Dari Ummui mu'minin yaitu Ummu Salamah yakni Hindun binti Abu Umayyah
yakni Hudzaifah رضي الله عنها, dari Nabi صلی الله عليه وسلم,
bahwasanya beliau صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Bahwasanya saja nanti itu akan digunakanlah beberapa pemimpin negara
- amir-amir, maka engkau semua akan menyetujui mereka, karena kelakuan
mereka itu sebagian ada yang sesuai dengan syariat agama, tetapi
engkau semuapun akan mengingkari mereka-sebab ada pula
kelakuan-kelakuan mereka yang melanggar syariat agama.
Maka barangsiapa yang benci - dengan hatinya, ia terlepaslah dari
dosa, juga barangsiapa yang mengingkari, iapun selamat - dari siksa
akhirat. Tetapi barangsiapa yang ridha serta mengikuti
-pemimpin-pemimpin di atas, itulah yang bermaksiat."
Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah tidak perlu kita
memerangi mereka itu?" Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Jangan,
selama mereka masih mendirikan shalat bersamamu semua." (Riwayat
Muslim)
Maknanya ialah bahwa barangsiapa yang membenci kepada
pemimpin-pemimpin yang suka melanggar syariat agama itu dengan
hatinya, karena tidak kuasa mengingkari mereka dengan tangan atau
lisannya, maka ia telah terlepas dari dosa dan ia telah pula
menunaikan tugasnya. Juga barangsiapa yang mengingkari dengan sekedar
kekuatannya, iapun selamat dari kemaksiatan ini. Tetapi barangsiapa
yang ridha dengan kelakuan- kelakuan mereka serta mengikuti jejak
mereka, maka itulah orang yang bermaksiat.
Nomor: 189 Sumber: riyadhus-shalihin
On 2/7/11, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> wrote:
> Mas Wawan, mohon maaf bila pertanyaan saya tidak berkenan, namun memang saya
> ingin mengetahui jawabannya:
>
> "Wajibnya Ta'at Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Selama Mereka Tidak
> Memerintahkan Untuk Kema'shiyatan"
>
> Saya tidak akan membantah kalimat diatas, hanya saya mohon pencerahannya :
>
> 1. Bagaimana kalau pemimpin itu tidak memerintahkan kemaksiyatan namun
> justru
> sebagai pelaku kemaksiyatan itu sendiri.
> 2. Mohon dijelaskan "wajib taat" yang seperti apa?
>
> Terima kasih, dan sekali lagi mohon maaf bagi yang tidak berkenan.
>
> 2011/2/7 wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com>
>
>> Wajibnya Ta'at Kepada Pemimpin Kaum Muslimin Selama Mereka Tidak
>> Memerintahkan Untuk Kema'shiyatan
>> Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
>> Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah wajibnya
>> ta'at kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerintahkan
>> untuk berbuat kemakshiyatan, apabila mereka memerintahkan perbuatan
>> ma'shiyat, dikala itulah kita dilarang untuk menta'atinya namun tetap
>> wajib ta'at dalam kebenaran lainnya, sebagaimana firman Allah Ta'ala.
>> "Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ta'atlah kamu kepada Allah
>> dan ta'atlah kepada Rasul serta para pemimpin diantara kalian ..."
>> [An-Nisaa : 59] Dan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم "Artinya : Dan aku
>> berwasiat kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah dan
>> mendengar dan ta'at walaupun yang memimpin kalian seorang hamba".
>> [Telah terdahulu takhrijnya, merupakan potongan hadits 'Irbadh bin
>> Sariyah tentang nasihat Nabi صلی الله عليه وسلم kepada para
>> sahabatnya]. Dan Ahlus Sunnah wal Jama'ah memandang bahwa ma'shiyat
>> kepada seorang amir yang muslim itu merupakan ma'shiyat kepada Rasul
>> صلی الله عليه وسلم, sebagaimana sabdanya. "Artinya : Barangsiapa yang
>> ta'at kepada amir (yang muslim) maka dia ta'at kepadaku dan
>> barangsiapa yang ma'shiyat kepada amir maka dia ma'shiyat kepadaku".
>> [Dikelaurkan oleh Bukhari 4/7137, Muslim 4 Juz 12 hal. 223 atas Syarah
>> Nawawi]. Demikian pula, Ahlus Sunnah wal Jama'ah-pun memandang
>> bolehnya shalat dan berjihad di belakang para amir dan menasehati
>> serta medo'akan mereka untuk kebaikan dan keistiqomahan. [Disalin
>> dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Syaikh
>> Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem PO
>> Box 6373 Riyadh Saudi Arabia, penerjemah Abu Aasia]
>> Kategori: Ushul Ahlissunnah Sumber: http://www.almanhaj.or.id Tanggal:
>> Sabtu, 25 September 2004 07:23:42 WIB
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> Wassalaamu'alaikum
>
> Thank you
>
> Best regards
>
> Andri Subandrio
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment