Lihat harimau di kebun Binatang dipakai mainan sama anak-anak,dijadikan tontonan, bahkan digodain dll
Begitu juga apabila Ulama' keluar dari Ummatnya maka tidak akan dihargai lagi,Fatwanya gak didengarkan, Pituturnya,wibawanya, dll.
(Whe-en)
Harimau di KB buat background foto mas Tarno. Hehheh
Mungkin benar opini mas Tarno,ketika kita kehilangan idealisme terhadap Al qur'an dan Assunnah, jangankan fatwa, ilmupun bisa diragukan, wibawapun kita ragukan walaupun untuk orang yang sepaham dengannya tidak bahkan dielu2kan.
Cerita saya hari ini, saya curhat ke temen saya, saya kecewa dengan sahabat saya yang dulunya saya rasa berjalan di atas al Qur'an dan Assunnah, sekarang sepertinya tindakannya dikendalikan oleh orang lain entah jasa apa yang telah dia terima sehingga kelihatan sahabat saya tersebut sangat khawatir berseberangan pendapat walaupun dia diatas jalan yang lurus.
Orang yang dulunya sangat saya percaya ilmunya, sekarang jangankan percaya, idealisme dan kekonsistenannya terhadap Al Qur'an dan assunnahpun saya ragukan.
Demikian mas.
Bisa dibilang curhat tuch :-D, tapi sesuai dengan konotasi harimau ketika keluar hutan.
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Maaf Mbak When,
Dari Berita ini cumin saya mengambil Pelajaran bagi saya sendiri ,Bukan dari hadisnya, cara mengkritik,dll.
Cuman jadi teringat,cerita jaman kecil.
Kalau Harimau keluar dari Hutan,maka dia tidak akan disegani lagi,tidak menjadi Raja lagi,Kita Lihat harimau di kebun Binatang dipakai mainan sama anak-anak,dijadikan tontonan, bahkan digodain dll
Begitu juga apabila Ulama’ keluar dari Ummatnya maka tidak akan dihargai lagi,Fatwanya gak didengarkan, Pituturnya,wibawanya, dll.
Kalau saya lihat itulah yang terjadi sekarang ini.
Itu Pandangan Saya Pribadi.
From:
Sent: Wednesday, January 26, 2011 3:03 PM
To:
Subject: Re: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin Gaduh
Alhamdulillah,
Akhirnya saya menemukan takhrij ringkas hadits yang sedang mas Dani bahas (shahih). Hampir saja saya akan menanyakannya kepada mas Priyo atau mas Tarno atau mas wawan. (Maaf mas mas bertiga saya sebut namanya karena saya menganggap mas mas lebih punya pandangan yang netral untuk menilai sebuah dalil walaupun berbeda pandangan dengan saya soal ini mungkin :-) )
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment