country"
Memang sungguh menyedihkan melihat pemimpin-pemimpin kita sekarang,
politikus-politikus kita sekarang yang lebih banyak mementingkan
kepentingan sendiri daripada kepentingan bangsa dan negara. Negeri yang
melimpah dan kaya akan sumber daya alam, ibarat "kayu ditanam bisa
tumbuh" karena saking suburnya, tapi lihatlah sekarang, karena ulah
pemimpin-pemimpin kita negara kita yang tidak amanah banyak terjadi
bencana alam, banjir, tanah longsor dimana-mana.
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia,...(QS 30:41)"
Tapi sekali lagi "We can hate our goverment but we can't hate our
country", kita bisa membenci pemimpin kita tapi jangan sampai kita
membenci negara kita. Negara ini ada karena perjuangan tanpa kenal lelah
dari pendahulu-pendahulu kita, darah dan jiwa raga telah tertumpah demi
kemerdekaan bangsa ini.
Oleh karena itu marilah kita berdoa, bersatu untuk menjaga negara ini
dari keterpurukan, dengan cara memilih pemimpin-pemimpin yang amanah,
pemimpin yang bisa membawa bangsa ini menjadi lebih baik. Saya yakin
dari 230 juta pasti ada pemimpin yang seperti ahmadinedjat di Iran,
seperti Umar bin Abdul Aziz hanya saja kita belum bisa menemukannya...
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum
itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka " QS 13:11
On Fri, 2010-08-06 at 14:40 +0700, Faizal wrote:
> andai saya bisa, dari dulu jg saya sudah pingin pindah warga negara
> saya bukan tidak cinta negeri ini
> tapi para pemimpin negeri ini yg membuat saya tidak cinta
>
> saya mengidolakan dia karena kesederhanaannya,
> ga usah jauh2, di dalam keluarga aja dulu
> buah jatuh tak jauh dari pohonnya
> sifat anak ga bakal jauh dari orangtuanya
>
> begitu juga dalam sebuah negara
> jika saja pemimpinnya berpola hidup sederhana
> insya Allah ke bawahnya juga akan begitu
> mulai dari menteri2nya, pejabat2nya, anggota DPR, hingga rakyatnya
>
> coba jujur
> biaya pendidikan, harga2 makanan, biaya kesehatan & semuanya semakin
> mahal
> dan apa yg dilakukan oleh pemimpin kita??
> nothing!!
>
>
> Regards
> F a i z a l
> ----- Original Message -----
> From: whe - en
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Sent: Friday, August 06, 2010 2:05 PM
> Subject: {MS-Spam-6} Re: {MS-Spam-6} [Milis_Iqra] Figur
> Pemimpin Teladan Masa Kini
>
>
> Mas faizal,
> maaf, boleh saya bertanya?
> Jika mas faizal mencari figur seperti ini? mas faizal bisa
> menemukannya di Iran, jadi kenapa mas faizal tidak pindah saja
> ke negara Iran?
>
> selanjutnya,
> ijinkan saya menyampaikan beberapa hal, tanpa mengurangi
> respect saya kepada anda semua yang begitu mengidolakan
> Ahmadinejad.
>
> Perilaku rakyat tercermin dari pemimpinnya,
> bukan sebaliknya. Jadi menurut saya, bukan melulu salah
> pemimpinnya.
> pernahkah kita istropeksi apa saja perilaku rakyat?
>
> "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan
> oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian
> besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy Syura [42] :
> 30)
>
> "Apa saja ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa
> saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu
> sendiri." (QS. An Nisa' [4] : 79)
>
> kalau seumpama pemimpin kita kita anggap bukan membawa ni'mat
> buat kita, ini adalah kesalahan kita. Menurut firman Allah.
>
> Pada masa pemerintahan 'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu
> ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Kenapa pada zaman
> kamu ini banyak terjadi pertengkaran dan fitnah (musibah),
> sedangkan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak?
> 'Ali menjawab, "Karena pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa
> sallam yang menjadi rakyatnya adalah aku dan sahabat lainnya.
> Sedangkan pada zamanku yang menjadi rakyatnya adalah kalian."
>
> Semoga Artikel dibawah bisa bermanfaat:
> ==
> Semakin Baik Rakyat, Semakin Baik Pula Pemimpinnya
>
> Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,
>
> "Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta'ala dalam
> keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat
> manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan
> rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa
> mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa
> mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka.
> Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan
> ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di
> tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi
> pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan
> enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan
> melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika
> dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang
> lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan
> haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas
> yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah
> maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan
> paksaan.
>
> Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin
> pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang
> pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana
> keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa
> terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika
> rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak.
> Dengan demikian berdasarkan hikmah Allah, apabila pada zaman
> kita ini dipimpin oleh pemimpin seperti Mu'awiyah, Umar bin
> Abdul Azis, apalagi dipimpin oleh Abu Bakar dan Umar, maka
> tentu pemimpin kita itu sesuai dengan keadaan kita. Begitu
> pula pemimpin orang-orang sebelum kita tersebut akan sesuai
> dengan kondisi rakyat pada saat itu. Masing-masing dari kedua
> hal tersebut merupakan konsekuensi dan tuntunan hikmah Allah
> Ta'ala.
>
> Pada masa pemerintahan 'Ali bin Abi Tholib radhiyallahu 'anhu
> ada seseorang yang bertanya kepada beliau, "Kenapa pada zaman
> kamu ini banyak terjadi pertengkaran dan fitnah (musibah),
> sedangkan pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak?
> 'Ali menjawab, "Karena pada zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa
> sallam yang menjadi rakyatnya adalah aku dan sahabat lainnya.
> Sedangkan pada zamanku yang menjadi rakyatnya adalah kalian."
>
> Oleh karena itu, untuk mengubah keadaan kaum muslimin menjadi
> lebih baik, maka hendaklah setiap orang mengoreksi dan
> mengubah dirinya sendiri, bukan mengubah penguasa yang ada.
> Hendaklah setiap orang mengubah dirinya yaitu dengan mengubah
> aqidah, ibadah, akhlaq dan muamalahnya. Perhatikanlah firman
> Allah Ta'ala,
>
< إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا
< مَا بِأَنْفُسِهِمْ
> "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum
> sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka
> sendiri" (QS. Ar Ra'du [13] : 11)
>
> http://kuliahsyariah.multiply.com/journal/item/198
>
> Muhammad Abduh Tuasikal
>
> Semakin Rusak Rakyat, Semakin Rusak Pula Pemimpinnya
>
>
>
>
>
>
>
> On 8/6/10, Faizal <faizal@busanagroup.com> wrote:
> figur seperti inilah yg saya cari
> ah sungguh berbanding terbalik dengan persiden kita
> maaf, jujur saja saya sudah antipati sama pemerintah
> kita
>
> Regards
> F a i z a l
> ----- Original Message -----
> From: Armansyah
> To: Milis_Iqra@googlegroups.com
> Sent: Friday, August 06, 2010 11:09 AM
> Subject: {MS-Spam-6} [Milis_Iqra] Figur
> Pemimpin Teladan Masa Kini
>
>
> Figur Pemimpin Teladan Masa Kini
> Sumber :
> http://dokternasir.web.id/2009/06/figur-pemimpin-teladan-masa-kini.html
> Berita yang mirip-mirip juga bisa diakses
> disini :
> http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=554:gaya-hidup-presiden-iran&catid=16:opini&Itemid=40
>
>
>
> ====
>
>
>
>
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan
> mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah
> kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
> perkataanku." (QS 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu
> bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> --
> This message has been scanned for viruses and
> dangerous content by MailScanner, and is
> believed to be clean.
>
> --
> This message has been scanned for viruses and
> dangerous content by MailScanner, and is
> believed to be clean.
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment