Thursday, February 17, 2011

Re: [Milis_Iqra] PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan

(wheen)

sebagaimana kita ketahui, diantara kita, begitu mudah menuduh satu pihak sebelum mengcrosscek ke beberapa sumber dan terlalu cepat membela satu pihak sebelum mengecek juga.

Namun diantara kita tersebut tidak menyadari, yang ada langsung memberikan menilai ataupun langsung membela karena satu berita tergantung pihak yang dicenderunginya.

 

(nandang)

maka ketika membaca informasi yang sekiranya berbeda dari apa yg kita yakini,sebelum meyakini informasi itu benar atau salah alangkah baiknya kita ucapkan istighfar

 

"Sesungguhnya Allah menyukai hambanya yang selalu bertobat atau beristighfar ."(Al-Baqarah:222)

 
istighfar merupakan kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah swt mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita, dan menutup aib kita.
 

--- Pada Jum, 18/2/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:

Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Jumat, 18 Februari, 2011, 10:23 AM

(mas tarno)

Yang saya tekannkan ini adalah pernyataan pribadi atau pernyataan Resmi dari Organisasi,

Jangan dibilang yang ngomong satu orang NU bi sa menjadi perwakilan semua orang.atau sikap resmi organisasi


(whe~en)

Saya mengerti maksud mas tarno,

itulah kenapa saya tadi posting artikel dari lain web sebagai bahan komparasi.  Dua sumber dengan dua tendensi yang berbeda.

sebagaimana kita ketahui, diantara kita, begitu mudah menuduh satu pihak sebelum mengcrosscek ke beberapa sumber dan terlalu cepat membela satu pihak sebelum mengecek juga.

Namun diantara kita tersebut tidak menyadari, yang ada langsung memberikan menilai ataupun langsung membela karena satu berita tergantung pihak yang dicenderunginya.


Semoga dua artikel yang berbeda tersebut, setidaknya meredakan dulu penilaian kepada beliau atau organisasinya sebelum mengumpulkan literatur yang lebih banyak.


regards

whe~en


2011/2/18 Sutarno Sutarno <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>

Yang saya tekannkan ini adalah pernyataan pribadi atau pernyataan Resmi dari Organisasi,

Jangan dibilang yang ngomong satu orang NU bi sa menjadi perwakilan semua orang.atau sikap resmi organisasi

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Friday, February 18, 2011 9:10 AM

Subject: Re: [Milis_Iqra] PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan

 

sama kutipan dengan saya mas tarno :-)


sebaiknya kita cek dulu dari beberapa sumber sebelum menjatuhkan penilaian pada beliau.

 

Semoga artikel dibawah ini, sama sama mengutip pernyataan KH Masdar Farid Mas'udi, namun kelihatannya beda persepsi.

 

Semoga ada yang sudah bertabbayun kepada beliau sebelum menjatuhkan penilaian.

 

Dikatakannya, sesat bisa saja terjadi pada konsep antar agama. "Semua orang dikatakan sesat jika dilihat dari persepektif kacamata agama lain," tegasnya.

=====

Penyerangan Ahmadiyah Cikeusik

"Semua Orang Sesat di Mata Agama Orang Lain"

Jum'at, 18 Februari 2011 - 02:24 wib
Fahmi Firdaus - Okezone

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi menjelaskan manusia tidak bisa menuding sesat orang lain yang menganut keyakinan berbeda.

Menurutnya hanya Allah yang bisa mengatakan sesat. "Kita tidak bisa menggunakan kata sesat, pada dasarnya yang berhak menentukan dan yang paling tahu sesat adalah Allah," ujarnya saat menghadiri undangan dari Komisi VIII  DPR di Gedung DPR, Jakarta Kamis (17/2/2011) malam.

Dikatakannya, sesat bisa saja terjadi pada konsep antar agama. "Semua orang dikatakan sesat jika dilihat dari persepektif kacamata agama lain," tegasnya.

Menurutnya, jika ada orang yang sesat semestinya disayangi dan jangan malah dihakimi sendiri. Menyentuh hati adalah cara yang tepat. "Dalam Alquran jelas sekali dengan dakwah dan nasihat yang baik, jika tidak dengan argumen, kalau tidak bisa, ya serahkan ke Allah," ujarnya.(ful)

http://news.okezone.com/read/2011/02/18/337/425985/semua-orang-sesat-di-mata-agama-orang-lain

 

2011/2/18 Sutarno Sutarno <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>

Berikut merupakan sikap-sikap PBNU mengenai Ahmadiyah, semoga sikap ini tetap
sama hingga sekarang


Sikap PBNU tentang Ahmadiyah
09/05/2008Berikut ini merupakan sikap resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

(PBNU) tentang aliran Ahmadiyah pada tanggal 9-11 September 2005 di Bogor Jawa
Barat

1. Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui
Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al
Quran, As-Sunnah dan ijma' ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh
bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah.
Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah sepenuhnya diserahkan kepada
pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok.

2. Dalam menyampaikan keberatan keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah di
lingkungannya, masyarakat diminta hendaknya mengedepankan cara-cara damai dan
santun.

3. Kepada umat Islam, diharapkan dapat mempelajari Islam secara komprehensif
agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam penafsiran-penafsiran
keagamaan.

4. Pemerintah diharapkan memiliki sikap yang tegas dan konsisten dalam menyikapi
keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia.

Pimpinan Sidang
KH Ma'ruf Amin
KH Said Agil Siradj
KH Masdar F Mas'udi
HM Rozy Munir

sumber : http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12590

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Nandang Sudrajat
Sent: Friday, February 18, 2011 8:25 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan

 

"Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi menyatakan bahwa Ahmadiyah belum tentu sesat. Sesat atau tidak, menurut Masdar bukan manusia yang menentukan"

 

astagfirullah.......

 

Jumat, 18/02/2011 03:17 WIB
PBNU: Sesat atau Tidak Allah yang Menentukan 
Hery Winarno - detikNews

 

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia secara tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat karena ajarannya menyimpang dari akidah Islam. Namun tidak demikian dengan Nahdatul Ulama (NU).

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi menyatakan bahwa Ahmadiyah belum tentu sesat. Sesat atau tidak, menurut Masdar bukan manusia yang menentukan.

"Sesat atau tidak, yang paling tahu itu adalah Allah," ujar  Masdar saat rapat dengar pendapat antara Komisi VIII DPR dengan para pemuka Agama di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/2/2011) dini hari.

Menurut Masdar, agama seharusnya dijadikan landasan untuk kehidupan yang lebih damai. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut diperlukan peran dan tugas tokoh serta pemimpin umat beragama untuk menjaga kerukunan.

"Kerukunan adalah tanggung jawab pemimpin umat beragama. Yang menentukan wajah umatnya adalah pemimpinnya," terangnya.

Terkait kekerasan dan aksi main hakim sendiri yang berbalut busana agama, Masdar mendesak pemerintah mengusut para pelakuknya. Ia pun mengusulkan agar pelaku dihukum lebih berat.

"Kekerasan atas nama agama, saya kira layak diberi hukuman dua kali lipat, yaitu untuk kezaliman dan atas penodaan agama yang diklaimnya," imbuhnya.

 

--
-

 




--

~~~~~

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

 

--


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] coca-cola-mengandung-alkohol

dan inilah tanggapan ustadz Sarwat untuk fatwa syaikh Qardhawi

Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol

Assalamu''alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

 

Ustadz, Bagaimana tanggapan ustadz tentang fatwa Dr.Yusuf Qordhowi tentang halalnya minuman beralkohol yang berkadar 0.5%? Apa landasan beliau? Bukankah ada hadits yang menyebutkan bahwa minuman yang memabukan baik sedikit atau banyak tetap haram.

Terima kasih atas jawabannya.

 

jawaban

Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya Syeikh Al-Qaradawi bukan menghalalkan khamar. Yang beliau sebutkan adalah kadar maksimal Alkohol yang masih bisa ditolelir dalam suatu obat atau makanan. Dan tidak ada yang salah dalam masalah ini.

 

Bahkan LPPOM MUI malah lebih longgar ketika memberikan batasan, mereka menyebut kadar nilai 2%, jauh lebih banyak dari yang disebutkan oleh Al-Qaradawi.

 

Bukankah Banyak dan Sedikit Tetap Haram?

Benar sekali bahwa banyak atau sedikit tetap haram, tetapi kita harus perhatikan dulu, yang disebut banyak atau sedikit itu apanya?

 

Bukan kadar Alkohol tapi khamar. Khamar itu mau diminum cuma setetes atau mau ditenggak seember, sama-sama haram. Tapi Alkohol tidak sama atau tidak identik dengan khamar. Inilah titik masalahnya.

 

Kita bisa katakan bahwa Alkohol adalah senyawa kimia, sedangkan Khamar adalah karakter suatu bahan makanan, minuman atau benda yang dikonsumsi.

Definisi khamar tidak terletak pada susunab kimianya, tapi definisinyaterletak pada efek yang dihasilkannya, yaitu al-iskar (memabukkan). Maka benda apa pun yang kalau dimakan atau diminum akan memberikan efek mabuk, dikategorikan sebagai khamar.

 

Maka definisi khamar yang benar menurut para ulama adalah''segala yang memberikan efek iskar (memabukkan)''. Dan definisinya bukanlah ''semua makanan yang mengandung Alkohol''.

 

Sebab menurut para ahli, secara alami beberapa makanan kita seperti besar, singkong, duren dan buah lainnya malah mengandung Alkohol. Namun kita tidak pernah menyebut bahwa berat itu haram karena mengandung Alkohol.

 

Dan karena definisinya segala benda yang memberikan efek iskar, maka ganja, opium, drug, mariyuana dan sejenisnya, tetap bisa dimasukkan sebagai khamar. Padahal benda itu malah tidak mengandung Alkohol.

 

Daun ganja kering yang dilinting seperti rokok, rasanya tidak mengandung Alkohol, tapi dia tetap dikatakan sebagai khamar. Karena daun itu memabukkan kalau dihisap asapnya.

 

Senyawa Alkohol sendiri kalau kita minum, bukan efek al-iskar (mabuk) yang dihasilkan, melainkan efek al-mautu.

 

Al-Mautu? Apa itu?

Al-mautu artiya kematian. Coba saja minum alkohol 70% yang kita beli di Apotek, tidak usah banyak-banyak, segelas saja, insya Allah langsung innalillahi.

 

Dalam dalam kadar yang kecil dan sedikit, Alkohol aman bagi tubuh dan juga tidak memberi efek al-iskar, juga tidak memberi efek al-mautu. Karena itu banyak ulama dan lembaga pengawas makanan yang membolehkan khamar dengan kadar tertentu, terutama untuk larutan obat.

 

Dan karena Alkohol tidak identik dengan khamar, maka bila jumlahnya sedikit masih bisa ditolelir.

 

Lalu Bagaimana Mengukur Al-Iskar?

Kepolisian biasanya memang mengukur apakah seseorang mabuk atau tidak, mengunakan kadar Alkohol dalam darah. Padahal dalam syariah Islam, cara pengukuran seperti itu tidak pernah dilakukan.

 

Sebab fenomena al-iskar itu mudah sekali diketahui, sama saja dengan menyebutkan beda orang yang tidurdengan yang tidak tidur. Tidak perlu diukur dengan beragam pengukuran hingga sampai REM segala.

 

Pokoknya anak kecil juga tahu membedakan, mana tidur dan mana melek. Sederhana sekali karena syariah Islam itu memang sederhana saja.

 

Kalau mau tahu apakah sebuah minuman bersoda itu sudah termasuk khamar atau bukan, suruh saja kucing atau kelinci meminumnya. Kita lihat efeknya, kalau hewan itu jalannya sempoyongan lantaran teler nenggak minuman itu, nah ketahuan deh bahwa minuan itu khamar. Maka otomatis kita sebut minuman itu khamar, meski tidak ada alkoholnya.

 

Tapi kucing atau kelincinya harus yang sehat wal afiat, jangan kucing yang kerjaannya mabok juga. Yang begitu sih tidak bisa dijadikan ukuran. Habis, tiap hari kerjaannya nenggak bir, AO, mansion, vodka, topi miring, dan sejenisnya. Kucingnya harus kucing yang belum pernah mabok sebelumnya.

 

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://www.ustsarwat.com/search.php?id=1207876013



2011/2/18 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Wow! Qardhawi Keluarkan "Fatwa Gaul" Soal Alkohol
April 11, 2008
Syekh Yusuf al Qardhawi mengeluarkan sebuah 'fatwa gaul'. Qardhawi membolehkan Muslim meminum minuman alkohol berkadar 0,5 persen. Kontan saja fatwa ini menimbulkan kontoversi di Qatar.


"Fatwa yang terbaru menyebabkan kebingungan di masyarakat," tulis Editor harian Qatar Ash Sharq, Abdullatif al Mahmud seperti dilansir AFP, Jumat (11/4/2008).


Perdebatan dimulai saat Qardhawi mempublikasikan fatwanya di koran Qatar, Al Arab, pada Selasa 8 April 2008. Ulama Mesir ini mengatakan meminum minuman yang mengandung sejumlah kecil alkohol yang dinilai alami dari proses fermentasi, tidak melanggar hukum Islam.


"Keberadaan alkohol dalam proporsi 5 per seribu (0,5 persen) itu tidak dilarang karena itu adalah jumlah minimal, khususnya ketika itu dihasilkan dari fermentasi alami. Oleh karena itu tidak ada yang salah dengan meminum minuman itu," tulis Qardhawi.


Editor Ash Sharq, Mahmud, menilai, fatwa Qardhawi akan membuka pintu bagi mereka yang ingin meminum alkohol dengan alasan Al Quran dan Sunnah tidak menyebutkan proporsinya. Mahmud juga menilai adalah sulit mengukur kadar alkohol dari proses fermentasi.


Qardhawi kepada AFP mengatakan fatwanya menimbulkan kontroversi karena belum dipahami secara utuh. "Fatwa ini untuk merespons pertanyaan mengenai sebuah minuman berenergi yang beredar di pasaran Qatar," tegas Qardhawi.


Dukungan datang dari mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Qatar, Abdul Hamid al Ansari. Kepada AFP, dia membenarkan argumen Qardhawi.


Sementara saat diminta tanggapannya soal fatwa itu, Said Agil Siradj, Ketua PBNU, mengatakan, fatwa minuman beralkohol ini harus dipahami secara komprehensif, termasuk pemahaman yang utuh terhadap figur Syekh Yusuf Qardhawi sebagai penganut mazab Imam Hanafi, yang mengedepankan kelonggaran dalam urusan pribadi.

2011/2/16 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

 Mari kita lihat apa kata Syekh Yusuf al Qardhawi tentang minuman beralkohol http://www.muhsinlabib.com/agama/wow-qardhawi-halalkan-alkohol

--- Pada Rab, 16/2/11, astikirna murtiningsih <astikirna@gmail.com> menulis:

Dari: astikirna murtiningsih <astikirna@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] coca-cola-mengandung-alkohol
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Rabu, 16 Februari, 2011, 4:26 PM


wah sepertinya isi dari artikel nya sama :) sama2 mendapatkan sumber berita yang sama di "dalam artikel Atlanta Journal-Constitution edisi 8 Februari 1979" cuma beda penulisnya :D

2011/2/16 astikirna murtiningsih <astikirna@gmail.com>
coba ke link di bawah pak awung... td saya juga baca disitu ada dalam racikannya alkohol 8 oz :)
tp tetap butuh klarifikasi juga dari artikel tsb..

http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/02/16/resep-rahasia-coca-cola-ditemukan-ayo-racik-sendiri/

2011/2/16 awung <awungs@gmail.com>

Barangkali dari milister ada yang bisa mengklarifikasi berita ini?

http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1240922/coca-cola-mengandung-alkohol


Salam,
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--




--

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-