Jadi susah ya Pak kalo analoginya tidak tepat,Rosyid :
Ketika gempa jogja, tujuan kerja bhaktinya jelas, membuat rumah untuk tempat tinggal karena tidak ada tempat tinggal
Apakah hal itu sama dengan tujuan kerja bhakti di tempat saya atau pak Rosyid?
Kalau saya mungkin bukan melihat dari sisi analogi, tapi dari sisi kausalitas, hukum sebab akibat. Kenapa recovery gempa jogja cepat karena ikatan sosialnya sangat tinggi, darimana ikatan sosial itu bisa terbentu? karena sering terjadi interaksi antar warga? bagaimana membentuk interaksi antar warga? Kerja bakti, pertemuan RT, pengajian, ronda, dan sebagainya. Kalau misal mbak wheen disuruh milih salah satu nggak boleh 2-2nya ya :)? misal ada tetangga mbak rumahnya kebakaran, tetangga itu ternyata temen deket mbak dan ada tetangga mbak kebakaran juga tapi tetangga itu mbak nggak kenal, boro-boro kenal ketemu aja nggak pernah. Nah dalam kasus ini secara jujur mbak akan lebih ber-empati ke yang mana?
Rosyid :
Jika bapak harus memilih,
1. bapak kerjakan sendiri dengan tetangga, uangnya buat beli teh. kopi, kue
2. bapak memberikan pekerjaan itu kepada orang lain agar orang lain yang tidak punya pekerjaan jelas menjadi punya uang untuk keluarganya, bapak akan pilih yang mana?
Kalau untuk urusan pribadi/misal ngerjain rumah saya sendiri atau bagaimana saya akan lebih milih no 2 karena nggak ingin merepotkan orang lain, tapi kalau untuk urusan bersama(misal mbangun tempat ronda, mbangun polisi tidur) saya akan memilih point 1 karena itupun untuk tujuan bersama. Kalau kata pepatah sekali berenang 2-3 pulau terlampaui. Dengan kerja bersama-sama bisa bangun sesuatu lebih cepat, nambah akrab sama tetangga, dan memperpanjang umur (bukannya ini salah satu manfaat silaturahim?)
Soal pemerintahan lebih bersih karena pengaruh sultan, saya sangat kagum pak, saya tahu itu, karena saya berasal dan besar di Jogja :-)Rosyid :
sayang sekali ya ternyata mental kebanyakan adalah mental kuli kalo begitu, korupsi walaupun kecil2an sampai besar jika tidak ketahuan atasan. mereka takut kalo ketahuan saja, coba kalau banyak ta'lim pak, banyak belajar ilmu agama, harusnya ga perlu diawasi baru bersih,
Jadi pilih belajar ilmu agama atau kumpul2 karena ga enak nich?
Belajar ilmu agama biar kehidupan jadi lebih bersih dimulai dari keluarga masing masing
atau kumpul kumpul saja yang malah bisa jatuh ke gossip, ghibah, dsb?
Ya ini adalah fenomena lain yang memang perlu langkah komprehensif untuk membasminya, baik dari sisi agama, aturan hukum, dan aturan sosial.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment