Monday, December 20, 2010

[Milis_Iqra] Bidik Islam, Gerakan Anti-Islam Eropa Gandeng Israel

Bidik Islam, Gerakan Anti-Islam Eropa Gandeng Israel
Selasa, 21 Desember 2010, 12:00 WIB

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/12/21/153581-bidik-islam-gerakan-antiislam-eropa-gandeng-israel

Bidik Islam, Gerakan Anti-Islam Eropa Gandeng Israel
Geert Wilders

REPUBLIKA.CO.ID,PARIS–Partai-partai politik berhaluan kanan jauh di
Eropa meningkatkan kampanye anti-Islam mereka dengan menggandeng
Israel. Mereka mengunjungi Israel untuk mendukung Negara Zionis
tersebut sebagai benteng melawan Islam.

Awal bulan ini, Geert Wilders, pemimpin partai populis kanan jauh yang
tergabung dalam koalisi pemerintah, mengunjungi Israel dan mendukung
pemukiman Yahudi di tepi Barat. Ia mengatakan warga Palestina Tepi
Barat harus menyingkir ke Yordania.

Pada saat bersamaan, teman-teman Eropa Wilders yang berpandangan sama
dari Jerman, Austria, Belgia, Swiss, serta para aktifis sayap kanan
lainnya juga melakukan kunjungan sendiri-sendiri ke Israel.
''Kebudayaan kami berakar dari Kristen, Yahudi, dan humanisme dan
Israel memperjuangkan apa yang kami perjuangkan,'' kata Wilders.
''Jika Jerusalem jatuh, Amsterdam dan New York selanjutnya.''

Kunjungan para aktifis kanan jauh ini oleh para pengamat dipandang
sebagai sebuah bentuk baru dari gerakan kanan jauh (new far right).
Gerakan ini berbeda dari gerakan lama yang berpandangan antisemit dan
kerap mendukung negara-negara Arab melawan Israel.

Dengan mengklaim dukungan dari Israel, mereka berpeluang melawan opini
Muslim di negara mereka, karena Muslim Eropa adalah pro-Palestina.
''Bukan kewajiban Israel untuk mewujudkan negara Palestina,'' kata
Wilders dalam pidato di Tel Aviv. ''Sudah ada negara Palestina, yakni
Yordania.''

Sementara itu, para aktivis kanan jauh Eropa lainnya mendeklarasikan
'Deklarasi Jerusalem' dalam kunjungan ke Israel. Deklarasi ini
mendukung keberadaan Israel dan hak untuk membela diri melawan agresi,
terutama dari para pejuang Islam.

Deklarasi ini dikumandangkan pemimpin Partai Kebebasan Austria, Heinz
Christian Strache, Ketua Partai Kebebasan Jerman Rene Stadtkewitz,
Kent Ekeroth dan Filip Dewinter dari Partai Demokrat Swedia, serta
pemimpin Partai Vlaams Belang Belgia. Namun, mereka membantah membakar
Islamofobia melalui pernyataan ini. ''Konflik Arab-Israel
menggambarkan konflik antara kebudayaan Barat dan Islam radikal,''
kata Dewinter di Tel Aviv.

Dalam sebuah konferensi di Asketon, kota yang sempat dihajar roket
dari Jalur Gaza, Strache mengatakan Israel menghadapi ancaman teror
Islam yang mengarah tepat pada jantung masyarakat Barat.

Harian Israel, Haaretz, mengatakan para aktivis ini mengunjungi Israel
demi mencari dukungan untuk membawa mereka lebih dekat pada kekuasaan
politik.

Red: Johar Arif
Sumber: Reuters

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment