Thursday, February 3, 2011

RE: [Milis_Iqra] Bolehkan mengkudeta pemimpin?

 

From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of geotemi adibisma
 

Begitulah kenyataannya mas, boleh di bilang saat ini kita Ghozwul Fikri (CMIIW).. Sekarang menurut saya, yang harus di benahi fondasi dari dalam.. Bagaimana mendidik anak, membuat pergaulan yang baik, dan menciptakan generasi Emas yang peduli dengan perjuangan Rasulullah SAW.
Begitu mudahnya ego di kedepankan daripada menjaga keutuhan persaudaraan...

 

[Dani Permana] Sebenarnya tidak hanya dibenahi pondasi dari dalam.. laksana bangunan ada yang harus diperhatikan internal dan external. Kita ambil contoh Rasulullah dalam berdakwah, dimulai dengan sembunyi-sembunyi kemudian terang-terangan karena perintah Allah, secara sembunyi-sembunyi yang kita dapati hanya sebatas teman dan kerabat dekat sedangkan terang-terangan bisa mencakup berbagai pihak dengan konsuekuensi tidak disukai dan di caci. Itulah realita mengapa Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Yastrib (Madinah).

 

Jaman sekarangpun relaita, secara sembunyi-sembunyi paling hanya terbatas kepada kerabat dan golongannya saja dan dengan terang-teranganpun memiliki dua konsuekuensi sekarang, yakni konsuekuensi dari yang menentang nasehat dengan terang-terangan dan dari pemerintahan itu sendiri.

 

Kita bisa lihat bagaimana Rasulullah membangun pondasi Aqidah dan tantanan kehidupan Islam ditengah-tengan kaum kafir, munafik, fasik, musyrik yang notabanenya adalah factor external, dan juga musuh dari factor internal itu sendiri yakni orang2 munafik.

 

Jika kita hanya focus kepada factor internal untuk “menciptakan generasi Emas yang peduli dengan perjuangan Rasulullah SAW” namun mengabaikan factor external, saya pikir generasi emas yang Berilmu, Tangguh dan Berani melawan Tirani kekuasan tidak akan pernah ada.  

 

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan “ (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Qadar, bab. Iman lil-Qadari wal-Idz’aan lahu).

 

 

No comments:

Post a Comment