Prof. Dr. M. Quraish Shihab: Kejernihan Hati, Kunci Penguasaan Ilmu
Salah jika selama ini Al-Quran disebut sebagai sebuah buku ilmiah. Al-Quran memilki uraian yang diulang-ulang dan tidak tersistem dengan baik, tidak seperti kitab atau buku ilmiah. Al-Quran adalah kitab dakwah. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam acara Kajian Ilmiah Ramadhan 1430 H dengan tema "Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan" bersama mahasiswa di Aula Garuda Mukti Rektorat Kampus C Universitas Airlangga (8/9).
Meskipun bukan kitab ilmiah, Al-Quran memiliki kaitan yang erat dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan disyaratkan dalam berbagai ayat dalam Al-Quran. Al-Quran mendorong iklim ilmiah, mendorong umat untuk belajar. Dalam Al-Quran ilmu dikatakan menjadi hikmah apabila benar (ilmiyah) dan diamalkan (amaliyah). Ilmu dan hikmah didapatkan dengan cara mengamalkannya, maka kita akan temukan apa yang belum kita ketahui.
Prof. Quraish Shihab mengatakan masyarakat yang maju adalah masyarakat yang pandai membaca. Karena itu, Allah SWT memerintahkan dalam surat Al-Alaq ayat pertama, "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu". Hal itu menggambarkan tentang ilmu, cara memperolehnya, dan hubungan akrab antara manusia dengan Tuhan yang memberi ilmu. Ayat tersebut juga berarti, dalam Islam, ilmu didedikasikan untuk kemaslahatan umat.
Ilmu bisa menjadi wadah pengetahuan sekaligus alat pengetahuan. Prof. Quraish Shihab menggambarkan ilmu yang buruk seperti kolam, hanya menjadi wadah ilmu tapi tidak dapat menjadi sumber ilmu. "Jadilah sumur. Sumur bisa menjadi wadah sekaligus sumber air (ilmu). Untuk dapat ilmu, kita gali terus sumur itu, keluarkan yang kotor-kotor, maka semakin jernih hati kita, dan ilmu akan semakin mudah diraih," kata Prof. Quraish Shihab.
Sumber ilmu tidak cuma dari proses belajar mengajar. Prof. Quraish Shihab menegaskan ilmu adalah cahaya yang ditampakkan oleh Tuhan kepada manusia-manusia yang jernih hatinya, melalui wahyu, firasat, dan intuisi. Hati yang jernih diraih dengan percaya kepada Allah SWT, berprasangka baik pada Allah SWT, menjaga hubungan mesra dengan sesama manusia, selalu berpikir positif, tidak dengki, culas, dan sombong.
Prof. Quraish Shihab juga sempat menyinggung hambatan-hambatan yang menghalangi kemajuan ilmu. Yaitu, apabila kita mempelajari ilmu karena mengharapkan hasil materi, dan apabila kita mempelajari ilmu karena seseorang dalam bidang ilmu itu.
Prof. Dr. Quraish Shihab, alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, hadir dalam rangkaian peringatan Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rektorat Universitas Airlangga. Semalam sebelumnya, Prof. Quraish Shihab juga menyampaikan ceramah dengan tema serupa dalam acara buka bersama Sivitas Akademica Universitas Airlangga.
Humas UA
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment