Tuesday, October 12, 2010

RE: [Milis_Iqra] Bau Busuk Syiah Akhirnya Tercium Juga

Zaman Dahulu Kala… ada orang-orang pengikut setia (Syi'i) Ali bin Abi Thalib…. Dan mereka masih berjalan lurus bersama sahabat-sahabatnya yang lain, namun diantaranya juga ada ada pengikut setia yang melewati batas, hingga memandang Ali bin Abi Thalib adalah Rasul, dan juga seharusnya Ali yang memimpin setelag Rasulullah wafat, hingga ada penghinaan-penghinaan terhadap para Sahabat Nabi…

 

Apakah masih ada di zaman sekarang yang menjadi Syi'inya Ali yang bukan selalu menghina para sahabat nabi….

 

Ayatullah Khamenei Haramkan Hujatan terhadap Istri Nabi dan Simbol-Simbol Ahlusunah

 

Sanad informasi yang saya peroleh ini adalah dari note Muhsin Labib, dari Mohammad Baagil, dari AhlulBayt News Agency. Sangat layak untuk dibaca dan dijadikan sebagai bahan renungan (khususnya muqallid Sayid Ali Khamenei dan pengikut mazhab Syiah umumnya) sekaligus alasan untuk mengevaluasi diri kita masing dalam melaksanakan taklif terutama dalam bidang dakwah dan interaksi antar sesama.

Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Spiritual dari Iran, menerbitkan sebuah fatwa yang mengharamkan perlakuan buruk terhadap istri Nabi, Ummulmukminin Aisyah dan melecehkan simbol-simbol (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljemaah.

Hal itu tertera dalam jawaban atas istifta' (permohonan fatwa) yang diajukan oleh sejumlah ulama dan cendekiawan Ahsa, Arab Saudi, menyusul penghinaan yang akhir-akhir ini dilontarkan seorang pribadi tak terpuji bernama Yasir al-Habib yang berdomisili di London terhadap istri Nabi, Aisyah. Para pemohon fatwa menghimbau kepada Sayid Khamenei menyampaikan pandangannya terhadap "penghujatan jelas dan penghinaan berupa kalimat-kalimat tak senonoh dan melecehkan terhadap istri Rasul saw., Aisyah."

Menjawab hal itu, Khamenei mengatakan, "…diharamkan melakukan penghinaan terhadap (tokoh-tokoh yang diagungkan) ahlusunah waljemaah apalagi melontarkan tuduhan terhadap istri Nabi saw. dengan perkataan-perkataan yang menodai kehormatannya, bahkan tindakan demikian haram dilakukan terhadap istri-istri para nabi terutama penghulu mereka Rasul termulia."

Fatwa Khamenei ini dapat dapat dianggap sebagai fatwa paling mutakhir dan menempati posisi terpenting dalam rangkain reaksi-reaksi luas kalangan Syiah sebagai kecaman terhadap pelecehan yang dilontarkan oleh (seseorang bernama) Yasir al-Habib terhadap Siti Aisyah ra.

Sebelumnya puluhan pemuka agama di kalangan Syiah di Arab Saudi, negara-negara Teluk dan Iran telah mengecam dengan keras pernyataan-pernyataan dan setiap keterangan yang menghina Siti Aisyah atau salah satu istri Nabi termulia saw.

Berikut teks fatwa dalam bahasa Arab tersebut:

نص الاستفتاء:
بسم الله الرحمن الرحيم
سماحة آية الله العظمى السيد علي الخامنئي الحسيني دام ظله الوارف
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

تمر الامة الاسلامية بأزمة منهج يؤدي الى اثارت الفتن بين ابناء المذاهب الاسلامية ، وعدم رعا ية الأولويات لوحدة صف المسلمين ، مما يكون منشا لفتن داخلية وتشتيت الجهد الاسلامي في المسائل الحساسة والمصيرية ، ويؤدي الى صرف النظر عن الانجازات التي تحققت على يد ابناء الامة الاسلامية في فلسطين ولبنان والعراق وتركيا وايران والدول الاسلامية ، ومن افرازات هذا المنهج المتطرف طرح ما يوجب الاساءة الى رموز ومقدسات اتباع الطائفة السنية الكريمة بصورة متعمدة ومكررة .

فما هو رأي سماحتكم في ما يطرح في بعض وسائل الاعلام من فضائيات وانترنت من قبل بعض المنتسبين الى العلم من اهانة صريحة وتحقير بكلمات بذيئة ومسيئة لزوج الرسول صلى الله عليه واله ام المؤمنين السيدة عائشة واتهامها بما يخل بالشرف والكرامة لأزواج النبي امهات المؤمنين رضوان الله تعالى عليهن.

لذا نرجو من سماحتكم التكرم ببيان الموقف الشرعي بوضوح لما سببته الاثارات المسيئة من اضطراب وسط المجتمع الاسلامي وخلق حالة من التوتر النفسي بين المسلمين من اتباع مدرسة أهل البيت عليهم السلام وسائر المسلمين من المذاهب الاسلامية ، علما ان هذه الاساءات استغلت وبصورة منهجية من بعض المغرضين ومثيري الفتن في بعض الفضائيات والانترنت لتشويش وارباك الساحة الاسلامية واثارة الفتنة بين المسلمين .

ختاما دمتم عزا وذخرا للاسلام والمسلمين .

التوقيع

جمع من علماء ومثقفي الاحساء4 / شوال / 1431هـــــ

:جواب الإمام الخامنئي

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

يحرم النيل من رموز إخواننا السنة فضلاً عن اتهام زوج النبي (صلى الله عليه وآله) بما يخل بشرفها بل هذا الأمر ممتنع على نساء الأنبياء وخصوصاً سيدهم الرسول الأعظم (صلّى الله عليه وآله).

موفقين لكل خير

Berikut ini teks fatwa yang diterjemahkan oleh Ust. Muhsin Labib, dengan catatan bahwa terjemahan dilakukan (dalam bahasa) bebas. Mohon dimaafkan bila kurang pas. Semoga beliau memaafkan saya, muqallid dan pewalinya yang penuh dosa ini.

Teks Permohonan Fatwa:

Bismillahirrahmanirrahim
Yang Mulia Ayatullah Al-Uzma Sayid Ali Al-Khamenei Al-Husaini
Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Umat Islam mengalami krisis metode yang mengakibatkan penyebaran fitnah (cekcok) antar para penganut mazhab-mazhab Islam dan mengakibatkan diabaikannya prioritas-prioritas bagi persatuan barisan muslimin. Hal ini menjadi sumber bagi kekacauan internal dan terhamburkannya kontribusi Islam dalam penyelesaian isu-isu penting dan menentukan. Salah satu akibatnya adalah teralihkannya perhatian terhadap capaian-capaian putra-putra umat Islam di Palestina, Lebanon, Irak, Turki, Iran dan negara-negara Islam lainnya. Salah satu hasil dari metode ekstrim ini adalah tindakan-tindakan yang menjurus kepada pelecehan secara sengaja dan konstan terhadap ikon-ikon dan keyakinan-keyakinan yang diagungkan oleh para penganut mazhab suni yang kami muliakan.

Maka, bagaimanakah pendapat Yang Mulia tentang hal-hal yang dilontarkan dalam sebagian media televisi satelit dan internet oleh sebagian orang yang menyandang predikat ilmu berupa penginaan terang-terangan dan pelecehan berupa kalimat-kalimat tak senonoh dan melecehkan istri Rasul saw., Ummulmukminin Aisyah serta menuduhkan dengan hal-hal yang menodai kehormatan dan harkat istri-istri nabi, semoga Allah Taala meridai mereka?

Karenanya, kami memohon Yang Mulia berkenan memberikan pernyataan tentang sikap syar'i secara jelas terhadap akibat-akibat yang timbul dari sensasi negatif berupa ketegangan di tengah masyarakat Islam dan menciptakan suasana yang diliputi ketegangan psikologis antar sesama muslim baik di kalangan para penganut mazhab ahlulbait maupun kaum muslimin dari mazhab-mazhab Islam lainnya, mengingat penghujatan-penghujatan demikian telah dieksploitasi secara sistematis oleh para provokator dan penebar fitnah dalam sejumlah televisi satelit dan internet demi mengacaukan dan mengotori dunia Islam dan menyebarkan perpecahan antar muslimin.

Sebagai penutup, kami berdoa semoga Yang Mulia senantiasa menjadi pusaka bagi Islam dan muslimin.

Tertanda,
Sejumlah ulama dan cendekiawan Ahsa, 4 Syawal 1431 H

Jawaban Imam Khamenei:

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Diharamkan menghina simbol-simbol (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, ahlusunah, berupa tuduhan terhadap istri Nabi saw. dengan hal-hal yang mencederai kehormatannya, bahkan tindakan ini diharamkan terhadap istri- istri para nabi terutama penghulunya, yaitu Rasul termulia saw.

Semoga Anda semua mendapatkan taufik untuk setiap kebaikan.

Lalu, Siapa Yasser al-Habib?

Pernah, seorang pengunjung blog berkomentar mengenai tidak mungkinnya persatuan Syiah dan suni karena masih adanya caci-maki terhadap sahabat dan istri Nabi. Dalam komentarnya, dia juga memberi link sebuah video di YouTube untuk "membuktikan" klaim tersebut. Saya buka video tersebut dan tulisan di awal video adalah "YASIR AL-HABIB, di antara ulama Syiah yang terkemuka di abad 20."

Saya membalas komentarnya begini, "Yasir Al-Habib? Ulama terkemuka abad 20? Terlalu berlebihan. Saya kasih contoh yang terkemuka: Ayatullah Khamenei, Ayatullah Sistani, Syekh Subhani, Husein Fadhlullah, dll." Jadi, siapa Yasir Al-Habib?

Yasser al-Habib, begitu transliterasi dalam bahasa Inggrisnya, dilahirkan di Kuwait pada tahun 1979—masih muda untuk jadi ukuran ulama "terkemuka". Dia adalah lulusan Ilmu Politik Universitas Kuwait, artinya tidak ada latar belakang keilmuan hauzah ilmiah. Pandangannya dalam agama sangat ekstrim, termasuk mengenai sejarah wafatnya Fatimah putri Nabi saw. yang kerap kali kecaman dialamatkan kepada Khalifah Abu Bakar, Umar serta Ummulmukminin Aisyah ra. Makiannya yang dilakukan dalam sebuah ceramah tertutup ternyata tersebar dan membuatnya dipenjarakan oleh pemerintah Kuwait pada tahun 2003.

Belum setahun, ia dibebaskan di bawah pengampunan Amir Kuwait (menurut pengakuannya dia bertawasul kepada Abul Fadhl Abbas), namun beberapa hari kemudian ditangkap lagi. Sebelum dijatuhi hukuman selama 25 tahun, ia pergi meninggalkan Kuwait. Karena tidak mendapat izin dari pemerintah untuk tinggal di Irak dan Iran, ia mendapat suaka dari pemerintah Inggris.

Sejak berada di Kuwait, ia sudah memimpin Organisasi Khaddam Al-Mahdi. Setelah mendapat suaka dari pemerintah Inggris, entah bagaimana organisasinya semakin "makmur". Punya kantor, koran, hauzah (semacam pesantren), majelis,  yayasan dan juga website sendiri. Karena perkembangannya yang cepat inilah muncul kecurigaan bantuan dana dari pemerintah Inggris. Kita semakin curiga, karena pemerintah Kuwait berulang kali meminta agar Yasser Al-Habib ditangkap namun ditolak oleh Interpol.

Hubungannya dengan Mesir, Iran, dan sebagian besar ulama Syiah nampaknya tidak harmonis. Dalam situsnya, ia kerap kali mengecam ulama rujukan sekelas, Imam Khomeini dan Ayatullah Ali Khamenei, bahkan tidak menganggapnya sebagai mujtahid dan marja'. Jadi bisa dikatakan bahwa Yasser Al-Habib sangat tidak merepresentasikan mayoritas ulama Syiah yang menghendaki persatuan dan perbaikan umat muslim. Tidak adil jika Anda mengutip pendapatnya dan menuliskan bahwa itu adalah pandangan (mayoritas) pengikut Syiah, padahal hanyalah pandangan pribadinya.

Artikel lain yang patut dibaca mengenai rancangan CIA dalam menciptakan "ulama-ulama" palsu, baca di sini.

Pujian dan Penghargaan Sheikh Al-Azhar atas Fatwa Imam Khamenei

 

 

Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=25820&catid=26&Itemid=88

 

Ahmed al-Tayeb, Sheikh al-Azhar Mesir menyatakan bahwa fatwa ini semakin penting dikarenakan yang mengeluarkannya adalah marji terbesar Syiah dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. Demikian diberitakan situs INN Ahad hari ini (03/10) mengutip televisi al-Manar.

 

Sheikh al-Azhar sambil menyambut fatwa Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait pengharaman penistaan isteri Nabi dan para sahabatnya disampaikan di saat yang tepat demi mencegah munculnya fitnah.

 

Ahmed al-Tayeb dalam pernyataannya menyebutkan, saya sangat memuji dan gembira dengan fatwa penuh berkah Imam Ali Khamenei terkait penistaan kepada para sahabat dan isteri Rasulullah Saw dan saya telah menerimanya. Fatwa ini dikeluarkan dengan pengetahuan sempurna, dalam dan benar soal bahaya besar yang dilakukan oleh para pelaku fitnah. Fatwa ini menggambarkan kecintaan akan persatuan Islam.

 

"Apa yang membuat fatwa ini menjadi lebih penting dikarenakan dikeluarkan oleh seorang alim dari ulama besar Islam dan marji Syiah terbesar yang juga menjabat sebagai Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran," tambah al-Tayep.

 

Di bagian lain dari pernyataannya Sheikh al-Azhar mengatakan bahwa dengan posisi keilmuan dan tanggung jawab syar'i yang saya miliki, harus saya katakan bahwa segala usaha untuk menciptakan persatuan Islam hukumnya adalah wajib. Sementara perbedaan antara pengikut mazha-mazhab yang ada harus dibatasi dalam perbedaan pandangan antara ulama dan para pakar. Perbedaan ini juga tidak boleh merusak persatuan umat Islam. Karena Allah berfirman, "...dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

 

"Saya mengumumkan bahwa setiap orang yang menciptakan perpecahan di antara umat Islam, berarti pendosa, berhak mendapat azab ilahi dan terusir dari tengah-tengah masyarakat," tegas Ahmed al-Tayeb. (IRIB/INN/SL/MF)

 

 

From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Wednesday, October 13, 2010 8:52 AM
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Bau Busuk Syiah Akhirnya Tercium Juga

 

Saya ambil dari milis sebelah,

menurut saya memang bahasanya sedikit kasar,

tidak tahu apa pendapat rekan2, tentu saja setelah mengecek link link yang dberikan.

 

Silahkan membantu saya dengan memberi masukan karena beberapa link tidak bisa saya buka,

entah karena memang link-nya error atau karena terblokir.

 

Semoga kalimat Pak Andri bahwa kita sering tidak mau mendengar apa yang tidak mau kita dengar tidak berlaku :-) :-)

---------- Forwarded message ----------
From: Fadhil Baadilla <fadilads@cbn.net.id>
To: assunnah@yahoogroups.com


Bau Busuk Syiah Akhirnya Tercium Juga,

Wednesday, 06 October 2010 09:13 administrator

Pepatah kita mengatakan : "Sepandai-pandainya menutup barang busuk akhirnya
tercium juga"

Seorang penyair Arab berkata :

ومَهما تكُنْ عندَ امرىء ٍ من خليقةٍ  وإنْ خالَها تَخفَى على النّاسِ تُعلَمِ
"Bagaimanapun perangai buruk seseorang meskipun ia menyangka perangainya
tersebut tidak nampak oleh manusia maka akan terbongkar juga" (Diwan Zuhair
bin Abi Salma hal 6)

"Aku bersumpah demi Allah Aisyah sekarang di neraka !!!", "Aisyah wanita
pezina…!!!", "Saat ini Aisyah diadzab di neraka, dimasukkan ke dalam tannur
dalam tergantung dengan kaki yang terikat…!!!", "Sekarang Aisyah di neraka
sedang makan daging bangkai…!!!", "Semoga Allah melaknat Aisyah dan
ayahnya…!!!" Demikialah kata-kata kotor yang keluar dari mulut seorang
syaikh Syiah yang bernama Yasir Al-Habiib dalam acara perayaan kematian
Aisyah bulan Ramadan yang lalu (tahun 1431 H atau 2010 M). Bahkan ia
berkata, "Maka hari ini kita bersyukur kepada Allah, karena dengan matinya
Aisyah telah memindahkan Aisyah dari bumi ke dalam adzab di neraka…!!!.
Semua vonis-vonis kotor tersebut dilontarkannya dalam satu pengajian yang
berdurasi sekitar setengah jam. Bahkan di akhir pengajian ia mengajak para
hadirin tatkala pulang ke rumah masing-masing untuk sholat dua rakaat
sebagai tanda syukur kepada Allah atas wafatnya Aisyah dan menjadikan sholat
dua rakaat tersebut sebagai wasilah untuk berdoa kepada Allah maka niscaya
hajat mereka akan dikabulkan oleh Allah. (lihat video ceramah ini di
(http://www.youtube.com/watch?v=KY7ax6k3q6w&feature=player_embedded)

Bagaimanapun syi'ah berusaha untuk bertaqiyyah dan menyembunyikan aqidah
busuk mereka akhirnya ada diantara mereka yang terang-terangan untuk
mengungkap kebencian mereka yang terpendam kepada para sahabat Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam, bahkan kepada istri Nabi Ummul Mukminin
Aisyah binti Abi Bakr –radhiallahu 'anhuma-.


Setelah sekian lama banyak kaum muslimin yang terpedaya dengan tipuan
orang-orang Syia'h maka semoga dengan kejadian ini bisa membuka mata mereka
dan sadar bahwasanya selama ini mereka hanyalah terpedaya oleh tipuan dan
taqiyyahnya orang-orang Syi'ah.
Bagi orang yang biasa menelaah buku-buku pegangan karangan para ulama Syi'ah
maka cacian dan makian seperti di atas merupakan hal yang biasa dalam
buku-buku mereka. Akan tetapi sebagian kaum muslimin masih berbaik sangka
terhadap mereka dengan berdalih, "Syi'ah yang dulu tidak seperti syi'ah yang
sekarang. Syi'ah yang mengkafirkan para sahabat adalah syi'ah zaman dulu,
adapun sekarang mereka lebih moderat".
Anggapan seperti ini adalah anggapan orang yang tidak tahu fiqhul waqi'
(kondisi kenyataan sekarang), maka pernyataan Yasir Al-Habib diatas
membantah dengan jelas persangkaan yang keliru ini.


Oleh karenanya kejadian ini merupakan peringatan keras kepada sebagian
harokah dakwah yang semangat mempersatukan kaum muslimin dengan mengorbankan
aqidah tauhid mereka…
Slogan mereka : Kita saling toleransi dalam hal-hal yang saling khilaf
diantara kita…
Slogan yang manis akan tetapi hakekatnya sangatlah pahit…
Dakwah tauhid mereka tinggalkan…
Bahkan mereka memusuhi orang-orang yang menyeru kepada tauhid…
Bahkan mereka berangan-angan untuk menyatukan Ahlus Sunnah dengan Syi'ah…
Bagaimana Sunnah dan Syi'ah bisa bersatu..??!!,
Apakah kita rela Abu Bakar dan Umar dikafirkan…???
Apakah kita ridho dengan hari bergembira mereka tatkala menyambut kematian
Umar bin Al-Khottob??!!
Apakah kita ridho mereka mengagungkan Abu Lu'lu Al-Majusi pembunuh Umar,
hingga kuburannya ditinggikan dan diziarohi terus menerus…???!!, bahkan sang
pembunuh yang beragama majusi ini dijuluki sang pemberani?
(lihat : http://www.saowt.com/forum/showthread.php?t=34176)
Apakah kita rela Ibu kita Aisyah dikatakan pezina…??
Apakah kita rela Ibu kita divonis masuk neraka jahannam dalam kondisi yang
mengenaskan…???
Apakah kita mau bersatu dengan syi'ah yang memiliki ka'bah di Karbalaa'?
(lihat http://www.slalah.com/t12102.html)
Apakah kita mau bersatu dengan syi'ah yang meyakini bahwa karbala lebih suci
dari pada kota Mekah dan kota Madinah??!!
(http://www.youtube.com/watch?v=E-sUJ1oswbg&feature=related)
Belum lagi fatwa-fatwa aneh mereka yang berhubungan dengan masalah jimak,
diantaranya :
-    Bolehnya berhubungan lewat dubur
(http://www.youtube.com/watch?v=Kf9o7uDZ7Cs&feature=related)
-    Bolehnya berjimak dengan hewan
(http://www.forsanelhaq.com/showthread.php?t=122064)
-    Bolehnya nikah kontrak secara berjama'ah???
(http://forums.ibb7.com/ibb28454.html)
-    Bolehnya mut'ah dengan anak yang masih menyusui??!!
(http://www.sudanforum.net/showthread.php?t=51310)
Apakah kita mau mengorbankan aqidah kita sehingga toleransi dengan aqidah
Syia'h yang busuk ini…???!!!



Kota Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 27 Syawal 1431 H / 06 Oktober 2010
M

Disusun oleh Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Artikel: www.firanda.com




------------------------------------

--

~~~~~

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment