Wednesday, November 3, 2010

RE: [Milis_Iqra] Mukena 'Ajaib' Takkan Dijual Keluarga Mbah Ponimin

Begini Mas dani, Saya tidak akan membantah hadis,yang saya tekankan adalah keyakinan seseorang , Meskipun setiap Penyakit ada obatnya, Tapi sebenarnya yang menyembuhkan penyakit tersebut bukan Obat, Tapi Allah SWT, Jadi dapat saya simpulkan apabila orang itu yakin bahwa yang menyembuhkan dia adalah obat,maka orang itu sudah murtad,  Sama dengan orang bilang kayak gini, Kalau gak ada Fulan saya tidak selamat, itu pendapat saya juga sudah murtad,

 

gimana mas dani ??

 

[Dani] Maaf mungkin bukan murtad tapi syirik, Karena kalau arti murtad adalah keluar dari islam dan Syirik adalah menyekutukan Allah dengan yang lainnya’ . jadi Mana yang bener?

 

======== 

( Dani )

Dalam usaha untuk mencari sarana kesembuhan, seorang muslim seharusnya memperhatikan hal-hal berikut:

1. Bahwa obat dan dokter hanya sebagai sarana penyembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Ta’ala
2. Ikhtiar (usaha) dalam mencari obat tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik.

 

(Sutarno )

Apa bedanya antara sarana dan perantara mas,....

kembali ke Kalimat ,

Tapi ingkang nyelamatin kulo bukan keris tapi pertolongan Allah. Kalau toh keris itu hanya sebagai perantaraan mawon (Tapi yang menyelamatkan saya bukan keris, melainkan pertolongan Allah. Keris hanya perantaraan saja)," jelas Yati.

 

[Dani] Satu pertanyaan saja Mas…. “Keris hanya perantaraan saja”.. apakah Keris bisa dikatakan Ikhtiar yang boleh dilakukan sebagai perantara dalam Islam?

 

 

(Sutarno )

Saya ganti mas dani

 

Tapi ingkang nyelamatin kulo bukan Dokter tapi pertolongan Allah. Kalau toh Dokter itu hanya sebagai perantaraan mawon (Tapi yang menyelamatkan saya bukan Dokter, melainkan pertolongan Allah. Dokter hanya perantaraan saja)," jelas Yati.

kata keris saya Ganti Dokter,

Gimana mas ?

 

[Dani] Koq dokter Mas Tarno, tapi “obat”  karena yang sedang dibahas adalah obat. Juga kalau kalimatnya seperti itu aga rancu padahal Dokter adalah sarana, sedangkan perantaraannya adalah obat. NAMUN  “Ikhtiar (usaha) dalam mencari obat tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik.” Cuma mengulang tulisan Mas Tarno Saja “Fokus ya diskusnya,.. J

 

No comments:

Post a Comment