Tuesday, December 28, 2010

Re: [Milis_Iqra] Abaikan fatwa, Iran Rilis Serial TV Penghina Sahabat Rasul

Maaf ralat : Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidilah.,

2010/12/29 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Secara umum dan singkat : 

Abdullah Bin Zubair adalah salah satu sahabat Rasul sebagaimana juga Zubair bin Awwam, keduanya terlibat dalam perang Jamal yang dipimpin oleh A'isyah untuk memerangi Imam Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah atau Amirul Mukminin yang sah. Keduanya  tidak terlibat dalam perang Shiffin antara Muawiyah yang memberontak dari Syam dan Imam Ali. Konflik perseteruan politik antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim ini sebenarnya bisa ditarik kebelakang dijaman sebelum kelahiran Nabi sendiri semasa "suksesi" kepenguasaan Mekkah yang kala itu menjadi pusat ibadah haji kaum jahiliyah Quraisy sekaligus pusat perdagangan para khilafah.

Setelah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib wafat dibunuh oleh kelompok Khawarij, Imam Hasan puteranya dinobatkan sebagai khalifah oleh para sahabat yang loyal pada pemerintahan sebelumnya (baca : pemerintahan Khalifah Ali). Muawiyah bin Abu Sofyan terus berusaha untuk merebut kekuasaan khilafah yang sah sehingga akhirnya Imam Hasan membuat perjanjian dengan Muawiyah yang beberapa diantara isinya adalah kubu Muawiyah tidak akan meneruskan permusuhan dengan dinasti Rasul (baca: Ahli Bait) beserta pihak-pihak yang loyal dengan mereka, sebagai kompensasinya, Imam Hasan akan menyerahkan tampuk kekuasaan Khalifah pada Muawiyah.

Setelah Muawiyah berkuasa penuh, pada babak selanjutnya, Imam Hasanpun wafat diracun. Gejolak politik bani Umayyah masih menimbulkan konflik diantara para sahabat, apalagi setelah Yazid putera Muawiyah menggantikan ayahnya sebagai khalifah. Sistem monarki kerajaanpun menggantikan sistem Khilafah yang sejak jaman Abu Bakar sampai Hasan bin Abu Thalib ditegakkan. Berbagai pertentangan itu selanjutnya direspon positip oleh Husain putera kedua Ali bin Abu Thalib. 

Sayangnya dukungan diantara para sahabat sendiri terpecah belah terhadap Husain, malah ketika pasukan Husain sudah berada di Karbala, sejumlah besar sahabat yang katanya mendukung perjuangan beliau, tidak pernah hadir sampai kemudian meletuslah perang yang menggugurkan Imam Husain dengan kepala terpenggal diatas tanah merah Karbala.

Singkat cerita, sejak saat itu proses penghujatan terhadap Ahli Bait Nabi yang sebelumnya memang sudah dimulai sejak jaman kepemimpinan Imam Ali dan Imam Hasan terus berlanjut bahkan disidang-sidang sholat Jum'atpun Ahli Bait Nabi dikecam. Banyak hadis/sirah yang otentik dikalangan sunni menjadi bukti semua ini bahkan Imam Muslim juga (salah satu perawi hadis dikalangan sunni) ikut meriwayatkannya.

Penghujatan pada Ahli Bait Nabi kemudian berlanjut sampai masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang secara tegas melarang dan merehabilitasi nama baik Ahli Bait Nabi dikalangan Bani Umayyah dan masyarakatnya.

Demikianlah secara global perseteruan yang ada antara pihak Ahli Bait dan pendukungnya dengan kelompok Muawiyah dan komplotan mereka yang lalu berimbas pada sisi-sisi keagamaan seperti fiqh, politik dan berbagai aspek kehidupan lainnya sampai jaman kita sekarang ini.

Tetapi intinya bahwa Zubair dan Thalhah tidak terlibat dalam peristiwa peperangan Muawiyah dan kelompok Ahli Bait, bahkan dimasa akhir kehidupannya Zubair menyadari kekeliruannya yang telah memerangi Imam Ali sebelum kemudian syahid dan kematiannya di Qishash oleh Imam Ali sendiri kepada sang pembunuhnya.
  


Ada yg bisa memberikan pencerahan,bagian mananya sih yang dianggap menghina shahabat Nabi?mungkin ada yg punya referensi lain?Bingung melihat pertentangan sunni-syiah.yang saya tahu,pada awalnya syiah adalah pembela Khalifah Ali dan sunni adalah pembela muawiyah.pada saat itu muawiyahlah yang mnguasai politik pemerintahan trmasuk smua infrastrukturnya,media dll yg digunakan untuk mnghancurkan khalifah Ali. ('Afwan krn baru di milis,jd tidak menyimak diskusi2 ttg syiah sblmnya)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


From: Dedy Iskandar <dysar06@yahoo.co.id>
Date: Tue, 28 Dec 2010 20:08:56 +0700
Subject: [Milis_Iqra] Abaikan fatwa, Iran Rilis Serial TV Penghina Sahabat Rasul

TEHERAN (Berita SuaraMedia) – Seorang ulama Sunni Iran menyatakan haram untuk menonton sebuah serial TV yang saat ini ditayangkan di Iran tentang seorang pemimpin Syiah yang membentuk sebuah gerakan di tahun 686 di kota Kufa untuk membalas kematian Imam Hussein.

"Mukhtar Nameh" (Pesan Mukhtar) memperlihatkan bagaimana kaum Syiah seolah-olah selalu dianiaya dan diperlakukan buruk sepanjang sejarah dan bagaimana penderitaan dari penindasan itu seringkali menghantui si penindas.

Ketika kalifah Umayyah kedua, Yazid I, mengambil alih kekuasaan tahun 683, jumlah kaum Muslim yang tidak puas dengan penguasa mereka semakin berkembang dan melahirkan pemberontakan yang dipimpin oleh Hussein, putra Ali dan cucu Nabi Muhammad.

Kematian Imam Hussein dalam Perang Karbala (680) menjadikannya seorang martir di mata kaum Syiah dan menciptakan perpecahan permanen dalam Islam antara Sunni dan Syiah.

Pemberontakan itu dimulai tahun 686 di Kufa, Irak modern, dan Mukhtar berada di dalam penjara ketika perang Karbala terjadi. Ketika Mukhtar mengetahui tentang apa yang terjadi dalam pertempuran Karbala, dia siap untuk membalas kematian Imam Hussein.

Al Mukhtar menangkap sejumlah pria yang diduga membunuh Imam Hussein dan sahabat-sahabatnya dalam tragedi Karbala.

Pemimpin Sunni di wilayah Sistan-Baluchistan, Molawi Abdel Hamid, mengatakan, "Pemimpin agung Ali Khamenei baru-baru ini mengeluarkan sebuah fatwa yang melarang penghinaan terhadap simbol dan kesucian Muslim Sunni, tapi radio dan televisi di Iran, yang para pemimpinnya ditunjuk oleh pemimpin agung, telah mengabaikan fatwa itu."

"Bagaimana kita bisa mengharapkan badan pemerintah untuk menghormati fatwa ini," ujarnya, menyerukan untuk segera dihentikannya penayangan film itu karena kontennya menghina sahabat-sahabat Nabi Muhammad, termasuk Abdullah Ibn Zubair.

Film oleh sutradara Iran, Daoud Mir, itu dibuat dalam 40 episode dan diproduksi oleh Sima Film dengan biaya 20  juta dolar, menjadikannya sebagai salah satu serial drama termahal dalam produksi film Iran. (rin/aby) www.suaramedia.com

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/dunia-islam/35308-abaikan-fatwa-iran-rilis-serial-tv-penghina-sahabat-rasul.html

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment