yang mas Priyo itu bisa dipercaya atau tidak??
On 1/26/11, awung <awungs@gmail.com> wrote:
> Kalau tidak emosi, terimakasih. Barangkali ini termasuk word gesture ....
> Maafkan saya salah mengartikan.
>
> Kembali ke laptop.
>
> "Sejarah, bagaimana kita mempercayai sejarah itu?"
>
> Menurut anda bagaimana?
>
>
> "Nah dalam proses al jam`u fis suthur sendiri, bagaimana prosesnya?
> Bagaimana cara Khalifah Utsman melakukan standardisasi? Siapa yang dipilih
> melakukan usaha teknisnya? Bagaimana metodenya? Proses jam`ul quran di masa
> Nabi hasilnya seperti apa? Bagaimana generasi setelahnya mempercayai bahwa
> mushaf tertulis yang diberikan ke generasi mereka dari generasi sebelumnya
> adalah asli?"
>
> Bisa anda ceritakan sejauh yang anda tahu?
>
>
> Salam,
>
> 2011/1/26 priyo djatmiko <priyodjatmiko@gmail.com>
>
>> Lho tidak ;-)
>>
>> Itu hanya pernyataan umum mas... masak dibilang emosi. Maksud saya, kita
>> pahami dulu, baru setelah itu ambil kesimpulan mau diterima atau ditolak.
>> Kalau sudah kesana, baru saya berhenti, selanjutnya terserah anda. Kan
>> saya
>> tidak bisa memaksakan pikiran.
>>
>> Memang saya merasa ada yg keliru dalam memahami karena mas Awung bilang
>> "menggantikan Al Quran sebagai petunjuk dengan hadits"
>>
>> Itu menurut saya, jadi saya sekedar meluruskan bahwa orang yang mengikuti
>> hadits tidak ada yang menggantikan al Quran dengan hadits. Saya sekedar
>> meluruskan yang itu. Setelah itu, terserah anda kan mau mengikuti atau
>> tidak, tapi jangan menganggap orang yang mengikuti hadits berarti
>> menyingkirkan al Quran.
>>
>> Apakah pembaca yang lain menganggap saya emosi? Saya jadi bingung juga
>> dimananya yang emosi y, apa saya salah tulis ya, maaf ;-). Justru
>> pernyataan
>> saya mau membatasi diskusi hanya sampai ke bagaimana sesungguhnya hakikat
>> ilmu hadits itu, perkara mas awung ikut atau tidak, terserah kan saya
>> jelas-jelas tidak memaksa? Artinya kalau menurut saya masih ada persepsi
>> mas
>> Awung yang keliru terhadap hadits, saya akan melanjutkan diskusi, tapi
>> kalau
>> sudah, maka saya tidak akan melanjutkan karena menurut saya itu sudah hak
>> mas Awung pun untuk memilih tidak mengikuti. Justru ini membatasi diskusi
>> kan? Tidak menang-menangan? Ah, saya masih belum paham juga, dimananya
>> anda
>> menerima muatan emosi hehe
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> 2011/1/26 awung <awungs@gmail.com>
>>
>> "*Pahamilah dulu ilmu hadits baru setelah itu silahkan memilih mau inkar
>>> atau tidak. Janganlah menghakimi kalau hakikat yang dihakimi itu belum
>>> jelas. Kalau sudah jelas, siapapun mau menerima atau menolak, terserah
>>> saja,
>>> semua ada konsekuensinya di dunia dan akhirat."*
>>>
>>> Hm ... anda emosi om Priyo, kalau mau kita teruskan diskusi ini mari kita
>>> berkepala dingin dan membuka fikiran lebar-lebar.
>>>
>>> Salam,
>>>
>>> 2011/1/26 priyo djatmiko <priyodjatmiko@gmail.com>
>>>
>>>> Mas Awung,
>>>>
>>>> *Setelah jam'ul quran selesai apakah ada perintah untuk menggantikan
>>>> kedudukan al Quran sebagai petunjuk dengan hadits?*
>>>>
>>>> Tidak ada. Dan memangnya ada orang yang menggantikan al Quran sebagai
>>>> petunjuk dengan hadits? Bukankah saya menyebutkan setelah jam`ul quran
>>>> selesai, illat pelarangan pengumpulan hadits juga menjadi hilang? Bukan
>>>> illat untuk menjadikan AL Quran sebagai petunjuk. Para sahabat yang
>>>> masih
>>>> hidup semasa dengan Rasulullah pun ada yang menuliskan ucapan rasulullah
>>>> dan
>>>> ini tidak dilarang, penulisan ini secara parsial ada sejak rasulullah
>>>> masih
>>>> hidup. Ini berarti para sahabat memahami pelarangan nabi adalah
>>>> pelarangan
>>>> dalam rangka menjaga ketercampuran al quran dengan hadits. Kalau bahaya
>>>> itu
>>>> tidak terjadi mereka memahami tidak ada larangan secara mutlak. Ini
>>>> terjadi
>>>> di masa Nabi masih hidup. (Tentu saja teks yang menceritakan sahabat
>>>> menulis
>>>> hadits di masa Nabi ini adanya di hadits).
>>>>
>>>> Para ahli hadits adalah ahlul quran juga. Mereka khattam al quran setiap
>>>> 3 hari atau paling tidak beberapa kali dalam 1 bulan. Mereka menulis
>>>> buku
>>>> berjilid-jilid dalam bidang al quran, baik tarikhnya, ilmu induknya
>>>> (ulumul
>>>> quran) maupun tafsirnya. Mereka hafal al quran, banyak mendirikan
>>>> perguruan-perguruan al quran untuk mendidik orang agar hafal al quran.
>>>> Siapa
>>>> yang menggantikan al quran dengan hadits? Yang ada orang mempelajari
>>>> hadits
>>>> dalam rangka mengabdi kepada ilmu al quran juga, untuk menerapkan al
>>>> Quran
>>>> sebagai petunjuk.
>>>> *"Pahamilah dulu ilmu hadits baru setelah itu silahkan memilih mau
>>>> inkar atau tidak. Janganlah menghakimi kalau hakikat yang dihakimi itu
>>>> belum
>>>> jelas. Kalau sudah jelas, siapapun mau menerima atau menolak, terserah
>>>> saja,
>>>> semua ada konsekuensinya di dunia dan akhirat."*
>>>> **
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> --
>>>>
>>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>>>
>>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>>>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>>>
>>>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>>>
>>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>>>
>>>
>>> --
>>>
>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>>
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>>
>>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>>
>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment