Sunday, June 28, 2009

[Milis_Iqra] Re: Apakah setiap dalil perlu penafsiran ?



2009/6/29 Ndy Ndy212 <nugraha212@gmail.com>
Maaf , A Hendy tidak menjawab pertanyaan saya, namun mengalihkan kepada hal yang tidak ditanyakan, dan itu bukan diskusi yang baik Aa Hendy

Saya sudah berusaha menjawabnya.Tidak ada niat sedikitpun niat utk mengalihkan diskusi :)

 
[Dani] nah kalau niatnya begitu, gimana jika pertanyaan ini di jawab... :)

QUOTE : Masalah tahlilan/Kenduri kematian ini adalah komplex, karena menyangkut tradisi, sosial budaya, dalil, dan syari'at. Jadi bukan hanya sekedar dalil-dalil tentang dzikir saja, namun banyak aspek yang keterkaitan...

[Hendy]

Apa A Dani segitu yakinnya, sehingga menulis 
A Hendy ga akan bisa jawab ?

[Dani] ahsan A Hendy, Dua pertanyaan saja yang ada keterkaitannya dengan haul... yah? Mudah-mudah  A Hendy bisa memberikan pencerahan..Dan saya mengharapkan saya memberikan pertanyaan secara terstruktur, maka JIKA bisa menjawabnya juga terstruktu, yakni point perpoint, biar tidak acak-acakan... :)

Dalam tulisan yang lalu A Hendy mengkopas seperti ini:

Dalil yang dapat dibuat pegangan dalam masalah ini (Haul) adalah:

قَالَ طَاوُسَ: إنَّ الْمَوْتَى يُفْتِنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تَلْكَ اْلأيّاَمِ إلَى أنْ قَالَ عَنْ عُبَيْدِ ابْنِ عُمَيْرِ قَالَ: يُفْتِنُ رَجُلانِ مُؤمِنٌ وَمُنَافِقٌ فَأمَّا الْمُؤمِنُ فَيُفْتِنُ سَبْعًا وَأمَّا الْمُناَفِقُ فَيُفْتِنُ أرْبَعِيْنَ صَبَاحًا

Imam Thawus berkata: Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah dalam kuburnya selama 7 hari. Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sahabat Ubaid ibn Umair berkata: "Seorang mukmin dan seorang munafiq sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan beroleh ujian selam 7 hari, sedang seorang munafiq selama 40 hari di waktu pagi."  (Al Hawi lil Fatawa as Suyuti, Juz II hal 178)

PERTANYAAN :
  1. APAKAH perkataan seseorang bisa di jadikan Dalil A Hendy?
  2. Dikemanakan Al Qur'an dan Hadistnya?
  3. Apakah Perkataan Imam tersebut sudah bisa memenuhi unsur Ijtihad dan dalil Qiyas yang digunakan...
PERMASALAHAN KEDUA

A Hendy Meng-kopas

Diriwayatkan pula bahwa para sahabat pun melakukan apa yang telah dilakukan Rasulullah. Berikut ini adalah kutipan lengkap hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi:

وَ رَوَى الْبَيْهَقِي فِي الشَّعْبِ، عَنِ الْوَاقِدِي، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَزُوْرُ الشُّهَدَاءَ بِأُحُدٍ فِي كُلِّ حَوْلٍ. وَ إذَا بَلَغَ رَفَعَ صَوْتَهُ فَيَقُوْلُ: سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّار


Al-Baihaqi meriwayatkan dari al-Wakidi mengenai kematian, bahwa Nabi SAW senantiasa berziarah ke makam para syuhada di bukit Uhud setiap tahun. Dan sesampainya di sana beliau mengucapkan salam dengan mengeraskan suaranya, "Salamun alaikum bima shabartum fani'ma uqbad daar" –QS Ar-Ra'd: 24– Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.


PERTANYAAN :
Apakah Berziarah Kubur bisa disamakan dengan Tahlilan Kematian yang diadakan pada hari ke 40, 100, dan setahun?

Ada kontradiksi Hadist tersebut diatas dengan menyebutkan ziarah, namun yang sedang dibahas adalah Haul 40,100, setahun...

ZIARAH QUBUR adalah SUNNAH, sedangkan Haul? BISA dijelaskan?


========================================================================================




--
http://alhikmah.web.id/
http://it-database.blogspot.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: Apakah setiap dalil perlu penafsiran ?

Mas Ndy, nyelak, sepengetahuan saya yanag sempit ini, bahwa ibadah ritual harus ada ketentuannya (dalilnya) berkaitan dengan penentuan 3, 7, 40 dan seterusnya siapa yang menentukan? Kalau itu kebiasaan dalil mana pula yang menetapkan bahwa kebiasaan bisa menjadi suatu dalil?

Terima kasih
2009/6/26 Ndy Ndy212 <nugraha212@gmail.com>
kan katanya itu tidak ada yang menetapkan, lalu kenapa di sebut syariat ? Kalau bagi saya sendiri (bukannya tidak konsisten, saya sendiri masih harus banyak belajar) bisa berpegang pada ayat yg disebutkan tadi ttg keutamaan zikir yg bisa dilakukan siang ataupun malam, karena merupakan kebiasaan selama ini ya diikuti saja (bukan dari segi bacaan apalagi dalil, hanya waktu saja, ingat, hanya waktu saja) kebetulan ditentukan di hari ke 7,40,100, dsb. Sementara ini yg bisa saya jawab Mbak. Saya berdiskusi ini ingin menambah ilmu, dgn adanya diskusi ini, terus terang ilmu saya jadi bertambah.Alhamdulillahirobbil 'alamiin.

Pada 26 Juni 2009 16:55, Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com> menulis:

saya cuma mau nanya nich kang
kalimat tahlil itu kan umum ya, dibaca kapan saja boleh
koq bisa ya jadi dikhususkan banyaknya berapa kali trus pada hari2 tertentu juga, 7, 40, 100 hr dsb.
apa ini ga merubah aturan syariat yang sudah ditetapkan?
 
saya tunggu jawabannya ya
terimakasih
 
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
----- Original Message -----
From: Ndy Ndy212
Sent: Friday, June 26, 2009 4:40 PM
Subject: Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: Apakah setiap dalil perlu penafsiran ?

yang nggak suka tahlilan, suka memaksakan membid'ahkan, padahal jelas2 ada dalilnya.Hanya karena beda teknis pelaksanaannya, disebut tidak ada contohnya, padahal do'a2 yang dibaca ada tuntunannya, dan bukan mantra2 yang dibaca.

Pada 26 Juni 2009 16:05, Dian Wilana <dianwilana@gmail.com> menulis:

yang suka tahlilan suka memaksakan dalil2 yang jelas2 gak ada, maka
comot sana comot sini.

 







--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---