إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا
"Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis)[Maksudnya, dulu kitabah (tulis-menulis) amatlah jarang ditemukan. (Lihat Fathul Bari, 4/127)] dan tidak pula mengenal hisab[Yang dimaksud hisab di sini adalah hisab dalam ilmu nujum (perbintangan) dan ilmu tas-yir (astronomi). (Lihat Fathul Bari, 4/127)]. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30)."[HR. Bukhari no. 1913 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]
"Berpuasalah kalian karena melihatnya, berbukalah kalian karena melihatnya dan sembelihlah kurban karena melihatnya pula. Jika -hilal- itu tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah menjadi tiga puluh hari, jika ada dua orang saksi, berpuasa dan berbukalah kalian."[ HR. An Nasai no. 2116. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih] Dalam hadits ini dipersyaratkan dua orang saksi ketika melihat hilal Ramadhan dan Syawal. Namun untuk hilal Ramadhan cukup dengan satu saksi karena hadits ini dikhususkan dengan hadits Ibnu 'Umar yang telah lewat.(Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/ 92.]
Begini pak Andri, dalam logika saya yang sederhana,kalau Nabi bersabda jika tertutup awan saja kita disuruh menggenapinya menjadi 30 koq, bukan dihitung,
buat apa ada hadits digenapin bulannya menjadi 30 kalau tidak terlihat? jika kita malah menghitungnya, och... sudah kelihatan dengan derajat sekian sekian, kapan menggenapinya menjadi 30 kalau dihitung harusnya kelihatan :-)
maaf tidak bisa panjang panjang karena saya lagi ada keperluan
terimakasih
Mohon maaf mbak Whe en, Quran Al Baqarah 185, disitu Allah tidak memerintahkan kita untuk melihat (abshar) tapi menyaksikan (syahida)
Syahru ramadhaanaal ladzii unzula fiihil quraanu hudaal lnnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal fuqaani faman syahida minkumuusyahra falyashumtu waman kaana mariidhaan au 'alaa safari fa'iddatum min ayyamin ukhara yuriiduullaahu bikumul yusra wa laa yuriidu bikumul 'usra wa liykmiluul 'iddata walitkabbiruullaaha 'alaa maa hadaa akum wala'allakum tasykuruuna (Al Baqarah 185)
perbedaan antara melihat dengan menyaksikan (menurut saya yang sempit) secara etimologi adalah : melihat adalah secara fisik, meyaksikan tidak harus secara fisik, contoh: Asyhadu an laa ilaha ilallaah ................, apakah kita telah melihat Allah? dan di banyak ayat Allah menyatakan bahwa sesunguhnya matahari, bulan dan bintang adalah tanda-tanda kebesaran Allah, yang antara lain dapat digunakan untuk perhitungan waktu:
Al Anbyaa' 33. dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.
Jadi menurut saya dua-dua cara untuk menentukan waktu adalah betul, kalau terjadi perbedaan tinggal bagaimana kita saja untuk mengikuti yang mana.
2010/7/25 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Tidak usah minta maaf mas :-)semua pilihan masing - masing, karena kita juga akan mempertanggungjawabkan pilihan itu kan?Jadi saya cuma ingin dihormati juga pilihan saya :-)buat saya, Islam dibangun berdasarkan wahyu dari Allah kepada Rasulullah, jadi saya dengar dan saya taat, saya melihat dalil dulu baru akal.Dan tanpa mengurangi rasa respect saya terhadap rekan - rekan yang lain, tidak ada diskusi buat saya selama nash-nya jelas, tidak tahu mungkin rekan rekan yang lain.silahkan jika ada yang akan berdiskusi dalam hal ini.
2010/7/25 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>Whe~en
Saya memilih untuk menentukan Ramadhan dengan cara hisab ... maaf, penjabaran serta argumentasi ilmiah dan ilahiahnya lengkap akan ada dibuku ke-5 InsyaAllah.
Tetapi siapa yang ingin menyanggah pancingan diskusi ini ... saya persilahkan.,
2010/7/22 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment