Thursday, June 24, 2010

Re: [Milis_Iqra] Pemimpin Libya Tuduh Raja Arab Saudi Kaki-Tangan Barat

On Fri, 2010-06-25 at 03:15 +0000, addinkesmas@gmail.com wrote:
Pak Rosyid, mungkin memang kesalahan sy yg hanya curhat terbatas tentang kerja bakti dan ronda yang ternyata dijadikan ukuran sebagai warga yang baik, hehehe. Sehingga seolah-olah sy itu ga ada interaksi dengan warga...
Tapi bukan berarti ketika sy bilang sy jarang ikut kerja bakti dan ronda sy itu ga di tegor warga dengan senyum loh...malah suatu saat ada tetangga yang sakit minta tolong diantar dengan mobil jelek saya bukan kepada tetangga lain yang mungkin hobynya kerja bakti dan mobilnya lebih bagus... Apakah ini juga kali ya pak yg membuat sandal keluarga sy ga hilang seperti pak Rosyid ...hehehe
Intinya pak Rosyid, kenapa hanya kerja bakti dan ronda saja yang dijadikan ukurun kesuksesan menjadi warga yang baik, padahal sy tahu benar sebagian besar tetangga saya juga ga begitu menyukainya...?? Tapi sekali lagi bukan sama sekali sy ga pernah ikut kerja bakti loh pak Rosyid, sy cuma ingin sharing bahwa mungkin eksklusif yang dituduhkan kepada salafy tentang kerja bakti mungkin memiliki kesamaan kondisi dan keterbatasan waktu luang sama seperti saya...ini mungkin loh...
Wallahu 'alam
Rosyid :

Kalau yang saya garis bawahi kemaren memang interaksi sosial pak cuma karena ngambil contohnya pertemuan RT, ronda, kerja bakti, jadinya trus membahas itu,hehehe... Tapi kalau dari cerita pak addin sepertinya pak addin cukup aktif di kegiatan kampung, sehingga sandalnya nggak hilang,hehehe...kalau sekali dua kali ijin karena ada hambatan sih saya juga sering pak, kalau lagi keluar kota atau pulang ke klaten saya pasti sms pak rtnya kalau nggak bisa ikut ronda atau ikut kerja bakti, atau ikut pertemuan RT.
Mungkin yang saya ceritakan pengalaman pribadi saya itu ya karena itu saya menganggap dengan memenuhi kewajiban pribadi sebagai warga dari sisi finansial, maka itu sudah cukup, ternyata itu tidak cukup bagi mereka.
Kalau masalah salafi saya tidak ingin menjudge, hanya saja real di kampung saya person tersebut memang seperti itu, bukan masalah jarang tapi tidak pernah sama sekali ikut kegiatan kampung, sehingga dikucilkan.
Memang sanksi sosial kalau dikampung masih sangat kental, sehingga efek jeranya kelihatan.

No comments:

Post a Comment