Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
From: milis_iqra+noreply@googlegroups.com
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 09:25:36 +0000
To: Penerima Intisari<milis_iqra+digest@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Intisari untuk milis_iqra@googlegroups.com - 25 Pesan pada 6 Topik
Grup: http://groups.google.com/group/milis_iqra/topics
- Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa [12 Pemutakhiran]
- Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin' [6 Pemutakhiran]
- Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota [4 Pemutakhiran]
- Hari Ini Lia Eden Akan Berubah Jadi "Tuhan" [1 Pemutakhiran]
- Ditekan, Kaum Syiah Madura Siap Hengkang [1 Pemutakhiran]
- OOT : Lidah Buaya Dapat Redam Emosi [1 Pemutakhiran]
- aendangzr@yahoo.co.id Apr 13 03:46AM ^
Yg biasa komen tentang barat dan amerika lg sibuk mas....
Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message-----
From: Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 13 Apr 2011 09:41:27
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
no comment ah..
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 08:59AM +0700 ^
mas Nandang,
kalau mas Nandang yang menyindir begitu kelihatannya dibolehkan
namun jika saya,
pasti sudah antri orang akan memberi nasehat agar tidak menyindir
heheheeheheh
pisssss
karena wanita berbeda dengan laki2 mungkin ya?
laki2 boleh menyindir semaunya
wanita menyindir?
dinasehati saja...... itu tindakan buruk
2011/4/13 <aendangzr@yahoo.co.id>
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
- aendangzr@yahoo.co.id Apr 14 02:40AM ^
Mba wheen,benar mau tahu kenapa,kl saya yg menyindir tdk ada yg komen tp kl mba wheen selalu ada yg mengcounter?
Gampang sebenarnya,hal itu terjadi karena,mungkin karena mba wheen dianggap faham terhadap hadits hadits dan alquran seperti yg sering di quote mba wheen sendiri. Mungkin mereka menganggap sepertinya ada hal yg janggal antara yg sering di tulis(alquran dan hadits) dgn sikap sikap yg mba wheen ungkapkan dimilis.
Kalau dgn saya,mereka hanya akan menganggap angin lalu saja,karena saya selalu konsisten dgn ketidak tahuan saya...so..saya jarang sekali mengquote hadits dan quran,apalagi menetapkan sebuah hukum.hehehe
Ini mungkin loh.....jgn tersinggung lagi....ntar jadi panjang lagi....hehehehe
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message-----
From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 08:59:37
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
mas Nandang,
kalau mas Nandang yang menyindir begitu kelihatannya dibolehkan
namun jika saya,
pasti sudah antri orang akan memberi nasehat agar tidak menyindir
heheheeheheh
pisssss
karena wanita berbeda dengan laki2 mungkin ya?
laki2 boleh menyindir semaunya
wanita menyindir?
dinasehati saja...... itu tindakan buruk
2011/4/13 <aendangzr@yahoo.co.id>
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
- Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com> Apr 14 10:08AM +0700 ^
Quote pepatah jawa "Ajining diri ana ing lathi".
Kalau saya boleh mengkoreksi, ya hampir sama dengan mas andang
(sepengamatan saya dari email-email yang ada di milist ini). Terlepas
dari itu saya sangat berterima kasih sekali dengan ilmu-ilmu yang mbak
wheen share/quote di milist ini
Mohon maaf ya mbak kalau kurang berkenan.
*semoga tidak menimbulkan friksi baru*
- whe.en9999@gmail.com Apr 14 03:54AM ^
(Mas Nandang)
Mungkin mereka menganggap sepertinya ada hal yg janggal antara yg sering di tulis(alquran dan hadits) dgn sikap sikap yg mba wheen ungkapkan dimilis.
(Whe-en)
Ga masalah mas,
Setiap orang selalu merasa dirinya paling benar, dan selalu menilai orang lain, ingin mengatur orang lain sesuai kemauannya.
Yang tidak mengikuti kemauan mereka seperti saya, akan diserang habis2an.
Karena apa?
Karena nafsu keinginan ingin menguasai orang.
Karena ingin pahamnya diikuti.
Jadi buat saya, saya tidak tersinggung koq mas, saya mohon maaf jika saya tidak mengambil hati orang2 yang hanya ikut2an mencela saya karena saya tidak mengidolakan iran, karena saya tidak memusuhi wahabi, karena saya tidak memusuhi salafi dan karena saya buka syiah rafidhah.
:-)
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: aendangzr@yahoo.co.id
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 02:40:09
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
Mba wheen,benar mau tahu kenapa,kl saya yg menyindir tdk ada yg komen tp kl mba wheen selalu ada yg mengcounter?
Gampang sebenarnya,hal itu terjadi karena,mungkin karena mba wheen dianggap faham terhadap hadits hadits dan alquran seperti yg sering di quote mba wheen sendiri. Mungkin mereka menganggap sepertinya ada hal yg janggal antara yg sering di tulis(alquran dan hadits) dgn sikap sikap yg mba wheen ungkapkan dimilis.
Kalau dgn saya,mereka hanya akan menganggap angin lalu saja,karena saya selalu konsisten dgn ketidak tahuan saya...so..saya jarang sekali mengquote hadits dan quran,apalagi menetapkan sebuah hukum.hehehe
Ini mungkin loh.....jgn tersinggung lagi....ntar jadi panjang lagi....hehehehe
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message-----
From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 08:59:37
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
mas Nandang,
kalau mas Nandang yang menyindir begitu kelihatannya dibolehkan
namun jika saya,
pasti sudah antri orang akan memberi nasehat agar tidak menyindir
heheheeheheh
pisssss
karena wanita berbeda dengan laki2 mungkin ya?
laki2 boleh menyindir semaunya
wanita menyindir?
dinasehati saja...... itu tindakan buruk
2011/4/13 <aendangzr@yahoo.co.id>
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
- whe.en9999@gmail.com Apr 14 04:04AM ^
(M rosyid)
Quote pepatah jawa "Ajining diri ana ing lathi".
(Whe-en)
Betul mas rosyid, dan pepatah ini, tidak khusus buat saya, buat mas rosyid juga, buat mas nandang, buat mas tarno, buat mas heriyadi, buat yang tua juga kan?
Santai saja.
Makanya saya nulis buat mas dani, what u say is what u r, what u write is what u r.
Lihat tuch mas dani ketawa ngakak, seneng pancingannya berhasil :-D
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 10:08:47
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
Quote pepatah jawa "Ajining diri ana ing lathi".
Kalau saya boleh mengkoreksi, ya hampir sama dengan mas andang
(sepengamatan saya dari email-email yang ada di milist ini). Terlepas
dari itu saya sangat berterima kasih sekali dengan ilmu-ilmu yang mbak
wheen share/quote di milist ini
Mohon maaf ya mbak kalau kurang berkenan.
*semoga tidak menimbulkan friksi baru*
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
- Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com> Apr 14 11:19AM +0700 ^
ya betul, pepatah itu untuk semuanya. Nah daripada kita saling
sindir-sindiran mending saling bermuhasabah diri aja yuk, hilangkan
dulu ego kita, coba cek apa pendapat orang lain terhadap kita,
perilaku kita, sehingga kita menjadi umat yang lebih baik lagi :).
Kegagalan bermusahabah diri itu kebanyakan dikarenakan tidak bisa
melihat ke diri masing-masing, tidak bisa menanggalkan ego
masing-masing dari kita, sehingga apapun perkataan orang atas perilaku
kita, ucapan kita itu dianggap sebagai angin lalu, bahkan kadang
saking tinggi egonya dianggap sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 12:57PM +0700 ^
kalau kebenaran parameternya manusia,
betapa malangnya saya karena hanya orang2 tertentu yang bahkan menjudge saya
kelainan psikologi, dsb
saya tahu, mas Rosyid tidak senang kepada saya karena merasa saya
menjelek2kan syiah,
padahal saya tidak berbuat demikian,
saya cuma menyampaikan info
agar kita bisa berpikir terbuka dan proposional.
Agar kita tahu kebenaran.
Apa yang saya sampaikan bisa dibaca di web2
bahkan yang miris,
baru saja saya forward warga Iran membakar Al qur'an, tak satupun feedback
dari rekan2
beda sekali jika yang dituduh salafi atau wahabi yang jelas2 mustahil mereka
membakar Al Qur'an karena itu kitab mereka
bahkan ada yang menanyakan mereka agamanya Islam atau bukan?
Allah memerintahkan untuk adil,
sudah adilkah kita menstigma salafi, wahabi dan Iran?
silahkan menilai sendiri.
usaha saya menyambung tali silaturrahimpun diabaikan,
namun tetap saja dalam pandangan anda saya yang salah.
padahal, jelas2, orang yang percaya hadits Rasulullah tahu tidak halal tidak
bertegur sapa lebih dari 3 hari.
Namun dengan sengaja, jangankan 3 hari, lebih dari 3 hari diajak
bertegursapa pun tidak mau
telp pun langsung ditutup tanpa sepatah katapun
bahkan sering telp ga diangkat
sms ga dibalas
masih anda menyalahkan sikap saya.
Apa salahnya saya menyampaikan secara terbuka kepada orang2 yang menganut
prinsip memberi masukan kepada penguasa saja boleh terang2an koq
apalagi sesama kita?
saya tidak tahu kenapa justru hikmah ini tidak diambil
begitulah perasaan para peguasa yang seharusnya kehormatan mereka dilindungi
tapi disisndir, dicela di muka umum.
kalau anda ingin masukan anda dihargai,
berilah masukan secara islami.
ingatlah syair imam syafii'i
ulama sekaliber imam syafii saja tidak berkenan dinasehati secara terbuka.
namun, anda hanya bisa menasehati secara terbuka,
tapi tidak mau menerima nasehat secara terbuka
dan hanya berani menasehati saya, karena banyak temannya.
begitu satu mencela
langsung ambil kesempatan ikut2an
anda terlalu serius ingin menguasai saya agar sesuai kemauan anda
padahal, saya pernah bilang ke salah satu member,
saya menjadi "orang tengil" di milis hanya karena beberapa orang
itu saya sampaikan dengan tertawa,
silahkan cek saja ke orang tersebut
jadi sesuai hadits,
jangan berbuat sesuatu yang andapun tidak ingin diperlakuka demikian.
anda menyindir, saya bisa menyindir
anda mencela, sayapun bisa mencela kalau saya mau.
regards
whe~en
2011/4/14 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
- "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com> Apr 14 02:57PM +0700 ^
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
Behalf Of whe - en
agar kita bisa berpikir terbuka dan proposional.
[Dani Permana] Saya tertarik mengenai "terbuka dan proposional." Bagaimana
caranya?
bahkan yang miris,
baru saja saya forward warga Iran membakar Al qur'an, tak satupun feedback
dari rekan2
beda sekali jika yang dituduh salafi atau wahabi yang jelas2 mustahil mereka
membakar Al Qur'an karena itu kitab mereka
bahkan ada yang menanyakan mereka agamanya Islam atau bukan?
[Dani Permana] Mengapa demikian?
- "Heriyadi Heriyadi" <Heriyadi.Heriyadi@id.flextronics.com> Apr 14 02:48PM +0800 ^
Yang jelas m wheen juga nggak adil dengan iran.
Beritanya selalu yang jelek2......
________________________________
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com]
On Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 12:58 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
kalau kebenaran parameternya manusia,
betapa malangnya saya karena hanya orang2 tertentu yang bahkan menjudge
saya kelainan psikologi, dsb
saya tahu, mas Rosyid tidak senang kepada saya karena merasa saya
menjelek2kan syiah,
padahal saya tidak berbuat demikian,
saya cuma menyampaikan info
agar kita bisa berpikir terbuka dan proposional.
Agar kita tahu kebenaran.
Apa yang saya sampaikan bisa dibaca di web2
bahkan yang miris,
baru saja saya forward warga Iran membakar Al qur'an, tak satupun
feedback dari rekan2
beda sekali jika yang dituduh salafi atau wahabi yang jelas2 mustahil
mereka membakar Al Qur'an karena itu kitab mereka
bahkan ada yang menanyakan mereka agamanya Islam atau bukan?
Allah memerintahkan untuk adil,
sudah adilkah kita menstigma salafi, wahabi dan Iran?
silahkan menilai sendiri.
usaha saya menyambung tali silaturrahimpun diabaikan,
namun tetap saja dalam pandangan anda saya yang salah.
padahal, jelas2, orang yang percaya hadits Rasulullah tahu tidak halal
tidak bertegur sapa lebih dari 3 hari.
Namun dengan sengaja, jangankan 3 hari, lebih dari 3 hari diajak
bertegursapa pun tidak mau
telp pun langsung ditutup tanpa sepatah katapun
bahkan sering telp ga diangkat
sms ga dibalas
masih anda menyalahkan sikap saya.
Apa salahnya saya menyampaikan secara terbuka kepada orang2 yang
menganut prinsip memberi masukan kepada penguasa saja boleh terang2an
koq
apalagi sesama kita?
saya tidak tahu kenapa justru hikmah ini tidak diambil
begitulah perasaan para peguasa yang seharusnya kehormatan mereka
dilindungi
tapi disisndir, dicela di muka umum.
kalau anda ingin masukan anda dihargai,
berilah masukan secara islami.
ingatlah syair imam syafii'i
ulama sekaliber imam syafii saja tidak berkenan dinasehati secara
terbuka.
namun, anda hanya bisa menasehati secara terbuka,
tapi tidak mau menerima nasehat secara terbuka
dan hanya berani menasehati saya, karena banyak temannya.
begitu satu mencela
langsung ambil kesempatan ikut2an
anda terlalu serius ingin menguasai saya agar sesuai kemauan anda
padahal, saya pernah bilang ke salah satu member,
saya menjadi "orang tengil" di milis hanya karena beberapa orang
itu saya sampaikan dengan tertawa,
silahkan cek saja ke orang tersebut
jadi sesuai hadits,
jangan berbuat sesuatu yang andapun tidak ingin diperlakuka demikian.
anda menyindir, saya bisa menyindir
anda mencela, sayapun bisa mencela kalau saya mau.
regards
whe~en
2011/4/14 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
ya betul, pepatah itu untuk semuanya. Nah daripada kita saling
sindir-sindiran mending saling bermuhasabah diri aja yuk, hilangkan
dulu ego kita, coba cek apa pendapat orang lain terhadap kita,
perilaku kita, sehingga kita menjadi umat yang lebih baik lagi :).
Kegagalan bermusahabah diri itu kebanyakan dikarenakan tidak bisa
melihat ke diri masing-masing, tidak bisa menanggalkan ego
masing-masing dari kita, sehingga apapun perkataan orang atas perilaku
kita, ucapan kita itu dianggap sebagai angin lalu, bahkan kadang
saking tinggi egonya dianggap sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.
> Quote pepatah jawa "Ajining diri ana ing lathi".
> (Whe-en)
> Betul mas rosyid, dan pepatah ini, tidak khusus buat saya, buat mas
rosyid juga, buat mas nandang, buat mas tarno, buat mas heriyadi, buat
yang tua juga kan?
> Santai saja.
> Makanya saya nulis buat mas dani, what u say is what u r, what u write
is what u r.
> *semoga tidak menimbulkan friksi baru*
> 2011/4/14 <aendangzr@yahoo.co.id>:
>> Mba wheen,benar mau tahu kenapa,kl saya yg menyindir tdk ada yg komen
tp kl
>> mba wheen selalu ada yg mengcounter?
>> Gampang sebenarnya,hal itu terjadi karena,mungkin karena mba wheen
dianggap
>> faham terhadap hadits hadits dan alquran seperti yg sering di quote
mba
>> wheen sendiri. Mungkin mereka menganggap sepertinya ada hal yg
janggal
>> antara yg sering di tulis(alquran dan hadits) dgn sikap sikap yg mba
wheen
>> ungkapkan dimilis.
>> Kalau dgn saya,mereka hanya akan menganggap angin lalu saja,karena
saya
>> selalu konsisten dgn ketidak tahuan saya...so..saya jarang sekali
mengquote
>>> no comment ah..
>>> 2011/4/12 <aendangzr@yahoo.co.id>:
>>> > Yang repot ketika donald tusk disuruh membuktikan sikap standar
ganda
>>> > ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
>>> > Subject: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
>>> > Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=3
2223:saatnya-mencopot-kedok-hipokrit-eropa&catid=15:lintas-warta&Itemid=
58
>>> > Manuver Polandia dalam menyikapi krisis di Libya tampaknya layak
menjadi
>>> > sorotan. Meski terbilang sebagai negara anggota NATO, namun negeri
bekas
>>> > Blok Timur itu menolak mengirim tentaranya untuk bergabung dalam
misi
>>> > intervensi militer NATO ke Libya. Tidak hanya itu saja, Perdana
Menteri
>>> > Barat dalam menghadapi sang diktator Libya, Muammar Gaddafi. Dalam
>>> > wawancara
>>> > dengan harian Gazeta Wyborcza, koran terbesar kedua di Polandia,
Donald
>>> > Tusk
>>> > mengungkapkan bahwa alasan penolakan negaranya untuk bergabung ke
dalam
>>> > misi
>>> > NATO di Libya lantaran dilatarbelakangi oleh ketidaksetujuan
Warsawa
>>> > atas
>>> > sikap mendua Eropa dan kontradiksi yang mereka tunjukkan dalam isu
hak
>>> > asasi
>>> > manusia.
>>> > Tusk menilai, jika Barat ingin benar-benar jujur semestinya mereka
sadar
>>> > bahwa masalah kediktatoran Gaddafi bukan isu baru yang hanya
muncul
>>> > dalam
>>> > beberapa bulan belakangan. Jamak diketahui, sebelum munculnya
krisis
>>> > di Libya, negara-negara Eropa telah menjual persenjataan senilai
>>> > miliaran
>>> > dolar dan menjalin kontrak kerjasama besar-besaran dengan rezim
Gaddafi
>>> > di
>>> > sektor energi. Tak ayal, hubungan intim Eropa dan Gaddafi itu
turut
>>> > berperan
>>> > besar dalam melanggengkan kekuasaan diktator Libya tersebut.
>>> > Lebih lanjut PM Polandia itu mengungkapkan bahwa Eropa hanya sudi
turun
>>> > tangan untuk membela rakyat suatu negara hanya karena daya tarik
minyak.
>>> > Karena itu, Tusk menganggap dalih yang diusung Barat dalam
intervensi
>>> > militernya ke Libya sekedar omong kosong belaka.
>>> > Tentu saja apa yang diungkap PM Polandia tersebut bukan
mengada-ngada.
>>> > Jika
>>> > kita tengok kembali pendekatan yang diterapkan Barat dalam
menyikapi
>>> > krisis
>>> > Timur Tengah dan Afrika Utara, tampak jelas kebijakan standar
ganda yang
>>> > mereka peragakan. Di satu sisi, Barat begitu ambisius melancarkan
>>> > serangan
>>> > militer ke Libya dengan dalih untuk menumbangkan rezim Gaddafi.
Namun di
>>> > sisi lain, mereka diam seribu bahasa dalam menyikapi revolusi di
Bahrain
>>> > hipokrit. Menurutnya, penentangan terhadap kezaliman suatu rezim
>>> > diktator
>>> > merupakan cita-cita universal dan sudah selayaknya Eropa
memperjuangkan
>>> > cita-cita tersebut tanpa pamrih dan bukan hanya karena godaan
minyak.
>>> > Sejak dimulainya agresi militer pasukan multinasional ke Libya,
hingga
>>> > intervensi militer yang dikomandoi NATO tersebut tak juga mampu
>>> > menumbangkan
>>> > kekuasaan Gaddafi. Sebaliknya, serangan tersebut justru banyak
memakan
>>> > korban di pihak sipil. Belakangan, Uni Eropa juga telah menyatakan
>>> > kesiapannya kepada PBB untuk mengirimkan misi kemanusiaan ke
Libya.
>>> > Namun
>>> > begitu, seperti yang disinggung PM Polandia, misi Uni Eropa kali
ini
>>> > Salamun 'ala manittaba al Huda
>>> > ARMANSYAH
>>> > --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Whe~en
>> http://wheen.blogsome.com/
>> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
urusanku, dan
>> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku." (QS
>> 20 : 25-28)
>> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Legal Disclaimer:
The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
- Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com> Apr 14 02:28PM +0700 ^
> kalau kebenaran parameternya manusia,
> betapa malangnya saya karena hanya orang2 tertentu yang bahkan menjudge saya
> kelainan psikologi, dsb
Rosyid :
Mungkin mbak wheen salah mengartikan arti "pendapat". Yang saya maksud
disini adalah bukan masalah keilmuan, kalau masalah keilmuan ada
parameter tersendiri yang harus kita ikuti. Masalah disini adalah
masalah selain itu, kalau di dunia HRD biasanya disebut penilaian 360
derajat.
> agar kita bisa berpikir terbuka dan proposional.
> Agar kita tahu kebenaran.
> Apa yang saya sampaikan bisa dibaca di web2
Rosyid :
Senyum dulu :)...Nah ini adalah salah satu yang saya
maksud...Bagaimana mbak wheen bisa mengatakan saya (ataupun mungkin
orang lain) tidak senang kepada mbak wheen hanya karena menjelek2an
syiah (ataupun yang lain)? Apakah itu by feeling? or by fact?
(Benarkah itu sudah merupakan sifat suudzon?(mbak wheen mungkin lebih
tahu ilmunya daripada saya.
> Allah memerintahkan untuk adil,
> sudah adilkah kita menstigma salafi, wahabi dan Iran?
> silahkan menilai sendiri.
Rosyid :
Nah inipun juga by feeling? or by fact? ketika mbak wheen menjudge
orang2 tidak peduli dengan artikel yang mbak kirim? Saya ingat salah
satu kotbah Aa' Gym, janganlah kita melakukan sesuatu karena ingin
orang lain, tapi lakukan sesuatu karena Allah. Apakah mbak wheen
ketika mengirim sesuatu ilmu itu karena Allah? kalau karena Allah kata
Aa' Gym tidak masalah apakah orang akan memuji, ataupun menghina,
ataupun2 yang lainnya, karena parameternya adalah kita hanya mencari
ridho Ilahi.
> bahkan sering telp ga diangkat
> sms ga dibalas
> masih anda menyalahkan sikap saya.
Rosyid :
Kalau yang ini biarkan yang bersangkutan yang menjawab. Tapi kalau
menurut saya Ketika kita melakukan sesuatu dan ternyata respon yang
kita dapat berbeda dari orang-orang, pertama kali yang akan saya
lakukan adalah introspeksi atas diri saya sendiri dulu, adakah
sikap/perilaku saya yang membuat orang2 itu bersikap seperti itu
kepada saya. Saya akan coba memperbaiki dan sambil memperbaiki
silaturahmi. Seperti halnya dulu saya pernah menceritakan di kampung
saya (di email terdahulu).
> jangan berbuat sesuatu yang andapun tidak ingin diperlakuka demikian.
> anda menyindir, saya bisa menyindir
> anda mencela, sayapun bisa mencela kalau saya mau.
Rosyid :
Nah kalau yang masalah ini saya jadi tidak tahu kenapa kesimpulannya
menjadi seperti itu. Tapi ya sudahlah kalau memang apa yang saya
lakukan ini cukup membuat mbak wheen berkesimpulan lain, bagi saya
pribadi mungkin saya yang salah karena telah mencoba untuk
mengingatkan sesuatu yang mungkin menyinggung perasaan mbak wheen.
Saya pribadi mohon maaf kalau memang sudah menyinggung perasaan mbak
wheen. Saya akan membiarkan saja ini berjalan seperti saat ini,
daripada akan menimbulkan friksi-friksi lagi
- whe.en9999@gmail.com Apr 14 09:14AM ^
Lach yang baik2 kan sudah diposting orang lain, sehari bisa berkali2
Njenengan tuch gimana to mas
Kalo saya juga posting yang baik, namanya milis ini indoktrinasi, saya tidak adil menyembunyikan fakta jelek.
Atau memang mas heriyadi ingin menyembunyikan fakta itu?
Sekarang,
Kenapa orang yang selalu menjelekkan arab saudi, wahabi, salafi, tidak pernah mas heriyadi bilang tidak adil?
Tapi kadang2 malah ikut mencela arab saudi, wahabi, salafi?
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Heriyadi Heriyadi" <Heriyadi.Heriyadi@id.flextronics.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 14:48:39
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
Yang jelas m wheen juga nggak adil dengan iran.
Beritanya selalu yang jelek2......
________________________________
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com]
On Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 12:58 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
kalau kebenaran parameternya manusia,
betapa malangnya saya karena hanya orang2 tertentu yang bahkan menjudge
saya kelainan psikologi, dsb
saya tahu, mas Rosyid tidak senang kepada saya karena merasa saya
menjelek2kan syiah,
padahal saya tidak berbuat demikian,
saya cuma menyampaikan info
agar kita bisa berpikir terbuka dan proposional.
Agar kita tahu kebenaran.
Apa yang saya sampaikan bisa dibaca di web2
bahkan yang miris,
baru saja saya forward warga Iran membakar Al qur'an, tak satupun
feedback dari rekan2
beda sekali jika yang dituduh salafi atau wahabi yang jelas2 mustahil
mereka membakar Al Qur'an karena itu kitab mereka
bahkan ada yang menanyakan mereka agamanya Islam atau bukan?
Allah memerintahkan untuk adil,
sudah adilkah kita menstigma salafi, wahabi dan Iran?
silahkan menilai sendiri.
usaha saya menyambung tali silaturrahimpun diabaikan,
namun tetap saja dalam pandangan anda saya yang salah.
padahal, jelas2, orang yang percaya hadits Rasulullah tahu tidak halal
tidak bertegur sapa lebih dari 3 hari.
Namun dengan sengaja, jangankan 3 hari, lebih dari 3 hari diajak
bertegursapa pun tidak mau
telp pun langsung ditutup tanpa sepatah katapun
bahkan sering telp ga diangkat
sms ga dibalas
masih anda menyalahkan sikap saya.
Apa salahnya saya menyampaikan secara terbuka kepada orang2 yang
menganut prinsip memberi masukan kepada penguasa saja boleh terang2an
koq
apalagi sesama kita?
saya tidak tahu kenapa justru hikmah ini tidak diambil
begitulah perasaan para peguasa yang seharusnya kehormatan mereka
dilindungi
tapi disisndir, dicela di muka umum.
kalau anda ingin masukan anda dihargai,
berilah masukan secara islami.
ingatlah syair imam syafii'i
ulama sekaliber imam syafii saja tidak berkenan dinasehati secara
terbuka.
namun, anda hanya bisa menasehati secara terbuka,
tapi tidak mau menerima nasehat secara terbuka
dan hanya berani menasehati saya, karena banyak temannya.
begitu satu mencela
langsung ambil kesempatan ikut2an
anda terlalu serius ingin menguasai saya agar sesuai kemauan anda
padahal, saya pernah bilang ke salah satu member,
saya menjadi "orang tengil" di milis hanya karena beberapa orang
itu saya sampaikan dengan tertawa,
silahkan cek saja ke orang tersebut
jadi sesuai hadits,
jangan berbuat sesuatu yang andapun tidak ingin diperlakuka demikian.
anda menyindir, saya bisa menyindir
anda mencela, sayapun bisa mencela kalau saya mau.
regards
whe~en
2011/4/14 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
ya betul, pepatah itu untuk semuanya. Nah daripada kita saling
sindir-sindiran mending saling bermuhasabah diri aja yuk, hilangkan
dulu ego kita, coba cek apa pendapat orang lain terhadap kita,
perilaku kita, sehingga kita menjadi umat yang lebih baik lagi :).
Kegagalan bermusahabah diri itu kebanyakan dikarenakan tidak bisa
melihat ke diri masing-masing, tidak bisa menanggalkan ego
masing-masing dari kita, sehingga apapun perkataan orang atas perilaku
kita, ucapan kita itu dianggap sebagai angin lalu, bahkan kadang
saking tinggi egonya dianggap sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.
> Quote pepatah jawa "Ajining diri ana ing lathi".
> (Whe-en)
> Betul mas rosyid, dan pepatah ini, tidak khusus buat saya, buat mas
rosyid juga, buat mas nandang, buat mas tarno, buat mas heriyadi, buat
yang tua juga kan?
> Santai saja.
> Makanya saya nulis buat mas dani, what u say is what u r, what u write
is what u r.
> *semoga tidak menimbulkan friksi baru*
> 2011/4/14 <aendangzr@yahoo.co.id>:
>> Mba wheen,benar mau tahu kenapa,kl saya yg menyindir tdk ada yg komen
tp kl
>> mba wheen selalu ada yg mengcounter?
>> Gampang sebenarnya,hal itu terjadi karena,mungkin karena mba wheen
dianggap
>> faham terhadap hadits hadits dan alquran seperti yg sering di quote
mba
>> wheen sendiri. Mungkin mereka menganggap sepertinya ada hal yg
janggal
>> antara yg sering di tulis(alquran dan hadits) dgn sikap sikap yg mba
wheen
>> ungkapkan dimilis.
>> Kalau dgn saya,mereka hanya akan menganggap angin lalu saja,karena
saya
>> selalu konsisten dgn ketidak tahuan saya...so..saya jarang sekali
mengquote
>>> no comment ah..
>>> 2011/4/12 <aendangzr@yahoo.co.id>:
>>> > Yang repot ketika donald tusk disuruh membuktikan sikap standar
ganda
>>> > ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
>>> > Subject: [Milis_Iqra] Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
>>> > Saatnya Mencopot Kedok Hipokrit Eropa
http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&view=article&id=3
2223:saatnya-mencopot-kedok-hipokrit-eropa&catid=15:lintas-warta&Itemid=
58
>>> > Manuver Polandia dalam menyikapi krisis di Libya tampaknya layak
menjadi
>>> > sorotan. Meski terbilang sebagai negara anggota NATO, namun negeri
bekas
>>> > Blok Timur itu menolak mengirim tentaranya untuk bergabung dalam
misi
>>> > intervensi militer NATO ke Libya. Tidak hanya itu saja, Perdana
Menteri
>>> > Barat dalam menghadapi sang diktator Libya, Muammar Gaddafi. Dalam
>>> > wawancara
>>> > dengan harian Gazeta Wyborcza, koran terbesar kedua di Polandia,
Donald
>>> > Tusk
>>> > mengungkapkan bahwa alasan penolakan negaranya untuk bergabung ke
dalam
>>> > misi
>>> > NATO di Libya lantaran dilatarbelakangi oleh ketidaksetujuan
Warsawa
>>> > atas
>>> > sikap mendua Eropa dan kontradiksi yang mereka tunjukkan dalam isu
hak
>>> > asasi
>>> > manusia.
>>> > Tusk menilai, jika Barat ingin benar-benar jujur semestinya mereka
sadar
>>> > bahwa masalah kediktatoran Gaddafi bukan isu baru yang hanya
muncul
>>> > dalam
>>> > beberapa bulan belakangan. Jamak diketahui, sebelum munculnya
krisis
>>> > di Libya, negara-negara Eropa telah menjual persenjataan senilai
>>> > miliaran
>>> > dolar dan menjalin kontrak kerjasama besar-besaran dengan rezim
Gaddafi
>>> > di
>>> > sektor energi. Tak ayal, hubungan intim Eropa dan Gaddafi itu
turut
>>> > berperan
>>> > besar dalam melanggengkan kekuasaan diktator Libya tersebut.
>>> > Lebih lanjut PM Polandia itu mengungkapkan bahwa Eropa hanya sudi
turun
>>> > tangan untuk membela rakyat suatu negara hanya karena daya tarik
minyak.
>>> > Karena itu, Tusk menganggap dalih yang diusung Barat dalam
intervensi
>>> > militernya ke Libya sekedar omong kosong belaka.
>>> > Tentu saja apa yang diungkap PM Polandia tersebut bukan
mengada-ngada.
>>> > Jika
>>> > kita tengok kembali pendekatan yang diterapkan Barat dalam
menyikapi
>>> > krisis
>>> > Timur Tengah dan Afrika Utara, tampak jelas kebijakan standar
ganda yang
>>> > mereka peragakan. Di satu sisi, Barat begitu ambisius melancarkan
>>> > serangan
>>> > militer ke Libya dengan dalih untuk menumbangkan rezim Gaddafi.
Namun di
>>> > sisi lain, mereka diam seribu bahasa dalam menyikapi revolusi di
Bahrain
>>> > hipokrit. Menurutnya, penentangan terhadap kezaliman suatu rezim
>>> > diktator
>>> > merupakan cita-cita universal dan sudah selayaknya Eropa
memperjuangkan
>>> > cita-cita tersebut tanpa pamrih dan bukan hanya karena godaan
minyak.
>>> > Sejak dimulainya agresi militer pasukan multinasional ke Libya,
hingga
>>> > intervensi militer yang dikomandoi NATO tersebut tak juga mampu
>>> > menumbangkan
>>> > kekuasaan Gaddafi. Sebaliknya, serangan tersebut justru banyak
memakan
>>> > korban di pihak sipil. Belakangan, Uni Eropa juga telah menyatakan
>>> > kesiapannya kepada PBB untuk mengirimkan misi kemanusiaan ke
Libya.
>>> > Namun
>>> > begitu, seperti yang disinggung PM Polandia, misi Uni Eropa kali
ini
>>> > Salamun 'ala manittaba al Huda
>>> > ARMANSYAH
>>> > --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan
yang
>>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Whe~en
>> http://wheen.blogsome.com/
>> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
urusanku, dan
>> lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku." (QS
>> 20 : 25-28)
>> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl
:125
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> --
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Legal Disclaimer:
The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 09:05AM +0700 ^
*(dani)
*
*As always Mas Her dan betul slalu, "Salah paham dan berburuk sangka lagi"
kalau kita-kita yang melakukan demikian habislah kita di berodol dengan AK47
*
(whe~en)
Mas dani
terimakasih ya, juga buat mas Heriyadi
terimakasih banyak
silahkan menuduh saya selalu salah paham dan berburuk sangka
karena kelihatannya hanya saya YANG TIDAK PERNAH PAHAM KALIMAT mas mas
namun mas mas punya kecerdasan yang sangat tinggi jadi tidak pernah salah
paham, dan tidak pernah salah memahami kalimat dan akhlak yang baik sangat
heheheheheh
hal diatas, hanya boleh dilakukan oleh mas mas, tapi tidak oleh saya,
karena pastinya ajaran Islam hanya untuk saya yang beragama islam
bukan buat mas mas ya?
menyindirlah sebelum ada yang membela saya bahwa saya disindir hehehehehehe
regards
whe~en
2011/4/12 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
- geotemi adibisma <geotemi@gmail.com> Apr 14 09:41AM +0700 ^
@mba Wn
dengan segala kerendahan hati saya, saya minta maaf kalau ada salah2 kata
mba :) tetep kritis yow... :) hehehe...
2011/4/14 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
- "Heriyadi Heriyadi" <Heriyadi.Heriyadi@id.flextronics.com> Apr 14 10:53AM +0800 ^
(wheen)
Contohnya Mr. H di milis ini, langsung samber saja perkataan Mr ADP soal saya dikira kabur ke kanan kabur ke kiri dsb,
padahal saya sudah menjawab emailnya tanggal 27 Maret 2011
apa ga malu kalo salah samber begini? heheheheh
(Heriyadi)
Dibilang Salah paham kok ngeyel!
________________________________
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 9:05 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
(dani)
As always Mas Her dan betul slalu, "Salah paham dan berburuk sangka lagi" kalau kita-kita yang melakukan demikian habislah kita di berodol dengan AK47
(whe~en)
Mas dani
terimakasih ya, juga buat mas Heriyadi
terimakasih banyak
silahkan menuduh saya selalu salah paham dan berburuk sangka
karena kelihatannya hanya saya YANG TIDAK PERNAH PAHAM KALIMAT mas mas
namun mas mas punya kecerdasan yang sangat tinggi jadi tidak pernah salah paham, dan tidak pernah salah memahami kalimat dan akhlak yang baik sangat heheheheheh
hal diatas, hanya boleh dilakukan oleh mas mas, tapi tidak oleh saya,
karena pastinya ajaran Islam hanya untuk saya yang beragama islam
bukan buat mas mas ya?
menyindirlah sebelum ada yang membela saya bahwa saya disindir hehehehehehe
regards
whe~en
2011/4/12 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
As always Mas Her dan betul slalu, "Salah paham dan berburuk sangka lagi" kalau kita-kita yang melakukan demikian habislah kita di berodol dengan AK47
SABAR SABAR SABAR
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Heriyadi Heriyadi
Sent: Tuesday, April 12, 2011 8:33 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Kok mbak wheen bisa mengasumsikan demikian?
Salah paham dan berburuk sangka lagi
________________________________
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Tuesday, April 12, 2011 7:13 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Yang jadi masalah,
anda percaya beliau berdua, atau anda ingin ikut mengkritik lebih pedas??
Ini dua hal yang berbeda.
Kalau saya, memang percaya mereka berdua, karena beliau berdua sudah menonton, makanya bisa mengkritik.
Lha anda mas Nandang, ingin mengkritik tapi tidak tahu alur ceritanya.
bisa salah seperti Mr ADP waktu film 2012, yang dikritik ga ada di filmnya.
Ini maksud saya.
Mohon fokus pada masalah.
Karena sekarang beberapa orang hanya ikut langsung menilai seseorang itu baik atau sesuatu itu jelek tanpa tahu dengan pasti.
Contohnya Mr. H di milis ini, langsung samber saja perkataan Mr ADP soal saya dikira kabur ke kanan kabur ke kiri dsb,
padahal saya sudah menjawab emailnya tanggal 27 Maret 2011
apa ga malu kalo salah samber begini? heheheheh
Seperti pernyataan anda juga mas Nandang, pengin ikut2an mengkritik tapi tidak mau ditanya sudah melihat belum filmnya. trus ga mau mencantumkan referensinya darimana.
Padahal saya sudah advise,
sertakan saja sumbernya, menurut KH Cholil Ridwan atau menurut Bpk. Adian Husaini, dsb.... alur ceritanya sebagai berikut, jika alur ceritanya demikian, maka pendapat saya dalah.....
bukan menurut saya, film ini begini begitu
bagaimana bisa menurut anda, lha wong belum tahu ceritanya.
:-)
regards
whe~en
2011/4/12 <aendangzr@yahoo.co.id>
Yg satu ketua MUI KH. Cholil ridwan, yg satu lg bpk Adian husaini orang yg getol mengkritik kaum sepilis, dua duanya orang yg capable,mereka sudah menyatakan kekecewaanya, untuk apa lagi saya nonton hanya untuk mengkritik. Sy denger saja katta mereka,saat ini saya msh percaya,walaupun hanya kenal dari tulisan2nya.
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
________________________________
From: whe.en9999@gmail.com
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 15:55:36 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
(Mas Nandang)
Mudah 2an tidak ada yg bertanya sudah nonton filmnya atau belum,kok berani mengkritik?
(Whe-en)
Mas nandang,
Dibawah saya copikan lagi BUKTI bahwa yang berpendapat sudah menonton
1. Kh cholil ridwan menonton filmnya :
Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film "?"
2. Adian Husaini juga sudah menonton baru berpendapat
"Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, ...
Silahkan menilai sendiri, yang mengkritik sudah menonton, kecuali mas Nandang mungkin tentunya, yang ingin ikut2an mengkritik tapi tidak tahu filmnya seperti apa sehingga membuat pernnyataan yang menyindir saya, diikuti mr ADP, diikuti salah seorang yang juga ikut2an menyerang saya sebagai pribadi seperti biasa.
--
Adian Husaini: Lebay, Stereotype Jahat Film Hanung
Jakarta (voa-islam) – Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film "?" (tanda tanya) yang disutradarai Hanung Bramantyo. Pemerhati Paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) Adian Husaini juga menyatakan kekecewaannya.
"Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas. Hanung ingin menggambarkan kerukunan, tapi justru memberi stereotype yang buruk tentang Islam."
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________
From: aendangzr@yahoo.co.id
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 02:50:15 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Siap siap saja kita umat muslim menerima pernghinaan yg lebih lagi dari sekedar film ini dengan dalih kebebasan berkarya baik lewat film maupun lewat media lainya. Karena semakin lama kualitas pelecehanya akan semakin meningkat dan semakin berani.
Mudah 2an tidak ada yg bertanya sudah nonton filmnya atau belum,kok berani mengkritik?
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
________________________________
From: Hadi Muttaqien <hadimttq@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 07:52:04 +0700
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Menurut saya judul film "Murtadin" sangat tepat, dan Hanung itu kelompok Islam minder, memang harus kita sadarakan untuk jangan selalu memojokkan Ummat Islam, dan memberi pengertian adegan atau kata2 apa yang bisa "menyakitkan" Ummat Islam. Dan Ummat Islam juga harus membuat film tandingannya.
Menurut saya film2 Hanung sangat membahayakan Ummat Islam di daerah minoritas, karena mereka bisa membuat alasan Ummat Islamlah yang membunuh/menusuk non Muslim duluan. Atau memang demikian tujuan Hanung?
2011/4/11 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Jum'at, 08 Apr 2011
Cetak | Kirim <http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/08/14049/film-hanung-layak-diberi-judul-sang-murtadin/>
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/08/14049/film-hanung-layak-diberi-judul-sang-murtadin/
Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Jakarta (voa-islam) - Toleransi ala Hanung seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film "?" terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal.
Setelah Film "Perempuan Berkalung Surban" menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda "?" (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly.
Film "?" merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik), dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.
"Saya pilih tempat di Semarang, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap umat beragama yang berbeda. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Saya ingin berstatmen dalam bentuk film," tukas Hanung.
Saat menyaksikan launcing pemutaran film berdurasi 100 menit ini di bioskop Jakarta Teater, voa islam mencatat, ada beberapa adegan yang sangat menyengat dan melukai hati umat Islam. Aroma pluralisme sudah bisa dirakan saat melihat poster film itu dengan kata: "masih pentingkah kita berbeda?". Bahkan Hanung akan memberi doorprize senilai Rp. 100 juta kepada penonton yang memberikan judul untuk film "?" ini.
Melukai Umat Islam
Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.
Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan "Cino" (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam.
Dangan dalih toleransi, Hanung juga menciptakan adegan seorang Muslimah berkerudung yang merasa nyaman bekerja di sebuah rumah makan (restoran) yang menyajikan daging babi yang diharamkan oleh Islam. Toleransi ala Hanung ingin mengesankan, bahwa muslimah yang diperankan oleh Revalina S Temat adalah muslimah yang ideal, yang bisa menghargai sebuah perbedaan. Meski tidak sampai memakannya, tidak terlihat kegalauan hati dari seorang Muslimah, seolah daging babi bukan sesuatu yang diharamkan.
Di sela adegan itu, ada seorang Muslimah yang menolak bekerja di sebuah restoran yang sama, dengan alasan prinsip agama yang dipegang. Namun, cara pandang Hanung yang keliru, ingin menunjukkan bahwa Muslimah yang menolak bekerja di restoran Cina karena menyajikan daging babi itu sabagai muslimah yang tidak toleran.
Sang Murtadin
Adegan yang menyesatkan lainnya adalah ketika seorang wanita (diperankan Endhita) yang sebelumnya beragama Islam kemudian berpindah agama alias murtad menjadi seorang pemeluk Nasrani yang taat. Ada sebuah ungkapa yang terlontar dari bibir sang murtadin tadi, bahwa dirinya pindah agama tidak berarti mengkhinati Tuhan. Pesan yang disampaikan dalam film ini adalah manusia berhak menjadi murtad, dan itu adalah hak asasi yang patut dihargai.
Adegan yang lebih menyengat lagi adalah ketika seorang pemuda Muslim (diperankan Agus Kuncoro) bersedia diajak bermain drama di sebuah gereja pada perayaan Paskah, dengan memerankan sebagai Yesus Kristus. Mulanya hatinya galau, tapi setelah berkonsultasi pada seorang ustadz muda (diperankan oleh David Khalik), ditemukan jawaban yang amat sesat menyesatkan.
Katanya, bahwa untuk menjaga keimanan bukan terletak pada fisik, melainkan hati. Maka masuk gereja, bahkan memerankan aktor sebagai Yesus sekalipun bukan sesuatu yang subhat dan diharamkan. Bagi Hanung, hal itu tak perlu dipersoalkan.
Serasa kontras, usai memerankan Yesus, pemuda muslim yang sehari-hari tinggal di masjid itu pun melafadzkan QS. Al Ikhlas. Hanung ingin menggambarkan, memerankan Yesus bukan ancaman yang bisa mendangkalkan akidah keislaman seseorang. Justru ia semakin shaleh. Inilah kampanye pluralisme yang diusung Hanung.
Kok bisa, QS Al Ikhlas yang menegaskan bahwa Dia (Allah Swt) Tuhan yang Maha Esa. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tapi oleh Hanung, Al Ikhlas ditafsirkan secara serampangan dengan kacamata pluralis, yang membenarkan Yesus sebagai anak Tuhan. Setidaknya Hanung memnghantarkan seorang Muslim menjadi hipokrit bahkan musyrik.
Adegan yang terasa lebay juga dilukiskan Hanung, pada saat restoran Cina mengalami kerugian saat memasuki bulan Ramadhan dimana umat Islam sedang berpuasa. Ada kesan, bahwa pelanggan restoran yang suka makan daging babi itu adalah dari umat Islam. Sehingga ketika umat islam sedang menjalankan ibadah puasa, maka restoran pun menjadi sepi. Bahkan pada saat lebaran, pemilik restoran Cina itu lagi-lagi melarang karyawannya untuk libur atau pulang kampung, dengan alasan restoran merugi, karena terlalu lama libur.
Konyolnya, diciptakan insiden penyerangan terhadap restoran Cina itu oleh sekelompok umat Islam dengan membawa kayu dan terjadi tindakan anarkis yang disertai pemukulan. Hanung lagi-lagi membuat stereotype buruk atas umat Islam yang suka dengan anarkis. Bisa dibayangkan, apa mungkin di hari lebaran umat Islam melakukan penyerangan dan perusakan. Hanung yang mengaku Muslim nampak lebay dan tidak waras, dimana umat Islam digambarkan sebagai makhluk yang bengis dan biadab.
Adegan Banser yang menjaga gereja pun digambarkan sebagai hero. Oleh Hanung, Banser NU adalah sebuah pekerjaan yang disediakan untuk para pengangguran, seperti Soleh (diperankan oleh Reza Rahadian). Dari banyak adegan dalam film tersebut, nampak alur cerita yang tidak sistematis, tergesa-gesa, vulgar, sarkasme, sekedar simbolik untuk mendramatisir kisah yang penuh amarah, dan jauh dari kualitas. Film Hanung tak ubahnya "sampah" yang melukai hati umat Islam.
Hanung sepertinya pura-pura bodoh, ketika ditanya apa itu pluralisme. Bahkan ia mengelak film garapannya itu punya motif untuk mengkampanyekan pluralisme. "Saya tidak mengerti apa itu pluralisme. Nanti, kalau saya bilang, film itu pluralisme, nanti golongan pluralis akan berusaha memanfaatkan. Begitu juga kalau saya bilang ini liberal, nanti mereka akan mengklaimnya juga."
Jadi istilah pluralisme buat Hanung tidak lagi sesederhana istilahnya saja karena di dalamnya sudah ada muatan politis, pergerakan dan keyakinan. Saya berusaha melepas diri dari itu semua. Saya adalah peribadi yang hanya berusaha memotret semua persoalan yang berkelindan di dalam diri saya.
Ketika ditanya, bagaimana anda memahami pluralisme? Hanung mengaku tidak tahu pluralisme itu apa, karena ia sangat hati-hati dengan istilah pluralisme. "Makanya saya kasih judul film itu hanya tanda tanya," ujarnya berdalih.
Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film "?" ini, maka pantas, jika film ini diberi judul "Sang Murtadin". Setuju??? ● Desastian
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung :
- whe.en9999@gmail.com Apr 14 04:01AM ^
Temi,
Jangan minta maaf, temi kan ga salah apa2.
Jangan khawatir tem,
Rasulullah sudah mengingatkan, seseorang yang memegang sunnahnya seperti memegang bara api.
Insya Allah, Saya akan tetap berpendapat sesuai hujjah yang saya anggap paling kuat walaupun tangan saya melepuh mempertahankan bara atau sunnah tersebut.
Begitu temi
Temi sendiri bagaimana?
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: geotemi adibisma <geotemi@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 14 Apr 2011 09:41:11
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
@mba Wn
dengan segala kerendahan hati saya, saya minta maaf kalau ada salah2 kata
mba :) tetep kritis yow... :) hehehe...
2011/4/14 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
- "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com> Apr 14 03:01PM +0700 ^
Mas Hery, kalau si fulanah itu ga pernah salah paham, Kita-kita doank yang waras harus ngalah……
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Heriyadi Heriyadi
Sent: Thursday, April 14, 2011 9:53 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
(wheen)
Contohnya Mr. H di milis ini, langsung samber saja perkataan Mr ADP soal saya dikira kabur ke kanan kabur ke kiri dsb,
padahal saya sudah menjawab emailnya tanggal 27 Maret 2011
apa ga malu kalo salah samber begini? heheheheh
(Heriyadi)
Dibilang Salah paham kok ngeyel!
_____
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 9:05 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
(dani)
As always Mas Her dan betul slalu, "Salah paham dan berburuk sangka lagi" kalau kita-kita yang melakukan demikian habislah kita di berodol dengan AK47
(whe~en)
Mas dani
terimakasih ya, juga buat mas Heriyadi
terimakasih banyak
silahkan menuduh saya selalu salah paham dan berburuk sangka
karena kelihatannya hanya saya YANG TIDAK PERNAH PAHAM KALIMAT mas mas
namun mas mas punya kecerdasan yang sangat tinggi jadi tidak pernah salah paham, dan tidak pernah salah memahami kalimat dan akhlak yang baik sangat heheheheheh
hal diatas, hanya boleh dilakukan oleh mas mas, tapi tidak oleh saya,
karena pastinya ajaran Islam hanya untuk saya yang beragama islam
bukan buat mas mas ya?
menyindirlah sebelum ada yang membela saya bahwa saya disindir hehehehehehe
regards
whe~en
2011/4/12 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
As always Mas Her dan betul slalu, "Salah paham dan berburuk sangka lagi" kalau kita-kita yang melakukan demikian habislah kita di berodol dengan AK47
cid:image003.jpg@01CBF960.30AA60C0
SABAR SABAR SABAR
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Heriyadi Heriyadi
Sent: Tuesday, April 12, 2011 8:33 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Kok mbak wheen bisa mengasumsikan demikian?
Salah paham dan berburuk sangka lagi
_____
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Tuesday, April 12, 2011 7:13 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Yang jadi masalah,
anda percaya beliau berdua, atau anda ingin ikut mengkritik lebih pedas??
Ini dua hal yang berbeda.
Kalau saya, memang percaya mereka berdua, karena beliau berdua sudah menonton, makanya bisa mengkritik.
Lha anda mas Nandang, ingin mengkritik tapi tidak tahu alur ceritanya.
bisa salah seperti Mr ADP waktu film 2012, yang dikritik ga ada di filmnya.
Ini maksud saya.
Mohon fokus pada masalah.
Karena sekarang beberapa orang hanya ikut langsung menilai seseorang itu baik atau sesuatu itu jelek tanpa tahu dengan pasti.
Contohnya Mr. H di milis ini, langsung samber saja perkataan Mr ADP soal saya dikira kabur ke kanan kabur ke kiri dsb,
padahal saya sudah menjawab emailnya tanggal 27 Maret 2011
apa ga malu kalo salah samber begini? heheheheh
Seperti pernyataan anda juga mas Nandang, pengin ikut2an mengkritik tapi tidak mau ditanya sudah melihat belum filmnya. trus ga mau mencantumkan referensinya darimana.
Padahal saya sudah advise,
sertakan saja sumbernya, menurut KH Cholil Ridwan atau menurut Bpk. Adian Husaini, dsb.... alur ceritanya sebagai berikut, jika alur ceritanya demikian, maka pendapat saya dalah.....
bukan menurut saya, film ini begini begitu
bagaimana bisa menurut anda, lha wong belum tahu ceritanya.
:-)
regards
whe~en
2011/4/12 <aendangzr@yahoo.co.id>
Yg satu ketua MUI KH. Cholil ridwan, yg satu lg bpk Adian husaini orang yg getol mengkritik kaum sepilis, dua duanya orang yg capable,mereka sudah menyatakan kekecewaanya, untuk apa lagi saya nonton hanya untuk mengkritik. Sy denger saja katta mereka,saat ini saya msh percaya,walaupun hanya kenal dari tulisan2nya.
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
_____
From: whe.en9999@gmail.com
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 15:55:36 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
(Mas Nandang)
Mudah 2an tidak ada yg bertanya sudah nonton filmnya atau belum,kok berani mengkritik?
(Whe-en)
Mas nandang,
Dibawah saya copikan lagi BUKTI bahwa yang berpendapat sudah menonton
1. Kh cholil ridwan menonton filmnya :
Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film "?"
2. Adian Husaini juga sudah menonton baru berpendapat
"Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, ...
Silahkan menilai sendiri, yang mengkritik sudah menonton, kecuali mas Nandang mungkin tentunya, yang ingin ikut2an mengkritik tapi tidak tahu filmnya seperti apa sehingga membuat pernnyataan yang menyindir saya, diikuti mr ADP, diikuti salah seorang yang juga ikut2an menyerang saya sebagai pribadi seperti biasa.
--
Adian Husaini: Lebay, Stereotype Jahat Film Hanung
Jakarta (voa-islam) – Bukan hanya Ketua MUI KH. Cholil Ridwan yang menyatakan kecewa setelah menonton film "?" (tanda tanya) yang disutradarai Hanung Bramantyo. Pemerhati Paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) Adian Husaini juga menyatakan kekecewaannya.
"Setelah saya melihat triller film ini yang lebih dulu disebarkan di You Tube, hingga menonton langsung filmnya malam ini, jelas sekali, film ini sangat merusak, berlebihan, dan melampaui batas. Hanung ingin menggambarkan kerukunan, tapi justru memberi stereotype yang buruk tentang Islam."
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
_____
From: aendangzr@yahoo.co.id
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 02:50:15 +0000
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Siap siap saja kita umat muslim menerima pernghinaan yg lebih lagi dari sekedar film ini dengan dalih kebebasan berkarya baik lewat film maupun lewat media lainya. Karena semakin lama kualitas pelecehanya akan semakin meningkat dan semakin berani.
Mudah 2an tidak ada yg bertanya sudah nonton filmnya atau belum,kok berani mengkritik?
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
_____
From: Hadi Muttaqien <hadimttq@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Mon, 11 Apr 2011 07:52:04 +0700
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Menurut saya judul film "Murtadin" sangat tepat, dan Hanung itu kelompok Islam minder, memang harus kita sadarakan untuk jangan selalu memojokkan Ummat Islam, dan memberi pengertian adegan atau kata2 apa yang bisa "menyakitkan" Ummat Islam. Dan Ummat Islam juga harus membuat film tandingannya.
Menurut saya film2 Hanung sangat membahayakan Ummat Islam di daerah minoritas, karena mereka bisa membuat alasan Ummat Islamlah yang membunuh/menusuk non Muslim duluan. Atau memang demikian tujuan Hanung?
2011/4/11 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Jum'at, 08 Apr 2011
Image removed by sender.Cetak | <http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/08/14049/film-hanung-layak-diberi-judul-sang-murtadin/> Image removed by sender.Kirim
http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/04/08/14049/film-hanung-layak-diberi-judul-sang-murtadin/
Film '?' Hanung Layak Diberi Judul 'Sang Murtadin'
Jakarta (voa-islam) - Toleransi ala Hanung seperti jalan yang menghantarkan umat ini pada sebuah pendangkalan aqidah dan jembatan menuju Neraka. Aroma pluralisme dalam film "?" terasa begitu menyengat. Stereotype umat Islam yang buruk, dilukiskan Hanung dengan cara pandang yang lebay, tendensius, dan fatal.
Setelah Film "Perempuan Berkalung Surban" menuai kontroversi, Sutradara Hanung Bramantyo kembali menggarap film terbarunya yang hanya diberi tanda "?" (tanda tanya). Difilm ke-14 nya tersebut, Hanung menggaet beberapa bintang film muda, seperti Reza Rahardian, Revalina S Temat, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, Hengky Sulaeman, David Chalik, dan Glenn Fredly.
Film "?" merupakan hasil produksi kerjasama antara Mahaka Picture dan Dapur Film ini, dimana Erick Thohir sebagai Produser Eksekutifnya, Titien Wattimena (penulis naskah), Tya Subiakto (penata musik), dan Yadi Sugandi (penata fotografi). Untuk lokasi syuting dipilih di kota Semarang, Jawa Tengah.
"Saya pilih tempat di Semarang, karena di sana ada lima agama, tapi tidak pernah terjadi penusukan terhadap umat beragama yang berbeda. Ini sebuah film yang menceritakan kegelisahan saya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Saya ingin berstatmen dalam bentuk film," tukas Hanung.
Saat menyaksikan launcing pemutaran film berdurasi 100 menit ini di bioskop Jakarta Teater, voa islam mencatat, ada beberapa adegan yang sangat menyengat dan melukai hati umat Islam. Aroma pluralisme sudah bisa dirakan saat melihat poster film itu dengan kata: "masih pentingkah kita berbeda?". Bahkan Hanung akan memberi doorprize senilai Rp. 100 juta kepada penonton yang memberikan judul untuk film "?" ini.
Melukai Umat Islam
Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.
Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan "Cino" (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi murahan yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam.
Dangan dalih toleransi, Hanung juga menciptakan adegan seorang Muslimah berkerudung yang merasa nyaman bekerja di sebuah rumah makan (restoran) yang menyajikan daging babi yang diharamkan oleh Islam. Toleransi ala Hanung ingin mengesankan, bahwa muslimah yang diperankan oleh Revalina S Temat adalah muslimah yang ideal, yang bisa menghargai sebuah perbedaan. Meski tidak sampai memakannya, tidak terlihat kegalauan hati dari seorang Muslimah, seolah daging babi bukan sesuatu yang diharamkan.
Di sela adegan itu, ada seorang Muslimah yang menolak bekerja di sebuah restoran yang sama, dengan alasan prinsip agama yang dipegang. Namun, cara pandang Hanung yang keliru, ingin menunjukkan bahwa Muslimah yang menolak bekerja di restoran Cina karena menyajikan daging babi itu sabagai muslimah yang tidak toleran.
Sang Murtadin
Adegan yang menyesatkan lainnya adalah ketika seorang wanita (diperankan Endhita) yang sebelumnya beragama Islam kemudian berpindah agama alias murtad menjadi seorang pemeluk Nasrani yang taat. Ada sebuah ungkapa yang terlontar dari bibir sang murtadin tadi, bahwa dirinya pindah agama tidak berarti mengkhinati Tuhan. Pesan yang disampaikan dalam film ini adalah manusia berhak menjadi murtad, dan itu adalah hak asasi yang patut dihargai.
Adegan yang lebih menyengat lagi adalah ketika seorang pemuda Muslim (diperankan Agus Kuncoro) bersedia diajak bermain drama di sebuah gereja pada perayaan Paskah, dengan memerankan sebagai Yesus Kristus. Mulanya hatinya galau, tapi setelah berkonsultasi pada seorang ustadz muda (diperankan oleh David Khalik), ditemukan jawaban yang amat sesat menyesatkan.
Katanya, bahwa untuk menjaga keimanan bukan terletak pada fisik, melainkan hati. Maka masuk gereja, bahkan memerankan aktor sebagai Yesus sekalipun bukan sesuatu yang subhat dan diharamkan. Bagi Hanung, hal itu tak perlu dipersoalkan.
Serasa kontras, usai memerankan Yesus, pemuda muslim yang sehari-hari tinggal di masjid itu pun melafadzkan QS. Al Ikhlas. Hanung ingin menggambarkan, memerankan Yesus bukan ancaman yang bisa mendangkalkan akidah keislaman seseorang. Justru ia semakin shaleh. Inilah kampanye pluralisme yang diusung Hanung.
Kok bisa, QS Al Ikhlas yang menegaskan bahwa Dia (Allah Swt) Tuhan yang Maha Esa. Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Tapi oleh Hanung, Al Ikhlas ditafsirkan secara serampangan dengan kacamata pluralis, yang membenarkan Yesus sebagai anak Tuhan. Setidaknya Hanung memnghantarkan seorang Muslim menjadi hipokrit bahkan musyrik.
Adegan yang terasa lebay juga dilukiskan Hanung, pada saat restoran Cina mengalami kerugian saat memasuki bulan Ramadhan dimana umat Islam sedang berpuasa. Ada kesan, bahwa pelanggan restoran yang suka makan daging babi itu adalah dari umat Islam. Sehingga ketika umat islam sedang menjalankan ibadah puasa, maka restoran pun menjadi sepi. Bahkan pada saat lebaran, pemilik restoran Cina itu lagi-lagi melarang karyawannya untuk libur atau pulang kampung, dengan alasan restoran merugi, karena terlalu lama libur.
Konyolnya, diciptakan insiden penyerangan terhadap restoran Cina itu oleh sekelompok umat Islam dengan membawa kayu dan terjadi tindakan anarkis yang disertai pemukulan. Hanung lagi-lagi membuat stereotype buruk atas umat Islam yang suka dengan anarkis. Bisa dibayangkan, apa mungkin di hari lebaran umat Islam melakukan penyerangan dan perusakan. Hanung yang mengaku Muslim nampak lebay dan tidak waras, dimana umat Islam digambarkan sebagai makhluk yang bengis dan biadab.
Adegan Banser yang menjaga gereja pun digambarkan sebagai hero. Oleh Hanung, Banser NU adalah sebuah pekerjaan yang disediakan untuk para pengangguran, seperti Soleh (diperankan oleh Reza Rahadian). Dari banyak adegan dalam film tersebut, nampak alur cerita yang tidak sistematis, tergesa-gesa, vulgar, sarkasme, sekedar simbolik untuk mendramatisir kisah yang penuh amarah, dan jauh dari kualitas. Film Hanung tak ubahnya "sampah" yang melukai hati umat Islam.
Hanung sepertinya pura-pura bodoh, ketika ditanya apa itu pluralisme. Bahkan ia mengelak film garapannya itu punya motif untuk mengkampanyekan pluralisme. "Saya tidak mengerti apa itu pluralisme. Nanti, kalau saya bilang, film itu pluralisme, nanti golongan pluralis akan berusaha memanfaatkan. Begitu juga kalau saya bilang ini liberal, nanti mereka akan mengklaimnya juga."
Jadi istilah pluralisme buat Hanung tidak lagi sesederhana istilahnya saja karena di dalamnya sudah ada muatan politis, pergerakan dan keyakinan. Saya berusaha melepas diri dari itu semua. Saya adalah peribadi yang hanya berusaha memotret semua persoalan yang berkelindan di dalam diri saya.
Ketika ditanya, bagaimana anda memahami pluralisme? Hanung mengaku tidak tahu pluralisme itu apa, karena ia sangat hati-hati dengan istilah pluralisme. "Makanya saya kasih judul film itu hanya tanda tanya," ujarnya berdalih.
Bila Hanung mempersilahkan penonton memberi judul film "?" ini, maka pantas, jika film ini diberi judul "Sang Murtadin". Setuju??? ● Desastian
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
- geotemi adibisma <geotemi@gmail.com> Apr 14 02:18PM +0700 ^
Hehehe... ga salah gpp kan minta maaf sebelumnya :)
gini mba, mungkin yang harus saya garisbawahi itu cara komunikasi mba,
mungkin ada yang kurang pas dan salah diterima :) hal yang wajar menurut
saya...
@untuk mas2 yang lain
Mungkin ada baiknya memberitahukan kesalahpahaman yang dimaksud (bila memang
terasa ngganjel), karena mungkin saja mba Wn juga gak tau/tidak sadar atau
salah mengartikan dari hal sebelumnya..
Dalam berkomunikasi biasanya ada gesekan atau hal yang tidak sesuai dengan
hati, so perlu ada tabayyun dan saling mengingatkan :) mohon maaf newbie
hanya beropini pribadi tentang hal ini..
2011/4/14 <whe.en9999@gmail.com>
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 08:12AM +0700 ^
Kalau menggunakan shuttle eksekutif, nanti ada yang bilang *kurang berempati
dengan yang lain,*
tapi lebih baik saya dibilang kurang berempati lach daripada (sengaja)
didesek desek lawan jenis.
===
Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Selasa, 12/04/2011 09:16 WIB |
email<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/send/dilema-perempuan-pengguna-bis-kota>|
print<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/cetak/dilema-perempuan-pengguna-bis-kota>
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/dilema-perempuan-pengguna-bis-kota.htm
Sore itu seperti sore-sore biasanya di akhir pekan, berada di dalam bis
kuning 510 yang akan membawa saya pulang ke rumah tercinta. Ya, rutinitas
yang sungguh menyebalkan dan memprihatinkan bukan? Bagaimana tidak, saya
harus berdesak-desakan berada dalam kendaraan umum yang sangat tidak
manusiawi.
Dengan cuaca panas, pengap di dalam bis yang penuh sesak, penuh berisi
beragam orang dari beragam aktivitas. Menghadapi pak kenek bis yang seolah
tak punya hati terus saja memasukkan penumpang pada bis yang nyatanya sudah
*overload *ini. Rasanya ingin sekali teriak, "*don't push me!!!"*, lalu
terpikir andaikan saya menjadi bunga mawar, pastinya akan baik sekali. Tidak
akan ada yang berani mendorong saya, karena pasti akan terkena duri-duri
saya yang tajam, Hehehe … khayalan tingkat tinggi nih.
Sejak awal menjadi pengguna bis umum ini, saya sudah punya trik-trik aman
agar tidak harus berdesak-desakan dengan penumpang lain, laki-laki
khususnya. Namun terkadang trik-trik ini pun bisa meleset, sehingga kadang
tetap saja harus berpasrah dengan kondisi yang ada. Yang sangat disayangkan,
tidak semua perempuan dapat memosisikan dirinya dengan aman ketika berada
dalam bis yang tak berperi-kewanitaan ini. Sungguh miris rasanya jika harus
melihat sesama perempuan mengalami pelecehan-pelecehan di dalam bis ini,
apalagi perempuan tersebut adalah akhwat yang saya kenal. Harus bagaimanakah
kami sebagai perempuan?
Ya. Perempuan. Betapa menjadi seorang perempuan itu penuh fitnah dan ujian
bukan?
Teringat ketika membaca shiroh Nabawi, bahwasanya disana jelas, ketika masa
jahiliah dulu dimana Nabi Muhammad belum diutus oleh Allah untuk
menyempurnakan akhlak, perempuan berada pada titik terendah. Bayi-bayi
perempuan yang lahir merupakan aib bagi keluarga, maka harus dibunuh,
dikubur hidup-hidup. Laki-laki berhak menikah dengan berapapun banyaknya
perempuan dan dengan siapapun yang dia inginkan, bahkan dengan ibunya atau
saudara perempuannya sekalipun. Sungguh perempuan pada masa itu tidak ada
nilainya sama sekali.
Lantas hadirlah Rasulullah. Sang rembulan penerang kegelapan. Beliau
mengangkat tinggi derajat para perempuan. Maka inilah penyetaraan gender
yang sesungguhnya. Dari kerendahan yang sangat, Rasulullah membawa kaum
perempuan ke derajat tertinggi. Perempuan kini berhak atas hidupnya sendiri.
Perempuan pun semakin ditinggikan derajatnya dengan turunnya perintah
menutup aurat atau berhijab.
"*Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang,"* (QS Al.Ahzab; 59)
Betapa indah dan menyeluruhnya agama Islam ini bukan?
Kembali ke kasus yang saya hadirkan di awal, betapa saat ini perempuan
seolah kembali ketitik nol nilainya. Penggunaan kendaraan umum khususnya bis
kota yang menyebabkan bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang
bukan muhrim menunjukan kemerosotan nilai tersebut. Perempuan seolah tak
diberi pilihan lain dalam masalah ini. Kebutuhan akan berkendara
mengharuskan kami wara-wiri pulang pergi dengan kendaraan umum. Terutama
bagi para perempuan yang belum bersuami, tidak ada yang siap sedia untuk
selalu mengantar-jemputnya ke berbagai tempat. Maka bis kota sebagai sarana
transportasi yang tergolong murah meriah selalu menjadi pilihan utama para
perempuan.
Yang sangat disayangkan pula adalah kurang pedulinya kaum perempuan terhadap
dirinya sendiri. Dengan tidak menjaga auratnya, menggunakan pakaian-pakaian
tak layak yang tentu saja akan menggoda para lelaki hidung belang untuk
melakuka pelecehan. Sungguh ironis sekali bukan?
Untuk memperbaiki itu semua adalah merupakan PR kita bersama. Masyarakat,
aktivis dakwah dan tentu saja pemerintah setempat yang memiliki kewenangan
atas segala kebijakan-kebijakan terkait masalah transportasi di negara kita
ini.
Dengan menyeimbangan antara usaha memperbaiki akhlak atau moral masyarakat
setempat serta didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah terkait hal-hal
tersebut, maka sedikit demi sedikit tindak kriminal dan pelecehan seksual
yang ada terhadap perempuan akan dapat dikurangi.
Berkaca dari negara-negara lain, betapa pemerintah kita sudah cukup
tertinggal untuk masalah yang satu ini. Pemerintah Malaysia sejak April 2010
sudah menyediakan gerbong khusus perempuan di jalur Kuala Lumpur-Port Klang.
Pemberlakuan itu untuk menghormati perempuan muslim. Itu pula yang terjadi
di Mumbai, India. Pemerintah kota itu mengadakan bis dan gerbong khusus
perempuan sejak tahun 2007. Bahkan di Bangkok, Thailand, pun demikian. Bis
khusus perempuan tak hanya melayani rute dalam kota, tetapi juga luar kota.
Sedangkan di Jepang, Nepal dan Filipina, pengadaan angkutan khusus perempuan
sudah ada sejak lama.
Di Indonesia pun pada awal 2007 silam sudah diadakan *launching* bis khusus
perempuan di Pekanbaru. Namun ini belum berdampak banyak bagi para
perempuan, di kota- kota besar khususnya seperti Jakarta, Surabaya, Bandung,
Semarang, Yogyakarta, yang angka pelecehannya agak tinggi.
So, kami kaum perempuan menanti kebijakan para pemerintah terkait permasalah
transportasi ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan petunjukNya.
Wallahu'alam.
Penulis: *Rizki Adawiyah*, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, UIN
Syarif Hidayatullah, Jakarta (ismikiki. http://punyaadawiyah.blogspot.com)
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
- "Sutarno Sutarno" <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com> Apr 14 09:45AM +0800 ^
Mbak, Alngkah bijaksananya mbak when yang sering membawakan hadis,Ayat
Quran benar-benar memahami dan melaksanakan apa yang mbak when
sampaikan,
Setahu saya mbak when pernah meng quote hadis tentang menyindir,tapi
kalimat mbak when dibawah ini apakah gak ada maksud niat menyindir.
Saya Rasa jangan sampai kita,...
" Kalau menggunakan shuttle eksekutif, nanti ada yang bilang kurang
berempati dengan yang lain,
tapi lebih baik saya dibilang kurang berempati lach daripada (sengaja)
didesek desek lawan jenis. "
Tapi kalau menangkap kalimat diatas ada maksud menyindir,
Moga dilolosin email ini,
Terima kasih
________________________________
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com]
On Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 8:12 AM
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Kalau menggunakan shuttle eksekutif, nanti ada yang bilang kurang
berempati dengan yang lain,
tapi lebih baik saya dibilang kurang berempati lach daripada (sengaja)
didesek desek lawan jenis.
===
Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Selasa, 12/04/2011 09:16 WIB | email
<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/send/dilema-perempuan-pengguna
-bis-kota> | print
<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/cetak/dilema-perempuan-penggun
a-bis-kota>
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/dilema-perempuan-pengguna-bis-k
ota.htm
Sore itu seperti sore-sore biasanya di akhir pekan, berada di dalam bis
kuning 510 yang akan membawa saya pulang ke rumah tercinta. Ya,
rutinitas yang sungguh menyebalkan dan memprihatinkan bukan? Bagaimana
tidak, saya harus berdesak-desakan berada dalam kendaraan umum yang
sangat tidak manusiawi.
Dengan cuaca panas, pengap di dalam bis yang penuh sesak, penuh berisi
beragam orang dari beragam aktivitas. Menghadapi pak kenek bis yang
seolah tak punya hati terus saja memasukkan penumpang pada bis yang
nyatanya sudah overload ini. Rasanya ingin sekali teriak, "don't push
me!!!", lalu terpikir andaikan saya menjadi bunga mawar, pastinya akan
baik sekali. Tidak akan ada yang berani mendorong saya, karena pasti
akan terkena duri-duri saya yang tajam, Hehehe ... khayalan tingkat
tinggi nih.
Sejak awal menjadi pengguna bis umum ini, saya sudah punya trik-trik
aman agar tidak harus berdesak-desakan dengan penumpang lain, laki-laki
khususnya. Namun terkadang trik-trik ini pun bisa meleset, sehingga
kadang tetap saja harus berpasrah dengan kondisi yang ada. Yang sangat
disayangkan, tidak semua perempuan dapat memosisikan dirinya dengan aman
ketika berada dalam bis yang tak berperi-kewanitaan ini. Sungguh miris
rasanya jika harus melihat sesama perempuan mengalami
pelecehan-pelecehan di dalam bis ini, apalagi perempuan tersebut adalah
akhwat yang saya kenal. Harus bagaimanakah kami sebagai perempuan?
Ya. Perempuan. Betapa menjadi seorang perempuan itu penuh fitnah dan
ujian bukan?
Teringat ketika membaca shiroh Nabawi, bahwasanya disana jelas, ketika
masa jahiliah dulu dimana Nabi Muhammad belum diutus oleh Allah untuk
menyempurnakan akhlak, perempuan berada pada titik terendah. Bayi-bayi
perempuan yang lahir merupakan aib bagi keluarga, maka harus dibunuh,
dikubur hidup-hidup. Laki-laki berhak menikah dengan berapapun banyaknya
perempuan dan dengan siapapun yang dia inginkan, bahkan dengan ibunya
atau saudara perempuannya sekalipun. Sungguh perempuan pada masa itu
tidak ada nilainya sama sekali.
Lantas hadirlah Rasulullah. Sang rembulan penerang kegelapan. Beliau
mengangkat tinggi derajat para perempuan. Maka inilah penyetaraan gender
yang sesungguhnya. Dari kerendahan yang sangat, Rasulullah membawa kaum
perempuan ke derajat tertinggi. Perempuan kini berhak atas hidupnya
sendiri.
Perempuan pun semakin ditinggikan derajatnya dengan turunnya perintah
menutup aurat atau berhijab.
"Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang," (QS Al.Ahzab; 59)
Betapa indah dan menyeluruhnya agama Islam ini bukan?
Kembali ke kasus yang saya hadirkan di awal, betapa saat ini perempuan
seolah kembali ketitik nol nilainya. Penggunaan kendaraan umum khususnya
bis kota yang menyebabkan bercampur baurnya antara laki-laki dan
perempuan yang bukan muhrim menunjukan kemerosotan nilai tersebut.
Perempuan seolah tak diberi pilihan lain dalam masalah ini. Kebutuhan
akan berkendara mengharuskan kami wara-wiri pulang pergi dengan
kendaraan umum. Terutama bagi para perempuan yang belum bersuami, tidak
ada yang siap sedia untuk selalu mengantar-jemputnya ke berbagai tempat.
Maka bis kota sebagai sarana transportasi yang tergolong murah meriah
selalu menjadi pilihan utama para perempuan.
Yang sangat disayangkan pula adalah kurang pedulinya kaum perempuan
terhadap dirinya sendiri. Dengan tidak menjaga auratnya, menggunakan
pakaian-pakaian tak layak yang tentu saja akan menggoda para lelaki
hidung belang untuk melakuka pelecehan. Sungguh ironis sekali bukan?
Untuk memperbaiki itu semua adalah merupakan PR kita bersama.
Masyarakat, aktivis dakwah dan tentu saja pemerintah setempat yang
memiliki kewenangan atas segala kebijakan-kebijakan terkait masalah
transportasi di negara kita ini.
Dengan menyeimbangan antara usaha memperbaiki akhlak atau moral
masyarakat setempat serta didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah
terkait hal-hal tersebut, maka sedikit demi sedikit tindak kriminal dan
pelecehan seksual yang ada terhadap perempuan akan dapat dikurangi.
Berkaca dari negara-negara lain, betapa pemerintah kita sudah cukup
tertinggal untuk masalah yang satu ini. Pemerintah Malaysia sejak April
2010 sudah menyediakan gerbong khusus perempuan di jalur Kuala
Lumpur-Port Klang. Pemberlakuan itu untuk menghormati perempuan muslim.
Itu pula yang terjadi di Mumbai, India. Pemerintah kota itu mengadakan
bis dan gerbong khusus perempuan sejak tahun 2007. Bahkan di Bangkok,
Thailand, pun demikian. Bis khusus perempuan tak hanya melayani rute
dalam kota, tetapi juga luar kota. Sedangkan di Jepang, Nepal dan
Filipina, pengadaan angkutan khusus perempuan sudah ada sejak lama.
Di Indonesia pun pada awal 2007 silam sudah diadakan launching bis
khusus perempuan di Pekanbaru. Namun ini belum berdampak banyak bagi
para perempuan, di kota- kota besar khususnya seperti Jakarta, Surabaya,
Bandung, Semarang, Yogyakarta, yang angka pelecehannya agak tinggi.
So, kami kaum perempuan menanti kebijakan para pemerintah terkait
permasalah transportasi ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan
dan petunjukNya. Wallahu'alam.
Penulis: Rizki Adawiyah, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris,
UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (ismikiki.
http://punyaadawiyah.blogspot.com)
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-
=-=-=-=-
Legal Disclaimer:
The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 08:56AM +0700 ^
Mas tarno,
saya sendiri yang meloloskan email mas tarno.
agar adil.
o iya mas, saya minta maaf
saya lupa, hanya saya yang boleh disindir di milis ini ya?
mohon maaf kalau begitu, sebenarnya saya tidak bermaksud menyindir tapi
tindakan preventif agar seseorang melihat orang lain bukan dari luarnya
saja.
Jujur, saya tersiksa jika harus memakai angkutan umum, bukan karena saya sok
kaya atau kurang empati, namun, karena saudara saudara saya yang lawan jenis
begitu ramah tidak membedakan bahwa wanita berbeda jenisnya dengan laki
laki, jadi tanpa bermaksud risi jika didesek desek.
Namun, yang saya lihat, pastinya tindakan saya selalu salah ya mas?
selalu dianggap salah, selalu dianggap saya buruk tindakannya.
Namun yang menyindir saya akan menyerang dengan AK 47 dibiarkan saja,
tidak apa2 karena parameter baik buruk, salah benar menjadi kabur.
*saya minta maaf jika mas Tarno merasa tersindir
atau mungkin ada yang pernah bilang saya kurang berempati tersindir, saya
minta maaf.*
ngomong ngomong,
haditsnya bisa di quote kan kepada kita mas?
mohon maaf saya lupa yang mana
mungkin saya lebih ingat bagaimana belajar dari orang orang berilmu di milis
ini seperti bagaimana mas tarno menghadapi saya, bagaimana mas heriyadi
menghadapi saya, bagaimana mas Dani menghadapi saya, dan bagaimana seseorang
yang saya sampai tidak berani menyebut namanya menghadapi saya.
tanpa bermaksud kabur dari diskusi ini, mulai jam 9 sampai sore, saya ada
meeting, hal ini hanya info, jadi mohon jangan ditanggapi saya sok sibuk
jadi ada yang salah sangka.
Mohon maaf, jika terpaksa info hal ini.
terimakasih
whe~en
2011/4/14 Sutarno Sutarno <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
- "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com> Apr 14 03:04PM +0700 ^
Mas Tarno, semoga arahannya bisa di terima oleh yang bersangkutan.
Dan juga sebenarnya itu yang kita tunggu-tunggu "Konsisten"
From: Sutarno Sutarno [mailto:Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com]
Sent: Thursday, April 14, 2011 8:45 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Cc: Dani Permana; Armansyah
Subject: RE: [Milis_Iqra] Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Mbak, Alngkah bijaksananya mbak when yang sering membawakan hadis,Ayat Quran
benar-benar memahami dan melaksanakan apa yang mbak when sampaikan,
Setahu saya mbak when pernah meng quote hadis tentang menyindir,tapi kalimat
mbak when dibawah ini apakah gak ada maksud niat menyindir.
Saya Rasa jangan sampai kita,.
" Kalau menggunakan shuttle eksekutif, nanti ada yang bilang kurang
berempati dengan yang lain,
tapi lebih baik saya dibilang kurang berempati lach daripada (sengaja)
didesek desek lawan jenis. "
Tapi kalau menangkap kalimat diatas ada maksud menyindir,
Moga dilolosin email ini,
Terima kasih
_____
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
Behalf Of whe - en
Sent: Thursday, April 14, 2011 8:12 AM
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Kalau menggunakan shuttle eksekutif, nanti ada yang bilang kurang berempati
dengan yang lain,
tapi lebih baik saya dibilang kurang berempati lach daripada (sengaja)
didesek desek lawan jenis.
===
Dilema Perempuan Pengguna Bis Kota
Selasa, 12/04/2011 09:16 WIB | email
<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/send/dilema-perempuan-pengguna-bis
-kota> | print
<http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/cetak/dilema-perempuan-pengguna-bi
s-kota>
http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/dilema-perempuan-pengguna-bis-kota.
htm
Sore itu seperti sore-sore biasanya di akhir pekan, berada di dalam bis
kuning 510 yang akan membawa saya pulang ke rumah tercinta. Ya, rutinitas
yang sungguh menyebalkan dan memprihatinkan bukan? Bagaimana tidak, saya
harus berdesak-desakan berada dalam kendaraan umum yang sangat tidak
manusiawi.
Dengan cuaca panas, pengap di dalam bis yang penuh sesak, penuh berisi
beragam orang dari beragam aktivitas. Menghadapi pak kenek bis yang seolah
tak punya hati terus saja memasukkan penumpang pada bis yang nyatanya sudah
overload ini. Rasanya ingin sekali teriak, "don't push me!!!", lalu terpikir
andaikan saya menjadi bunga mawar, pastinya akan baik sekali. Tidak akan ada
yang berani mendorong saya, karena pasti akan terkena duri-duri saya yang
tajam, Hehehe . khayalan tingkat tinggi nih.
Sejak awal menjadi pengguna bis umum ini, saya sudah punya trik-trik aman
agar tidak harus berdesak-desakan dengan penumpang lain, laki-laki
khususnya. Namun terkadang trik-trik ini pun bisa meleset, sehingga kadang
tetap saja harus berpasrah dengan kondisi yang ada. Yang sangat disayangkan,
tidak semua perempuan dapat memosisikan dirinya dengan aman ketika berada
dalam bis yang tak berperi-kewanitaan ini. Sungguh miris rasanya jika harus
melihat sesama perempuan mengalami pelecehan-pelecehan di dalam bis ini,
apalagi perempuan tersebut adalah akhwat yang saya kenal. Harus bagaimanakah
kami sebagai perempuan?
Ya. Perempuan. Betapa menjadi seorang perempuan itu penuh fitnah dan ujian
bukan?
Teringat ketika membaca shiroh Nabawi, bahwasanya disana jelas, ketika masa
jahiliah dulu dimana Nabi Muhammad belum diutus oleh Allah untuk
menyempurnakan akhlak, perempuan berada pada titik terendah. Bayi-bayi
perempuan yang lahir merupakan aib bagi keluarga, maka harus dibunuh,
dikubur hidup-hidup. Laki-laki berhak menikah dengan berapapun banyaknya
perempuan dan dengan siapapun yang dia inginkan, bahkan dengan ibunya atau
saudara perempuannya sekalipun. Sungguh perempuan pada masa itu tidak ada
nilainya sama sekali.
Lantas hadirlah Rasulullah. Sang rembulan penerang kegelapan. Beliau
mengangkat tinggi derajat para perempuan. Maka inilah penyetaraan gender
yang sesungguhnya. Dari kerendahan yang sangat, Rasulullah membawa kaum
perempuan ke derajat tertinggi. Perempuan kini berhak atas hidupnya sendiri.
Perempuan pun semakin ditinggikan derajatnya dengan turunnya perintah
menutup aurat atau berhijab.
"Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh
tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang," (QS Al.Ahzab; 59)
Betapa indah dan menyeluruhnya agama Islam ini bukan?
Kembali ke kasus yang saya hadirkan di awal, betapa saat ini perempuan
seolah kembali ketitik nol nilainya. Penggunaan kendaraan umum khususnya bis
kota yang menyebabkan bercampur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang
bukan muhrim menunjukan kemerosotan nilai tersebut. Perempuan seolah tak
diberi pilihan lain dalam masalah ini. Kebutuhan akan berkendara
mengharuskan kami wara-wiri pulang pergi dengan kendaraan umum. Terutama
bagi para perempuan yang belum bersuami, tidak ada yang siap sedia untuk
selalu mengantar-jemputnya ke berbagai tempat. Maka bis kota sebagai sarana
transportasi yang tergolong murah meriah selalu menjadi pilihan utama para
perempuan.
Yang sangat disayangkan pula adalah kurang pedulinya kaum perempuan terhadap
dirinya sendiri. Dengan tidak menjaga auratnya, menggunakan pakaian-pakaian
tak layak yang tentu saja akan menggoda para lelaki hidung belang untuk
melakuka pelecehan. Sungguh ironis sekali bukan?
Untuk memperbaiki itu semua adalah merupakan PR kita bersama. Masyarakat,
aktivis dakwah dan tentu saja pemerintah setempat yang memiliki kewenangan
atas segala kebijakan-kebijakan terkait masalah transportasi di negara kita
ini.
Dengan menyeimbangan antara usaha memperbaiki akhlak atau moral masyarakat
setempat serta didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah terkait hal-hal
tersebut, maka sedikit demi sedikit tindak kriminal dan pelecehan seksual
yang ada terhadap perempuan akan dapat dikurangi.
Berkaca dari negara-negara lain, betapa pemerintah kita sudah cukup
tertinggal untuk masalah yang satu ini. Pemerintah Malaysia sejak April 2010
sudah menyediakan gerbong khusus perempuan di jalur Kuala Lumpur-Port Klang.
Pemberlakuan itu untuk menghormati perempuan muslim. Itu pula yang terjadi
di Mumbai, India. Pemerintah kota itu mengadakan bis dan gerbong khusus
perempuan sejak tahun 2007. Bahkan di Bangkok, Thailand, pun demikian. Bis
khusus perempuan tak hanya melayani rute dalam kota, tetapi juga luar kota.
Sedangkan di Jepang, Nepal dan Filipina, pengadaan angkutan khusus perempuan
sudah ada sejak lama.
Di Indonesia pun pada awal 2007 silam sudah diadakan launching bis khusus
perempuan di Pekanbaru. Namun ini belum berdampak banyak bagi para
perempuan, di kota- kota besar khususnya seperti Jakarta, Surabaya, Bandung,
Semarang, Yogyakarta, yang angka pelecehannya agak tinggi.
So, kami kaum perempuan menanti kebijakan para pemerintah terkait permasalah
transportasi ini. Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan petunjukNya.
Wallahu'alam.
Penulis: Rizki Adawiyah, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, UIN
Syarif Hidayatullah, Jakarta (ismikiki. http://punyaadawiyah.blogspot.com)
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
=-=-
Legal Disclaimer: The information contained in this message may be
privileged and confidential. It is intended to be read only by the
individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the
reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that
any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If
you have received this message in error, please immediately notify the
sender and delete or destroy any copy of this message
- whe.en9999@gmail.com Apr 14 05:21AM ^
Hari Ini Lia Eden Akan Berubah Jadi "Tuhan"
Kamis, 14 April 2011 - 11:58 wib
Hasan Kurniawan - Okezone
TANGERANG - Puluhan jemaat Kerajaan Tuhan mengunjungi "Malaikat Jibril" atau Lia Aminudin alias Lia Eden, di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Tangerang.
Mereka datang lengkap dengan pakaian khas berwarna serba putih, dan ring putih di kepala. Mereka terdiri dari orangtua dan anak-anak.
Kepada okezone, salah seorang jemaat mengatakan, kedatangan mereka hari ini bukan untuk menjemput sang Jibril dari dalam penjara.
Melainkan untuk membuktikan aliran kepercayaan Kerajaan Tuhan, yang mengatakan, hari ini "Malaikat Jibril" akan menjelma menjadi tuhan.
"Sekarang kita disuruh tuhan apa yang menjadi kehedak tuhan hari ini. Kita percaya pada malaikat Jibril akan menjelma," ujar wanita paruh baya, yang enggan menyebutkan namanya itu, Kamis (14/4/2011).
Kendati begitu, dia tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud tentang penjelmaan diri "Malaikat Jibril" menjadi tuhan tersebut.
Sementara itu, petugas registrasi Lapas Wanita Tangerang Rita Aprilianti masih belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan, lantaran harus mencantumkan surat ijin dari Kanwil Banten.
Namun, berdasarkan keterangan jemaat Kerajaan Tuhan yang ditemui di lapangan, "Malaikat Jibril" akan keluar tahanan pada Jumat 15 April 2011, sekira pukul 09.00 WIB.
(lam)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
- "Faizal" <faizal@busanagroup.com> Apr 14 08:58AM +0700 ^
SAMPANG, KOMPAS.com - Kaum Islam berhaluan Syiah di Sampang, Madura, Jawa
Timur, tetap menjalankan ibadahnya meski ketua mereka, Tajul Muluk,
diamankan polisi sejak 4 April 2011 lalu.
Mereka berhimpun dalam Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia (IJABI), yang
kegiatannya berpusat di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten
Sampang.
Menjelang ketuanya diamankan, ribuan orang dari enam desa berencana
menyerang kediaman Tajul Muluk yang juga pusat kegiatan IJABI. Kini,
kegiatan di rumah Tajul Muluk berjalan seperti biasanya.
Para santrinya tetap menjalankan aktivitasnya seperti sekolah, shalat
berjemaah, dan pengajian. Tidak tampak ada ketegangan antara masyarakat
sekitar dan penghuni kompleks IJABI.
Tajul Muluk saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (13/4/2011),
mengaku ingin segera ke rumahnya dan menjalankan kegiatan seperti biasanya.
Dia beranggapan, aktivitasnya sebagai penyebar faham Syiah sama sekali tidak
bertentangan dengan undang-undang.
Bahkan, ia mengaku kecewa dengan sikap para pemuka agama Sampang yang sudah
menganggapnya sesat. Padahal, Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam
yang berkembang di Indonesia sejak lama.
"Kalau perbedaan jangan dicari-cari, sebab tidak akan pernah ada titik
temunya. Tetapi, persamaannya yang perlu kita jaga sehingga keyakinan dalam
beragama bisa berjalan seiring bersama," kata Tajul Muluk.
Terkait dengan adanya ultimatum dari Badan Silaturrahim Ulama Madura (Basra)
agar dirinya bersama lebih dari 100 jemaahnya segera hengkang dari Sampang,
pria yang pernah mengaji di Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Bangil,
Pasuruan, Jawa Timur, ini menyatakan tidak keberatan.
Ia hanya mematok syarat agar semua asetnya diberi ganti rugi dan pengikutnya
harus ikut bersamanya. "Kami tidak keberatan untuk hengkang demi
mempertahankan keyakinan kami, asalkan pemerintah juga mau bertanggung
jawab," terang Tajul.
Sementara Alimullah (19), penanggung jawab kegiatan di kompleks IJABI,
mengatakan siap hengkang bersama gurunya ke mana pun pergi. Bahkan,
santri-santrinya juga akan dibawa serta.
"Ke mana pun ustaz pergi, kami akan selalu mengikutinya," katanya. Namun,
Tajul berharap itu tidak terjadi. Dirinya menginginkan duduk bersama untuk
mencarikan solusi yang terbaik.
"Saya masih percaya ada solusi jika semua pihak, termasuk keamanan, mau
membuka dialog," terangnya.
Lazim diketahui, meskipun berkembang sejak lama di Indonesia, Syiah tetap
minoritas. Tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU), almarhum KH Abdurrahman Wahid
(Gus Dur) adalah pendekar demokrasi terakhir yang gigih membela hak
keberagamaan mereka.
sumber
<http://regional.kompas.com/read/2011/04/14/06270810/Ditekan.Kaum.Syiah.Madu
ra.Siap.Hengkang>
Regards
F a i z a L
--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.
- whe - en <whe.en9999@gmail.com> Apr 14 07:56AM +0700 ^
Kadang,
saking emosinya, kita bisa loch menyingkir nyingkirin orang, ga mau ditelp,
ga mau di sms, memutuskan pertemanan, dsb.
Tidak mau ditegur lebih dari 3 hari, dsb
ini sudah tidak Islami lagi kan?..... melanggar perintah Allah dan RasulNya
Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana cara kita mengatasi marah. Mungkin
orang yang berbuat hal hal diatas lupa apa yang diajarkan Rasulullah.
Rasulullah *shollallohu 'alaihi wa sallam* juga pernah menasihatkan, *"Apabila
salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia
duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring."* (HR.
Ahmad, Shohih)
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَقَاطَعُوْا،
وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا، وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ
أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ
*"Janganlah kalian saling benci, jangan saling hasad, jangan saling
membelakangi (membuang muka saat bertemu) dan jangan saling memutus
hubungan, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, dan tidak halal
bagi seorang muslim mendiamkan (tidak bertegur sapa dengan) saudaranya lebih
dari tiga hari.*" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Syaikh Wahiid Baali *hafizhohulloh* menyebutkan beberapa tips untuk
menanggulangi marah. Diantaranya ialah:
1. Membaca ta'awudz yaitu, *"A'udzubillahi minasy syaithanir rajiim"*.
2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
4. Duduk atau berbaring.
5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan
marah.
6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan
orang yang bodoh.
7. *Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan
cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.*
di bawah ini ada artikel makanan yang dapat meredakan emosi,
semoga bermanfaat.
===
Lidah Buaya Dapat Redam EmosiOleh Metro TV News | Metro TV – Rab, 13 Apr
2011 08.44 WIB
Lebih mudah memadamkan api yang membakar sebuah rumah, ketimbang memadamkan
api emosi di hati, benar tidak? Sepertinya memang benar, karena sekali saja
api emosi berkobar wah rumah tetangga juga bisa tersambar.
Rasa jenuh, tekanan pekerjaan, rasa lelah memancing semua api emosi di dalam
hati Anda. Berkobar semakin besar dan tak mudah dipadamkan. Jika sudah
begitu, yah sebaiknya Anda belajar mengontrol diri, atau menemui psikolog
untuk membantu Anda. Namun selain itu, ada cara lain yang dapat membantu
memadamkan api-api kecilnya. Sekalipun tidak padam semua, setidaknya Anda
masih dapat menarik nafas dalam-dalam dan kembali mengambil kontrol diri.
Beberapa makanan yang fungsinya memberikan ketenangan dan mendinginkan akan
dibahas kali ini. Eit, bukan asal makanan dingin yang dimasukkan ke dalam
lemari es yang dapat meredakan amarah Anda lho! Beberapa jenis makanan ini
memiliki sifat dasar mendinginkan, menyegarkan dan menyeimbangkan kembali
hawa panas pada tubuh Anda. Makanan ini mungkin tak dapat membuat Anda
langsung tenang, namun efeknya berjalan merambat membekukan api emosi di
dalam diri Anda. Tak berlama lagi, yuk kita lihat apa saja makanan lezat
tersebut?
*1. Aloe Vera alias si lidah buaya*
Lidah buaya kali ini tidak akan menjadikan Anda santapannya, malahan Anda
yang menyantapnya. Tersedia dalam bentuk kalengan, lidah buaya dapat
dijadikan campuran es buah. Tak hanya kandungan vitamin E saja yang baik
untuk kulit Anda, tetapi sifat dasar lidah buaya ini adalah makanan yang
meredakan emosi. Membuat Anda merasa dingin dan nyaman. Api yang berkobar di
dalam hati Anda pun perlahan mulai dibekukan olehnya.
*2. Semangka*
Tak peduli dalam bentuk jus atau buah segar, Semangka yang merah merona ini
juga akan membantu Anda merasa lebih nyaman dan rileks. Emosi yang
meluap-luap kembali diimbangi dengan rasa dingin dan segar yang merasuk pada
tubuh Anda. Kaya akan vitamin C dan antioksidan, Semangka segar dapat
menjadi pilihan makanan pemadam emosi Anda. Dengan catatan, jangan terlalu
banyak mengonsumsinya, karena Semangka juga memiliki kemampuan menurunkan
tekanan darah.
*3. Cincau*
Semua tahu si hitam yang biasa dipakai di dalam campuran es ini. Berasal
dari daun-daunan merambat, seratnya yang tinggi akan membantu Anda
memperlancar pencernaan. Tak hanya itu, sama halnya dengan makanan pemadam
emosi lainnya, cincau juga menjaga keseimbangan emosi Anda. Tapi hati-hati
memilih cincau ya, beberapa cincau yang dijual di pasaran memiliki kandungan
pewarna yang tinggi, yang pastinya tidak akan memberikan efek sehat bagi
Anda.
*4. Selasih*
Bagaikan ribuan telur katak di dalam gelas Anda. Memang jika sesekali
diamati Anda akan bergidik, bahkan kadang terbayang ada ribuan mata yang
sedang mengamati Anda dari sela-sela buah segar dan sirup manis yang
merendamnya, itulah Selasih. Kali ini beberapa petani Selasih mengemasnya
dalam plastik kemasan dan siap untuk Anda tambahkan pada es buah Anda.
Selasih juga mampu memberikan efek nyaman, segar dan dingin pada Anda.
Bahkan jaman dahulu, nenek moyang kita memanfaatkannya untuk mereka yang
menderita sakit tenggorokan.
*5. Agar-agar*
Tak sama jika Anda memilih jelly yang kenyal dan menyenangkan. Agar-agar
yang murni dari bahan alami hasil laut ini mungkin akan terasa sedikit
membosankan. Tetapi jangan salah, makanan yang kaya akan vitamin E dan serat
ini merupakan salah satu makanan hebat peredam emosi Anda. Juga memiliki
sifat dingin, emosi Anda yang berapi-api akan luntur sedikit demi sedikit.
Jika api amarah sudah makin membesar, carilah tempat yang menenangkan Anda.
Atau tak ada salahnya mengasah kemampuan me-mixed menu menjadi es buah lezat
sekaligus menenangkan amarah di dalam diri.(kpl/*)
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS
20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment