http://www.dakwatuna.com/2008/jihad-jalan-kami/
Jihad Jalan Kami (Definisi Jihad, Tujuan, dan Hukumnya)
Fiqih Ahkam, Fiqih Dakwah 15/1/2008 | 06 Muharram 1429 H | Hits: 13.985 Oleh: Iman Santoso, Lc dakwatuna.com –
Hidup ini adalah perjuangan dan perjuanganlah yang membuat kita hidup. Jihad fi sabilillah merupakan puncak ajaran Islam. Sehingga umat Islam yang melaksanakannya akan mendapatkan kemuliaan dan kejayaan di dunia dan surga Allah di akhirat. Sebaliknya mereka yang meninggalkan jihad dan tidak terbersit sedikitpun dalam hatinya untuk berjihad akan hina dan menderita di dunia serta mendapatkan siksa Allah di neraka. Jihad adalah satu-satunya jalan bagi umat Islam untuk meraih kejayaan Islam, merdeka dari penjajahan dan meraih kembali tanah yang hilang. Ketika umat Islam lalai terhadap kewajiban, maka Allah akan menghinakan mereka. Rasulullah saw. bersabda," Jika kalian telah berdagang dengan 'Inah (sistem riba'), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk beternak), rela bercocok tanam dan meninggalkan jihad, pasti Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian. Allah tidak akan mencabut kehinaan itu hingga kalian kembali ke ajaran agama kalian." (HR Ahmad, Abu Dawud dan al-Baihaqi). Imam Syahid Hasan al-Banna berkata: Sesungguhnya umat yang mengetahui bagaimana cara membuat kematian, dan mengetahui bagaimana cara meraih kematian yang mulia, Allah pasti memberikan kepada mereka kehidupan mulia di dunia dan keni'matan yang kekal di akhirat. Wahn (kelemahan) yang menghinakan kita tidak lain karena penyakit cinta dunia dan takut mati. Maka persiapkanlah jiwa kalian untuk amal yang besar, dan semangatlah menjemput kematian niscaya diberi kehidupan. Ketahuilah bahwa kematian adalah kepastian dan tidak datang kecuali satu kali. Jika engkau menjadikannya di jalan Allah, maka hal itu merupakan keuntungan dunia dan ganjaran akhirat. Definisi Jihad (Pengertian Jihad) Jihad secara bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan secara istilah syari'ah berarti seorang muslim mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan meneggakan Islam demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam agar mendapat keridhaan Allah SWT. Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, "Yang saya maksud dengan jihad adalah; suatu kewajiban sampai hari kiamat dan apa yang dikandung dari sabda Rasulullah saw.," Siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau belum berniat berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah". Adapun urutan yang paling bawah dari jihad adalah ingkar hati, dan yang paling tinggi perang mengangkat senjata di jalan Allah. Di antara itu ada jihad lisan, pena, tangan dan berkata benar di hadapan penguasa tiran. Dakwah tidak akan hidup kecuali dengan jihad, seberapa tinggi kedudukan dakwah dan cakupannya yang luas, maka jihad merupakan jalan satu-satunya yang mengiringinya. Firman Allah," Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad" (QS Al-Hajj 78). Dengan demikian anda sebagai aktifis dakwah tahu akan hakikat doktrin ' Jihad adalah Jalan Kami' Tujuan Jihad Jihad fi sabilillah disyari'atkan Allah SWT bertujuan agar syari'at Allah tegak di muka bumi dan dilaksanakan oleh manusia. Sehingga manusia mendapat rahmat dari ajaran Islam dan terbebas dari fitnah. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzhalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezhaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia. (QS an-Nisaa' 74-76). Macam-Macam Jihad Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan ajaran Islam ada beberapa macam, yaitu: 1. Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda'wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta'lim, da'wah, amar ma'ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah. 2. Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad. 3. Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi orang kafir yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini biasa disebut dengan qital (berperang di jalan Allah). Dan ungkapan jihad yang dominan disebutkan dalam al-Qur'an dan Sunnah berarti berperang di jalan Allah. Keutamaan Jihad dan Mati Syahid Beberapa ayat Alquran memberikan keutamaan tentang berjihad. Di antaranya, (QS an-Nisaa' 95-96)(QS as-Shaff 10-13). Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW ditanya: "Amal apakah yang paling utama?" Rasul SAW menjawab: "Beriman kepada Allah", sahabat berkata:"Lalu apa?" Rasul SAW menjawab: "Jihad fi Sabilillah", lalu apa?", Rasul SAW menjawab: Haji mabrur". (Muttafaqun 'alaihi) Dari Anas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Pagi-pagi atau sore-sore keluar berjihad di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya." (Muttafaqun 'alaihi) Dari Anas ra bahwa nabi SAW bersabda: "Tidak ada satupun orang yang sudah masuk surga ingin kembali ke dunia dan segala sesuatu yang ada di dunia kecuali orang yang mati syahid, ia ingin kembali ke dunia, kemudian terbunuh 10 kali karena melihat keutamaan syuhada." (Muttafaqun 'alaihi) "Bagi orang yang mati syahid disisi Allah mendapat tujuh kebaikan: 1. Diampuni dosanya dari mulai tetesan darah pertama. 2. Mengetahui tempatnya di surga. 3. Dihiasi dengan perhiasan keimanan. 4. Dinikahkan dengan 72 istri dari bidadari. 5. Dijauhkan dari siksa kubur dan dibebaskan dari ketakutan di hari Kiamat. 6. Diletakkan pada kepalanya mahkota kewibawaan dari Yakut yang lebih baik dari dunia seisinya. 7. Berhak memberi syafaat 70 kerabatnya." (HR at-Tirmidzi) Hukum Jihad Fi Sabilillah Hukum Jihad fi sabilillah secara umum adalah Fardhu Kifayah, jika sebagian umat telah melaksanakannya dengan baik dan sempurna maka sebagian yang lain terbebas dari kewajiban tersebut. Allah SWT berfirman: "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya" (QS at-Taubah 122). Jihad berubah menjadi Fardhu 'Ain jika: 1. Muslim yang telah mukallaf sudah memasuki medan perang, maka baginya fardhu 'ain berjihad dan tidak boleh lari. "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya." (QS al-Anfal 15-16). 2. Musuh sudah datang ke wilayahnya, maka jihad menjadi fardhu 'ain bagi seluruh penduduk di daerah atau wilayah tersebut . "Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS at-Taubah 123) 3. Jika pemimpin memerintahkan muslim yang mukallaf untuk berperang, maka baginya merupakan fardhu 'ain untuk berperang. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada hijrah setelah futuh Mekkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diperintahkan untuk keluar berjihad maka keluarlah (berjihad)." (HR Bukhari)Kata-Kata Jihad Khubaib bin Adi ra. berkata ketika disiksa oleh musuhnya, "Aku tidak peduli, asalkan aku terbunuh dalam keadaan Islam. Dimana saja aku dibunuh, aku akan kembali kepada Allah. Kuserahkan kepada Allah kapan saja Ia berkehendak. Setiap potongan tubuhku akan diberkatinya". Al-Khansa ra. berpesan kepada 4 anaknya mengantarkan mereka untuk jihad, "Wahai anak-anakku ! Kalian tidak pernah berkhianat pada ayah kalian. Demi Allah, kalian berasal dari satu keturunan. Kalianlah orang yang ada dalam hatiku. Jika kalian menuju ke medan perang, jadilah kalian pahlawan. Berperanglah ! Jangan kembali. Aku membesarkan kalian untuk hari ini". Abdullah bin Mubarak berkata pada saudaranya Fudail bin Iyadh yang sedang asyik ibadah di tahan suci," Wahai ahli ibadah di dua tahan Haram, jika engkau melihat kami, niscaya engkau akan tahu bahwa engkau hanya bermain-main dalam ibadah. Barangsiapa membasahi pipinya dengan air mata. Maka, leher kami basah dengan darah". Demikianlah jihad adalah satu-satunya jalan menuju kemuliaan di dunia dan di akhirat. Ampunan Allah, surga Adn, Pertolongan dan Kemenangan. Wallahu a'lam bishawaab. []
Sent from BlackBerry® on 3
From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 25 Apr 2011 16:50:21 +0700
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Ba'asyir: Indonesia Belum Masuk Wilayah Jihad, Masih Dakwah
mohon maaf,
boleh saya bertanya?
apa pengertian jihad menurut Allah dan Rasulullah?
terimakasih
saya tunggu ya jawabannya
regards
whe~en
2011/4/25 <aendangzr@yahoo.co.id>
Senin, 25/04/2011 13:54 WIB
Ba'asyir: Indonesia Belum Masuk Wilayah Jihad, Masih Dakwah
Ari Saputra : detikNews
detikcom - Jakarta, Abu Bakar Ba'asyir mengatakan Indonesia belum masuk wilayah operasional jihad. Islam di Indonesia belum mampu angkat senjata dan mengusir kelompok yang berseberangan dengan Islam. Perjuangan muslim di Indonesia masih sebatas dakwah."Konsep Islam ada 2 yaitu dakwah dan jihad. Itu cara menegakkan islam. Saya berpendapat umat Islam di Indonesia jihad senjata belum mampu. Kalau saya mampu dakwah ya dakwah. Tapi dakwah-lah dengan benar. Kalau toghut ya bilang toghut. Jangan membuat penafsiran yang dimudah-mudakan seperti penafsirannya Yahudi, memudah-mudahkan aturan. Kalau bicara jihad itu seluruh dunia. Skopnya tidak hanya seluruh Indonesia. Di Indonesia masih lemah. Di Indonesia mampunya masih dakwah," kata Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Abu Bakar Ba'asyir.Hal ini dikatakan Ba'asyir saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Senin (25/4/2011).Dalam persidangan itu, Ba'asyir juga menampik dirinya mengetahui dan merestui pelatihan militer di Aceh yang diprakarsai salah satunya oleh Luthfi Haidaroh alias Ubaid. Justru sebaliknya, Luthfi yang merupakan bekas pengikutnya di JAT, ia pecat lantaran memilih pelatihan militer di Aceh."Saya tidak berani melarang karena itu syariah. Tapi saya juga tidak ikut karena belum mampu. Saya tahu itu setelah diadakan idad. Jadi saya tidak tahu sama sekali," ucap Ba'asyir."Setelah kita peringatkan (Ubaid) nggak mau, saya suruh mundur (JAT). Itu setelah Ubaid memilih bergabung dengan Aceh. Sudah tidak mau ketemu pendapat lagi dengan saya," tambah Ba'asyir.
Sent from BlackBerry® on 3
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment