Pemerintah Mabuk Keberhasilan Semu
http://www.mediaindonesia.com/kanal/1/politik-hukum-dan-keamanan
MI/Agung Wibowo/al
JAKARTA--MICOM: Pemerintah saat ini terlena dengan masalah yang enak
(good problem). Tanpa perlu langkah yang berarti, uang dengan deras
mengalir ke negeri ini. Lalu pemerintah mengklaim ekonomi Indonesia
menguat.
"Pemerintah seolah sedang dimabuk keberhasilan semu. Derasnya arus
modal asing sebagian besar adalah hot money yang berisiko tinggi
menimbulkan bubble
effect yang dapat merubuhkan ekonomi Indonesia dalam sekejap," kata
Peneliti Senior Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit di
Jakarta, Kamis (16/12).
Menurutnya, pengalaman itu sudah kita rasakan pada krisis 97-98.
Kebijakan yang salah dalam investasi justru akan memperbesar risiko
tersebut. SBY seharusnya lebih memperhatikan peningkatan kemampuan
investor domestik untuk membangun ketahanan ekonomi nasional, dengan
meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dikatakannya, sepanjang tahun ini pemerintah sibuk mengklaim bahwa
segala sesuatu terkait kebijakan tim ekonominya sudah right on the
track. Ekonomi tumbuh, kemiskinan turun, pembangunan infrastruktur
bergerak dinamis, dan sebagainya. Padahal, jika dibandingkan dengan
beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia,
pertumbuhan ekonomi Indonesia ketinggalan. Roda pembangunan bergerak
lamban tahun ini.
"SBY mesti menyadari, siapapun yang berkuasa di negeri ini, sehebat
apa pun dukungan politik di belakangnya, tidak ada jaminan ia tidak
akan jatuh. Kekuatan partai dan loyalitas massa pendukung tidak bisa
menolong. Jika terjebak pada laporan manis pembantunya, sementara
respon publik negatif, maka dia sedang memanam bom waktu yang setiap
saat dapat meledak, meruntuhkan kekuasaannya," tandas Sukardi.
Di sisi lain, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Demokrat, Muhammad
Azhari mengatakan, presiden harus lebih intensif lagi dalam mengawasi
kebijakan yang diambil oleh bawahannya. Jangan sampai, kebijakan
tersebut menjadi kebablasan dan mendapat respon negatif publik yang
akhirnya akan menggerus kredibilitasnya.
"Sorotan negatif terhadap Kepala BKPM setidaknya telah mempengaruhi
citra presiden di mata publik. Untuk itu, SBY harus bisa bersikap
lebih tegas dalam mengendalikan pembantu di kabinetnya. Jangan sampai,
sorotan negatif yang muncul akan semakin memperburuk citranya di
hadapan publik," ujarnya.(*/X-12)
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment