Monday, May 23, 2011

[Milis_Iqra] berita militer-cerita pembebasan kapal Sinar Kudus

JAKARTA - Sejumlah Penari menyambut kedatangan kapal perang HMS Richmond-F239 milik angkatan laut Inggris di dermaga Pelabuhan Jakarta Internasional Container Terminal 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/5) Kunjungan persahabatan angkatan laut tersebut dalam rangka mempererat hubungan dan kerjasama keamanan antara Angkatan laut kedua negara. FOTO ANTARA/Reno Esnir/nz/11.





Presiden Sambut Satgas Merah Putih

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah), didampingi oleh Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono (kanan), saat menyambut kedatangan Satuan Tugas Merah Putih di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Minggu (22/5). Penyambutan kedatangan awak satgas ini dilakukan usai sukses melaksanakan misi kemanusiaan menyelamatkan sandra awak Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh Perompak Somalia di Perairan Somalia. Hadir juga dalam acara penyambutan ini para awak MV Sinar Kudus. FOTO ANTARA/Ujang Zaelani/ss/pd/11






Robot Penjinak Bom Bisa Dibuat Dalam Negeri

Robot penjinak bom. (Foto: Ridwan GRT)

22 Mei 2011, Batam (ANTARA News): Politeknik Negeri Batam, Provinsi Kepulauan Riau bekerja sama dengan Kepolisian daerah setempat mengembangkan robot penjinak bom.

"Politeknik bersama Kepolisian Daerah (Polda) sedang mencari material yang pas untuk robot yang kami kembangkan," kata Direktur Politeknik Negeri Batam Priyono Eko Sanyoto di Batam, Minggu.

Saat ini, tim robot Politeknik Batam sedang mengembangkan desain yang tepat untuk robot penjinak bom.

Pengembangan robot penjinak bom menggunakan material khusus agar tidak mudah meledak dan berbeda dengan robot-robot lain yang pernah dibuat mahasiswa Poltek Negeri Batam sebelumnya.

"Kami mengupayakan bahan yang sebaik mungkin, agar robot tidak hancur saat ada bom yang meledak," lanjutnya.

Priyono mengatakan harapan pengembangan robot cepat selesai untuk membantu polisi menanggulangi ancaman bom terutama di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau.

Selain bekerja sama dengan Polda Kepri, Politeknik Negeri Batam juga terus berupaya mengembangkan robot-robot untuk keperluan industri.

Menurut Priyono, Batam adalah kota industri yang memanfaatkan teknologi tinggi.

Politeknik berharap, pengembangan robot yang dilakukan akan dilirik oleh perusahaan-perusahaan di Batam.

"Kami akan berupaya mengembangkan robot industri tepat guna," kata Priyono.

Politeknik Negeri Batam berulang kali mengukir prestasi pembuatan robot.

Politeknik Negeri Batam selalu menjadi juara umum Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) wilayah Sumatera dalam dua tahun terakhir.

"Untuk tingkat internasional kami pernah menjadi juara ketiga kontes robot cerdas di tahun 2007," kata Priyono.

Ini Alasan SBY Emoh Blakblakan Soal Operasi Sinar Kudus

Ratusan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Merah Putih disambut saat tiba di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Minggu ( 22/5). Penyambutan kedatangan Satuan Tugas Merah Putih, seusai melaksanakan misi kemanusiaan menyelamatkan sandra awak Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh Perompak Somalia di Perairan Somalia. (Foto: ANTARA/ Ujang Zaelani/ss/pd/11)

22 Mei 2011, Jakarta (TEMPO Interaktif): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku lega kini bisa berterus terang tentang pengiriman Satuan Tugas Merah Putih untuk operasi pembebasan Kapal Kargo Sinar Kudus dari perompak di perairan Somalia. Soalnya, sudah sekian lama ia harus bungkam tentang misi itu.

"Saya menahan diri selama dua bulan tidak berbicara karena tidak ingin prajurit yang sedang bertugas, jiwa dan raganya dikorbankan," kata Yudhoyono dalam penyambutan Satuan Tugas tersebut di Dermaga Kolinlamil, Ahad, 22 Mei 2011.

Meski dihujani kritik sebagai pemimpin yang lamban, katanya, Yudhoyono tetap harus berdiam diri. "Tidak mungkin saya bilang sudah dikirim seminggu lalu, posisinya di sini, sama saja dengan setor nyawa," ujarnya.

Sejak hari pertama Sinar Kudus dibajak, Yudhoyono mengaku telah dilapori para menterinya. Presiden lantas langsung menggelar lima rapat terbatas berturut-turut untuk menyiapkan pemberangkatan Satuan Tugas untuk pembebasan dari perompak Somalia.

Bahkan, Satuan Tugas pun dibekali dengan persenjataan lengkap untuk melangsungkan operasi militer. Hanya, takdir menggariskan lain. Pemilik kapal memilih membayar tebusan. "Kenapa kita kirimkan kekuatan lebih dari satu batalion, karena kita sudah siapkan segalanya. Operasi dirancang untuk melakukan sesuatu yang lebih dari yang ditakdirkan Tuhan," tuturnya.

Ia meminta para petinggi TNI menceritakan keseluruhan proses kepada masyarakat agar semua orang tahu apa saja yang telah mereka lakukan dalam misi tersebut.

Pimpin Kapal Satgas ke Somalia, Kolonel Ahmad Naik Pangkat

Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat Kolonel Laut Ahmad Taufiqoerachman bakal naik pangkat hari ini. Ia dianggap berjasa dalam menjalankan tugasnya sebagai Komandan Satuan Tugas Duta Samudera I/2011, bagian dari Satuan Tugas Merah Putih yang melakukan operasi pembebasan kapal kargo MV Sinar Kudus di perairan Somalia, April lalu. Satgas Merah Putih dipimpin oleh Komandan Korps Marinir, Mayor Jenderal (Mar) Alfan Baharudin.

"Penyematan tanda pangkatnya dalam acara nanti," ujar Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Angkatan Laut Kolonel Laut Rony E. Turangan di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Ahad 22 Mei 2011.

Hari ini, di dermaga Kolinlamil akan digelar acara penerimaan Satgas Duta Samudra. Tiga KRI merapat secara berurutan, yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma, KRI Yos Sudarso, dan KRI Banjarmasin. Tiga KRI ini berangkat ke Somalia di bawah komando Ahmad Taufiqoerachman.

Dalam acara inilah Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono akan meminta izin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyematkan tanda pangkat satu tingkat lebih tinggi. Pangkat Ahmad naik menjadi Laksamana Pertama.

Dalam acara yang dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB tersebut, Agus dan Ahmad masing-masing akan memberikan laporan kepada Yudhoyono. Slamet Juhari, kapten kapal kargo Sinar Kudus yang dibebaskan dari tangan perompak, serta Ketua Solidaritas Pelaut Indonesia juga akan memberikan sambutan di acara ini. Puncaknya, Presiden Yudhoyono juga akan memberikan sambutannya di hadapan hadirin.

Untuk Lawan Perompak, Pemerintah Somalia Dukung TNI Duduki Daratan

Ratusan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Merah Putih disambut saat tiba di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Minggu ( 22/5). Penyambutan kedatangan Satuan Tugas Merah Putih, seusai melaksanakan misi kemanusiaan menyelamatkan sandra awak Kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh Perompak Somalia di Perairan Somalia. (Foto: ANTARA/Ujang Zaelani/ss/pd/11)

22 Mei 2011, Jakarta (TEMPO Interaktif): Minggu siang ini, 22 Mei 2011, upacara penyambutan kedatangan Satuan Tugas Pembebasan Sandera Kapal Sinar Kudus akan digelar di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menerima kedatangan pasukan TNI yang telah sebulan lebih bertugas ke perairan Somalia itu.

Tuntas sudah tugas mereka melakukan operasi pembebasan sandera kapal kargo Sinar Kudus. Namun, sejumlah cerita di balik operasi pembebasan sandera melawan para bajak laut Somalia masih tersisa. Salah satunya soal rencana Satgas menduduki Pantai Ceel Dhahanaan (El Dhanan), Somalia, saat Sinar Kudus masih dikuasai perompak. Pemerintah Somalia rupanya mendukung penuh rencana itu.

Kepada Tempo, Duta Besar Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barow menyatakan pihaknya tak berkeberatan dengan rencana pasukan TNI menduduki Pantai El Dhanan, saat melakukan operasi pembebasan kapal Sinar Kudus bulan lalu. "Kami setuju. Siapa pun yang mau melawan kelompok bajak laut, kami 100 persen persilakan," ujarnya, Jumat lalu, 20 Mei 2011.

Meskipun, ia belum diberi tahu Pemerintah Indonesia soal niat menduduki El Dhanan sebagai bagian dari strategi Satgas merebut kapal Sinar Kudus. Dukungan penuh ini diberikan karena Indonesia adalah sesama negara dengan mayoritas penduduk muslim, sama seperti Somalia. Saat Sinar Kudus masih dikuasai perompak, Barow memang selalu menunjukkan dukungannya pada pelaksanaan operasi militer. "Di laut maupun di darat, kami izinkan," ucapnya.

Ia juga sempat menunjukkan kegemasannya karena mafia perompak di perairan negaranya semakin marak saja. Bahkan, penyandang dana aksi para pembajak ditengarai berasal dari luar Somalia. Warga Somalia hanya jadi pelaksana di lapangan. "Somalia cuma tempat parkir, pemiliknya internasional," tuturnya di kantornya, Kedutaan Besar Somalia, di Jakarta, 15 Maret lalu.

Ketika itu, karena khawatir pada keselamatan awak Sinar Kudus, pemerintah belum berterus terang soal rencana pembebasan kapal kargo tersebut. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah bahkan pernah berucap bahwa pernyataan Pemerintah Somalia, yang mengizinkan Indonesia mengirim pasukan untuk membebaskan sandera awak kapal Sinar Kudus, tak banyak berarti. Sebab, pemerintah di sana memang tidak memegang kekuasaan atas seluruh wilayahnya.

"Pemerintah Somalia bisa memberi statement (pernyataan) apa saja, tapi adalah fakta bahwa mereka tidak menguasai negaranya sendiri," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan Tempointeraktif.com dan Koran Tempo pekan lalu, Satuan Tugas “Merah Putih”--nama satuan operasi pembebasan sandera Sinar Kudus--ternyata menyiapkan strategi khusus saat menggelar operasi di Somalia itu. Strategi itu adalah menduduki Pantai El Dhanan, Somalia, yang menjadi basis para perompak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kabarnya menyetujui bahkan memerintahkan langkah menduduki pantai yang hanya berjarak 500-600 meter dari kampung para perompak itu.

“Untuk mencegah bantuan dari darat pada saat melakukan penindakan, duduki pantai El Dhanan,” kata Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayor Jenderal (Mar) Alfan Baharudin kepada Tempo. Presiden oke dengan strategi itu saat Alfan mamaparkan strategi operasi pembebasan sandera di Istana Cipanas, 16 April 2011.

Alfan, yang juga ditunjuk sebagai Komandan Satgas “Merah Putih” ini beralasan, El Dhanan memiliki posisi yang strategis untuk mencegah perompak mengerahkan bala bantuan saat kapal Sinar Kudus disergap pasukan TNI. Sebab, jarak kapal Sinar Kudus ketika lego jangkar hanya sekitar 3,5 Nautical Mile saja dari bibir pantai El Dhanan. “Ini sangat dekat untuk mengerahkan bantuan,” ujar Alfan.

Selain menyetop bantuan, langkah menduduki El Dhanan adalah taktik psywar alias "perang urat saraf" menghadapi perompak. Apalagi jika mereka sampai menggunakan 20 awak Sinar Kudus sebagai tameng hidup saat pasukan menyerang.

"Bodoh-bodohnya begini, elu mau bunuh 20 orang Indonesia di kapal? Gue habisin nih satu kampung, ada anak-istri elu di situ. Saya yakin dia punya rasa kemanusiaan, ada rasa takut," kata Alfan. "Saya ambil (cara) psikologis itu. Kami akan punya posisi tawar sangat tinggi bila El Dhanan diduduki," ujarnya.

 

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

No comments:

Post a Comment