Wednesday, October 13, 2010

[Milis_Iqra] Thomas: Takkan Ada Yang Selamat Setelah Kritik Israel



WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Amerika Serikat mendapatkan kritikan tajam dari mantan reporter veteran Gedung Putih. Ia mengkritik AS yang tidak pernah mengizinkan orang-orang membicarakan mengenai kebijakan-kebijakan Israel terhadap Palestina.

"Tidak ada yang bisa mengkritik Israel di negara ini (AS) kemudian selamat," kata Helen Thomas, sang reporter veteran, dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Ohio, WMRN-AM yang disiarkan pada hari Selasa waktu setempat.

Bulan Juni silam, Thomas dipaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah menyarankan agar orang-orang Israel sebaiknya meninggalkan tanah Palestina yang mereka jajah.

Pada perayaan Warisan Yahudi yang bertempat di Gedung Putih, Thomas mengatakan, "Katakan kepada mereka (orang-orang Israel) agar angkat kaki dari (tanah) Palestina."

Dalam wawancara barunya, Thomas mengatakan komentar tersebut "memang sama persis dengan yang ada dalam pikiran saya," meski kemudian ia menyadari bahwa komentar tersebut mengakhiri riwayat pekerjaannya.

"(Keadaannya) amat sulit selama dua minggu pertama. Setelah itu, saya tersadar dari koma saya," kata Thomas.

Koresponden berusia 90 tahun tersebut merelakan kursi di baris terdepannya di ruang pers Gedung Putih. Helen Thomas telah mewawancarai 10 presiden AS, mulai dari Dwight Eisenhower.

Thomas menjadi koresponden untuk kantor berita United Press International (UPI) selama 57 tahun mulai dari tahun 1943 hingga tahun 2000. Kemudian ia bergabung dengan perusahaan surat kabar Hearst, yang memiliki 15 surat kabar harian, sebagai seorang kolumnis.

Thomas merupakan wanita pertama yang bergabung dengan National Press Club, anggota wanita pertama, dan presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Thomas menjadi personel tetap yang selalu menghadiri berbagai konferensi pers selama berpuluh-puluh tahun dan sering kali dipersilakan mengajukan pertanyaan awal.

Thomas adalah putri seorang imigran Libanon yang menjadi reporter wanita pertama yang meliput dunia politik AS.

Berhentinya Thomas, yang merupakan reporter Gedung Putih dengan masa tugas terlama, diumumkan oleh Hearst Corp, yang menjadi tempat kerja Thomas sebagai kolumnis setelah menghabiskan sebagian besar kariernya dengan United Press International (UPI).

"Helen Thomas mengumumkan Senin bahwa ia berhenti, berlaku efektif dalam waktu dekat," kata kantor berita Hearst Juni lalu.

Thomas menghabiskan akhir minggu dengan mendapat kecaman terkait pernyataannya pada "perayaan warisan Yahudi" 27 Mei lalu di Gedung Putih. Rekaman tersebut muncul di situs berbagi video YouTube.

Ketika ditanya mengenai kejadian itu oleh situs Yahudi RabbiLive.com mengenai benar tidaknya ia mengeluarkan komentar tentang Israel, Thomas menjawab: "Katakan pada mereka (orang-orang Israel) agar angkat kaki dari Palestina."

"Ingat orang-orang (Palestina) terjajah dan itu adalah tanah milik mereka, bukan milik Jerman, bukan pula Polandia," kata Thomas. "Mereka (orang-orang Israel) bisa pulang. Ke Polandia, Jerman, Amerika, dan ke tempat lain."

Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs pada Juni lalu menyebut pernyataan Thomas "menyinggung dan tercela". Thomas kemudian menyampaikan permintaan maaf di situs pribadinya, HelenThomas.org.

"Saya amat menyesalkan komentar yang saya ucapkan minggu lalu mengenai Israel dan Palestina," tulis Thomas.

Thomas tampaknya mengajukan pertanyaan terakhirnya kepada seorang presiden AS, yaitu Obama, dalam sebuah konferensi pers di Ruang Sayap Timur di Gedung Putih pada 27 Mei lalu. (dn/pv/sm) www.suaramedia.com

--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment