2011/2/1 wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>
Mas Armansyah - Ok diskusi lanjut dengan terjemahan langsung bahasa
arab, tanpa interpolasi.
[Arman] : Baiklah, dengan pernyataan diatas maka saya percaya bahwa mas Wawan sepakat al-Qur'an surah an-Nisaa (4) ayat 157 dalam konteks ayatnya yang asli, sama sekali tidak pernah berbicara mengenai keberadaan orang lain yang telah disubstitusi wajahnya menjadi Nabi Isa al-Masih. Adapun terjemahan sebelumnya yang mas Wawan pernah bawakan adalah menyimpang dari teks asli al-Qur'an. Terimakasih atas awal yang baik yang sudah mas Wawan perlihatkan dalam bentuk kejujuran pengakuan mas Wawan ini, semoga Allah memberikan kebijakan dan ilmu yang berlimpah pada anda karenanya.
Ok, dari kesepakatan ini kita bisa lanjutkan diskusi kita ...
Mas Wawan sempat bertanya pada saya seperti saya kutipkan berikut ini :
---------- Forwarded message ----------From: wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>Date: 2011/2/1Subject: Re: [Milis_Iqra] Diskusi baru tentang Isa al-Masih [A-W]Dear mas Armansyah,Menurut ayat tersebut secara harfiah yang diserupakan bagi mereka berarti:1. yang disalib nabi Isa as, tetapi masih hidup, dikira mati saatdisalib ternyata masih hidup.2. orang lain yang ditangkap dan diduga Isa as, padahal bukan.Apakah mas Arman punya dugaan lain yang dilengkapi dengan bukti2?
Mas Wawan punya dua pertanyaan yang dalam perspektif saya, setiap masing-masingnya membutuhkan jawaban yang detil disertai oleh data dan fakta yang bisa diterima secara otentik, logis tanpa rekayasa atau berdasarkan subyektifitas sikap yang dilandasi oleh tradisi tanpa adanya sikap kritis.
Karena saya sampai hari ini tidak berkeyakinan bahwa telah terjadi substitusi diri antara Nabi Isa dengan orang lain dengan argumentasi utama surah an-Nisaa ayat 157 serta beberapa data lain terkait yang nantinya akan kita explore satu demi satu maka saya akan mendahulukan jawaban untuk point dua, yaitu adanya bentuk penafsiran (sekali lagi saya ulangi, bentuk penafsiran dan ini bukan bentuk terjemahan atas ayat al-Qur'an) dari sebagian orang Islam bila dalam proses penyaliban itu telah ada sebuah kejadian adikodrati substitusi wajah dan diri antara Nabi Isa dengan orang lain.
Bagi saya argumentasi ini tidak bisa dibuktikan maupun diterima secara valid berdasar data dan fakta yang otentik, nah, saya masih percaya, walau mas Wawan dengan jujur menyepakati al-Qur'an surah an-Nisaa (4) ayat 157 tidak berbicara apapun mengenai hal ini tetapi mas Wawan mungkin masih berpendapat sesuai poin dua ini. Tolong koreksi saya bila salah. Mas Wawan, mungkin mas Wawan bisa memberikan dasar kepercayaan ini, misalnya dalil yang menyebutkan memang telah terjadi substitusi diri, siapa orang yang disubstitusi menjadi Nabi Isa dan bagaimana proses substitusi itu sendiri terjadi berikut waktunya ?
Itu dulu ya mas dari saya, maaf jika berkenan tetapi saya hanya merespon posting mas Wawan sebelumnya yang gigih memperlihatkan dalil-dalil dan pendapat akan turunnya Nabi Isa kembali berikut hal-hal yang berkaitan dengannya.
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment