GAMBAR YANG TAK PANTAS UNTUK REPUBLIKA ONLINE
Pada tanggal 07/03/11, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> menulis:
> Terbukti, AS dan Israel di Balik 'Virus' Stuxnet
> http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=31113
>
> Pakar keamanan komputer ternama asal Jerman, Ralph Langner, mengungkapkan
> bahwa worm (semacam virus komputer) Stuxnet sengaja dibuat oleh Amerika
> Serikat dan Israel untuk melumpuhkan instalasi nuklir Iran.
>
> Selama ini, sudah banyak pakar yang memperkirakan bahwa worm Stuxnet yang
> telah menyebar secara luas ke Iran itu memang dibeking negara
> tertentu.Pasalnya Stuxnet merupakan worm yang sangat kompleks dan canggih.
> Ia memanfaatkan empat celah keamanan sekaligus di sistem Windows. Ini
> merupakan yang pertama kalinya, sebuah program yang secara simultan
> mengancam dari begitu banyak celah.
>
> "Opini saya, badan intelijen Israel Mossad terlibat [di belakang Stuxnet],"
> ujar Langner kepada, pada saat berbicara di Konferensi teknologi
> internasional Technology, Entertainment, Design (TED), di Long Beach,
> California AS, dikutip dari BBC.
>
> Langner mengatakan, proyek penyerangan Stuxnet terhadap instalasi nuklir
> Iran membutuhkan informasi orang dalam yang sangat detail. "Begitu
> detailnya, sehingga mereka mungkin mengetahui ukuran sepatu dari operator
> [yang bekerja di instalasi Iran," kata Langner.
>
> Namun, ia melanjutkan, Israel bukan satu-satunya dan peran utama pembuat
> Stuxnet. "Hanya ada sumber utama yang memimpin ini, dan itu adalah Amerika
> Serikat," katanya.
>
> Langner adalah salah satu dari pakar sekuriti SCADA (sistem otomatisasi
> industri) yang sejak awal telah menunjukkan bagaimana malware Stuxnet mampu
> mengambil alih kontrol terhadap peralatan industri. Stuxnet dipercaya
> ditargetkan untuk melumpuhkan sebuah peralatan yang digunakan untuk
> pengayaan Uranium.
>
> Sebelumnya, New York Times juga melaporkan bahwa keampuhan worm Stuxnet
> sempat diujicobakan di instalasi nuklir milik Israel, Dimona, yang terletak
> di gurun Negev.
>
> Belum lama ini, secara terpisah, pensiunan kepala Mossad, Meir Dagan, dan
> Menlu AS Hillary Clinton mengatakan bahwa pengembangan nuklir Iran mengalami
> kemunduran hingga beberapa tahun ke belakang akibat stuxnet.
>
> Namun klaim tersebut dibantah Tehran. Kepala Pusat Sistem Keamanan Nuklir
> Republik Islam Iran Naser Rastkhah mengumumkan bahwa virus Stuxnet terbukti
> tidak berdampak terhadap kontrol reaktor nuklir Bushehr, di selatan Iran.
> Rastkhah dalam wawancara dengan IRNA kemarin menjelaskan bahwa pihak-pihak
> yang tidak ingin Iran memiliki reaktor nuklir berusaha menggunakan beragam
> cara dalam menebar isu kontroversial untuk menyulut kekhawatiran masyarakat
> internasional soal program nuklir Iran.
>
> Rastkhah mengungkapkan, reaktor nuklir Bushehr telah memenuhi standar
> keamanan internasional sehingga kasus kebocoran radiasi nuklir seperti yang
> terjadi di Chernobyl tidak akan terulang lagi.
>
> Laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa
> insinyur Rusia dipekerjakan di instalasi Bushehr Iran, untuk mengganti 163
> rod bahan bakar yang rusak. Namun sumber Iran mengatakan bahwa masalah itu
> akibat kerusakan rod, bukan Stuxnet.
>
> Reaktor yang terletak di wilayah barat daya Iran, selama ini menjadi salah
> satu pemicu tingginya tensi antara Iran dan Barat. Barat, termasuk AS,
> mengklaim bahan bakar dari reaktor itu bisa diproses menjadi plutonium
> tingkat tinggi dan digunakan untuk membangun beberapa senjata nuklir.
> Padahal Tehran dan IAEA sendiri dalam berbagai laporannya menegaskan bahwa
> program nuklir Iran bertujuan damai dan tidak mengarah pada proyek militer.
>
> Stuxnet sendiri merupakan program yang sangat berbahaya. Worm ini mengincar
> komputer Windows yang menjalankan sistem kontrol industri skala-besar yang
> terdapat pada pabrik-pabrik dan instalasi lain.
>
> Sistem kontrol itu adalah SCADA (supervisory control and data acquisition)
> yang digunakan pada instalasi pembangkit listrik, pabrik-pabrik, pemipaan
> minyak, dan instalasi militer.
>
> Stuxnet disebut-sebut oleh pakar keamanan komputer sebagai malware yang
> paling rumit yang pernah ada. Ia memanfaatkan empat celah keamanan sekaligus
> di sistem Windows. Ini merupakan yang pertama kalinya, sebuah program yang
> secara simultan mengancam dari begitu banyak celah.
>
> "Melihat derajat tipe program yang ada, bisa kami katakan bahwa kode
> pemrograman ini sangat-sangat komplek. Pemrograman Ini hanya bisa dilakukan
> oleh misanynya sebuah negara, bukan seorang hacker yang bermain-main di
> rumah orang tuanya," ujar Eric Chien pakar keamanan komputer dari Symantec.
>
> Hal senada juga diungkapkan oleh perusahaan keamanan komputer asal Rusia,
> Kaspersky. Menurutnya, tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem
> yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase. Ini mengindikasikan bahwa
> perkembangan Stuxnet didukung sebuah negara dengan dukungan biaya besar, tim
> penyerang dengan keahlian tinggi, pengetahuan teknologi SCADA yang baik,
> serta data intelijen yang kuat.
>
> "Program jahat ini tidak dirancang untuk mencuri uang, mengirimkan spam,
> atau mengambil data pribadi. Tapi jenis malware ini dirancang untuk
> menyabotase gedung-gedung, untuk merusak sistem industri," kata Co-founder
> dan Chief Executive Officer of Kaspersky Lab Eugene kaspersky, dalam rilis
> resmi yang diterima VIVAnews.
>
> Lebih jauh, Kaspersky percaya Stuxnet adalah prototipe senjata dunia maya.
> "Saya khawatir ini adalah awal dari dunia baru. Tahun 90-an adalah dekade
> vandalisme cyber, tahun 2000-an adalah dekade penjahat dunia maya. Sekarang
> kita memasuki dunia yang benar-benar baru, yakni era perang dunia maya dan
> terorisme dunia maya," ujar Kaspersky.(IRIB/vivanews)
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment