Untuk masalah substitusi, bukan pada waktu disalibnya, tetapi pada
waktu penangkapannya.
Dan hal ini berada di luar email yang saya sampaikan sebelumnya
mengenai tidak matinya Isa,as di kayu salib walau sebenarnya ia yang
disalib.
Tapi kayaknya mas Armansyah tertarik untuk membahas yang subsitusi
dulu, walaupun sayang sekali buku sumber saya belum saya pegang, tapi
daripada mengulur waktu, baiklah dimulai dengan yang ada dulu, tanpa
bantuan buku yang sedang saya cari:
Orang-orang Yahudi berusaha keras ingin membunuh Isa dengan
mempengaruhi raja pada masa itu. Kemudian sang raja mengirim prajurit
untuk menangkap Isa. Ketika nabi Isa merasa ia akan diculik,
bertanyalah ia kepada pengikutnya, "Barang siapa yang bersedia
diserupakan wajahnya mirip denganku, nanti ia menjadi teman akrabku di
surga." Maka majulah seorang anak muda menyatakan diri bersedia. Nabi
Isa. berkata "Engkaulah orangnya." Kemudian Allah menyerupakan wajah
pemuda itu dengan wajah nabi Isa hingga terlihat persis dengan nabi
Isa, lalu nabi Isa diangkat ke langit. Setelah nabi Isa diangkat ke
langit, datanglah rombongan yang mau mencari nabi Isa. Dan ketika
mereka melihat anak muda tadi, mereka mengiranya nabi Isa, terus
mereka bawa dan mereka salib.72
Kemudian Ibnu Katsir menerangkan riwayat itu dari Ibnu Abbas, dari
Ibnu Abu Hatim, kemudian ia sebutkan dari Wahab bin Munabbih dari Ibnu
Jarir, bahwa yang diserupakan itu adalah Simon, salah satu anggota
Hawariyyun. Orang Yahudi berhasil menangkapnya, lalu mereka berkata,
"Dia ini salah seorang sahabat Isa", tapi Simon melawan, kemudian
kelompok lain menangkapnya kembali, dan ia tetap melawan, kemudian
Simon menawarkan sesuatu kepada orang yang menangkapnya, "Apa imbalan
yang kalian berikan kepadaku jika aku menunjukkan tempat persembunyia
Isa? Lalu mereka memberinya 30 dirham dan Simon menunjukkan tempat Isa
setelah menerima uang itu. Sebelumnya wajah Simon sudah diserupakan
dengan nabi Isa, lalu mereka mengikatnya pakai tali, menyeretnya dan
mereka meludahi serta memakaikan mahkota dari duri di kepalanya,
sampai akhirnya mereka menyiapkan kayu tempat penyaliban. Maka Allah
mengangkat Isa dan mereka menyalib orang yang diserupakan. Kemudian
ada keterangan dari sebagian Nasrani yang mengatakan bahwa yang
disalib itu Yudas, dan dialah orang yang diserupakan dengan nabi Isa
yang disalib. Ketika itu ia mengatakan, "Aku bukan yang kalian maksud.
Aku yang menunjukkan Isa kepada kalian."73 Wallahu'alam mana di antara
dua riwayat itu yang benar.74
72. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surat an-Nisa' (1/493).
73. Lihat Tafsir Ibnu Jarir at Thabari, Jami' al-Bayan fi Ta'wil
al-Qur'on, (4/352).
74. Dalam buku Muhadharat fi an-Nashraniyah karya Muhammad Abu Zahrah,
halaman 24 tentang penyerupaan Isa, ditulis sebagai berikut: Sebagian
atsar menyebutkan, sesungguhnya Allah menjadikan kemiripan kepada
Yudas, yaitu Yudas Eskariyot yang juga dikisahkan Injil, bahwa dialah
yang berkhianat dari nabi Isa, sehingga mau menunjukkan prajurit yang
hendak melakukan penangkapan, ketika itu prajurit-prajurit ini tidak
mengenal Isa. Jadilah salah seorang murid pilihan nabi Isa jatuh dalam
sangkaan mereka. Kisah ini sama persis dengan yang diceritakan dalam
Injil Bamabas. Dalam Injil Barnabas di sebutkan begini: Ketika
prajurit-prajurit sudah menangkap Yudas di lokasi yang berdekatan
dengan tempat kediaman Isa al-Masih, tiba-tiba Isa mendengar keramaian
dari jarak dekat, maka karena itu Isa masuk ke dalam rumah karena
ketakutan, waktu itu sebelas orang muridnya dalam keadaan tidur. Maka,
Allah menyaksikan marabahaya yang mengancam hambanya, Ia memerintahkan
Jibril, Mikhail, Rufail, dan Idril sebagai perwakilan-Nya untuk
membawa pergi Isa dari bumi. Datanglah para malaikat suci itu dan
langsung membawa Isa lewat jendela rumah sebelah selatan (belakang).
Mataikat-malaikat suci ini membawanya sampai ke langit ke tiga dan di
sana nabi Isa ditemani oleh malaikat-malaikat yang senantiasa
bertasbih selama-lamanya (hingga hari kiamat). Lalu, dengan sangat
tergesa-gesa Yudas masuk ke ruangan tempat nabi Isa yang naik dibawa
malaikat. Sementara murid-murid yang lain dalam keadaan tidur. Maka
Allah membuat sebuah keajaiban, berubahlah suara dan muka Yudas persis
dengan nabi Isa, hingga terlihat seratuspersen nabi Isa. Yudas,
setelah membangunkan murid-murid yang sedang tidur, kemudian bertanya
di mana sang Guru (nabi [sa), oleh sebab itu murid-murid heran, dan
menjawab: Engkaulah Guru kami, apakah kini engkau sudah lupa pada
kami?
* Dalam masalah ini ada hal yang perlu diperhatikan secara seksama dan
serius. Umat Nasrani, ketika mereka bertemu dengan Injil Barnabas,
yang isinya menyerukan hal yang serupa dengan yang didakwahkan para
rasul dan para nabi, yaitu ajaran keEsa-an Allah, kenabian Isa, bahwa
ia tidak mati disalib dan tidak tewas dibunuh, serta sesungguhnya nabi
Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah, lantas orang Nasrani
menuduh Injil Barnabas ini adalah yang dikarang-karang oleh orang
Arab. Padalah pada hakikatnya, mereka menyetujui Barnabas adalah
seorang pendeta agama Nasrani dan juga termasuk rasul (apostel).
Kesimpulan inilah yang diterima penulis buku ini (muhadharat fi
an-nashraniyah), dengan alasan penamaan Injil ini dengan nama Barnabas
cukup akurat, sebab naskah pertamanya juga ditemukan seratus persen di
kalangan Nasrani. Beberapa abad sebelum ini, cukup populer bahwa
Barnabas memegang satu kitab Injil. Lihat buku Muhadharat fi
an-Nashraniyah, Syaikh Muhammad Abu Zahrah, halaman 63.
On 2/5/11, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> wrote:
> 2011/2/5 wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>
>
>> Thanks mas Arman,
>> Benarkah nabi Isa Al Masih alaihissalam disalib dan meninggal pada
>> kayu salib? Pertanyaan tersebut menarik untuk didiskusikan karena
>> persoalan penyaliban akan membawa implikasi panjang pada aqidah umat.
>>
>
>
> [Arman] : Mas Wawan, kita diskusinya satu demi satu terlebih dahulu .... ini
> akan membuat kita lebih fokus pada bahasan.
> Pada kesempatan yang lalu saya bertanya balik pada mas Wawan sebagai bentuk
> tanggapan saya pada postingnya mas Wawan berikut pemahaman mas Wawan yang
> berkaitan bahwa telah terjadi substitusi pada kasus Nabi Isa.
>
> Silahkan dijawab dulu pertanyaan balik dari saya mas Wawan :
>
> Karena saya sampai hari ini tidak berkeyakinan bahwa telah terjadi
> substitusi diri antara Nabi Isa dengan orang lain dengan argumentasi utama
> surah an-Nisaa ayat 157 serta beberapa data lain terkait yang nantinya akan
> kita explore satu demi satu maka saya bingung, menyangkut sumber sebagian
> orang Islam dan mungkin satu diantaranya mas Wawan yang beranggapan bila
> dalam proses penyaliban itu telah ada sebuah kejadian adikodrati substitusi
> wajah dan diri antara Nabi Isa dengan orang lain.
>
> Bagi saya argumentasi ini tidak bisa dibuktikan maupun diterima secara valid
> berdasar data dan fakta yang otentik, nah, saya masih percaya, walau mas
> Wawan dengan jujur menyepakati al-Qur'an surah an-Nisaa (4) ayat 157 tidak
> berbicara apapun mengenai hal ini tetapi mas Wawan mungkin masih berpendapat
> sesuai poin dua ini. Tolong koreksi saya bila salah. Mas Wawan, mungkin mas
> Wawan bisa memberikan dasar kepercayaan ini, misalnya dalil yang menyebutkan
> memang telah terjadi substitusi diri, siapa orang yang disubstitusi menjadi
> Nabi Isa dan bagaimana proses substitusi itu sendiri terjadi berikut
> waktunya ?
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment