Engkau telah memiliki kawan baru, atau mungkin sahabat baru… Adakah sahabat barumu mengingatkanmu… untuk selalu dekat dengan-Nya, untuk selalu mengharap cinta-Nya… (end of quote)
Melihat perubahan seorang sahabat entah karena teman barunya atau hal lain yang membuat perubahan sifat, perubahan tutur kata, perubahan perilaku menjauh dari jalan Allah pasti menyedihkan, menyakitkan hati, namun ...... bukankah sebagai manusia kita tidak punya kuasa apapun tentang hati manusia termasuk hati sahabat kita?
Allah lah yang memegang hati manusia, yang kuasa membolak balik hati manusia.
Karena setiap manusia berhak memilih apa yang dia perbuat dan dengan siapa dia bergaul ............ yang harus dia pertanggungjawabkan sendiri nanti semuanya di hadapan Allah.
Dan kita hanya bisa membantu lewat do'a setelah mengingatkannya tidak bisa.
Semoga artikel dibawah bermanfaat.
Regards
Whe~en
====
Sahabat, Aku Merindu...
Kamis, 03/03/2011 05:17 WIB | email | print
Oleh Silvani
Tertegun aku melihat foto seorang sahabat lama. Foto yang baru diupload dalam account Facebook miliknya.
Senyumnya mengembang, tangannya mengangkat tinggi piala yang diraihnya dalam suatu kontes kecantikan. Sahabatku, Ratna terpilih sebagai miss Asia, dalam kontes kecantikan yang diadakan di negara Eropa.
Ahh.. busana yang dikenakannya itu… hati kecilku berharap kalau gadis dalam foto itu, yang memakai busana itu, bukanlah Ratna, sahabat yang kusayang.
Melayang ingatanku, teringat pertemuan terakhirku dengan Ratna. Terakhir kami berjumpa di kantor imigrasi Jakarta. Waktu itu kami berdua baru lulus kuliah. Saya dan Ratna sama-sama membuat paspor dan mengajukan permohonan visa ke Perancis. Pergi kePerancis menjadi cita-cita kami berdua.
Kami kuliah di Fakultas Sastra, mengambil bidang studi Perancis. Empat tahun mempelajari bahasa, sastra, dan budaya Perancis, membuatPerancis menjadi negeri impian kami. Negeri indah di belahan Eropa, negeri yang melahirkan pemikir dan sastrawan besar dengan karya-karyanya yang luar biasa.
Kaget bukan main hati ini, Di kantor imigrasi kulihat Ratna tanpa jilbab! sepertinya Ratna menangkap kekagetanku. Ditariknya tanganku, mengajakku ke pojok ruangan, bicara empat mata." Van, Aku lepas jilbab karena dengan jilbab akan sulit mendapat visa ke Perancis…Tolong rahasiakan tentang ini pada teman-teman ya Van." Aku mengangguk pelan, mengiyakan permintaannya. Pikiranku sendiri berkecamuk, batinku bertanya-tanya, Semudah itukah melepasnya?
Benarkah apa yang dikatakan Ratna, akan sulit mendapat visa jika berjilbab? Foto di pasporku berjilbab! Berarti besar kemungkinan permohonan visaku ditolak! Pupus sudah harapanku berangkat ke negeri impian…
Aku bisa mengerti jalan pemikiran Ratna, waktu itu memang baru terjadi tragedi 11 September. Dan Islamlah yang dituding sebagai pelaku teror tersebut. Negara –negara Barat kemudian menjadi takut Islam, menjadi anti Islam, Islam dianggap sebagai agama teroris…
Akhirnya permohonan visaku ditolak, sementara Ratna berangkat ke Perancis. Kubuang jauh-jauh rasa sedihku, semuanya adalah kehendak Allah, pikirku. Aku yakin Allah telah punya rencana lain untukku.
Ratna, sahabatku yang manis, cerdas, dan penuh talenta. Selama empat tahun aku bersahabat dengannya, menjalani suka duka masa kuliah bersamanya.
Pertama kali masuk kuliah aku belum memakai jilbab. Hanya tiga orang di angkatan kami yang berjilbab, Ratna salah satunya. Sering belajar bersama, mengerjakan tugas-tugas kuliah, aktif dalam berbagai acara di kampus membuatku semakin akrab dengan Ratna.
Aku kagum padanya, Ratna satu-satunya mahasiswa yang selalu meraih nilai A untuk mata kuliah sastra. Interpretasi sastranya sangat mengagumkan, dosen-dosen pun angkat jempol untuknya. Belum lagi bakatnya dalam bidang seni peran.
Ratna tergabung dalam teater sastra. Penampilannya dalam setiap pementasan teater sangat memukau. Tak berlebihan bila kukatakan Ratnalah pemeran terbaik, karena ia sangat menjiwai karakter yang diperankannya, sebuah talenta yang tidak dimiliki oleh semua orang.
Waktu itu tahun kedua kuliah, aku memutuskan memakai jilbab. Pagi itu aku datang ke kampus dengan jilbab biru pertamaku. Campur aduk perasaanku saat itu, antara terharu, cemas,dan bahagia… ahh tak bisa kulukiskan bagaimana perasaanku. Melihat aku datang, Ratna melonjak dari tempat duduknya, menjerit gembira, dan berlari memelukku, seakan berkata "Selamat untuk jilbabmu sahabat, aku mendukung penuh keputusanmu, "
Hari-hari dengan jilbab kurasakan betapa jauh lebih nyaman. Banyak manfaat yang kudapat dengan berjilbab, diantaranya tak ada lagi panggilan-panggilan iseng dari lelaki yang nongkrong di terminal atau stasiun, yang sering kudapat di kala pergi menuju kampus.
Mereka berubah menghormatiku, bahkan mengucap Assalamu'alaikum padaku. Aku menjadi rajin membaca buku-buku islami, Masya Allah… di usiaku yang dewasa sungguh minim pengetahuanku tentang Islam… Dan setelah berjilbab, kurasakan persahabatan dengan Ratna semakin erat, ada ukhuwah yang indah dalam persahabatan kami.
Melihat lagi fotonya kini, entah mengapa hati ini perih…
Sahabat, kuharap Engkau telah menggapai citamu... aku tahu Engkau telah memiliki kawan baru, atau mungkin sahabat baru… Adakah sahabat barumu mengingatkanmu… untuk selalu dekat dengan-Nya, untuk selalu mengharap cinta-Nya…
Aku disini, berada jauh darimu… tak bisa lagi, bahkan untuk sekedar menyapamu.. tahukah sahabat, betapa aku merindukanmu, rindu tawa candamu, rindu belajar bersamamu, rindu berbagi cerita denganmu…
Sahabat.. aku rindu jilbabmu.
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha pengampun, Maha Penyayang." (Q.S Al-Ahzab: 59)
Wallahu 'alam bishshowaab
Bangkok, 1 Maret 2011.
http://www.eramuslim.com/oase-iman/silvani-sahabat-aku-merindu.htm
--
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment