Monday, April 25, 2011

[Milis_Iqra] Ketika SBY Tak Dipercaya Rakyat

Apakah Milister masih percaya?

 

http://matanews.com/2011/04/24/ketika-sby-tak-dipercaya-rakyat/

 

Presiden SBY telah dua kali dipilih rakyat Indonesia dalam pemilu. Namun, di masa kepemimpinannya yang memasuki tahun ke tujuh ini, secara perlahan kepercayaan rakyat terhadapnya merosot.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Institute for Strategic and Public Policy Research (Inspire), Presiden SBY mendapatkan hasil positif untuk isu-isu normatif, namun negatif untuk isu-isu riil yang menjadi sorotan publik. Survei itu dilakukan dengan metode multi stage random terhadap 1.500 responden di 15 kota besar di Indonesia, yang setiap kota diwakili 100 responden.

Dosen Paramadina Graduate School, Abdul Malik Gismar di Jakarta, Minggu 25 April 2011 memaparkan, survei itu dilakukan atas dasar beberapa isu yang diusung dalam 9 kebohongan yang dilontarkan tokoh lintas agama. Hasil survei terhadap isu seperti kebebasan dan toleransi beragama serta kebebasan pers yang dijunjung oleh Presiden SBY, berhasil meyakinkan masyarakat dengan angka survei 68,5 dan 67,5 persen.

Namun hasil survei itu berbanding terbalik dengan isu riil seperti perlindungan terhadap TKI, transparansi kasus Century yang diduga melibatkan mantan Menkeu Sri Mulyani, serta memerangi korupsi yang justru berbanding terbalik dengan isu normatif.

Dalam isu tersebut, mayoritas masyarakat tidak percaya dengan upaya yang dilakukan Presiden SBY. Untuk perlindungan terhadap TKI, tingkat ketidakpercayaan responden mencapai 64,8 persen. Sementara 54,1 persen responden memilih tidak percaya atas transparasi SBY dalam kasus Century yang diduga melibatkan Sri Mulyani.

Sedangkan untuk pertanyaaan apakah SBY telah memerangi korupsi sungguh-sungguh, 56,9 persen responden yang mengatakan tidak percaya.

“Di mata masyarakat, Presiden SBY bagus untuk isu-isu tertentu, tapi tidak untuk isu-isu yang riil seperti rekening gendut dan lainnya. Ada apa ini?” ujar ahli psikologi sosial politik lulusan New York, Amerika Serikat tersebut.

Selain itu, Kepala Peneliti Inspire Marbawi A Katon menambahkan, 66,8 persen responden tidak percaya jika Presiden SBY sudah optimal dalam membongkar mafia pajak. “Masyarakat tidak percaya SBY mampu membongkar kasus mafia hukum seperti kasus gayus, kasus rekening gendut polisi dan lain-lain,” katanya.

Masyarakat juga menilai Presiden telah gagal dalam menelusuri kasus rekening gendut polisi, kendati KIP telah memerintahkan agar informasi mengenai rekening gendut dibuka ke publik. Sebesar 56,4 persen masyarakat yang menjadi responden bahkan tidak percaya jika SBY bersungguh-sungguh dalam menelusuri rekening gendut. Hanya sekitar 26,6 persen yang percaya akan kesungguhan Presiden.

Hal ini sedikit bertolak belakang dengan hasil survey mengenai intervensi hukum yang dilakukan SBY. Perbedaan tipis mewarnai antara publik yang percaya dan tidak atas intervensi hukum tersebut. Sebesar 39,4 persen masyarakat mengatakan tidak atas intervensi hukum, sedangkan 39,3 persen lainnya percaya akan adanya intervensi.  (mut)

 

No comments:

Post a Comment