QS Al Hujuraat 49 :12
Hai orang-orang yang beriman:
jauhilah kebanyakan purba-sangka , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang
dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu sesungguhnya Rasulullah shalallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Tahukah kalian apa ghibah itu? Para shahabat berkata: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Kemudian beliau ? bersabda: "Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya. Ditanyakan (salah seorang dari para sahabat bertanya –pen),"Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu terdapat pada saudaraku?" Beliau shalallahu'alaihiwasalam menjawab : "Jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya." (HR. Muslim ( 2577 ) dalam Al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adaab. Lihat Bulughul Mahram cet. pustaka as-Sunnah 2007 .Hal 734)
sabda Rasulullah shalallahu'alaihiwasalam dari shahabat Sa'id bin Zaid radiyallu'anhu,
"Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar." (HR. Abu Dawud no. 4866-4967)
Apa alasannya?
termasuk dalam hal yang diperbolehkan oleh Allah dan Rasul-Nya, atau sekedar membuka aib? karena itu dilarang Allah & Rasul-Nya:
Imam Nawawi menjelaskan bahwa Ghibah yang dibolehkan ini ada enam sebab:
- Mengadukan kezaliman orang kepada hakim, raja atau siapa saja yang mempunyai wewenang dan kemampuan untuk menolongnya. Seperti dengan mengatakan: "Si Fulan menganiaya saya dengan cara demikian."
- Meminta bantuan orang demi mengubah kemungkaran dan mengembalikan pelaku maksiat agar kembali kepada kebenaran. Seperti dengan mengatakan: "Si Fulan telah melakukan demikian maka cegahlah dia dari perbuatan itu!" atau ungkapan semisalnya. Tujuan dibalik pengaduan itu adalah demi menghilangkan kemungkaran, kalau dia tidak bermaksud demikian maka hukumnya tetap haram.
- Meminta fatwa. Seperti dengan mengatakan kepada seorang mufti (ahli fatwa): "Ayahku menganiayaku." atau "Saudaraku telah menzalimiku." Atau "Suamiku telah menzalimiku." Meskipun tindakan yang lebih baik dan berhati-hati ialah dengan mengatakan: "Bagaimana pendapat anda terhadap orang yang melakukan perbuatan demikian dan demikian (tanpa menyebut namanya)?"
- Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan sebagian orang dan dalam rangka menasihati mereka. Seperti mencela para periwayat hadits dan saksi, hal ini diperbolehkan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, bahkan hukumnya wajib karena kebutuhan umat terhadapnya.
- Menyebutkan kejelekan pelaku maksiat yang berterang-terangan dalam melakukan dosa atau bid'ahnya, seperti orang yang meminum khamr di depan khalayak, merampas harta secara paksa dan sebagainya, dengan syarat kejelekan yang disebutkan adalah yang terkait dengan kemaksiatannya tersebut dan bukan yang lainnya.
- Untuk memperkenalkan jati diri orang. Seperti contohnya apabila ada orang yang lebih populer dengan julukan Al-A'raj (yang pincang), Al-Ashamm (yang tuli), Al-A'ma (yang buta) dan lain sebagainya. Akan tetapi hal ini diharamkan apabila diucapkan dalam konteks penghinaan atau melecehkan. Seandainya ada ungkapan lain yang bisa dipakai untuk memperkenalkannya maka itulah yang lebih utama (lihat Riyadhush Shalihin, dicetak bersama Syarah Syaikh Utsaimin, 4/98-99. penerbit Darul Bashirah)
Mohon maaf jika saya terpaksa mengambil dalil dalil tersebut,
saya tahu mas heriyadi ataupun mas Janu ataupun rekan rekan mas berdua yang sealiran selalu menuduh saya membela SBY,
namun bukan karena dalam rangka membela SBY saya sampaikan, namun karena rasa sayang saya kepada sesama muslim
saya tidak ingin saudara saudara muslim saya jatuh kepada hal hal yang dilarang Allah : menghibah yang dilarang.
Silahkan dikaji termasuk ghibah yang diperbolehkan nomor berapakah ketika kita membicarakan seseorang, SBY ataupun wakil rakyat.
Demikian dari saya.
Semoga rasa merasa benar sendiri dari mas mas yang selalu menjudge saya membela SBY, dsb bisa anda akui salah secara ksatria, walaupun saya tidak yakin mas mas berani mengakui kesalahan,
berkaca dari pengalaman orang yang ilmu agamanya banyak pun takut mengakui kesalahan.
Karena sikap ksatria ternyata tidak berbanding lurus dengan umur, tidak berbanding lurus dengan ilmu yang dimiliki.
Jika dengan penjelasan ini mas mas masih juga berprasangka jelek terhadap saya,
saya menyerahkan kepada Allah agar memberi balasan yang setimpal kepada mas janu dan rekan rekan mas Janu dengan praduga mas janu dan rekan rekan mas Janu karena Allah sudah berfirman ada dosa disana.
menurut saya nggak apa, biarin biar puas, mumpung ada kesempatan, mumpung
jadi DPR, paling kalo kita protes juga ada anggota milis ini yg mbleian,
capek capek ngabisin energi aja
Janu
-----Original Message-----
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
Behalf Of subandrio
Sent: Thursday, October 28, 2010 6:32 PM
To: Milis_Iqra
Subject: [Milis_Iqra] Diam-diam Rombongan Komisi V DPR Terbang ke Italia
Ini bukan mengenai pak ESBEYE namun perilaku anggota Dewan yang
terhormat, ada coment?
http://us.detiknews.com/read/2010/10/27/174540/1476857/10/diam-diam-rombonga
n-komisi-v-dpr-terbang-ke-italia?991101605
Rabu, 27/10/2010 17:45 WIB
Diam-diam Rombongan Komisi V DPR Terbang ke Italia
Rachmadin Ismail - detikNews
--
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment