakan kesesatan ESQ, hal ini di bahas karena Mufti Malaysia (10 Juni 2010) memberikan fatwa sesat kepada ESQ. Sayang Ary Ginanjar Agustian, sang pendiri ESQ, berhalangan hadir sehingga diskusi berat sebelah. Dari beberapa pembicara (Forum Umat Islam, Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam), ada yang bersikap keras bahwa ESQ sesat dan menyesatkan, ada juga yang bersikap lunak dan hanya mengkhawatirkan ESQ dapat mendangkalkan aqidah umat.
 
Dalam seminar menonjol 2 hal karena ini menyangkut aqidah, pemikiran ESQ tentang; 1) Suara hati (Conscience) sebagai sumber kebenaran, 2) Meneladani akhlak Allah swt dari asmaul husna.
 
ESQ mengaku bukan lembaga kajian agama tetapi lembaga training, mengaku bukan pendakwah tetapi motivator, tetapi saat penyampaian training dan dalam buku-bukunya mengutip ayat dan hadits. Ditambah lagi dalam buku saku "ESQ Model" tercantum kalimat "Tiada hari tanpa dakwah", lantas mana yang benar berdakwah atau bukan. Yang jelas, jika berdakwah dengan memasang tarif maka kita hanya mendapat uang tetapi tidak mendapat pahala karena dilarang meminta honor/upah dalam berdakwah.
 
Dan (ia berkata): Aku tidak meminta upah kepadamu (dalam menyampaikan dakwah). Upahku hanyalah dari Allah dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang sudah beriman (Huud 29).
 
Suara Hati dan Akhlak Allah
 
ESQ meyakini bahwa suara hati sebagai sumber kebenaran.
Suara hati tidak bisa dijadikan sebagai sumber kebenaran, karena hati dengan mudah dibolak-balik karena bersifat relatif, suara hati bisa dipengaruhi oleh syaithan atau bisa dipengaruhi oleh malaikat. Suara hati orang beriman jelas berbeda dengan suara hati orang kafir, lantas bagaimana dikatakan suara hati adalah sumber kebenaran dan bersifat universal.
 
Ingatlah, bahwa di dalam jasad itu ada sekerat daging. Jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya. Dan jika ia rusak, rusaklah jasad seluruhnya. Ingatlah, daging itu adalah hati (HR Bukhari dan Muslim).
 
Seharusnya yang dijadikan sumber kebenaran adalah Al-Quran dan assunnah yang sudah pasti benar, Al-haqqu min rabbika (Kebenaran itu dari Tuhanmu, Al-Baqarah 147).
 
ESQ meyakini bahwa kita harus meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna.
Kita tidak bisa meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna, karena Allah swt berbeda dengan manusia. Dalil yang dikemukakan ESQ: Takhallaquu bi-akhlaaqillaah (berakhlaklah dengan akhlak Allah) adalah hadits palsu yakni perkataan Yahya bin Mu'adz.
 
Jika meneladani akhlak Allah swt melalui asmaul husna maka Allah swt mempunyai sifat al-Mutakabbir (sombong), sementara kita dilarang mempunyai sifat sombong. Seharusnya yang diteladani seorang manusia juga yakni utusan-Nya Muhammad saw. Beliaulah sebagai uswatun hasanah; laqad kaana lakum fii rasulillaahi uswatun hasanah.
 
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (Al-Ahzab 21).
 
Dengarlah Ulama
 
Dalam seminar tersebut terungkap bahwa jauh hari sebelum kasus ini meledak  beberapa Ulama sudah memberikan nasehat kepada ESQ (materi training dan buku). Ustadz Farid Oqbah, Ulama Bekasi, telah menasehati sejak tahun 2006 setelah Beliau mengikuti Training ESQ tapi nasehat ini diabaikan, materi training dan buku tidak revisi.
 
Begitu juga, setelah kasus ini meledak ESQ melakukan silaturahmi/klarifikasi kepada berbagai pihak. Dalam forum-forum tertutup diakui beberapa kekeliruan dalam pemikiran ESQ, tetapi di luar forum tidak mau mengakui kekeliruan malah gerilya mencari dukungan ke berbagai ormas.
 
Dari sikap ESQ tersebut dapat dipahami jika seseorang sudah merasa besar dan hebat maka muncul rasa mengagumi diri sendiri sehingga sulit menerima kritikan/nasehat, apalagi mengakui kesalahan secara terbuka. Bukankah ciri kesombongan menolak kebenaran.
 
Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia (HR Muslim).
 
Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Luqman 18).
 
Hal ini ditunjukkan dari diskusi dengan beberapa Ulama, yang ditonjolkan kebesaran ESQ yang telah berdiri 10 tahun lalu dan tidak pernah ada masalah, alumni ESQ hingga saat ini sudah mencapai angka 800.000 orang atau ESQ di dukung oleh para pejabat. Apalagi jika dikaitkan dengan materi, besarnya kerugian yang di derita jika calon peserta training mundur karena khawatir ajaran ESQ menyimpang.
 
Walhasil, sebelum kasus ESQ muncul telah dinasehati oleh para Ulama namun diabaikan, setelah kasus meledak kembali dinasehati tetap diabaikan. Jika dari dulu bersikap tawadhu' dan menerima nasehat Ulama mungkin kasus ini tidak terlanjur meledak dan merugikan diri sendiri.
 
Catatan: Shalat Jum'at hari ini 12.03 WIB
 
Wallahua'lam
 
Sumber bacaan:
1.  http://www.voa-islam.com/
2.  http://www.esqway165.com/

[Non-text portions of this message have been removed]
=====================

__._,_.___
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment