RASULULLAH tidak hanya MUHAMMAD.. dan perhatikan juga ayat
21/24: Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah:
"Unjukkanlah hujjahmu! (Al Qur'an) ini adalah peringatan bagi
orang-orang yang bersamaku, dan peringatan orang-orang yang
SEBELUMKU". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak,
karena itu mereka berpaling.
dan semua rasul mengatakan hal yang sama bahwa "maka bertakwalah
kepada Allah dan taatlah kepadaku."
26/108 & 110 (Nuh)
26/126 & 131 (Hud)
26/144 & 150 (Shaleh)
26/163 (Luth)
26/179 (Syu'aib)
dll
jadi tidak hanya kepada Muhammad kita diperintah untuk taat.
Islam itu bukan hanya milik Muhammad, karena 3/19 Islam adalah agama Allah,
sejak kapan islam itu ada?
samakah islamnya nabi2 terdahulu dengan Muhammmad?
sejak kapan hukum islam itu alquran dan hadits?
bagaimana hukum islam sebelum Muhammad?
Salam,
Icay
On 1/27/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> wrote:
> (Aba farhan)
> Tapi koq saling lempar kitab?....apa ini salah satu cara biar dibilang
> benar??
> Ayo..kembali ke alquran.
>
> (whe~en)
> Mohon maaf mas farhan, apakah mas farhan tidak percaya assunnah?
> termasuk inkarussunnah?
>
> Jika mas farhan percaya al Qur'an,
> Al Qur'an memerintahkan kita untuk mengikuti Rasulullah.
> Apa yang Rasulullah berikan berbentuk Assunnah.
>
> ini dasar hukumnya dari Al Qur'an:
> silahkan cek
> Soal kitab, biarlah menjadi pembuktian.
>
> Al-Qur'an yang menyuruh kita taat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
> sallam dan berhukum kepadanya.
>
>
>
> 1). Al-Ahzab : 36
>
> "Artinya : Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula)
> bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan
> suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan
> mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia
> telah sesat, sesat yang nyata".
>
>
>
> 2). Al-Hujuraat : 1
>
> "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan
> Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar
> lagi Maha Mengetahui".
>
>
>
> 3). Ali 'Imran : 32
>
> Artinya : Katakanlah : 'Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling,
> maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".
>
>
>
> 4). An-Nisaa : 79
>
> "Artinya : …. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan
> cukuplah Allah menjadi saksi".
>
>
>
> 5) An-Nisaa : 80
>
> "Artinya : Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah
> menta'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta'atan itu), maka
> Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka".
>
>
>
> 6). An-Nisaa : 59
>
> "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul
> (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
> tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul
> (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
> Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya".
>
>
>
> 7). Al-Anfaal : 46
>
> "Artinya : Dan Ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
> berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang
> kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
> sabar".
>
>
>
> 8). Al-Maa'idah : 92
>
> "Artinya : Dan ta'atlah kamu kepada Allah dan ta'atlah kamu kepada Rasul
> (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa
> sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah)
> dengan terang".
>
>
>
> 9). An-Nuur : 63
>
> "Artinya : Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti
> panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah
> telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu
> dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang
> menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang
> pedih".
>
>
>
> 10). Al-Anfaal : 24
>
> "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan
> Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada
> kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan
> hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan".
>
>
>
> 11). An-Nisaa : 13-14
>
> "Artinya : .Barangsiapa ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah
> memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang
> mereka kekal di dalamnya ; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa
> yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya,
> niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya
> ; dan baginya siksa yang menghinakan".
>
>
>
> 12). An-Nisaa : 60-61
>
> "Artinya : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya
> telah beriman kapada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang
> diturunkan sebelum kamu ?. Mereka hendak berhakim kepada thagut, padahal
> mereka telah diperintah mengingkari thagut itu. Dan syaithan bermaksud
> menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila
> dikatakan kepada mereka :"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah
> turunkan dan kepada hukum Rasul', niscaya kamu lihat orang-orang munafik
> menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu".
>
>
>
> 13). An-Nuur : 51-52
>
> "Artinya : Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil
> kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka
> ialah ucapan : 'Kami mendengar, dan kami patuh'. Dan mereka itulah
> orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan
> Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah
> orang-orang yang mendapat kemenangan".
>
>
>
> 14). Al-Hasyr : 7
>
> "Artinya : …Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa
> yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah ; dan bertakwalah kepada Allah.
> Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya".
>
>
>
> 15). Al-Ahzab : 21
>
> "Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan
> yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
> (kedatangan) hati kiamat dan dia banyak menyebut Allah".
>
>
>
> 16). An-Najm : 1 – 4
>
> "Artinya : Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan
> tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut
> kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang di
> wahyukan (kepadanya)".
>
>
>
> 17). An-Nahl : 44
>
> "Artinya : .. Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan
> kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya
> mereka memikirkan".
>
> Lihat An Nahl 44
> Rasulullah diminta menerangkan kepada umat manusia apa yang telah
> diturunkan,
> Keterangan Rasulullah itulah yang sedang kita bahas yaitu Hadits.
>
> Regards
> Whe~en
>
> 2011/1/27 abafarhan <abafarhan@gmail.com>
>
>> Judul :
>> Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin Gaduh
>>
>>
>> Tapi koq saling lempar kitab?....apa ini salah satu cara biar dibilang
>> benar??
>>
>> Ayo..kembali ke alquran.
>>
>> On 1/26/11, whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com> wrote:
>> > [Dani Permana] loh kalau saya bukan ahli haidst masa di bilang bermain
>> > kata-kata….. hahahahah masa saya mengaku-ngaku Neh saya ahli hadist….
>> >
>> > (Whe-en)
>> > Kalau mas dani bukan ahli hadits kenapa cenderung memilih mendhoifkan,
>> > dasarnya apa? Wong tidak bisa mentakhrij, ketika dikomparasi ya ga bisa
>> > berpendapat, tapi memilih dan pilihannya menyalahi pilihan mas dani
>> sendiri.
>> >
>> > Kalau mas dani mendhoifkan dan sudah tahu lama kenapa memakai hadits
>> dhoif
>> > sebagai dalil?
>> >
>> > [Dani Permana] Disitulah kekurang telitian M WN dalam membaca sebuah
>> > artikel… silahkan refer kembali… alasan-alasan orang yang menlemahkan
>> hadist
>> > tersebut
>> >
>> > (Whe-en)
>> > Jawab saja mas dan siapa juga yang sudah mentakhrijnya. Jangan bermain
>> > dengan kata2 terus
>> >
>> > Terimakasih
>> > Whe-en
>> >
>> >
>> > Sent from my BlackBerry®
>> > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>> >
>> > -----Original Message-----
>> > From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
>> > Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>> > Date: Wed, 26 Jan 2011 17:09:57
>> > To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>> > Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
>> > Subject: RE: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin
>> > Gaduh
>> >
>> >
>> >
>> > From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com]
>> On
>> > Behalf Of whe.en9999@gmail.com
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya bukanlah ahli hadist/muhadist jadi jangan
>> mempertanyakan
>> > sesuatu yang bukan pada ahlinya.
>> >
>> > (Whe-en)
>> > Jangan bermain dengan kata kata terus mas Dani.
>> > Fokuslah karena ini diskusi
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] loh kalau saya bukan ahli haidst masa di bilang bermain
>> > kata-kata….. hahahahah masa saya mengaku-ngaku Neh saya ahli hadist….
>> >
>> >
>> >
>> > Bukankah kemarin mas dani sendiri yang minta saya yang memulai
>> > memposting
>> > dari jalur mana syaikh Albani menshohihkan, lalu kita bahas, mas Dani
>> sudah
>> > memposting dhoifnya hadits ini dan mas dani sudah tahu lama, koq
>> > sekarang
>> > bilang tidak tahu.
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya Quote pernytaan M WN "saya sendiri tidak mampu
>> > mentakhrij-nya, jadi silahkan jika memang mau menerangkan kepada saya,
>> lebih
>> > kuat mana yang mentakhrij dhoif atau shahih,"
>> >
>> >
>> >
>> > Melihat jenis pertanyaannya "lebih kuat mana yang mentakhrij dhoif atau
>> > shahih,"… itu yang saya tidak saya jawab dan saya bukan seorang
>> muhadist….
>> >
>> > Ada apa sebenarnya.
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Tidak ada apa-apa…
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya mengerti jika M WN berpikiran demikian karena 3
>> artikel
>> > yang telah saya kirim berbeda dengan apa yang selama ini M WN pahami.
>> >
>> > (Whe-en)
>> > Mengerti saja tidak cukup karena saya sedang tidak ingin dimengerti.
>> > Tapi
>> > saya ingin pertanyaan saya dijawab.
>> > Tolong fokus, jika mas dani sepakat dhoif kenapa mas dani pakai padahal
>> > sudah tahu lama.
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Kan sudah saya jawab semampunya, kalau memaksakan jawaban
>> > terhadap sesuatu yang saya tidak ketahui itu kan meyalahi aturan.
>> >
>> >
>> > ===================
>> > [Dani Permana] Setiap manusia memiliki pengetahuan yang
>> bertambah-tambah,
>> > semakin bertambahnya ilmu semakin teliti dalam menilai.
>> >
>> > Whe-en
>> > Ulama salaf sebelum syaikh albani lahir yang mendhoifkan hadits
>> tersebutpun
>> > belum mas dani jawab, padahal mas dani sendiri yang membuat pernyataan.
>> > Kalau mas dani bilang semakin teliti menilai, kenapa sekarang jawabannya
>> > bukan ahli hadits padahal sudah menilai yang dhoif?
>> >
>> > [Dani Permana] Disitulah kekurang telitian M WN dalam membaca sebuah
>> > artikel… silahkan refer kembali… alasan-alasan orang yang menlemahkan
>> hadist
>> > tersebut
>> >
>> >
>> >
>> > _____
>> >
>> > From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
>> >
>> > Sender: milis_iqra@googlegroups.com
>> >
>> > Date: Wed, 26 Jan 2011 16:20:49 +0700
>> >
>> > To: <milis_iqra@googlegroups.com>
>> >
>> > ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
>> >
>> > Subject: RE: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin
>> > Gaduh
>> >
>> >
>> >
>> > From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com]
>> On
>> > Behalf Of whe - en
>> >
>> >
>> > 1. Al Imam Muslim berkata di muqodimah shahihnya: telah menceritakan
>> > kepadaku Makhlad bin Husian dari Hisyam dari Muhammad bin Sirin berkata:
>> >
>> > "Sesungguhnya ilmu itu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian
>> > mengambil agama tersebut."
>> >
>> > Dari quote diatas, semoga mas dani tahu kenapa saya mempermasalahkan
>> > darimana saya mengambil ilmu, tanpa bermaksud "susah" seperti kata mas
>> Dani.
>> > Bagaimana kita bisa mengambil ilmu dari orang yang mengatakan "bodoh"
>> kepada
>> > orang yang mengikuti sunnah Nabi-Nya
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya mengerti dengan keinginan M WN, dan itu adalah cara
>> > yang terbaik, dan memang harus begitu caranya mencari ilmu.
>> >
>> >
>> >
>> > ==========
>> >
>> > [dani permana] Yah memang segala sesuatu bisa dilihat dari sisi yang
>> > berbeda-beda, bahasa ilmiahnya comprehensive. Jika kita-kita sering
>> membaca
>> > kitab-kitab klasik seperti Nailur Authar, Subulussalah, Tafsir Ath
>> Thbari,
>> > Tarikh Athobary, Al Bidayah Wan Nihayah ibnu Katsir, dsb… di buku-buku
>> > mereka tidak pernah ada bahwa pendapat merekalah paling benar, di
>> > kitab-kitab mereka slalu menggiring pembacanya untuk menganalisa dari
>> > beberapa pendapat dan membuat kesimpulan, itulah ulama sesungguhnya yang
>> > mengajarkan ilmu seluruhnya tidak separo-separo.
>> >
>> > Kita bisa lihat dengan kredibilitas ulama-ulama sekarang baik dalam
>> artikel
>> > maupun buku2nya hanya berpegang kepada satu pendapat saja. Mungkin
>> > bahasa
>> > kasarnya "tidak seperti kuda dengan kacamatanya" ketika kusir tarik tali
>> ke
>> > kiri si kuda belok ke kiri vice versa.
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> > Dari ke 3 artikel dari mas Dani yang ternyata cenderung mengingkari
>> hadits
>> > menasehati penguasa dengan sembunyi sembunyi, bukankah ini tidak sesuai
>> > dengan apa yang ditulis diatas, karena jelas jelas menggiring kepada
>> opini
>> > yang sudah 3 kali dibahas?
>> >
>> > Kalau sudah begini, kuda yang mana yang mau dicopot kacamanyanya? :-)
>> kuda
>> > yang mana yang mau dikasih kacamata? :-P
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya mengerti jika M WN berpikiran demikian karena 3
>> artikel
>> > yang telah saya kirim berbeda dengan apa yang selama ini M WN pahami.
>> >
>> >
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> > Bahkan sebagai orang yang menyampaikan dalil hadits tersebutpun tidak
>> bisa
>> > menjelaskan. Kalau pendapat mas Dani dhoif kenapa dipakai? Kalau mas
>> dani
>> > berpendapat shahih seperi Al Albani, kenapa perbuatan mas Dani tidak
>> > menunjukkan itu.
>> >
>> > Maaf ini bukan menyerang pribadi, namun saya mempertanyakan tindakan mas
>> > Dani sebagai pemosting hadits pertama kali.
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Setiap manusia memiliki pengetahuan yang
>> bertambah-tambah,
>> > semakin bertambahnya ilmu semakin teliti dalam menilai.
>> >
>> >
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> > 3. Mohon dapat disebutkan ulama yang mendhoifkan itu siapa saja?
>> >
>> > (Dani) maaf saya tidak mengetahuinya mengapa Syaikh Albani
>> mensahihkannya.
>> > Padahal ulama salaf sebelum syaikh Al Bani rahimahullah lahir telah
>> > mendho'ifkannya.
>> >
>> >
>> >
>> > Sekali lagi, jika mas dani tidak tahu hadits ini kenapa shahih dan sudah
>> > tahu hadits ini dhoif, kenapa dipakai oleh mas Dani? Bukankah mas Dani
>> > sendiri yang mengemukakan hadits dhoif tidak bisa dijadikan landasan/
>> dalil?
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Entah bagaimana saya harus menjelaskan ke M WN, dalam
>> > standard ilmu hadist, jika kita menemukan hadist yang saling
>> > bertentangan
>> > antara satu dan yang lainnya, maka boleh diambil salah satunya dan
>> > meninggalkan salah satunya atau diambil keduanya dan salah satunya
>> > dengan
>> > dengan syarat.
>> >
>> >
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> >
>> >
>> > 4. Mohon pertanyaan pertanyaan saya mulai dijawab mas dani jika sudah
>> ada
>> > waktu. Tidak perlu saya quote lagi kan mas?
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Tidak perlu karena sudah saya jawab,….
>> >
>> >
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> >
>> >
>> > 5. Postingan di bawah ini adalah permintaan mas dani, saya sendiri
>> tidak
>> > mampu mentakhrij-nya, jadi silahkan jika memang mau menerangkan kepada
>> saya,
>> > lebih kuat mana yang mentakhrij dhoif atau shahih, dsb, {terlampir di
>> link
>> >
>> http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/05/takhrij-ringkas-hadits-iyaadl-bin-gh
>> > anm.html. }
>> >
>> >
>> >
>> > [Dani Permana] Saya bukanlah ahli hadist/muhadist jadi jangan
>> mempertanyakan
>> > sesuatu yang bukan pada ahlinya.
>> >
>> >
>> >
>> > ============================
>> >
>> > 6. [Dani Permana] Nasehat itu bisa dilakukan dua kondisi,
>> terang-terangan
>> > dan sembunyi-sembunyi. Terang-terangan pun harus ada aturannya,
>> > sembunyi-sembunyipun harus ada aturan-aturannya. Namun yang saya
>> pertanyakan
>> > golongan yang memilih nasehat dengan sembunyi-sembunyi "Apakah mereka
>> > melaksanakan apa yang mereka tulis dalam artikel-artikel mereka?
>> >
>> > M WN sudah sering melampiran beberapa dalil yang menyatakan "kamu
>> mengatakan
>> > apa yang tidak kamu perbuat, kemudian usus terburai karena mereka
>> > menasehati tentang amar ma'ruf namun mereka sendiri tidak melakukannya".
>> > Jadi sebagian ulama yang HANYA bisa menulis artikel "begino loh cara
>> > menasehati Penguasa. Silahkan Tanya balik "APAKAH mereka sudah
>> melaksanakan
>> > NASEHATnya sendiri?
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> > Memang benar bahwa kedua cara menasehati mempunyai caranya sendiri
>> sendiri.
>> > Yang jadi masalah adalah, cara terang terangan jelas menyelisihi hadits
>> > sembunyi sembunyi. Jadi orang cuma bisa memilih salah satunya apalagi
>> jika
>> > hadits yang satu dianggap dhoif. Dibolehkan terang terangan atau tidak
>> > dibolehkan terang terangan. Mohon jangan bermain kata kata.
>> >
>> > [Dani Permana] Menyelisihi hadist itu menurut M WN dan orang yang
>> > sepaham
>> > dengan M WN, bagi orang lain belum tentu. Contoh diluar masalah ini pun
>> > banyak, contoh masalah Penentuan Bulan Ramadhan….
>> >
>> > Mas Dani, apa yang ulama lakukan, bukan berarti menggugurkan suatu
>> > hadits
>> > kan? Apa yang beliau beliau berikan masukan kepada penguasa tentunya
>> tidak
>> > dishare ke umum, jatuhnya tidak diam diam kalau dishare begitu.
>> >
>> > [Dani Permana] Darimana M WN mengetahui? Dan apa hasilnya
>> >
>> > Kalaupun tidak dilaksanakan, bukankah bukan berarti haditsnya yang
>> > salah?
>> >
>> > [Dani Permana] Setuju….
>> >
>> > On Behalf Of whe - en
>> >
>> > Sebagai tambahan informasi, beliau beliau ternyata memang memberi
>> > masukan
>> > kepada penguasa secara diam diam, dan penguasa sangat berterimakasih
>> > atas
>> > masukannya dan ditindaklanjuti, inilah mungkin hikmahnya melaksanakan
>> > perintah Allah dan Rasul-Nya.
>> >
>> > [Dani Permana] Siapa tuh?
>> >
>> > On Behalf Of whe – en
>> >
>> > Telah berkata Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah :…….
>> >
>> >
>> >
>> > حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنِي شُرَيْحُ
>> بْنُ
>> > عُبَيْدٍ الْحَضْرَمِيُّ وَغَيْرُهُ قَالَ ........................dst
>> >
>> > Telah menceritakan kepada kami Abul-Mughiirah : Telah menceritakan
>> > kepada
>> > kami Shafwaan : Telah menceritakan kepadaku Syuraih bin 'Ubaid
>> Al-Hadlramiy
>> > dan yang lainnya, ia berkata : 'Iyaadl bin Ghanm pernah mencambuk orang
>> > Dariya ketika ditaklukkan. Hisyaam bin Hakiim meninggikan suaranya
>> kepadanya
>> > untuk menegur sehingga 'Iyaadl marah. Kemudian 'Iyaadl radliyallaahu
>> 'anhu
>> > tinggal beberapa malam, lalu Hisyaam bin Hakiim mendatanginya untuk
>> > memberikan alasan (apa yang telah ia perbuat sebelumnya kepada 'Iyadl).
>> > Hisyaam berkata kepada 'Iyaadl : "Tidakkah engkau mendengar Nabi
>> > shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Orang yang paling keras
>> > siksaannya adalah orang-orang yang paling keras menyiksa manusia di
>> dunia?'.
>> > 'Iyaadl bin Ghanm berkata : "Wahai Hisyaam bin Hakiim, kami pernah
>> mendengar
>> > apa yang kau dengar dan kami juga melihat apa yang kau lihat. Namun
>> tidakkah
>> > engkau mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah
>> bersabda :
>> > 'Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa dalam suatu perkara, maka
>> > jangan dilakukan dengan terang-terangan. Akan tetapi gandenglah
>> > tangannya
>> > dan menyepilah berdua. Jika diterima, memang itulah yang diharapkan;
>> namun
>> > jika tidak, maka orang tersebut telah melaksakan kewajibannya'. Engkau
>> wahai
>> > Hisyaam, kamu sungguh orang yang lancang karena engkau berani melawan
>> > penguasa Allah. Tidakkah engkau takut jika penguasa itu membunuhmu lalu
>> > jadilah engkau orang yang dibunuh penguasa Allah tabaaraka wa ta'ala?"
>> > [Musnad Al-Imam Ahmad, 3/403-404].
>> >
>> > …..dst sebagaimana artikel
>> >
>> > [Dani Permana] Mungkin M WN sekarang sadar atau tidak, setiap ulama
>> > akan
>> > memperkuat sanggahannya dan pendapatnya masing-masing, dan hal itu sudah
>> > terjadi sebelum M WN lahir kedunia ini, link akhi Abu Jauza saya pun
>> sudah
>> > mengetahuinya sejak lama. SALING BANTAH dan saling memperkuat argument
>> > masing itu adalah kelebihan dan kemampuan mereka.
>> >
>> > Kita-kita disini hanya bisa membaca, menganalisa dan memilih pendapat
>> mana
>> > yang lebih rajah dibanding lainnya.
>> >
>> > _____
>> >
>> > No virus found in this message.
>> > Checked by AVG - www.avg.com
>> > Version: 10.0.1191 / Virus Database: 1435/3402 - Release Date: 01/25/11
>> >
>> > --
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
>> > =-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
>> > =-=-
>> >
>> > --
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
>> > =-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
>> > =-=-
>> >
>> > --
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> >
>> > --
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
> 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment