Monday, April 25, 2011

[Milis_Iqra] Lagi, Unjuk Rasa Guncang Saudi

Lagi, Unjuk Rasa Guncang Saudi

23/04/2011 22:39

DDHK News — Ratusan warga Arab Saudi menggelar unjuk rasa di jalan wilayah timur menuntut reformasi dan aksi solidaritas terhadap demonstrasi damai rakyat Bahrain. Mereka juga mendesak penarikan segera pasukan Arab Saudi dari Bahrain.

Demonstrasi berlangsung Jumat (22/4) di kota Qatif, Sihat dan Awamia. Menyikapi sikap represif pemerintah Riyadh, warga Saudi secara rutin turun ke jalan-jalan di banyak kota, termasuk ibukota Jeddah, untuk memprotes intervensi Saudi di Bahrain.

Warga di kota Qatif mengatakan, mereka akan mengadakan aksi protes pada hari Kamis (21/4). Para aktivis HAM juga memprotes penahanan ribuan intelektual karena mereka menyerukan reformasi di Arab Saudi.

Sheikh al-Mutawwi’, imam masjid ‘al-Abbas’ di Qatif Arab Saudi mengecam tindakan penghancuran masjid di Bahrain, seraya mengungkapkan, rakyat Bahrain sedang menghadapi tindakan pembunuhan.

Ditambahkannya, rakyat Bahrain akan tetap melanjutkan demonstrasi damai mereka sampai terwujudnya semua tuntutan mereka.

Al-Mutawwi’ mengecam sikap sejumlah media massa dan televisi satelit terkait isu Bahrain. Padahal jumlah korban tewas dan luka-luka di negara itu terus bertambah setiap harinya.

“Pemerintah Saudi telah menangkap lebih dari 160 pemprotes damai dalam pelanggaran HAM internasional sejak Februari 2011,” kata Human Rights Watch (HRW) yang berbasis di Amerika Serikat, Rabu.

HRW mendesak Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Nayef bin Abdul Aziz Al Saud, untuk memerintahkan pembebasan segera pengunjuk rasa damai.

HRW juga mengecam sekutu Saudi, Uni Eropa, dan AS, karena tidak mengambil sikap tegas atas penangkapan pemerintah Riyadh terhadap pemprotes.

“Karena jumlah tahanan politik Saudi bertambah lagi, sikap bungkam AS dan Uni Eropa menjadi lebih memekakkan telinga,” ujar Christoph Wilcke, peneliti senior urusan Timur Tengah di HRW.

Di Arab Saudi,unjuk rasa dan setiap aksi untuk menyuarakan perbedaan pendapat di depan umum dilarang dan dianggap ilegal. Ulama senior Wahabi di kerajaan Saudi juga mengecam demonstrasi oposisi dan menilanya “tidak Islami.”

Arab Saudi mengerahkan sekitar 1.000 personil militernya ke Bahrain dalam upaya membantu rezim al-Khalifa guna menumpas protes anti-rezim monarki di negara itu.

Bulan lalu, sebuah lembaga HAM yang berbasis di Saudi menyebutkan bahwa pihak berwenang telah menahan 100 orang karena ikut atau mengorganisir demonstrasi anti-pemerintah. Lembaga itu juga menguak bahwa sejumlah tahanan menjadi sasaran penyiksaan baik secara fisik maupun mental.(IRIB/PH)

 

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

No comments:

Post a Comment