Saya mau berpendapat.
SAHABAT saya pernah bilang apapun bisa termasuk memaafkan jika karena Allah, ibarat gelas pecahpun bisa direkatkan kembali tanpa cacat jika karena Allah.
Yang jadi masalah adalah benarkah orang yang salah berulangkali melakukan kesalahan dengan sengaja dan maaf hanya formalitas?
Ini seperti main2 dan tidak menghargai orang yang dimintai maaf.
Jadi menurut saya, jika yang salah memang tulus meminta maaf, harusnya benar2 menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki, pasti dimaafkan karena manusia memang sering salah
Hadits Dari sahabat Anas bin Malik , bahwa Rasulullah bersabda: "Setiap anak Adam (manusia) pasti sering berbuat kesalahan "Dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat." (H.R. Ibnu Majah no. 4251 dan lainnya)
Rasulullah bersabda, "Maukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu." (HR. Thabrani).
Hari ini saya baca hadits tersebut dan dibawah, belum saya cek, mungkin pak Dani bisa menerangkan kedudukan hadits tersebut.
Point saya no 2 yaitu
(2) seseorang yang mampu meluapkan amarahnya tetapi mampu memberi maaf atas kesalahan orang,
Lengkapnya sebagai berikut
Rasulullah bersabda:
"Ada tiga hal yang jika dimiliki seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan dari Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah akan senantiasa memasukkannya dalam lingkungan hamba yang mendapatkan cinta-Nya, yaitu (1) seseorang yang selalu bersyukur manakala mendapat nikmat dari-Nya, (2) seseorang yang mampu meluapkan amarahnya tetapi mampu memberi maaf atas kesalahan orang, (3) seseorang yang apabila sedang marah, dia menghentikan marahnya." (HR. Hakim)
Jadi, tinggal yang salah tulus minta maaf, menyadari kesalahannya, bertaubat, berusaha tidak mengulangi, bersungguh2 dalam artian tidak membuat permintaan maaf tersebut lebih terkesan melecehkan yang dimintai maaf.
Orang yang beriman dan berilmu pasti memaafkan walaupun amarah menyesaki dada.
Dan muslim yang baik pasti tidak menjadikan kata maaf sebagai main2 tapi sarana memperbaiki yang salah
Demikian dari saya
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sore tadi saya chek in di salah satu hotel di Jakarta. Saya memang lagi di Jakarta untuk suatu urusan dinas. Hotel yang terletak di Jakarta Pusat ini sebenarya cukup ramai juga, buktinya hampir setiap saya dinas ke Jakarta saya lebih banyak menginap di hote ini dengan berbagai pertimbangan tentunya, sehingga pilihan ke hotel ini. Dulu hotel ini sepertinya oke, sekarang tampak semakin menurun dalam banyak hal.
Perlengakapan kamar mandi tidak lengkap, diminta katanya oke, segera pak. Ditinggal pergi siang, balik malam, belum dilengkapi, diminta lagi , operatornya jawab silahkan bapak hubungi concierge………. telpon langsung ditutup, haa, teganya
Pesan sambungan internet. Ya hallo jawab petugas concierge. Sambungan internet harus kena bayaran tambahan lagi pak jelasnya. Ok tidak masalah, jawab saya. Ditunggu ya pak, nanti kode sambungannya dikirim ke kamar………..hehe, ditunggu setengah jam tidak datang dan tidak ada informasi . Kejadian serupa pernah terjadi juga pada kunjungan saya dua bulan yang lalu. Tunggu ya pak nanti diantar, sampai pagi tidak datang……..hoyyoo. Besoknya sewaktu dingatkan, jawabnya oh ya pak lupa, maaf ya. Karena sudah segar dan masih pagi, maafmu diterima. Ok sekarang tolong disambung ya.
Tadi waktu concierge dihubungi lagi setelah lebih setengah jam tidak datang, sewaktu diingatkan kok tidak datang datang sudah setengah jam, juga bilang maaf ya pak………haha, maaf. Ya sudah. Tidak lama kemudian saya ditelpon cewek dari reception, pak nomor ini sambungan internetnya, satu dua tiga dan empat, dan passwordnya, nama bapak ya, RUDI…….
Mbak, boleh menyampaikan sesuatu………….
Boleh pak silahkan,
Saya tadi kurang lebih stengah jam yang lalu menghubungi operator, kok sepertinya, petugasnya hari ini sama sekali tidak bersahabat ya?………….
Jawab resepsionis, bapak tadi bicaranya dengan siapa?……………..hehe. Saya katakan, saya tidak tahu, soalnya saya bicara melalui telpon, jadi saya tidak tanya namanya dan tidak lihat siapa orangnya.
Laki atau perempuan, pak tambahnya…………hehe. Tadi juga Mbak, waktu pesan sambungan internet ini sebenarnya saya sudah minta lebih dari setenga jam yang lalu, tetapi tidak ada informasi, katanya segera akan diantar ke kamar…………
O, begitu pak ya………..
Iya, begitu……
Maaf ya pak, ya…….
Ya, saya hanya menyampaikan informasi saja, ada semacam itu.
Ya, maaf ya pak ya……………hehe. Saya tambahkan dari tadi sewaktu saya check in hotel ini sampai sekarang sudah banyak benar saya diminta maaf, hoyyoo
Ya maaf ya pak ya katanya………….
Sebaiknya, jika sudah begini, bagaimana ya. Bisakah kita jika lagi sebel banget karena petugas hotel yang begini, kita langsung dapat menerima maaf ?
Kok Repot!………..Tinggalkan!
Benar juga…………….
Salam dari Jakarta.
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/01/21/jika-lagi-sebel-banget-apa-anda-dapat-langsung-menerima-maaf/
No comments:
Post a Comment