Monday, July 13, 2009

[Milis_Iqra] Re: Muslim Uighur Sudah Lama Tertekan

Al Buruuj (85)
-Verse 19-
بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي تَكْذِيبٍ
Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,


2009/7/14 Liana <lianawati_snd@yahoo.co.id>

Tipikal orang kafir: "Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab
itu) mereka tidak mengerti."

On Jul 13, 9:23 am, andri subandrio <subandrio.an...@gmail.com> wrote:
> Tuan Rizal Nyomet 123, anda selalu mengemukakan apa yang terberitakan namun
> anda tidak pernah menggali dari akar masalah yang menjadi sebab kejadian,
> itu tipikal Kristen dimanapun seperti di Ambon di Poso selalu apa yang
> terberitakan yang dipakai sebagai parameter.
>
>  image001.jpg
> 10KViewDownload
>
> Tahukah anda berapa lama muslim minoritas di negera-negara yang mayoritas
> bukan muslim selalu ditindas? jangankan untuk berpolitik, untuk beribadah
> pun mereka susah.
>
> Saya perhatikan dari awal saya masuk milis, tampaknya anda dan Gaby memang
> sudah tipikal.
>
> Bandingkan di Negeri ini, golongan anda sangat dimanja bahkan cenderung
> "nglonjak" namun apakah tindakan muslim disini (sebagai mayoritas) terus
> menindas anda?
>
> Bukalah nurani anda, saya hargai fanatisme anda terhadap agama anda, dan
> memang itu sudah seharusnya, demikian juga dengan fanatisme saya dan rekan
> muslim lainnya, namun dalam berbagai kasus apapun kita tidak pernah
> memancing keributan dengan mengemukakan satu masalah tanpa mengetahui akar
> masalahnya.
>
> 2009/7/11 rizal lingga <nyomet...@yahoo.com>
>
>
>
> > Sdr Andri, ingatlah pertama kali saya mengangkat masalah ini di Iqra, saya
> > bertanya: BAGAIMANA PENDAPAT KALIAN? Jadi bukan mencari kesalahan. Namun
> > tanggapan kalian sendiri yang mencerminkan perasaan diserang. Jadi saya
> > menanggapi berdasarkan tanggapan kalian.
> > Tanggapanmu mencerminkan apa yang ada di pikiranmu. You are what you think.
>
> > Setiap kali masalahnya adalah masalah tanah, seperti di Palestina, masalah
> > pemberontakan seperti di Chechnya dan Thailand, masalah etnis seperti di
> > Bosnia dan Uighur, selalu saja ada dari kalian yang menganggapnya seperti
> > PERANG AGAMA, Islam diserang! Dan lain sebagainya. Responnya adalah JIHAD!
> > BOIKOT!
>
> > Cara berpikir seperti itu hanya ada di Islam. Pendapat kami non Islam, yang
> > adalah kafir menurut kalian, tak satupun dari kami menganggap semua masalah
> > ini sebagai perang agama. Kalianlah yang selalu berpikir begitu.
>
> > Cara berpikir kami sejalan dengan kata Pemerintah Indonesia: Yang kita
> > perangi adalah terorisme dan kefanatikan, bukan Islam, ketika Pemerintah
> > Indonesia menangkap dan menghukum mati Ali Imron dan Imam Samudra dkk.
> > Namun jelas sekali ada dari kalian yang menganggap perbuatan Imam Samudra
> > dkk itu sebagai Syuhada. Lihatlah gambarnya  di TV.
>
> > Tanggapanmu disini sekali lagi mencerminkan hal itu semua, sdr Andri. Dan
> > ini merupakan khas  Muslim Indonesia.
>
> > --- On *Fri, 7/10/09, andri subandrio <subandrio.an...@gmail.com>* wrote:
>
> > From: andri subandrio <subandrio.an...@gmail.com>
> > Subject: [Milis_Iqra] Re: Muslim Uighur Sudah Lama Tertekan
> > To: Milis_Iqra@googlegroups.com
> > Date: Friday, July 10, 2009, 10:44 AM
>
> > Yang ini tolong tuan Rizal nyomet 123 membacanya agar otaknya sedikit
> > terbuka, sehingga tidak melulu mencari kesalahan muslim.
>
> > 2009/7/10 Slamet Hariyanto <Slamet.Hariya...@id.flextronics.com<http://mc/compose?to=Slamet.Hariya...@id.flextronics.com>
>
> >>  *Muslim Uighur Sudah Lama Tertekan*
>
> >> By Michael Dillon, Sejarawan Islam di China
> >> [image: Muslim Uighur Sudah Lama Tertekan]BBC/AP
>
> >> Tindak kekerasan di Xinjiang tidak terjadi tiba-tiba. Akar penyebabnya
> >> adalah ketegangan etnis antara warga Uighur Muslim dan warga Cina etnis Han.
>
> >> Masalah ini bisa dirunut balik hingga beberapa dekade, dan bahkan ke
> >> penaklukan wilayah yang kini disebut Xinjiang oleh Dinasti Qing Manchu pada
> >> abad ke-18.
>
> >> Pada tahun 1940-an, muncul Republik Turkestan Timur di sebagian Xinjiang,
> >> dan banyak warga Uighur merasakan itu menjadi hak asasi mereka.
>
> >> Namun, kenyataannya, mereka menjadi bagian Republik Rakyat Cina pada tahun
> >> 1949, dan Xinjiang dinyatakan sebagai salah satu kawasan otonomi Cina dengan
> >> mengesampingkan fakta bahwa mayoritas penduduk di sana pada saat itu orang
> >> Uighur.
>
> >> Status otonomi tidak tulus, dan meski Xinjiang dewasa ini dipimpin oleh
> >> gubernur dari kalangan warga Uighur, orang yang memegang kekuasaan riil
> >> adalah sekretaris jenderal daerah Partai Komunis Cina , Wang Lequan, yang
> >> orang Cina etnis Han.
> >> *
> >> Perpindahan warga*
>
> >> Di bawah pemerintahan Partai Komunis, terjadi pembangunan ekonomi yang
> >> sangat gencar, namun kehidupan warga Uighur semakin sulit dalam 20-30 tahun
> >> terakhir akibat masuknya banyak warga Cina muda dan memiliki kecakapan
> >> teknis dari provinsi-provinsi di bagian timur Cina.
>
> >> Para migran ini jauh lebih mahir berbahasa Cina dan cenderung diberi
> >> lapangan pekerjaan terbaik. Hanya sedikit orang Uighur berbahasa Cina.
>
> >> Tidak mengejutkan, ini menimbulkan penentangan mendalam di kalangan warga
> >> Uighur, yang memandang perpindahan orang-orang Han ke Xinjiang sebagai makar
> >> pemerintah untuk menggerogoti posisi mereka, merongrong budaya mereka dan
> >> mencegah perlawanan serius terhadap keuasaan Beijing.
>
> >> Dalam perkembangan yang lebih baru, anak-anak muda Uighur terdorong untuk
> >> meninggalkan Xinjiang untuk mendapatkan pekerjaan di belahan lain Cina, dan
> >> proses ini sudah berlangsung secara informal dalam beberapa tahun.
>
> >> Ada kekhawatiran khusus atas tekanan pemerintah Cina untuk mendoroang
> >> wanita muda Uighur pindah ke bagian lain Cina untuk mendapatkan pekerjaan.
> >> Dan, ini memperkuat kekhawatiran bahwa mereka akhirnya akan bekerja di bar
> >> atau klub malam atau bahkan pelacuran tanpa perlindungan keluarga atau
> >> masyarakat mereka.
>
> >> Islam adalah bagian integral kehidupan dan identitas warga Uighur
> >> Xinjiang, dan salah satu keluhan utama mereka terhadap pemerintah Cina
> >> adalah tingkat pembatasan yang diberlakukan oleh Beijing terhadap kegiatan
> >> keagamaan mereka.
>
> >> Jumlah masjid di Xinjiang merosot jika dibandingkan dengan jumlah pada
> >> masa sebelum tahun 1949, dan institusi keagamaan itu menghadapi pembatasan
> >> yang sangat ketat.
>
> >> Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak diizinkan beribadah di masjid.
> >> Demikian juga pejabat Partai Komunis dan aparat pemerintah.
> >> *
> >> Madrasah dibatasi*
>
> >> Lembaga-lembaga Islami lain yang dulu menjadi bagian sangat penting
> >> kehidupan kegamaan di Xinjiang dilarang, termasuk persaudaraan Sufi, yang
> >> berpusat di makam pendirinya dan menyediakan jasa kesejahteraan dan semacam
> >> kepada anggotanya.
>
> >> Semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan
> >> Agama, tapi pembatasan terhadap Islam di kalangan warga Uighur lebih keras
> >> daripada terhadap kelompok-kelompok lain, termasuk etnis hui yang juga
> >> muslim, tapi penutur bahasa Cina.
>
> >> Ketatanya pembatasan itu akibat pertautan antara kelompok-kelompok muslim
> >> dan gerakan kemerdekaan di Xinjiang. Gerakan ini sangat bertentangan dengan
> >> posisi Beijing.
>
> >> Ada kelompok-kelompok di dalam Xinjiang yang mendukung gagasan
> >> kemerdekaan, tapi mereka tidak diperkenakan mewujudkannya secara terbuka,
> >> sebab "memisahkan diri dari ibu pertiwi" dipandang sebagai penghianatan.
>
> >> Pada dekade 1990-an, setelah ambruknya Uni Soviet dan munculnya
> >> negara-negara muslim independen di Asia Tengah, terjadi peningkatan dukungan
> >> terbuka atas kelompok-kelompok "separatis", yang memuncak pada unjukrasa
> >> massal di Ghulja pada tahun 1995 dan 1997.
>
> >> Beijing menindas unjukrasa dengan penggunaan kekuataan luar biasa, dan
> >> para akitvisi dipaksa keluar dari Xinjiang ke Asia Tengah dan Pakistan atau
> >> terpaksa bergerak di bawah tanah.
> >> *
> >> Iklim ketakutan *
>
> >> Penindasan keras sejak digulirkannya kampanye "Strike Hard" (Gebuk Keras"
> >> pada 1996 mencakup kebijakan memperketat pengendalian terhadap kegiatan
> >> agama, pembatasan pergerakan orang dan tidak menerbitkan paspor dan menahan
> >> orang-orang yang didicurigai mendukung separatis dan anggota keluarga
> >> mereka.
>
> >> Ini menciptakan iklim ketakutan dan kebencian sangat kuat terhadap
> >> pemerintah Cina dan warga Cina etnis Han.
>
> >> Mengejutkan bahwa kebencian ini tidak meledak menjadi kemarahan publik,
> >> dan unjukrasa sebelumnya, tapi itu dampak ketatnya kontrol yang diberlakukan
> >> Cina atas Xinjiang.
>
> >> Ada banyak organisasi kaum pendatang Uighur di Eropa dan Amerika Serikat.
> >> Dalam banyak kasus mereka mendukung otonomi sejati bagi kawasan tanah asal
> >> mereka.
>
> >> Di masa lalu, Beijing juga mempersalahkan Gerakan Islami Turkestan Timur
> >> memicu kerusuhan, meski tidak ada bukti bahwa gerakan ini pernah muncul di
> >> Xinjiang.
>
> >> Aparat di Beijing tidak bisa menerima bahwa kebijakan mereka sendiri di
> >> Xinjiang mungkin penyebab konflik, dan berupaya mempersalahkan orang luar
> >> yang mereka tuding memicu tindak kekerasan. Itu juga terjadi dalam kasus
> >> Dalai Lama dan Tibet.
>
> >> Kalau pun organisasi pelarian Uighur ingin menggerakan kerusuhan, tentu
> >> sangat sulit bagi mereka untuk melakukannya, dan ada banyak alasah lokal
> >> menjadi penyebab kerusuhan tanpa perlu ada campur tangan dari luar. *
> >> bbc/ahi*
>
> >>  Legal Disclaimer: The information contained in this message may be
> >> privileged and confidential. It is intended to be read only by the
> >> individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the
> >> reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that
> >> any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If
> >> you have received this message in error, please immediately notify the
> >> sender and delete or destroy any copy of this message- Hide quoted text -
>
> - Show quoted text -

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment