Wednesday, December 15, 2010

[Milis_Iqra] Mendagri Diminta Turun dari Podium di DPR

Mendagri Diminta Turun dari Podium di DPR

Antara - 22 menit lalu

http://id.news.yahoo.com/politics.html

[Mendagri Diminta Turun dari Podium di DPR] Mendagri Diminta Turun
dari Podium di DPR

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi diminta turun
dari podium oleh anggota DPR RI ketika akan menyampaikan sambutan pada
rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Gamawan tampil di podium pada rapat paripurna DPR RI untuk
menyampaikan sambutan dari pemerintah sehubungan dengan telah
disahkannya Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Perubahan Atas
Undang Undang No.2 tahun 2008 tentang Partai Politik.

Pimpinan rapat paripurna Pramono Anung, mempersilakan kepada Gamawan
Fauzi sebagai wakil pemerintah untuk menyampaikan sambutannya.

Ketika Gamawan Fauzi tiba di podium, seorang anggota DPR memintanya
untuk turun dari podium.

Pramono Anung yang memimpin rapat paripurna berusaha menenangkan
dengan menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri merupakan perwakilan
pemerintah yang akan memberikan tanggapan atas disahkannya RUU tentang
Perubahan Tas UU No.2 tahun 2008 tentang Partai Politik.

"Saudara-saudara anggota dewan, ini sidang paripurna adalah sidang
yang terhormat, saya minta saudara-saudara bersikap tenang," katanya.

Saat itu, Gamawan juga berusaha memberikan penjelasan. Namun seorang
anggota DPR kembali berteriak agar Gamawan Fauzi turun dari podium.

"Saudara menteri turun, tidak perlu memberikan penjelasan," teriak
seorang anggota DPR.

Pramono yang memimpin rapat paripurna sekali lagi berusaha menenangkan
anggota dewan Namun Gamawan Fauzi sudah turun dari podium dan
menyerahkan naskah sambutannya kepada Pramono Anung, berjabat tangan
dan kembali lagi ke tempat duduknya.

Karena sambutan dari pemerintah merupakan bagian akhir dari agenda
pengesahan RUU tentang Perubahan Tas UU No.2 tahun 2008 tentang Partai
Politik, maka setelah Menteri Dalam Negeri menyerahkan naskah
sambutannya, pimpinan rapat paripurna menilai pengesahan RUU tersebut
sudah selesai.

Pramono Anung kemudian menskors rapat paripurna selama dua menit untuk
mempersilakan perwakilan pemerintah meninggalkan ruangan rapat
paripurna.

Perwakilan dari pemerintah yakni Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi
dan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, segera meninggalkan ruangan
rapat paripurna untuk melanjutkan dengan agenda lainnya.

Di luar ruang rapat paripurna, Gamawan Fauzi mengatakan, dirinya
mempertanyakan pihak lain yang melarang untuk memberikan pernyataan
seputar draf RUU Keistimewaan Yogyakarta.

Menurut Gamawan, dirinya menghargai perbedaan konsep dan aspirasi yang
merupakan bagian dari demokrasi.

Selama draf RUU Keistimewaan Yogyakarta masih berada di pemerintah,
kata dia, dirinya memberikan penjelasan soal konsep pemerintah
terhadap suksesi gubernur di Daerah Istimewa Yogyakarta yang diusulkan
melalui draf RUU Keistimewaan Yogyakarta.

"Kenapa saya dilarang bicara tapi orang lain boleh bicara, ini tidak
adil," katanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Aria Bima mengatakan,
pernyataan Menteri Dalam Negeri soal aspirasi masyarakat Yogyakarta
tidak bijak dan tidak mencermintan sebagai pejabat negara.

Menurut dia, pernyataan Menteri Dalam Negeri yang menyebutkan tidak
ada hubungannya antara keputusan DPRD Yogyakarta dengan draf RUU
Keistimewaan Yogyakarta, telah melukai perasaan masyarakat Yogyakarta.

Aria Bima meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi bisa mengoreksi
diri dan memberikan pernyataan yang bijaksana.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment