Friday, August 6, 2010

Re: {MS-Spam-6} Re: {MS-Spam-6} [Milis_Iqra] Figur Pemimpin Teladan Masa Kini

andai saya bisa, dari dulu jg saya sudah pingin pindah warga negara
saya bukan tidak cinta negeri ini
tapi para pemimpin negeri ini yg membuat saya tidak cinta
 
saya mengidolakan dia karena kesederhanaannya,
ga usah jauh2, di dalam keluarga aja dulu
buah jatuh tak jauh dari pohonnya
sifat anak ga bakal jauh dari orangtuanya
 
begitu juga dalam sebuah negara
jika saja pemimpinnya berpola hidup sederhana
insya Allah ke bawahnya juga akan begitu
mulai dari menteri2nya, pejabat2nya, anggota DPR, hingga rakyatnya
 
coba jujur
biaya pendidikan, harga2 makanan, biaya kesehatan & semuanya semakin mahal
dan apa yg dilakukan oleh pemimpin kita??
nothing!!
 
 
Regards
F a i z a l
----- Original Message -----
From: whe - en
Sent: Friday, August 06, 2010 2:05 PM
Subject: {MS-Spam-6} Re: {MS-Spam-6} [Milis_Iqra] Figur Pemimpin Teladan Masa Kini

Mas faizal,
maaf, boleh saya bertanya?
Jika mas faizal mencari figur seperti ini? mas faizal bisa menemukannya di Iran, jadi kenapa mas faizal tidak pindah saja ke negara Iran?
 
selanjutnya,
ijinkan saya menyampaikan beberapa hal, tanpa mengurangi respect saya kepada anda semua yang begitu mengidolakan Ahmadinejad.
 
Perilaku rakyat tercermin dari pemimpinnya,
bukan sebaliknya. Jadi menurut saya, bukan melulu salah pemimpinnya.
pernahkah kita istropeksi apa saja perilaku rakyat?
 
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy Syura [42] : 30)
 
"Apa saja ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri." (QS. An Nisa' [4] : 79)
 
kalau seumpama pemimpin kita kita anggap bukan membawa ni'mat buat kita, ini adalah kesalahan kita.  Menurut firman Allah.
 
Pada masa pemerintahan 'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Kenapa pada zaman kamu ini banyak terjadi pertengkaran dan fitnah (musibah), sedangkan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak?
'Ali menjawab, "Karena pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjadi rakyatnya adalah aku dan sahabat lainnya. Sedangkan pada zamanku yang menjadi rakyatnya adalah kalian."
 
Semoga Artikel dibawah bisa bermanfaat:
==

Semakin Baik Rakyat, Semakin Baik Pula Pemimpinnya

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

"Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta'ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu'awiyah, Umar bin Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah Ta'ala.

Pada masa pemerintahan 'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Kenapa pada zaman kamu ini banyak terjadi pertengkaran dan fitnah (musibah), sedangkan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak?
'Ali menjawab, "Karena pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjadi rakyatnya adalah aku dan sahabat lainnya. Sedangkan pada zamanku yang menjadi rakyatnya adalah kalian."

Oleh karena itu, untuk mengubah keadaan kaum muslimin menjadi lebih baik, maka hendaklah setiap orang mengoreksi dan mengubah dirinya sendiri, bukan mengubah penguasa yang ada. Hendaklah setiap orang mengubah dirinya yaitu dengan mengubah aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalahnya. Perhatikanlah firman Allah Ta'ala,

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. Ar Ra'du [13] : 11)

http://kuliahsyariah.multiply.com/journal/item/198

Muhammad Abduh Tuasikal

Semakin Rusak Rakyat, Semakin Rusak Pula Pemimpinnya

 



 
On 8/6/10, Faizal <faizal@busanagroup.com> wrote:
figur seperti inilah yg saya cari
ah sungguh berbanding terbalik dengan persiden kita
maaf, jujur saja saya sudah antipati sama pemerintah kita
 
Regards
F a i z a l
----- Original Message -----
From: Armansyah
Sent: Friday, August 06, 2010 11:09 AM
Subject: {MS-Spam-6} [Milis_Iqra] Figur Pemimpin Teladan Masa Kini

 

Figur Pemimpin Teladan Masa Kini

Sumber : http://dokternasir.web.id/2009/06/figur-pemimpin-teladan-masa-kini.html
Berita yang mirip-mirip juga bisa diakses disini : http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=554:gaya-hidup-presiden-iran&catid=16:opini&Itemid=40

====

 
 

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

No comments:

Post a Comment