Karena saya yakin satu ayat pun setiap ulama' pasti beda penafsiran, terus mbak ikut yang mana ? ikut ulama yang paling benar ya mbak, Trus criteria mbak apa menganggap ulama' itu paling benar, yang lain salah ?
(Whe-en)
Hmmmm, makin berat ya mas bahasannya?
Begini mas, saya juga pernah menyampaikan bahwa saya juga ikut kajian berbagai aliran kan?
Dari ilmu2 tersebut, kita bisa compare mana yang paling ilmiah, ulama yang menjawab pertanyaan "menurut saya" tidak akan bisa saya ambil hujjahnya, walaupun dia terkenal dimana mana, walaupun gelarnya banyak
Agama ini bukan menurut ustadz tersebut.
Saya sudah mencontohkan salah satunya ulama yang berpendapat hijab tidak wajib buat wanita, setinggi apapun ilmunya, sebanyak apapun gelarnya, hujahnya tidak bisa saya terima.
Atau mas Tarno mau menyembunyikan hal itu dengan alasan tidak membicarakan perbedaan, kemudian menjadi tersamar dan nantinya umat Islam memang menganggap hijab tidak wajib?
Saya tidak tahu kenapa salafy / wahabi dimusuhi hanya karena mereka "kaku" dalam beragama.
Kenapa justru yang melarang kita sholat sesuai keyakinan kita, yang menghujat istri nabi, para sahabat, tidak sekalipun dihujat?
MUI jakarta timur (correct me if wrong) bahkan sudah mengeluarkan fatwa bahwa salafy tidaklah sesat, namun kenapa aroma kebencian terhadap orang2 salafy / wahabi begitu kentara?
Mohon maaf mas Tarno, satu lagi yang ingin saya sampaikan, soal pernyataan mas Tarno (tidak membesar-besarkan perbedaan)
Menurut saya selama beda yang masih dibolehkan syariat pasti tidak boleh dibesar besarkan, namun perbedaan yang menyimpang dari syariat, bukankah harus kita informasikan agar umat Islam tahu dengan benar bagaimana ajaran agamanya?
Jangan diumpetin.
Yang sesat harus dibilang sesat
Yang salah harus dibilang salah
Yang bid'ah harus dibilang bid'ah
Yang syirik harus dibilang syirik
Agar umat Islam waspada dan tahu mana musuh yang sebenarnya.
Bagaimana mas Tarno?
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Disambung lagi,…
“Lha piye to? Milih koq bukan yang paling baik? Bukan yang paling benar?
Mbak When , Yang paling benar menurut Al Quran dan hadis ya, terus mbak alquran itu
Menurut hadis ya mbak , terus menurut mbak hadis yang paling sahih siapa, apa hanya yang dari Al Bani yang paling benar, yang riwayat lain salah.
Nek ndilalah e yang saya rasa paling benar itu ternyata salah, ya dengan legowo saya rubah ke update terbaru tetapi tetep saya rasa paling benar.
Bagaimana menurut mas Tarno?”
Kalau Menurut saya mbak kebenaran itu datangnya dari Basyirah kata pak ustad, basyirah kita tidak akan bohong,Kalau suatu amal itu ada kejanggalan yang kita laksanakan pasti kita ada perasaan resah terhadap amal kita.
Jadi mungkin kebenaran yang mbak when yakini mungkin berbeda dengan orang lain yakini.Jaman sekarang ini yang saya utamakan adalah persatuan islam, meskipun kenyataan susah sekali,tapi ya memang harus diusahakan.
Setidak-tidaknya menyampaikan berita tentang persatuan islam itu salah satu upaya, tidak membesar-besarkan perbedaan.
From:
Sent: Thursday, March 17, 2011 6:03 PM
To:
Subject: Re: [Milis_Iqra] Re: Pujian dalam Hujatan bagi Wahabi
Mas Tarno,
Walaupun jempolnya dah nambah jadi 3, saya koq sebenarnya agak confuse dengan kalimatnya mas Arman hehheheh
Swear jangan bilang2 dulu ke mas Arman sebelum mas tarno bisa menjelaskan dengan kalimat lebih sederhana ke saya :-)
Anggap konsekuensi pemegang jempol :-D
Begini, kalau saya, kalau saya loch, tanpa mengurangi atau tanpa memandang sebelah mata pada pihak lain, saya koq selalu memilih yang saya rasa paling benar ya untuk saya kerjakan?
Buat apa saya memilih sesuatu jika saya berpendapat ada yang lebih benar yang tidak saya pilih.
Orang lain boleh memilih yang mereka anggap tidak terbenar, saya tidak akan menyalahkan, namun buat saya, saya akan memilih atau bertindak yang saya rasa paling benar. :-)
Lha piye to? Milih koq bukan yang paling baik? Bukan yang paling benar?
Nek ndilalah e yang saya rasa paling benar itu ternyata salah, ya dengan legowo saya rubah ke update terbaru tetapi tetep saya rasa paling benar.
Bagaimana menurut mas Tarno?
:-D
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
Sender:
Date: Thu, 17 Mar 2011 17:50:47 +0700
To: <
ReplyTo:
Subject: RE: [Milis_Iqra] Re: Pujian dalam Hujatan bagi Wahabi
From:
Setiap kelompok pasti bilang merekalah pemegang kebenaran, merekalah yang tsiqah dan ini serta itu. Setiap kritik diartikan sebagai pembangkangan nash, sebagai upaya penyesatan dan pengkafiran. Akhirnya, kedewasaan diri dan akal sajalah yang menjadi jembatan memahami Islam yang sebenarnya tanpa sekatan manhaj kesektean

[Dani Permana]
saya jempolnya dua Mas Tarno… J
No comments:
Post a Comment