"Wajibnya Ta'at Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Selama Mereka Tidak
Memerintahkan Untuk Kema'shiyatan"
Saya tidak akan membantah kalimat diatas, hanya saya mohon pencerahannya :
1. Bagaimana kalau pemimpin itu tidak memerintahkan kemaksiyatan namun justru
sebagai pelaku kemaksiyatan itu sendiri.
2. Mohon dijelaskan "wajib taat" yang seperti apa?
Terima kasih, dan sekali lagi mohon maaf bagi yang tidak berkenan.
2011/2/7 wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>
Wajibnya Ta'at Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Selama Mereka Tidak
Memerintahkan Untuk Kema'shiyatan
Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah wajibnya
ta'at kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan
untuk berbuat kemakshiyatan, apabila mereka memerintahkan perbuatan
ma'shiyat, dikala itulah kita dilarang untuk menta'atinya namun tetap
wajib ta'at dalam kebenaran lainnya, sebagaimana firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta'atlah kamu kepada Allah
dan ta'atlah kepada Rasul serta para pemimpin diantara kalian ..."
[An-Nisaa : 59] Dan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم "Artinya : Dan aku
berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah dan
mendengar dan ta'at walaupun yang memimpin kalian seorang hamba".
[Telah terdahulu takhrijnya, merupakan potongan hadits 'Irbadh bin
Sariyah tentang nasihat Nabi صلی الله عليه وسلم kepada para
sahabatnya]. Dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah memandang bahwa ma'shiyat
kepada seorang amir yang muslim itu merupakan ma'shiyat kepada Rasul
صلی الله عليه وسلم, sebagaimana sabdanya. "Artinya : Barangsiapa yang
ta'at kepada amir (yang muslim) maka dia ta'at kepadaku dan
barangsiapa yang ma'shiyat kepada amir maka dia ma'shiyat kepadaku".
[Dikelaurkan oleh Bukhari 4/7137, Muslim 4 Juz 12 hal. 223 atas Syarah
Nawawi]. Demikian pula, Ahlus Sunnah wal Jama'ah-pun memandang
bolehnya shalat dan berjihad di belakang para amir dan menasehati
serta medo'akan mereka untuk kebaikan dan keistiqomahan. [Disalin
dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Syaikh
Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem PO
Box 6373 Riyadh Saudi Arabia, penerjemah Abu Aasia]
Kategori: Ushul Ahlissunnah Sumber: http://www.almanhaj.or.id Tanggal:
Sabtu, 25 September 2004 07:23:42 WIB
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
Wassalaamu'alaikum
Thank you
Best regards
Andri Subandrio
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment