Thursday, February 3, 2011

RE: [Milis_Iqra] Bolehkan mengkudeta pemimpin? - hanya clue

Ini hanya sekedar clue saja…. Bahwa sampai kapanpun kecuali mati dan kiamat, permasalah pemimpin akan slalu ada, baik pro dan kontra menasehati dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Hal itu memang sudah di gariskan dalam Al Qur’an

 

Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa beselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu, Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka" [Hud : 118-119]

 

Sebenarnya jika masing-masing golongan itu memiliki tujuan yang sama adalah menasehati pemimpin, seharusnya demontrasi yang sering kita lihat dimanapun mereka berada tidak perlu terjadi. Jika

 

1.     Ulama-ulama yang pro terhadap nasehat-menasehati dengan terang-terang memberikan masukan kepada para ulama yang pro menasaheti dengan sembunyi-sembunyi. Lalu ulama yang berpendapat nasehati dengan sembunyi2 menasehati pemimpin dengan cara mereka (sembunyi-sembunyi)

2.     Imam Ahmad bin Hanbal melakukan hal diatas, namun beliau rahimahullah masuk ke dalam penjara karena menasehati Pemimpin yang Zhalim tersebut….

3.     Apakah para faqih dan ulama yang mensehati sembunyi2 memiliki keberanian seperti Imam Ahmd bin Hanbal, atau contoh di Indonesia adalah A Hassan, dan buya Hamka

4.     Kita kehilangan figure yang dipandang bisa memegang amanah dalam menasehati sebagaimana Al Qur’an sendiri mengkisahkan “Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu".al’araf : 68), siapakah orang yang dipercaya saat ini untuk dipercaya?

5.     Negara Indonesia memiliki system parlementer, Jika system itu berjalan dengan baik maka sebenarnya orang-orang itu tidak turun ke jalan2 untuk Demo.

 

Akan kah hal tersebut bisa berjalan, saya bukannya tidak optimis namun…. “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka" [Ar-Ruum : 31-32]

Nampaknya mereka jalan sendiri-sendiri hingga melemahkan Islam itu sendiri dari rahmatan lil’alamin…. Sebenarnya diantara yang pro dan kontra itu bisa saling mengisi kekurangan mereka masng-masing, namun apa daya yang ada saling tuduh, bahkan ada mengklaim bahwa kelompok kamilah yang paling benar dalam hal ini dan itu.

 

Maukah kita termasuk dalam firman-Nya “kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu” ?

 

Wallahu’alam bishowab….

 

Silahkan jika ada tanggapan…. J

 

Regards,
Dani Permana

" Always desire to learn something useful."

 

No comments:

Post a Comment