Saturday, August 29, 2009

[Milis_Iqra] Re: Mengapa saya dikeluarkan dari Myquran

sdr nikmat, sebagaimana saya katakan kepada sdr I Tim 17, pemahaman Islam akan siapa itu Yesus berbeda dengan Kristen.
Inilah pemahaman saya:
1. Yesus yang mati itu adalah Yesus manusia. Sebagaimana Aristoteles mengatakan semua manusia itu akan mati. Yesus adalah manusia, maka Yesus juga mati. Dan Fakta sejarah juga mengatakan Yesus mati.
2. Sebagai manusia tentu saja Yesus itu tampak. Dia adalah wujud yang nampak dari Allah Bapa yang tidak nampak. Representasi yang tepat. Jika ingin tahu seperti apa Allah itu, lihat saja pada apa yang diperbuat oleh Yesus. Apapun yang Allah ingin lakukan pada manusia, sudah dilakukan dan ditunjukkan oleh Yesus.
3. Allah itu itu Esa. Tapi Esa dalam pengertian Taurat tertulis pada Kejadian 1:1-3. Allah menciptakan langit dan bumi. Roh Allah melayang-layang diatas air. BerFIRMAN lah Allah.
Disini Roh Allah dan Firman Allah dan Allah yang mencipta, adalah SATU adanya.
Yesus itu adalah FIRMAN Allah, Firman Allah itu sama dengan Allah. Yohanes 1: 1.
Memahami yang lebih besar dari otak kita dan mencobanya untuk memasukkannya kedalam otak kita, maka bingunglah jadinya...


--- On Fri, 3/20/09, nikmatnya khitan <nikmatnyakhitan@gmail.com> wrote:

From: nikmatnya khitan <nikmatnyakhitan@gmail.com>
Subject: [Milis_Iqra] Re: Mengapa saya dikeluarkan dari Myquran
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Date: Friday, March 20, 2009, 8:47 AM

Rizal mumpung sedang berdakwah ya...
 
kalau gitu tolong artikan  1 timotius 1:17:
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.
 
1. Allah yang kekal - Bukannya Yesus mati?
2. Allah yang tak tampak - Bukannya Yesus tampak?
3. Allah yang esa - Bukannya ada Allah Bapak, Allah Anak dan  Allah roh kudus? jadi esa atau trinitas?
 
Jadi Yesus tidak sama dengan Allah ya?
 
Bingung aku....
 

2009/3/18 rizal lingga <nyomet123@yahoo.com>
Cukup mengagumkan pendapat 1tim17, cukup akurat tentang saya. Sekali ini saya membenarkan apa yang anda katakan tanpa harus menjadi batal puasa komentar agama.

Tentu saja saya sedang berdakwah kepada Muslim, anda semua mengetahui ini. Tapi justru sangat sedikit sekali dari kalian yang bisa memahami ajaran2 kristen dengan akurat. Termasuk anda. Sekalipun namamu 1 tim 17 tapi pemahamanmu akan agama Kristen masih sangat jauh panggang dari api. Kamu belum apa2nya Armansyah.

--- On Fri, 3/13/09, satutimotius tujuhbelas <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com> wrote:
From: satutimotius tujuhbelas <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com>

Subject: [Milis_Iqra] Re: Mengapa saya dikeluarkan dari Myquran
Date: Friday, March 13, 2009, 4:06 PM


Rizal  adalah pengikut Paulus. Jadi ya mengamalkan ajarannya 1 Korintus 9: 19-23:
  • Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
  • Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.
  • Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
  • Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
  • Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
  • Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya
 
 
2009/3/13 Heriyadi Heriyadi <Heriyadi.Heriyadi@id.flextronics.com>

Zal Kalau boleh tahu, apa alasan kamu yang mendasar.

kenapa harus menyembunyikan identitas agama?

 

 

 

 


From: Milis_Iqra@googlegroups.com [mailto:Milis_Iqra@googlegroups.com] On Behalf Of romadi yanto
Sent: Friday, March 13, 2009 1:42 PM

Subject: [Milis_Iqra] Re: Mengapa saya dikeluarkan dari Myquran

 

mau meniru Antek FFI (Ali sina) yang menyembunyikan identitasnya yang berlindung dari 'wajah' atheis'?

identitas itu sangat penting, kalau anda tidak sekedar menuntut diperhatikan tetapi juga mau memperhatikan pandangan orang lain.

pentingnya adalah untuk orang yang akan menyikapi setiap tulisan anda!

Pada 13 Maret 2009 09:27, rizal lingga <nyomet123@yahoo.com> menulis:

Sederhana saja, saya hanya ingin orang2 disana hanya memperhatikan tulisan2 saya dan bukan agama saya. Tapi rupanya bagi Abu Khalisah pendapat2 saya dideteksinya bukan sebagai pendapat muslim pada umumnya, itu sebabnya dia ingin menegaskan.

Saya sebelumnya menghindar, kemudian dikasih peringatan, tapi pada saat peringatan itu datang, saya tidak membaca semua email2 masuk. Saya hanya mengirim 2 tulisan pada masa tenggang itu, kemudian out. Setelah beberapa lama saya kembali ke myquran, ternyata saya sudah dikeluarkan.

Fatchur berpendapat saya sudah mengabaikan peringatan, dan saya di banned.

Kemudian saya minta supaya bisa masuk lagi (karena toh anda sudah tahu agama saya kan? Darimana? dari pengakuan saya di Iqra ini ), tapi tidak dikabulkan.

 

Karena saya sudah di banned, maka hak jawab saya sampaikan melalui japri kepada beberapa orang. Karena saya merasa tidak melakukan hal yang salah (namun bagi Fatchur mengabaikan peringatan itu sudah salah), maka saya kirimkan korespondensi saya dengan Fatchur untuk dibaca yang lain. 
Saya katakan kepada Fatchur, saya menduga bahwa saya dikeluarkan karena secara tersirat Myquran tidak senang dengan tulisan2 saya, namun secara tersurat keengganan saya untuk menjawab apa agama saya adalah sebagai alasan untuk mengeluarkan saya.

 

That was the story how I was banned there.


--- On Thu, 3/12/09, Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com> wrote:

From: Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com>
Subject: Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: Benarkah Siti Aisyah Dinikahi Rasulullah saw di Usia Dini?
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Date: Thursday, March 12, 2009, 2:07 PM

Koq tidak mau kasih tau agama rizal apa?

apa alasannya?

rizal malu ngakuin agama rizal sendiri?

kalo malu ganti agama saja zal :-)

 

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

----- Original Message -----

From: rizal lingga

Sent: Thursday, March 12, 2009 1:58 PM

Subject: Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: Benarkah Siti Aisyah Dinikahi Rasulullah saw di Usia Dini?

 

Itulah kalau terlalu kasar bahasanya.
Saya bisa mengkritik dan menyindir dengan pedas tapi tetap sopan. Myquran mempunyai kriteria lain. Makanya saya sudah 2x dikeluarkan dari sana. Bahasa saya disana sama dengan disini, begitu juga pedasnya kritikan saya disana sama dengan disini. Tapi ternyata terakhir saya dikeluarkan dari sana HANYA karena saya tidak memberitahu apa agama saya, itu saja.

--- On Thu, 3/12/09, Moderator <moderator.milis.iqra@gmail.com> wrote:

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---











Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message







 






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

[Milis_Iqra] Re: Mengapa Hati Keras Membatu ?

Yup. Seperti itulah bagi orang atau suatu kelompok yang takabbur,
merasa diri atau kelompoknya paling benar. Padahal manusia tidak
berhak untuk sombong

On Aug 24, 2:55 pm, andri subandrio <subandrio.an...@gmail.com> wrote:
> Secara sederhana saja, hati yang membatu kebanyakan akibat dari merasa
> dirinya paling, seperti pendapatnya paling benar sehingga tidak mau
> mendengar pendapat orang lain dan paling..paling yang lainnya
>
> 2009/8/24 Whe~en (gmail) <whe.en9...@gmail.com>
>
>
>
>
>
> >  *From:* en.xha <nxhawa...@yahoo.ca>
> >  *Subject:* [assunnah-qatar] Mengapa Hati Keras Membatu ?
>
> > Artikel Buletin An-Nur :
>
> > *Mengapa Hati Keras Membatu ?*
>
> > Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan
> > benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan
> > kegoncangan.
>
> > Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun
> > sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat
> > tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata,
> > "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu
> > bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk
> > pula tentaranya."
>
> > *Tanda-Tanda Kerasnya Hati*
>
> > Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang
> > terpenting sebagai berikut :
>
> > *Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan*
> > Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya,
> > melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa
> > berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah
> > telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,
> > "Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak
> > (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (At-Taubah
> > : 54)
> > **
> > *Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur'an dan Petuah*
> > Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah,
> > maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu' atau tunduk, dan juga
> > lalai dari membaca al-Qur'an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan
> > berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta'ala telah
> > memperingatkan, artinya,
> > "Maka beri peringatanlah dengan al-Qur'an orang yang takut kepada
> > ancaman-Ku." (Qaaf : 45)
>
> > *Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah *
> > Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan
> > pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang
> > kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak
> > ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.
> > "Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji
> > sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat
> > dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" (At-Taubah :126)
>
> > *Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat*
> > Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala
> > sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan
> > dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia
> > seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap
> > dunia.
>
> > *Kurang Mengagungkan Allah. *
> > Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah
> > ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak
> > mengenal yang ma'ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan
> > dosa.
>
> > *Kegersangan Hati*
> > Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan
> > dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah
> > terhadap segala sesuatu.
>
> > *Kemaksiatan Berantai*
> > Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat
> > dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah
> > lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.
> > *Sebab-Sebab Kerasnya Hati*
>
> > Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:
> > *Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat*
> > Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati
> > tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan
> > akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada
> > urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya
> > lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.
> > Seorang salaf berkata, "Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua
> > mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua
> > mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki
> > kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia
> > menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian
> > rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, "Maka
> > apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci."
> > (Muhammad : 24)
>
> > *Lalai*
> > Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam
> > hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling
> > mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi
> > terkunci. Allah berfirman, "Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran
> > dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah
> > orang-orang yang lalai" (QS.16:108)
>
> > Allah Subhannahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah
> > mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak
> > mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi,
> > karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat
> > setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan
> > membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk
> > mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak
> > pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul
> > Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A'raf 179)
>
> > *Kawan yang Buruk*
> > Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya
> > hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan
> > kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa,
> > banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan
> > menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan
> > terpengaruh oleh kondisi tersebut.
>
> > *Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran*
> > Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan
> > pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang
> > lurus.
> > Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan
> > lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin
> > bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu
> > persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah
> > ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran
> > dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju
> > Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti
> > tak mampu lagi bergerak menuju Allah.
>
> > *Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya. *
> > Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal,
> > mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan
> > hatinya.
>
> > *Melakukan Perusak Hati*
> > Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara,
> > yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung
> > kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.
> > *Solusi*
>
> > Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena
> > dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah
> > mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya,
> > "Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk
> > mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar: 22)
>
> > Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan
> > menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah
> > yakni:
> > *Ma'rifat (mengenal) Allah*
> > Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa
> > yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang
> > terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin
> > seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah,
> > keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.
>
> > *Mengingat Maut*
> > Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan
> > menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan
> > pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal
> > itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari
> > keterlenaan. Sa'id bin Jubair berkata, "Seandainya mengingat mati lepas dari
> > hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku.."
>
> > *Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya. *
> > Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan,
> > minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan
> > segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan
> > berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.
>
> > *Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur'an. *
> > Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan
> > memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong
> > untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.
>
> > *Mengingat Akhirat dan Kiamat*
> > Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan
> > penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.
>
> > *Memperbanyak Dzikir dan Istighfar*
> > Dzikir dapat melunakan
>
> ...
>
> read more »
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---