Kerusuhan di Tehran?
Dalam beberapa hari terakhir ini, media-media Barat ramai memberitakan Iran dan berupaya menyudutkan negara ini. Iran berusaha dikesankan bergejolak imbas Revolusi Rakyat di Tunisia, Mesir dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Bahkan pemberitaan itu juga ramai dimuat oleh media-media Indonesia seperti Antara, Detik dan bahkan Republika.
Kemarin (Selasa, 1/3), media-media Barat dan sejumlah media Indonesia serentak memberitakan penangkapan dua pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karoubi. Dilaporkan pula, mereka ditangkap bersama istri mereka dan dijebloskan ke dalam penjara Heshmatiyeh Teheran.
Provokasi
Berita penangkapan Mousavi dan Karoubi dibesar-besarkan oleh BBC Persia yang juga dijadikan peluang untuk mendorong sekelompok masyarakat supaya melakukan aksi unjuk rasa. Langkah yang sama juga dilakukan oleh sejumlah media Barat lainnya. Situs-situs oposisi di Iran seperti Rahesabz dan Kalemeh aktif melakukan provokasi dengan dalih penangkapan dua pemimpin kelompok oposisi Iran. Senada dengan upya provokasi itu, Situs Departemen Israel juga memuat berita-berita yang sama.
Pada faktanya, tidak ada penangkapan pada kedua tokoh tersebut. Isu itu sengaja diangkat untuk memprovokasi massa. Sabtu (26/2) lalu, situs-situs berita gerakan makar pendukung Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi memasang seruan untuk mengadakan protes pada hari Selasa (1/3) di Tehran dan kota-kota provinsi lain. Mereka meniupkan isu penangkapan kedua tokoh pimpinan oposisi itu untuk memprovokasi dan menjaring masa.
Sebelumnya, Jurubicara Badan Yudikatif Republik Islam Iran Gholam-Hossein Mohseni-Ejei Senin (28/2) menyatakan "Kedua orang tersebut saat ini di rumah masing-masing. Mereka hanya dikenakan pembatasan hubungan dengan unsur-unsur mencurigakan."
Mohseni-Ejei memperingatkan, "Jika diperlukan maka langkah-langkah lebih keras akan diambil terhadap gerakan kontra-revolusioner dalam negeri." Ia menegaskan bahwa kini gerakan oposisi telah melampaui hasutan dan berubah menjadi sebuah gerakan kontra-revolusi.
Juru bicara badan yudikatif Iran itu juga mengungkapkan keterlibatan pihak-pihak asing dalam rangkaian aksi kerusuhan yang terjadi belakangan ini di Iran. Mohseni-Ejei menjelaskan bahwa motif dari gerakan kontra-revolusioner sudah jelas dan menekankan bahwa badan yudikatif pasti akan mengambil sikap yang berbeda dari masa lalu.
Kerusuhan?
Seruan kelompok oposisi yang menyerukan turun jalan pada hari Selasa (1/2) ternyata tidak mendapat tanggapan dari masyarakat. Tidak ada massa yang turun jalan pada hari Selasa. Situs Tabnak yang juga termasuk media oposisi yang relative lunak mengakui bahwa tidak ada gerakan massa pada hari Selasa. Padahal situs-situs Gerakan Hijau yang juga mengklaim sebagai pendukung Mir Hossein Mousavi dan Karoubi yang masing-masing kalah dalam pemilu, gencar mengumumkan aksi unjuk rasa pada hari Selasa.
Akan tetapi uniknya, sejumlah media Barat termasuk BBC Persia, memberitakan, terjadi kerusuhan pada hari Selasa. Akan tetapi BBC Persia tidak mendapatkan bukti terkait adanya kerusuhan di Iran. Bahkan gambar-gamabr yang ditayangkan di BBC Persia itu adalah rekaman-rekaman lama. Secara gegabah, BBC Persia melaporkan data infaktual yang menyebutkan bahwa aparat keamanan menembakkan gas air mata ke arah para pendemo.
Sangat disayangkan Antara dan Republika juga melaporkan informasi infaktual tersebut. Dalam laporannya disebutkan, pasukan keamanan Iran pada Selasa menembakkan gas air mata dalam bentrokan di Tehran dengan pemrotes antipemerintah meminta pembebasan dua pemimpin oposisi, menurut laporan dari jejaring oposisi.
Mengutip laporan Kaleme.com dan Sahamnews.org, jejaring milik pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi, Antara dan Republika melaporkan perseteruan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan yang terjadi dekat Universitas Teheran dan beberapa bagian dalam ibu kota, termasuk di Lapangan Azadi atau Lapangan Kebebasan. Ditambahkannya pula, mereka mengatakan pasukan keamanan, menembakkan gas air mata dalam jumlah banyak ke arah demonstran.
Namun faktanya melaporkan Tehran berada dalam kondisi aman. Akan tetapi Gerakan Hijau mengeluarkan data infaktual yang ditelan mentah-mentah oleh media-media Barat bahkan sejumlah media Indonesia.
Kelompok kontra-revolusi itu tentunya menghendaki adanya kerusuhan yang sudah dipancing dengan pemberitaan penangkapan Mousavi dan Karoubi. Namun seruan itu lagi-lagi tidak mendapat tanggapan dari masyarkat.
Seruaan semacam itu bukan untuk pertama kalinya digencarkan Koordinator Gerakan Hijau. Sebelumnya, terjadi kerusuhan kecil dengan tingkat anarkis tinggi pada tanggal 14 Februari. Akibatnya, dua orang gugur syahid yang salah satunya adalah seorang mahasiwa yang bernama Sane Jaleh.
Menteri Intelijen Republik Islam Iran, Hujjatul Islam Haedar Moslehi, dalam keterangannya terkait peristiwa ini menjelaskan, "Dalam kerusuhan yang terjadi pada tanggal 14 Februari, para perusuh yang turun jalan adalah kelompok anti-Revolusi Islam. Kelompok munafikin yang biasa dikenal dengan istilah MKO (Organisasi Mujahidin Khalq) juga ada di tempat-tempat kerusuhan." Dikatakannya pula, "Kelompok munafikin seenjak awal sudah menskenario kerusuhan 25 Bahman (14 Februari), bahkan sudah mengincar korban yang bakal menjadi sasaran."
Setelah itu, kelompok munafikin pada tanggal 20 Februari, kembali berupaya mengkoordinasi aksi unjuk rasa baru. Namun pada hari itu tidak terdengar adanya aksi unjuk rasa. Padahal pada hari itu telah tersebar pesan pendek atau SMS yang mendorong masyarakat supaya melakukan aksi unjuk rasa.
Menurut rencana sebelumnya, kelompok munafikin akan membentuk kumpulan kecil dengan tingkat kekerasan yang tinggi , dan kemudian akan berujung pada korban tewas yang lebih banyak. Konspirasi ini diharapkan akan memprovokasi amarah masyarakat. Akan tetapi pada faktanya, tidak ada aksi dan kondisi negara ini normal-normal saja seperti yang disinggung Menteri Intelijen Iran, Moslehi.
Revolusi Islam Iran
Tak diragukan lagi, upaya menyulut fitnah dan keonaran di Iran adalah target Barat untuk membungkam pengaruh Revolusi Islam Iran atas Revolusi Rakyat di Timur Tengah. Mau tidak mau, Revolusi Islam Iran adalah satu-satunya revolusi rakyat yang hingga kini masih bertahan. Lebih dari itu, Revolusi Rakyat di Timur Tengah dan Revolusi Islam Iran mempunyai kesamaan dari sisi ideologi.
Sejumlah analis Barat mengakui bahwa kebangkitan rakyat di Timur Tengah menguntungkan posisi Republik Islam Iran dan kekuatan Islam di kawasan. Tak disangsikan lagi, kekuatan ini tentunya akan merugikan Barat, bahkan mengancam Zionis Israel di kawasan. Selama tiga dekade, Iran mampu membuktikan sebagai negara yang dapat bertahan di bawah tekanan Barat. Yang lebih mengejutkan lagi, Iran bahkan bisa lebih maju dari berbagai bidang, bahkan dari sisi high technology.
Belum lama ini, Kamal al-Halbavi, seorang anggota senior Ikhwanul Muslimin di Mesir, menyatakan terima kasih kepada Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei atas dukungannya terhadap revolusi Mesir.
Halbavi lebih lanjut menyatakan harapan bahwa "Mesir berharap memiliki pemerintahan yang baik, seperti pemerintah Iran, dan presiden yang baik seperti bapak Ahmadinejad, yang sangat berani."
Ketika ditanya tentang pendapat Ikhwanul Muslimin perspektif Ayatullah Khamenei mengenai perkembangan Mesir, Halbavi berkata, "Terima kasih banyak untuk Imam Khamenei dan semua yang mendukung revolusi di Mesir."
Anggota senior Ikhwanul Muslimin itu menegaskan, pihaknya berharap negaranya dapat berkembang di segala bidang seperti Iran yang mencapai kemajuan pesat di bidang ilmiah dan teknologi serta menjadi kekuatan regional.(IRIB/Detik/Republika/AR)
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment