"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat ."
QS Muhammad 33
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu.
Al Qur'an itu firman Allah
dan Hadits kita dapat dari Rasul
jadi taatlah dua2nya
kalo taat al Qur'an saja, namanya inkarus sunnah, ini juga melanggar perintah Allah yang menyuruh taat pada Rasul
Kang Hendi memang cuma menyampaikan,
tapi kalo ada yang berseberangan pastinya orang yang tahu sesuatu harus menyampaikan juga.
Ada ancaman bagi yang menyembunyikan ilmu (kalau dikasih dalil jadi panjang, kalo ga dikasih ada yang protes :-) )
"Dan janganlah kalian mencampur-adukkan yang haq dengan kebatilan dan janganlah kalian menyembunyikan kebenaran sedangkan kalian mengetahuinya." (Al-Baqarah: 42)
Dan firman-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa penjelas dan petunjuk dan setelah kami menjelaskannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itulah yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh orang-orang yang melaknat." (Al-Baqarah: 159)
Berkata Al-Qurthubi rahimahullah: "Para ulama berdalil dengan ayat ini atas wajibnya menyampaikan ilmu yang haq." (Tafsir Al-Qurthubi, 2/185). Dan berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
"Tidaklah seseorang menghafal suatu ilmu kemudian dia ditanya tentangnya, lalu dia menyembunyikannya, kecuali didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan terkekang dengan kekangan dari api neraka." (HR. Ahmad, 2/263, At-Tirmidzi, 5/29, Ibnu Majah, 1/96/261, dari hadits Abu Hurairah radiallahuanhu, dishahihkan oleh Al-Albani dan juga diriwayatkan dari hadits Jabir, Ibnu Mas'ud dan Anas bin Malik radiallahuanhu)
Berkata Qatadah rahimahullah: "Barangsiapa yang mengilmui sesuatu, maka hendaklah dia menyebarkannya dan jauhilah sikap menyembunyikan ilmu. Sesungguhnya menyembunyikan ilmu adalah kebinasaan." (Tafsir Ath-Thabari, 4/207)
Nash-nash di atas menunjukkan kepada kita diharamkannya menyembunyikan ilmu yang semestinya untuk disampaikan kepada manusia, apakah itu disebabkan karena takut kehilangan kenikmatan dunia berupa jabatan, harta, kemasyhuran, atau bertentangan dengan pendapatnya, madzhab ataukah golongannya. Semuanya termasuk dalam ancaman mendapatkan laknat dari Allah subhanahu wa ta'ala. Termasuk di sini adalah para pelaku bid'ah yang menisbahkan bid'ah tersebut kepada Islam. Bahkan Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Dosa ahli bid'ah lebih besar daripada dosa orang yang hanya menyembunyikan (al-haq). Karena jenis yang kedua, hanya menyembunyikan al-haq, sementara ahli bid'ah menyembunyikan al-haq, dan mengajak kepada yang menyelisihinya, maka setiap ahli bid'ah menyembunyikan (al-haq) dan tidak sebaliknya." (Madarijus Salikin, 1/263)
http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=110
Apabila seseorang mengetahui suatu ilmu, kemudian ada orang lain yang bertanya tentang ilmu tersebut maka ia harus menyampaikan ilmu tersebut kepadanya. Sebab apabila tidak dilakukan dan ia menyembunyikan ilmunya itu, ia terkena ancaman Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya,
"Barangsiapa yang ditanya tentang suatu ilmu lalu ia menyembunyikannya, maka ia akan di-belenggu pada hari Kiamat dengan tali kekang dari Neraka." [Al-Mu'iin 'ala Tash-hiih Adaab wa Akhlaaqil Muta'allimin (hal. 31-33)]
Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat." [Al-Baqarah: 159]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullaah mengatakan, "Seorang penuntut ilmu hendaklah memberikan ilmunya kepada penuntut ilmu selainnya dan tidak menyembunyikan suatu ilmu pun karena ada larangan keras dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam terhadap perbuatan tersebut." [Lihat al-Baa'itsul Hatsiits (II/440)]
Selain itu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memberikan perumpamaan bagi orang yang menyembunyikan ilmu dalam sabda beliau.
"Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menceritakannya (tidak mendakwahkannya), seperti orang yang menyimpan perbendaharaan lalu tidak menginfakkannya." [Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath (no. 693), dari Shahabt Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 3479).]
Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang berkaitan tentang apa yang wajib diketahui oleh setiap Muslim dari urusan agamanya.
Selain itu, menyampaikan ilmu hanyalah kepada orang yang layak menerimanya. Adapun orang yang tidak layak menerima ilmu itu, maka boleh menyembunyikan ilmu darinya. Syaikh Ahmad bin Muhammad bin Syakir rahimahullaah mengatakan, "Menyampaikan ilmu hukumnya wajib dan tidak boleh menyembunyikannya, namun mereka (para ulama) mengkhususkan hal itu bagi orang yang berkopetensi (layak) menerimanya.
Diperbolehkan menyembunyikan ilmu kepada orang yang belum siap menerimanya, demikian juga kepada orang yang terus-menerus melakukan kesalahan setelah diberikan cara yang benar." [Lihat al-Baa'itsul Hatsiits (II/440).]
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
On 8 Des, 13:18, whe - en <whe.en9...@gmail.com> wrote:
> ...
>
> baca lainnya »> Maksudnya, taatilah Alloh, baru Rasul. Taatilah Al-Qur'an baru hadis.
> > Dalil yg saya tunjukkan adalah ayat dari Al-Qur'an, bukan perkataan
> > para ulama.
>
> [whe-en]
> Kang Hendy,
> apa perintah Allah ini kurang jelas?
>
> QS Al A'raaf (7) : 205
> Dan sebutlah Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut,
> dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah
> kamu termasuk orang-orang yang lalai
>
> Allah menyuruh hamba-Nya menyebut Nama-Nya:
> 1. Dalam hati
> 2. dengan merendahkan diri
> 3. dengan rasa takut
> 4. tidak mengeraskan suara
>
> Saya benar2 bengung kenapa kang hendy malah memberikan kepada saya ayat2
> yang jelas2 tidak ada kata2 agar lafadz nama Allah "dikeraskan"
>
> I'm really sorry
> saya sudahi diskusi ini. Karena saya cuma menyampaikan bahwa Allah menyuruh
> berkebalikan dengan apa yang kang Hendy sampaikan.
> Saya merasa berkewajiban menyampaikan apa yang saya tahu. Masalah diterima
> apa tidak itu silahkan saja.
>
[Jawaban]
Saya pun bingung, saya menyodorkan ayat :
Q.S. AL-'AROF AYAT 204 :
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan
perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapatkan rahmat ."
kalau dibaca disini apa di dalam hati atau diucapkan ? Kalau disuruh
mendengarkan, apa ucapan dalam hati bisa didengar ?
Dan ini ayat lho, bukan kata ulama atau ustadz. Kita sama2 menyodorkan
ayat. Dalam surat yang sama, cuma selisih satu ayat. Dan dalil dari Al-
Qur'an ini dijadikan sandaran.
(Kadang saya heran, ketika menulis diminta dalil, diberikan hadis,
dibalas Al-Qur'an, ketika saya balas dengan Al-Qur'an, dibalas dengan
hadis).
Kalau pada dasarnya beda, sampai kapan pun akan beda. Kecuali salah
seorang mau mengikuti pendapat yang lainnya (tentu saja segala
sesuatunya dikembalikan kepada Alloh dan Rosulnya). Namun karena dalam
satu surat pun sudah terdapat perbedaan (maksudnya dalam hal
menafsirkan, bukan salah ayatnya), yaa... akan beda terus.
Saya pun ingin menutup diskusi ini, karena dari awal, saya tidak
membuka perdiskusian, hanya menyampaikan hadis hari ini.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment