Saturday, January 7, 2012

Re: [Milis_Iqra] Akibat Fatal Penyakit Dengki

"janganlah kamu saling mendengki, karena ssungguhnya dengki memakan
kebaikan seperti api membakar kayu bakar."

2012/1/7, Ifadah <ifadah@gmail.com>:
> Rasulullah saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin
> Imran (as):
> "Wahai putra Imran, jangan sekali-kali kamu dengki pada manusia karena
> karunia yang Aku berikan kepada mereka. Jangan memandang mereka dengan
> pandangan amarah pada mereka. Jangan kamu ikuti prasangka dengki.
> Sesungguhnya orang yang dengki berarti jengkel pada nikmat-Ku dan
> menggugat pembagian karunia-Ku yang Aku tetapkan di antara hamba-hamba-
> Ku. Siapa yang demikian, Aku putuskan hubungan dengannya dan dia telah
> memutuskan hubungan dengan-Ku." (Arba'ûna hadîtsan: hadis ke 5, hlm
> 106)
>
> KUMPULAN HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
> http://www.tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah.html
>
> Dua Penyebab utama dengki: Rendah diri dan putus asa. Ulama besar
> Allamah Al-Majlisi menyatakan: ada 7 penyebab dengki. Penjelasannya,
> akses: http://tinyurl.com/74r4ejd
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Re: Amalan Praktis dan Doa-Doa Pilihan

UPDATE 07 Januari 2012
1. Doa Keselamatan dari Badai http://tinyurl.com/86dng6g
2. Penyakit Jiwa: Dengki dan Penyebabnya http://tinyurl.com/74r4ejd


Atau akses:  http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-
ringkasan-amalan-praktis-dan-doa-doa-pilihan.html

On 5 Jan, 16:15, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
> UPDATE TERBARU 26 Januari 2012Doa untuk Mencapai Hajat dan Keberkahanhttp://tinyurl.com/85h7f22
> Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> On 5 Jan, 01:04, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
> > Tambahan updateHari-Hari Baik dan Berkah Untuk Mulai Aktivitas dan
> > Transaksihttp://tinyurl.com/87z4zyx
> > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > On 4 Jan, 00:31, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > Ada tambahan update:• Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8e
>
> > > •     Hari-Hari Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > > On 4 Jan, 00:28, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > > Ada tambahan update:Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8eHari-Hari
> > > > Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> > > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > > > On 3 Jan, 04:37, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > > > Doa dari Al-Qur'an utk Pasangan Suami-Istri dan Keturunanhttp://tinyurl.com/cvsjmsc
> > > > > Cara Melacak Dua Macam Suara Halus dalam Hatihttp://tinyurl.com/bu2pws8
> > > > > Doa dari Al-Qur'an untuk Orang Tua dan Anakhttp://tinyurl.com/6ryf887
> > > > > Shalat dan Doa untuk Menundukkan Lawanhttp://tinyurl.com/cqeyhzg
> > > > > Tips dan Doa untuk Sukses di Bidang Pertanianhttp://tinyurl.com/89ft8t6
> > > > > 5 Doa dari Al-Qur'an (Surat Al-Baqarah)http://tinyurl.com/7s4qsxj
> > > > > Doa Bakdah Shalat Fardhuhttp://tinyurl.com/7kjzv6b
> > > > > Doa untuk Menghilangkan Tekanan Batinhttp://tinyurl.com/73bzj8e
> > > > > Kisah Isteri dan Harta pindah ke Tangan Orang lainhttp://tinyurl.com/d4pg2os
> > > > > Tata cara dan Doa Ziarah Kuburhttp://tinyurl.com/7fge2xq
> > > > > Tips dan Doa untuk Meraih Cinta Sejatihttp://tinyurl.com/d3uslwy
> > > > > 10 Wasiat Nabi SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusiahttp://tinyurl.com/768fqld
> > > > > Wasiat Nabi saw tentang Hubungan suami-istrihttp://tinyurl.com/ctce3rv
> > > > > Shalat dan Doa untuk Mendapatkan Kemudahan Rejekihttp://tinyurl.com/6nzatxa
> > > > > Rumah Idaman dalam Perhitungan Islamihttp://tinyurl.com/d37c3fr
> > > > > Doa untuk Anakhttp://tinyurl.com/bmcws4j
> > > > > Doa untuk Orang Tuahttp://tinyurl.com/5ssxhhs
> > > > > Akibat Berbakti kepada Orang Tuahttp://tinyurl.com/6cwew3o
> > > > > Tips Menembus Hijab Pintu Rejekihttp://tinyurl.com/5sknqps
> > > > > Tips Agar Rejeki yang Mencari Andahttp://tinyurl.com/3f24fpn
> > > > > Kesucian Jiwa dan Kesuksesanhttp://tinyurl.com/6ym3g56
> > > > > Meraih Sukses Alami itu Indahhttp://tinyurl.com/3pv269b
>
> > > > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Akibat Fatal Penyakit Dengki

Rasulullah saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin
Imran (as):
"Wahai putra Imran, jangan sekali-kali kamu dengki pada manusia karena
karunia yang Aku berikan kepada mereka. Jangan memandang mereka dengan
pandangan amarah pada mereka. Jangan kamu ikuti prasangka dengki.
Sesungguhnya orang yang dengki berarti jengkel pada nikmat-Ku dan
menggugat pembagian karunia-Ku yang Aku tetapkan di antara hamba-hamba-
Ku. Siapa yang demikian, Aku putuskan hubungan dengannya dan dia telah
memutuskan hubungan dengan-Ku." (Arba'ûna hadîtsan: hadis ke 5, hlm
106)

KUMPULAN HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
http://www.tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah.html

Dua Penyebab utama dengki: Rendah diri dan putus asa. Ulama besar
Allamah Al-Majlisi menyatakan: ada 7 penyebab dengki. Penjelasannya,
akses: http://tinyurl.com/74r4ejd

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Penyakit Jiwa: Dengki dan Penyebabnya

Apa sebenarnya dengki (hasad)? Dan Apa pula penyebabnya? Perlu kita
ketahui dengki berdampak fatal dalam kehidupan manusia.

Dengki (Hasad) adalah kondisi kejiwaan seseorang yang menginginkan
hilangnya suatu karunia dari orang yang menjadi sasaran dengki
(mahsûd)

Allah SWT berfirman: "…ataukah mereka dengki kepada manusia (lain)
lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?" (Quran, surah 4,
ayat 54)

Rasulullah saw bersabda bahwa Allah SWT berfirman kepada Musa bin
Imran (as):
"Wahai putra Imran, jangan sekali-kali kamu dengki pada manusia karena
karunia yang Aku berikan kepada mereka. Jangan memandang mereka dengan
pandangan amarah pada mereka. Jangan kamu ikuti prasangka dengki.
Sesungguhnya orang yang dengki berarti jengkel pada nikmat-Ku dan
menggugat pembagian karunia-Ku yang Aku tetapkan di antara hamba-hamba-
Ku. Siapa yang demikian, Aku tidak berhubungan dengannya dan dia tidak
berhubungan dengan-Ku." (Arba'ûna hadîtsan: hadis ke 5, hlm 106)

PENYEBAB-PENYEBAB DENGKI
Penyakit dengki berawal dari rasa kesal dan cemburu terhadap orang
yang memiliki kelebihan, misalnya: intelektual, spiritual, harta,
kedudukan, dan lainnya.

Ulama besar Allamah Al-Majlisi menyatakan ada 7 penyebab utama
penyakit dengki, detailnya klik diLebih detail tentang Penyebab-
Penyebab Dengki, akses: http://tinyurl.com/74r4ejd

KUMPULAN HADIS DAN MUTIARA HIKMAH
http://www.tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah.html

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Thursday, January 5, 2012

Re: [Milis_Iqra] Menggugat konsep 'adalatus shohabah

Wa'alaykumsalam., Wr. Wb.,

Mungkin yang dimaksud adalah ini: http://forum.detik.com/perang-jamal-shiffin-karbala-fiktif-atau-faktual-t222371p2.html

2012/1/6 A. Muttaqin <aulia.muttaqin@sumalindo.com>
Assalamualaikum Mas Arman,
 
Artikel yang informatif :-)
 
Terus terang saya masih meragukan sejarah "perang Jamal" dan "peristiwa Karbala" yg masih menyimpan banyak kejanggalan dan misteri. Pernah suatu saat saya membaca artikel yg menyatakan kalau ke dua sejarah tersebut sudah banyak di palsukan oleh musuh Islam. (tapi saya sangat menyesal tidak menyimpan artikel terkait).
 
Seandainya Mas Arman punya artikel atau informasi ttg ke dua Sejarah itu saya sangat berharap bisa di sharing.
 
Terima kasih sebelumnya,
 
Wassalamualaikum,
 
A. Muttaqin
----- Original Message -----
From: Armansyah
Sent: Wednesday, January 04, 2012 3:48 PM
Subject: [Milis_Iqra] Menggugat konsep 'adalatus shohabah

Menggugat konsep

'Adalatus Shohabah (  عدالة الصحابة  )

Oleh : Armansyah

Sumber asli : http://arsiparmansyah.wordpress.com/2007/08/28/sahabat-nabi-tidak-selamanya-benar/

Pada tulisan kali ini saya akan mengajak anda berpikir dengan jernih mengenai permasalahan 'ADALATUS SHAHABAH (Keadilan para sahabat) ini sehingga anda pun bisa mengerti jalan pemikiran saya dan juga bisa membangkitkan adrenalin anda untuk mau berpikir kritis tentang doktrin-doktrin yang ditanamkan dikepala kita selama ini sehingga tidak jarang menimbulkan pengkultusan individu terhapad hal-hal maupun orang-orang tertentu, baik kita sadari atau tidak.

Sebelumnya saya sudah beberapa kali juga menyinggung bahwasanya saya tidak memihak, anda boleh menyebut saya seorang syiah, anda pun boleh menyebut saya seorang muktazilah, anda boleh juga menyebut saya sunni tetapi buat saya pribadi penyebutan seperti itu tidak penting, yang saya pahami, Islam adalah Islam, tidak ada madzhab dalam Islam. Madzhab adalah cara pandang terhadap sesuatu yang akhirnya menjadi thariqah untuk pengamalannya. Adalah bisa dimengerti dan dipahami selama itu tidak menjerumuskan pada tingkat saling pengkafiran apalagi saling bunuh. Jika terhadap orang kafir saja kita dilarang berbuat zalim, apakah lagi kepada sesama muslim.

Jauhi prasangka, itulah kata kitab suci :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. -Qs. 49 al-Hujuurat :12

Bila kita melihat saudara kita berbeda pemahaman dengan apa yang kita pahami, mari dialog, buka hati dan buka pikiran, pergunakan dalil yang obyektif sehingga tidak terjebak dalam debat kusir yang hanya berdasarkan emosional semata, sebab tindakan emosional tidak akan mengantarkan pada pemecahan masalah yang baik.

Wahai orang-orang yang beriman ! Jangan sekalipun kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil (bersikap subyektif); Berlakulah adil (berbuatlah obyektif) karena adil itu sangat dekat kepada taqwa – Qs. 5 al-Ma'idah : 8

Dan berangkat dari ayat ini, maka berikut akan saya uraikan pemahaman saya mengenai sifat 'ADALATUS SHAHABAH, mohon maaf apabila banyak nantinya yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, silahkan anda mendebat tulisan saya ini dengan dalil-dalil pula dan bukan sekedar menurut anggapan anda atau ulama anu dan syaikh anu.

'ADALATUS SHAHABAH artinya sifat keadilan sahabat, beberapa ulama hadis mempersempit makna ini menjadi kebersihan semua shahabat dan keterbebasan mereka dari perbuatan salah, mulai dari tindakan hingga pada ucapannya.  Penyempitan defenisi ini akhirnya menimbulkan tindakan taklid berlebihan terhadap diri para sahabat Nabi, semua kajian keagamaan akhirnya seringkali tidak obyektif dan manakala ada pihak yang mencoba melakukan kritik terhadap para sahabat maka orang itu beramai-ramai langsung dicap kafir, sesat, munafik, sok mulia dan sebagainya.

Akhirnya terjadilah jurang didunia Islam secara berabad-abad antara kaum ahlussunah yang berkesan mendewakan sahabat dengan kaum Syiah yang berkesan banyak memunafikkan sahabat dan malah ada yang ekstrim sampai mengkafirkannya. Padahal masalah ini bisa kita bawa secara obyektif dengan terlebih dahulu menanggalkan semua bentuk kefanatikan kita terhadap masing-masing pemahaman.

Kitab suci al-Qur'an banyak memberikan contoh bagaimana seorang Adam, seorang Musa, seorang Yunus dan seorang Muhammad terlepas dari status kedekatan dan hubungannya dengan Allah ternyata mampu melakukan kesalahan-kesalahan manusiawi sebagaimana fitrah dari kemanusiaan itu sendiri. Bahkan dalam banyak ayat di al-Qur'an betapa Nabi disuruh mengulang-ulangi ucapan : Aku ini manusia biasa seperti kamu tetapi aku diberi wahyu … artinya apa ? tidak lain ini sebagai bentuk teguran kepada manusia lain diluarnya bahwa sesaleh apapun seseorang namun selama dia bernama manusia, dia tidak akan bisa melepaskan semua sifat-sifat kemanusiawiannya.

Ada kalanya mereka mengeluh, ada kalanya mereka menangis sedih, ada kalanya mereka tertawa, bersenda gurau, marah, gusar, terluka bahkan terbunuh … semua ini ada ayatnya dalam al-Qur'an dan ini sangat rasional sekali, sangat kausalitas.

Lalu bagaimana mungkin seseorang diluar para utusan Allah tersebut bisa dijadikan maksum, terlepas dari cacat ? ini semua perlu kajian lebih jauh, lebih mendalam, ada yang salah dari cara kita memahami nash-nash yang tertulis sehingga berkesan Islam itu penuh konflik kontradiksi internal.

Padahal al-Qur'an berkata :

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an?  Kalau kiranya al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. -Qs. An-Nisa' 4:82

Tidak adanya pertentangan yang banyak bukan berarti ada pertentangan yang sedikit, kenapa ?

Tidak datang kepadanya (al-Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari (Tuhan) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. -Qs. 41:42

Berarti saat kita menemukan adanya konflik didalam ajaran Islam sebenarnya konflik itu ada pada diri kita sendiri, bukan pada ajaran Islam.

Aksi pengeboman berlabel jihad adalah salah satu contoh pemahaman Islam yang salah sama salahnya dengan tindakan negara-negara barat yang memposisikan Islam sebagai agama teroris. Padahal Allah telah memberikan rumus sederhana untuk memahami agama-Nya dengan baik :

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui -Qs. 30:30

Hadapkanlah mukamu kepada agama yang tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. -Qs. 10:105

Sederhana sekali, untuk memahami agama kita hanya dituntut untuk mengerti fitrah kita, fitrah manusiawi.

Jangan berpikir untuk menjadikan diri kita berfitrah malaikat sebab kita memang bukan malaikat dan memang Allah tidak hendak menjadikan kita sebagai malaikat, oleh karena itu pula jangan menganggap orang lain sebagai malaikat, kembalikan fitrah mereka pada haknya. Para sahabat adalah manusia dan mari kita memahami mereka sebagai manusia … inilah fitrah.

Benar bahwa kita harus memperlakukan mereka secara terhormat, bagaimanapun diantara mereka banyak yang berjuang atas dasar penegakan Iman, mereka gugur di Badar, merekapun gugur di Uhud dan diberbagai peperangan penegakan panji-panji Allah yang lainnya. Tanpa mereka seorang Muhammad tidak akan bisa berbuat banyak, Islam bisa sampai pada kita karena jasa mereka, ini tidak perlu dipungkiri, karena itu Allah dan Rasul-Nya pun banyak mengeluarkan pujian untuk mereka. Akan tetapi … jangan berhenti sampai disini.

Karena pembelajaran kita memang belum harus berhenti, ada banyak hal yang menggelitik hati kita apabila melihat fakta sejarah yang berlaku dan melibatkan para sahabat.

Apakah sikap para sahabat yang berebut kekuasaan, para sahabat yang haus kekuasaan, para sahabat yang memenggal kepala cucu Nabi tercinta, para sahabat yang terlibat konflik berdarah sesamanya, para sahabat yang memaki-maki keturunan Nabi … tetap disebut bersifat 'adalah (adil, bersih) ?

Apa benar membunuh sesama saudaranya seiman disebut sebagai tindakan ikhtilafiah ?

Saya kok tidak yakin Allah dan Rasul-Nya meridhoi perbuatan-perbuatan para sahabat yang saya sebutkan tadi.

Anda bacalah al-Qur'an, anda bacalah sirah Nabawiah … anda analisa dan renungkan kebenaran dari apa yang saya katakan ini.

Beberapa argumentatif yang diajukan seputar diri para sahabat, misalnya :

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar dan kalian beriman kepada Allah". (Ali-Imran : 110)

"Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kalian umat yang adil  dan pilihan". (Al-Baqarah : 143)

Padahal kata umat diayat-ayat tersebut merujuk pada kaum secara umum.

Jadi disini tidak hanya berhubungan dengan sahabat saja, saat Allah menyebut umat terbaik, maka maksudnya disini adalah umat Islam, dan jika sudah berbicara masalah umat Islam maka berarti berbicara mengenai orang banyak, terlepas dari rentang ruang dan waktu. Baik dahulu sekarang maupun umat Islam yang akan datang.

Praktis, penerapan hukum terhadap umat adalah sama, tidak ada kecuali. Jika salah ya salah. munafik ya munafik.

Argumentasi lainnya :

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalirkan sungai-sungai didalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar". (At-Taubah : 100)

Ayat diatas memang menyebutkan keridhoan Allah atas sahabat, tetapi jangan dipenggal sampai disana. Sebab maksud dari ayat tersebut adalah para sahabat yang mula-mula percaya kepada dakwah Rasulullah SAW, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar serta mereka-mereka yang mengikutinya secara baik. Jadi janji Allah ini tidak berlaku untuk mereka yang berbuat dzalim. Sama seperti saat Allah menjawab doa Nabi Ibrahim as :

Allah berfirman:"Janji-Ku tidak mengenai orang yang zalim". -Qs. 2 al-Baqarah: 124

Rasul sendiri bersabda :

Shahih Bukhari 6098: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab mengatakan; telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ibnul Musayyab; bahwasanya ia menceritakan dari beberapa sahabat Nabi, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Beberapa orang sahabatku mendatangi telaga, lalu mereka dijauhkan dari telaga, maka aku berkata; '(mereka) para sahabatku, ' Allah menjawab: 'Sungguh engkau tidak mempunyai pengetahuan tentang apa yang mereka kerjakan sepeninggalmu, mereka berbalik ke belakang dengan melakukan murtad, bid'ah dan dosa besar." Dan Syu'aib mengatakan dari Az Zuhri, Abu Hurairah menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan redaksi; 'yujla`un' sedang Uqail mengatakan dengan redaksi 'Fayuhalla`uuna', sedang Zubaidi mengatakan dari Az Zuhri dari Muhammad bin Ali dari Ubaidillah bin Abi Rafi' dari Abu Hurairah radliyallahu'anhu.

Musnad Ahmad 22229: Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Abu Nadhrah dari Qais berkata; Aku berkata kepada 'Ammar: Menurut kalian, perbuatan yang kalian lakukan ini karena pendapat 'Ali yang kalian ketahui atau sesuatu yang diperintahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam kepada kalian? 'Ammar berkata; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam tidak memerintahkan apa pun kepada kami yang tidak beliau perintahkan kepada seluruh manusia, hanya saja Hudzaifah bin Al Yaman memberitahu kami dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Ditengah sahabat-sahabatku ada duabelas orang munafik, delapan diantaranya tidak masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum."

Musnad Ahmad 22202: Telah menceritakan kepada kami 'Abdush Shamad telah bercerita kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Muslim telah bercerita kepada kami Hushain dari Abu Wa`il dari Hudzaifah bin Al Yaman bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Kaum-kaum sungguh akan mendatangi telagaku lalu mereka gelisah tanpaku lalu aku bersabda: Rabb! Sahabat-sahabatku, Rabb! Sahabat-sahabatku. Lalu dikatakan padaku: Engkau tidak tahu apa yang mereka buat-buat sepeninggalmu."

Shahih Bukhari 6096: Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Ada beberapa orang sahabatku menuju telagaku, hingga di waktu selanjutnya aku tahu bahwa mereka disingkirkan dariku sehingga aku berteriak-teriak; '(mereka) sahabatku!, ' maka Allah menjawab; 'Engkau tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu'."

Dalam [Q.S. At-Taubah 101], Allah berfirman : "Dan di antara orang-orang badui di sekelilingmu, ada orang munafik, dan juga di antara penduduk Madinah. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka. Kamilah yang mengetahui mereka. Kami akan siksa mereka dua kali kemudian mereka akan diberikan azab yang besar".

Ibn Katsir menafsirkan ayat tersebut, bahwa ayat tersebut ditujukan untuk beberapa sahabat Rasul Saw yang munafik. Rasul Saw tahu bahwa penduduk Madinah yang menggaulinya dan dilihatnya tiap pagi dan senja, ada orang-orang munafik. Dalam [Q.S. Jumuah 11], Allah mengecam para sahabat yang meninggalkan Rasul Saw, yang sedang ber-khutbah jum'at, demi menyambut kafilah yang membawa barang dagangan.

Jabir bin Abdullah berkata :"Ketika Nabi Saw sedang berkhotbah jum'at, tiba-tiba datang kafilah dagang di Madinah, maka pergilah sahabat menyambut kafilah dagang itu, sehingga tiada sisa yang mendengarkan khotbah Rasul Saw, kecuali 12 orang, maka Rasul Saw bersabda :'Demi Allah yang jiwaku ada di tangannya, andaikata kamu semua mengikuti keluar sehingga tiada seorangpun yang tertinggal, niscaya lembah ini akan mengalir api'. Dan turunlah ayat tersebut.

Lihat juga [Q.S. Ali Imron 153], tentang kejadian perang Uhud, dimana sebagian sahabat lari meninggalkan Rasul Saw :

"(Ingatlah) ketika kalian lari dan tidak menoleh kepada seorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain, memanggil kalian, karena itu Allah menimpakan atas kalian kesusahan di atas kesusahan agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput dari kalian dan apa yang menimpa kalian. Sungguh Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan".

Kisah tragedi hari kamis, dimana Rasulullah Saw marah kepada Umar bin Khatab dan beberapa sahabat lain :"Bawakan  dawat dan lembaran, akan ku (minta) tuliskan surat buat kamu, supaya sesudah itu kamu tidak  lagi  akan  pernah sesat." Dari  orang-orang  yang  hadir ada yang berkata, bahwa sakit Rasulullah s.a.w. sudah sangat gawat; pada  kita  sudah  ada Qur'an,  maka sudah cukuplah dengan Kitabullah itu. Ada yang menyebutkan, bahwa UMAR -lah yang mengatakan itu. Di  kalangan yang  hadir  itu terdapat perselisihan. Ada yang mengatakan: Biar dituliskan, supaya sesudah itu kita  tidak  sesat.  Adapula yang keberatan karena sudah cukup dengan Kitabullah. Setelah melihat pertengkaran itu, Nabi Muhammad berkata:  "Pergilah  kamu  sekalian!  Tidak  patut  kamu berselisih dihadapan Nabi."

Musnad Ahmad 1834: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sulaiman bin Abu Muslim paman Ibnu Abu Najih, dia mendengar Said bin Jubair berkata; Ibnu Abbas berkata: "Hari kamis, dan apakah hari kamis itu?" Kemudian ia menangis hingga air matanya mengalir. -Dalam kesempatan lain Said bin Jubair berkata; sampai butiran air matanya mengalir.- maka kami bertanya; "Wahai Abu Al Abbas, kenapa dengan hari kamis?" Dia berkata; "Pada hari tersebut sakit Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semakin parah, lalu beliau berkata: "Kemarilah, aku tuliskan untuk kalian sebuah surat, sehingga kalian tidak akan tersesat setelahnya selamanya." Namun mereka berselisih, padahal tidak pantas ada yang berselisih di dekat seorang Nabi. Mereka berkata; "Bagaimana keadaan beliau, apakah beliau mengigau? -Sufyan berkata; yaitu melantur, – hendaknya kalian tanyakan kembali kepada beliau." lalu mereka pergi dan menyakannya kembali. Maka beliau bersabda: "Tinggalkan aku, keadaanku sekarang lebih baik daripada apa yang kalian kira." Beliau menyuruh tiga hal -Sufyan berkata; Beliau mewasiatkan tiga hal.- beliau bersabda: "Keluarkan orang-orang musyrik dari Jazirah Arab, dan perlakukan utusan sebagaimana saya memperlakukan mereka." Tetapi Sa'id tidak menyebutkan wasiat yang ketiga, saya tidak tahu apakah dia sengaja mendiamkannya atau karena dia lupa. Dalam riwayat lain Sufyan berkata; Bisa jadi dia sengaja tidak menyebutkannya atau melupakannya.

Shahih Bukhari 111: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaiman berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wahhab berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah dari Ibnu 'Abbas berkata, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertambah parah sakitnya, beliau bersabda: "Berikan aku surat biar aku tuliskan sesuatu untuk kalian sehingga kalian tidak akan sesat setelahku." Umar berkata, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam semakin berat sakitnya dan di sisi kami ada Kitabullah, yang cukup buat kami. Kemudian orang-orang berselisih dan timbul suara gaduh, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pergilah kalian menjauh dariku, tidak pantas terjadi perdebatan di hadapanku." Maka Ibnu 'Abbas keluar seraya berkata, "Ini adalah musibah, dan sungguh segala musibah tidak boleh terjadi di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Al Qur'an."

Secara obyektifitas, sikap Umar tersebut memang bisa dianggap sebagai suatu sikap yang sangat tidak bijak dan tidak pula patut. Disini saya menilai Umar justru sedang mengabaikan logika berpikirnya dan lebih mengutamakan emosional semata.

Jika Umar menggunakan pemikiran yang sehat, maka ucapannya ini tidak akan pernah keluar dari mulut beliau, sebab antara dia dan Nabi sudah terjalin persahabatan yang cukup lama waktunya dan seharusnya membuat beliau mengenal kepribadian sang Nabi lebih baik sehingga tidak mungkin secara logika, seorang Nabi bisa meracau ataupun kesurupan sekalipun sedang dalam kondisi yang sakit.

Jikapun ini bisa terjadi, pasti akan ada teguran ataupun bantuan dari Tuhan seperti kejadian-kejadian sebelumnya (lihat misalnya kisah ketika Nabi memastikan datangnya wahyu, Beliau ditegur oleh Allah, begitupula saat ada orang buta meminta pengajaran dan Beliau bermuka masam, inipun ditegur oleh Allah, apalagi bila sampai Nabi meracau dan mengatakan hal yang salah kepada umatnya, pastilah akan lebih mendapat teguran yang lebih keras lagi).

Karenanya sangat masuk akal bila Nabi pun menjadi marah dan mengusir orang-orang yang ada disekitarnya waktu itu agar keluar ruangan. Dirumah sakit saja bila kita menengok teman yang sakit pasti akan dijumpai tulisan "Jangan Berisik, demi kesembuhan pasien".

Ini sikap para sahabat dimasa hidupnya Rasul …dan ini bukan kata Arman, tetapi kata sejarah yang terekam dalam kitab-kitab tafsir, tarikh bahkan al-Qur'an sendiri. Sepeninggal Nabi sikap para sahabatnya pun perlu dikaji lebih obyektif :

Dihari wafatnya Rasul misalnya, belum lagi jenazahnya dikubur, sejumlah sahabat malah ribut dan saling merasa lebih unggul satu dengan yang lain sehingga menurutnya jabatan Khalifah harus berada ditangan mereka, jika Abu Bakar dan Umar tidak datang bukan tidak mungkin akan terjadi konflik berdarah saat itu, apakah type sahabat yang seperti itu bisa dimasukkan kedalam kategori 'adalah seperti yang diklaim oleh ulama hadis ?

Thalhah dan Zubair, keduanya sahabat Nabi dan ikut berjanji setia dibawah pohon, tetapi mereka juga orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya perang Jamal yang membuat ratusan sahabat saling bunuh dan membuat ummul mu'minin 'Aisyah r.a mengangkat pedang terhadap Khalifah Ali bin Abu Thalib r.a, bisakah dibenarkan tindakan kedua sahabat tersebut ? -menurut saya jika anda membenarkannya maka secara tidak langsung andapun membenarkan tindakan pengeboman Dr. Azhari cs yang membuat puluhan nyawa melayang dan puluhan istri serta anak kecil kehilangan orang yang mereka cintai dan menaungi hidup mereka.

Selanjutnya Muawiyah bersama pengikutnya yang mengobarkan peperangan terhadap Imam Ali r.a dan menyebabkan banyak sahabat terbunuh dan lebih jauh lagi awal dari pencaci makian dan penghujatan terhadap seluruh keluarga Nabi dan pembantaian bagi para simpatisannya… apakah ini bisa dimasukkan dalam kategori sahabat yang bersifat 'adalah ?

Ingat Sunan Tirmidzi 3658: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma'il dari Bukair bin Mismar dari 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqash dari ayahnya dia berkata; "Muawiyah bin Abi Sufyan pernah mengangkat Sa'ad menjadi seorang pemimpin. Lalu dia berkata; "Apa yang menghalangimu untuk mencela Abu Turab (Ali)?" Sa'd menjawab; "Adapun tiga hal yang telah kamu sebutkan, semuanya telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka aku tidak akan pernah mencelanya. Aku lebih suka termasuk di antara tiga hal tersebut dari pada unta merah, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali dan beliau pernah mengangkatnya sebagai wakil beliau (di Madinah) di salah satu peperangan (perang Tabuk) ".

Lalu Ali berkata kepada beliau; "Wahai Rasulullah, apakah anda hendak meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah kamu rela bila kedudukanmu bagiku bagaikan kedudukan Harun terhadap Musa, hanya saja tidak ada Nabi sesudahku."

Dan aku juga pernah mendengar beliau bersabda pada perang Khaibar: "Sungguh aku akan berikan bendera ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya." Lalu kami berebut untuk mendapatkannya, namun beliau bersabda: "Panggilkan Ali untukku." Lalu dia pun didatangkan dan sedang menderita sakit mata, maka beliau meludahi matanya dan memberikan bendera tersebut kepadanya. kemudian Allah menaklukkan Khaibar melalui dirinya. Dan karenanya ayat berikut ini di turunkan; "Kami seru anak-anak kami, anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri kalian" (al-Ayat). Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a untuk 'Ali, Fathimah, Hasan dan Husein seraya bersabda: "Ya Allah! mereka semua adalah keluargaku." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini."

Dari beberapa kasus diatas, fakta bahwa tidak semua sahabat bisa disebut bersikap 'adalah.

Ada orang-orang yang memecah janji setianya terhadap Allah dan Rasul-Nya, karena itu Allah berfirman :

Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk. – Qs. 13 ar-Ra'd : 25

Demikian kiranya sedikit pemahaman saya terhadap sifat 'adalah para sahabat Nabi, bahwa benar mereka orang-orang yang bertemu, berbicara dan mendampingi hidup Nabi namun mereka tetap bisa salah, mereka tetap bisa bertindak bertentangan dengan ajaran Islam meski sekecil apapun itu … sebab mereka juga adalah manusia biasa.

Allah dan rasul-Nya suka mencela orang-orang yang zhalim, tetapi sebagian besar umat Islam tidak suka apabila orang tersebut dari 'sahabat' Rasul. Seakan-akan menganggap mereka semua suci dan jauh dari murka dan benci Allah dan rasul-Nya.

Demi Allah, yang maha pengasih dan maha penyayang, yang memberi cobaan bagi orang-orang yang beriman, fakta sejarah menjadi cobaan bagi kita, manakah yang lebih kita cintai, Allah dan Rasul-Nya, keluarga dan keturunan Rasul-Nya atau para sahabat?

Apakah Allah akan meridhai kita apabila kita rela terhadap pemenggal kepala cucu Rasul-Nya sang pemuka pemuda ahli surga?

Apakah Allah akan meridhai kita apabila kita percaya buta kepada para sahabat termasuk mereka-mereka yang mencaci maki Ahlul bait dan keturunan Rasul Allah saw ? Jika memang misalnya harus memilih … sekali lagi ini umpamanya : antara berpihak pada sahabat atau kepada keluarga Nabi, tanpa ragu saya akan memilih berpihak pada yang kedua, setidaknya dari hasil kajian saya selama ini jarang dan malah nyaris tidak ada celah-celah kemunafikan dari sisi para Ahli Bait Nabi (disini saya tidak memasukkan sebagian pengikut mereka yang banyak bertindak berlebih-lebihan). Setidaknya juga antara ucapan sholawat saya dengan sikap saya tidak bertentangan.

Bacalah lebih banyak, pelajarilah lebih obyektif dan tinggalkan prasangka, analisa dengan bijak.

Maaf apabila saya menyakiti anda para pengagum semua sahabat Rasul Allah, tujuan saya menulis semua ini hanya untuk mengajak anda untuk mempelajari sejarah secara obyektif.

Renungkanlah tanpa di bawah pengaruh apapun bahkan diri anda sendiri, . carilah penyelesaiannya dengan segenap kemampuan anda. dan berpegang pada sikap yang obyektif, berpeganglah pada prinsip cinta dan benci karena Allah.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. -Qs. An-Nisa' 4:135

Kita hormati semua sahabat, namun bagaimanapun kita harus tetap meletakkan rasa hormat itu dibawah ketentuan kitab suci, meletakkannya pada posisi yang memang seharusnya.

Musnad Ahmad 21890: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Syarik telah menceritakan kepada kami Abu Rabi'ah dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah AzzaWaJalla mencintai empat orang dari sahabat-sahabatku, Ia memberitahuku bahwa Ia mencintai mereka dan memerintahkanku untuk mencintai mereka." Mereka bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah! Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " 'Ali termasuk diantara mereka, Abu Dzarr Al Ghifari, Salman Al Farisi dan Al Miqdad bin Al Aswad Al Kindi."

Sunan Tirmidzi 3719: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sulaiman Al Ashbahani dari Yahya bin 'Ubaid dari 'Atha` bin Abu Rabah dari Umar bin Abu Salamah anak tiri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia berkata; ayat ini yaitu; Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya QS Al Ahzab; 33 turun atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di dalam rumah Ummu Salamah, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggil Fathimah, Hasan dan Husain, lalu beliau menyelimuti mereka dengan selendang, sedangkan Ali berada di belakang beliau lalu beliau juga menyelimuti dengan selendang, kemudian beliau bersabda: "Ya Allah, mereka semua adalah ahli baitku, maka hilangkanlah dosa dari diri mereka dan sucikanlah mereka sebersih-bersihnya." Ummu Salamah berkata; "Saya juga bersama mereka wahai Nabi Allah?" beliau bersabda: "kamu tetap berada di posisimu, dan akan tetap mendapatkan suatu kebaikan." Perawi (Abu Isa) berkata; "Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ummu Salamah, Ma'qil bin Yasar, Abu Hamra` dan Anas." Ia melanjutkan; "Hadits ini derajatnya gharib melalui jalur ini."

Shahih Muslim 4450: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin 'Abdillah bin Numair dan lafazh ini milik Abu Bakr keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dari Zakaria dari Mush'ab bin Syaibah dari Shafiyyah binti Syaibah dia berkata; 'Aisyah berkata; "Pada suatu pagi, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari rumahnya dengan mengenakan kain bulu hitam yang berhias. Tak lama kemudian, datanglah Hasan bin Ali. Lalu Rasulullah menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Kemudian datanglah Husain dan beliau pun masuk bersamanya ke dalam rumah. Setelah itu datanglah Fatimah dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Akhirnya, datanglah Ali dan beliau pun menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Lalu beliau membaca ayat Al Qur'an yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa darimu hai ahlul bait dan membersihkanmu sebersih-bersihnya." (Al Ah zaab: 33).

Sunan Tirmidzi 3718: Telah menceritakan kepada kami Nahsr bin Abdurrahman Al Kuffi telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hasan, dia adalah seorang dari Anmath dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari Jabir bin Abdullah dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hajinya ketika di 'Arafah, sementara beliau berkhutbah di atas untanya -Al Qahwa`- dan saya mendengar beliau bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan pernah sesat, yaitu; kitabullah dan sanak saudara ahli baitku." Perawi (Abu Isa) berkata; "Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Abu Dzar, Abu Sa'id, Zaid bin Arqam dan Hudzaifah bin Asid. ia berkata; " hadits ini derajatnya hasan gharib melalui jalur ini. Lalu ia melanjutkan; "Sa'id bin Sulaiman dan banyak dari kalangan ulama` yang telah meriwayatkan dari Zaid bin Hasan."

Sunan Tirmidzi 3722: Telah menceritakan kepada kami Abu Daud Sulaiman bin Al Asy'ats dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ma'in telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yusuf dari Abdullah bin Sulaiman An Naufali dari Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas dari ayahnya dari Abdullah bin Abbas dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Cintailah Allah atas nikmat yang telah di berikan oleh-Nya, dan cintailah aku karena cinta kepada Allah serta cintailah ahli baitku karena cinta kepadaku." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami hanya mengetahui hadits ini dari jalur ini."

Demikian, semoga membantu memberikan pencerahan.

Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang pasrah. Sesungguhnya (bisa jadi) Allah menolong agama ini dengan peran orang yang fasik.  (HR. Bukhari 3062 dan Muslim 111)

Palembang, dimodifikasi ulang : Januari 2012

Armansyah



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

RE: {MS-Spam-8} [Milis_Iqra] Re: metodologi tafsir Qur'an

Jadi menurut antum metode hermeneutik termasuk salah satu tafsir Qur'an?

Regards
F a i z a L

-----Original Message-----
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
Behalf Of politik identitas etnis
Sent: Friday, January 06, 2012 9:27 AM
To: Milis_Iqra
Subject: {MS-Spam-8} [Milis_Iqra] Re: metodologi tafsir Qur'an

menurut saya, heurmenetik itu merupakan metodologi yang hadir pada
zaman kontemporer akhir abad ke 19..
ilmu tafsir Quar'an ada jauh sebelum itu, dan secera metodologis lebih
mapan.

On 4 Jan, 14:48, "Faizal" <fai...@busanagroup.com> wrote:
> Assalammualaikum,
>
> Mau bertanya sama yg ada di sini
>
> Apakah metode hermeneutik termasuk salah satu tafsir Qur'an?
>
> Terima kasih
>
> --
> This message has been scanned for viruses and
> dangerous content by MailScanner, and is
> believed to be clean.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
=-=-

--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.


--
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Re: metodologi tafsir Qur'an

menurut saya, heurmenetik itu merupakan metodologi yang hadir pada
zaman kontemporer akhir abad ke 19..
ilmu tafsir Quar'an ada jauh sebelum itu, dan secera metodologis lebih
mapan.

On 4 Jan, 14:48, "Faizal" <fai...@busanagroup.com> wrote:
> Assalammualaikum,
>
> Mau bertanya sama yg ada di sini
>
> Apakah metode hermeneutik termasuk salah satu tafsir Qur'an?
>
> Terima kasih
>
> --
> This message has been scanned for viruses and
> dangerous content by MailScanner, and is
> believed to be clean.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Re: Amalan Praktis dan Doa-Doa Pilihan

UPDATE TERBARU 26 Januari 2012Doa untuk Mencapai Hajat dan Keberkahan
http://tinyurl.com/85h7f22
Atau akses: http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amalan-praktis-dan-doa-doa-pilihan.html

On 5 Jan, 01:04, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
> Tambahan updateHari-Hari Baik dan Berkah Untuk Mulai Aktivitas dan
> Transaksihttp://tinyurl.com/87z4zyx
> Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> On 4 Jan, 00:31, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
> > Ada tambahan update:• Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8e
>
> > •     Hari-Hari Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > On 4 Jan, 00:28, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > Ada tambahan update:Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8eHari-Hari
> > > Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > > On 3 Jan, 04:37, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > > Doa dari Al-Qur'an utk Pasangan Suami-Istri dan Keturunanhttp://tinyurl.com/cvsjmsc
> > > > Cara Melacak Dua Macam Suara Halus dalam Hatihttp://tinyurl.com/bu2pws8
> > > > Doa dari Al-Qur'an untuk Orang Tua dan Anakhttp://tinyurl.com/6ryf887
> > > > Shalat dan Doa untuk Menundukkan Lawanhttp://tinyurl.com/cqeyhzg
> > > > Tips dan Doa untuk Sukses di Bidang Pertanianhttp://tinyurl.com/89ft8t6
> > > > 5 Doa dari Al-Qur'an (Surat Al-Baqarah)http://tinyurl.com/7s4qsxj
> > > > Doa Bakdah Shalat Fardhuhttp://tinyurl.com/7kjzv6b
> > > > Doa untuk Menghilangkan Tekanan Batinhttp://tinyurl.com/73bzj8e
> > > > Kisah Isteri dan Harta pindah ke Tangan Orang lainhttp://tinyurl.com/d4pg2os
> > > > Tata cara dan Doa Ziarah Kuburhttp://tinyurl.com/7fge2xq
> > > > Tips dan Doa untuk Meraih Cinta Sejatihttp://tinyurl.com/d3uslwy
> > > > 10 Wasiat Nabi SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusiahttp://tinyurl.com/768fqld
> > > > Wasiat Nabi saw tentang Hubungan suami-istrihttp://tinyurl.com/ctce3rv
> > > > Shalat dan Doa untuk Mendapatkan Kemudahan Rejekihttp://tinyurl.com/6nzatxa
> > > > Rumah Idaman dalam Perhitungan Islamihttp://tinyurl.com/d37c3fr
> > > > Doa untuk Anakhttp://tinyurl.com/bmcws4j
> > > > Doa untuk Orang Tuahttp://tinyurl.com/5ssxhhs
> > > > Akibat Berbakti kepada Orang Tuahttp://tinyurl.com/6cwew3o
> > > > Tips Menembus Hijab Pintu Rejekihttp://tinyurl.com/5sknqps
> > > > Tips Agar Rejeki yang Mencari Andahttp://tinyurl.com/3f24fpn
> > > > Kesucian Jiwa dan Kesuksesanhttp://tinyurl.com/6ym3g56
> > > > Meraih Sukses Alami itu Indahhttp://tinyurl.com/3pv269b
>
> > > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Wednesday, January 4, 2012

[Milis_Iqra] Re: Amalan Praktis dan Doa-Doa Pilihan

Tambahan updateHari-Hari Baik dan Berkah Untuk Mulai Aktivitas dan
Transaksi http://tinyurl.com/87z4zyx
Atau akses: http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amalan-praktis-dan-doa-doa-pilihan.html

On 4 Jan, 00:31, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
> Ada tambahan update:• Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8e
>
> •     Hari-Hari Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> On 4 Jan, 00:28, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
> > Ada tambahan update:Doa Penolak Bala' dan Bencanahttp://tinyurl.com/7mjzw8eHari-Hari
> > Nahas untuk Mulai Aktivitas dan Transaksihttp://tinyurl.com/7qka4yk
> > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...
>
> > On 3 Jan, 04:37, Ifadah <ifa...@gmail.com> wrote:
>
> > > Doa dari Al-Qur'an utk Pasangan Suami-Istri dan Keturunanhttp://tinyurl.com/cvsjmsc
> > > Cara Melacak Dua Macam Suara Halus dalam Hatihttp://tinyurl.com/bu2pws8
> > > Doa dari Al-Qur'an untuk Orang Tua dan Anakhttp://tinyurl.com/6ryf887
> > > Shalat dan Doa untuk Menundukkan Lawanhttp://tinyurl.com/cqeyhzg
> > > Tips dan Doa untuk Sukses di Bidang Pertanianhttp://tinyurl.com/89ft8t6
> > > 5 Doa dari Al-Qur'an (Surat Al-Baqarah)http://tinyurl.com/7s4qsxj
> > > Doa Bakdah Shalat Fardhuhttp://tinyurl.com/7kjzv6b
> > > Doa untuk Menghilangkan Tekanan Batinhttp://tinyurl.com/73bzj8e
> > > Kisah Isteri dan Harta pindah ke Tangan Orang lainhttp://tinyurl.com/d4pg2os
> > > Tata cara dan Doa Ziarah Kuburhttp://tinyurl.com/7fge2xq
> > > Tips dan Doa untuk Meraih Cinta Sejatihttp://tinyurl.com/d3uslwy
> > > 10 Wasiat Nabi SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusiahttp://tinyurl.com/768fqld
> > > Wasiat Nabi saw tentang Hubungan suami-istrihttp://tinyurl.com/ctce3rv
> > > Shalat dan Doa untuk Mendapatkan Kemudahan Rejekihttp://tinyurl.com/6nzatxa
> > > Rumah Idaman dalam Perhitungan Islamihttp://tinyurl.com/d37c3fr
> > > Doa untuk Anakhttp://tinyurl.com/bmcws4j
> > > Doa untuk Orang Tuahttp://tinyurl.com/5ssxhhs
> > > Akibat Berbakti kepada Orang Tuahttp://tinyurl.com/6cwew3o
> > > Tips Menembus Hijab Pintu Rejekihttp://tinyurl.com/5sknqps
> > > Tips Agar Rejeki yang Mencari Andahttp://tinyurl.com/3f24fpn
> > > Kesucian Jiwa dan Kesuksesanhttp://tinyurl.com/6ym3g56
> > > Meraih Sukses Alami itu Indahhttp://tinyurl.com/3pv269b
>
> > > Atau akses:http://tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/777-ringkasan-amala...

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH

Kembali pada kasus sampang Madura, minimal sudah mencitrakan lemahnya kedewasaan berpikir dalam diri mereka yang "mengaku ber-islam". Lebih banyak berbuat berdasar emosi ketimbang ilmu sehingga muncul rasa pembenaran diri atas tindakannya itu. Saya mengutuk para pelaku perusakan dan anarkis tersebut yang membawa label Islam.

Bagaimanapun, Syiah tidak semuanya menyimpang. Jika memang ada pihak yang keberatan dengan dakwah mereka, kenapa tidak mengajaknya dialog dan bukan langsung menyuruh mereka menutup pesantren dan merusaknya ?

Itulah akibat fanatik buta terhadap madzhab, selalu merasa diri sendiri benar sehingga menutup mata terhadap kebenaran lain yang boleh jadi ada pada pemahaman diluarnya.

Saya terbuka untuk diskusi masalah ini .... silahkan.


--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH

Justru disitu letak kekeliruan Mas Addin dalam memahami saya, saya menyunting ayat Quran dimaksud kepada Mas Addin agar Mas Addin meneliti lebih dulu berita yang mas Addin posting, apakah pembawa berita kepada mas Addin seperti apa yang tercantum dalam ayat itu, jadi bukan maksud saya menuduh mas Addin Fasiq, tapi saya berusaha memberi informasi kepada mas Addin mengenai kebenaran berita itu.

Semoga penjelasan saya dapat mas Addin pahami.

Terima kasih

2012/1/3 @dd.in <addinkesmas@gmail.com>
Pak Andri, saya Kira pak Nurwasis bertanya tentang ayat AlQuran yg bapak bawakan sebagai reply dari posting saya. Dan pak Andri menjelaskan bahwa memaknai ayat yang pak Andri bawakan adalah dengan
1. Yakinkan dulu pembawa berita, termasuk orang yang fasik atau bukan
2. Telitilah berita yang dibawanya seandainya disiarkan lebih banyak mudhoratnya    apa lebih banyak manfaatnya
3. Carilah ada atau tidak berita counternya dari fihak yang dituduh sebagai bahan

Kalo dari apa yang bapak jelaskan tersebut berarti bapak sudah melakukan ketiga Hal di atas sehingga menjadi pas dengan ayat yg bapak bawakan sebagai reply dari suatu berita yang kebetulan saya yg membawakannya..

Tapi terima kasih pak Andri jika memang pak Andri tidak bermaksud demikian..

Sebetulnya sy hanya ingin memastikan apakah milis ini memang milis syiah..karena sebelumnya ada beberapa postingan yg berisi link dengan judul artikel yg menjelekkan ahlusunnah seperti wahabi dan sålafi seperti dibawah ini yang tentu saja tidak ditanggpi dengan ayat yg seperti pak Andri bawakan ataupun tanggapan2 lainnya..
 

Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam

http://tinyurl.com/6mw4yjk•   Perbedaan Salafi dan Wahhabi

http://tinyurl.com/76n22wx•     Ketua PBNU KH. Said Agil Siradj:

Wahabi Mengajarkan Kekerasanhttp://tinyurl.com/7pgmxs6•     Partai Salafi Mesir: Kami Komitmen Dengan zionis Israel

http://tinyurl.com/6m6kkyt•     Syeikh Hisyam Kabbani:

Wahabi Salafi Neo Khawarij http://tinyurl.com/78gckgp•     Pernyataan Tokoh2 Islam tentang: Sunni, Syiah, Salafi dan Wahabi

http://tinyurl.com/7hlayrl•     Saudi + Wahabi = Salafi ?

http://tinyurl.com/7umfnu9•     Dari Muhammad bin Abdul Wahab hingga Kerajaan Arab Saudi

http://tinyurl.com/c9letkf•    

Saudi dan Wahabi dalam Buku 'Api Sejarah'

http://tinyurl.com/7yp45xe•     PBNU: Pasti ada big Design di Balik Pembakaran Ponpes Syiah

http://tinyurl.com/7wkcahm•     Salafi Wahabi Menentang Imamnya Sendiri Soal Maulid Nabi SAW

http://tinyurl.com/7ygnra4•    

Salafi Wahabi Menentang Imamnya Sendiri Soal Istighatsahhttp://tinyurl.com/6mqwsy5•    

Saudi dan Wahabi dalam Buku 'Api Sejarah' http://tinyurl.com/7yp45xe•     Pernyataan MUI Soal Pembakaran Pesantren Syiah

http://tinyurl.com/8xrzq9x 

eBook Khusus tentang Wahabi/Salafi (Format PDF) 1.

Dalam Pandangan Wahabi/Salafi Ahlussunnah Musyrik 2. Siti Aisyah, Istri Nabi SAW Menentang Fatwa Wahhabi 3. Allamah Sayyid Al-Maliki Menghujat Wahabi 4. Aliansi Wahabi dan Dinasti Saudi (I) 5. Amir Wahabi Saudi Bergelimang Whisky, Wanita dan Senjata Download di:

http://tinyurl.com/7tz2ce6 

Salafi wahabi menentang imamnya sendiri Ibnu Taimiyah: Soal Maulid Nabi SAW dan Istighatsah. Dilengkapi video dan terjemahan Indonesia.

Penentangan Soal Maulid Nabi SAW:

http://tinyurl.com/7ygnra4 Soal Istighatsah:

http://tinyurl.com/6mqwsy5 

 

Sy agak bingung kenapa link dengan judul seperti diatas sama sekali tidak mendapatkan tanggapan Atau karena link artikel di atas bukan berbicara tentang syiah tetapi wahabi dan salafi???

Atau karena yg mengirimkan postingan tersebut orang syiah dan Bukan orang yg dianggap wahabi salafi

Apapun itu setidaknya sudah terjawab..dan tidak perlu membuat saya ragu dan sayang untuk leave dari group ini..

Satu lagi saya hanya ingin menyampaikan Firman Allahu Ta'ala

 

 

Al Maidah (5)

-Verse 8-

‫‫يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ‬‬

 

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh ..

Sent from my odyn

From: andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com>
Date: Tue, 3 Jan 2012 03:12:24 -0800
Subject: Re: [Milis_Iqra] KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH

Mas Addin,

Adakah kalimat atau kata-kata saya yang menjustifikasi bahwa mas Addin adalah orang Fasiq, saya hanya sekadar menyunting satu ayat untuk menjadi bahan perbincangan kita bersama dalam membahas satu topik, bukan untuk menuduh siapapun.

Kalau sekiranya dari kalimat saya ada yang kurang berkenan dalam kesempatan ini saya mohon dibukakan pintu maaf,dan saya mohon ampun kepada Allah karena telah menyakiti perasaan saudara saya sendiri.

Tambahan saya tidak punya kapasitas apapun untuk menuduh seseorang itu fasiq, kafir atau apapun.

Terima kasih semoga penjelasan saya dapat diterima dengan baik.

2012/1/3 @dd.in <addinkesmas@gmail.com>
Pak Nurwasis, mungkin pak Andri sudah meneliti terlebih dulu tentang saya, meyakini dan mémvonis sy sebagai orang fasik dengan membawakan ayat AlQuran tersebut sebagai reply dari artikel yg saya bawakan...






Sent from my odyn

From: andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com>
Date: Tue, 3 Jan 2012 02:34:25 -0800
Subject: Re: [Milis_Iqra] KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH

Wa'alaikum salam,

Memaknai ayat tersebut menurut pendapat saya (lebih banyak salahnya dari benarnya) adalah:

1. Yakinkan dulu pembawa berita, termasuk orang yang fasik atau bukan
2. Telitilah berita yang dibawanya seandainya disiarkan lebih banyak mudhoratnya
    apa lebih banyak manfaatnya
3. Carilah ada atau tidak berita counternya dari fihak yang dituduh sebagai bahan
    pertimbangan agar tidak berat sebelah (adil)

Dengan demikian diharapkan kita tidak terjebak dalam suatu hal yang membuat kerugian pihak lain.

Itulah pendapat pribadi saya yang awam dan tentu saja lebih banyak salahnya dari pada benarnya, karena saya bukan seorang yang berilmu dalam hal ini, saya hanya berbuat untuk menjadi muslim yang seutuhnya bukan syiah, bukan Sunni bukan NU bukan Muhammadiyah, bukan syalafi bukan qalaf, tapi Muslim yang mendasarkan segala sesuatunya dengan Nash Quran dan Sunnah.

TErima kasih

Wasallaam

2012/1/3 aby Fathir <nurwasis@sanyo-sei.co.id>
Assalamu'alaikum wr. wb.
Pak Andri maaf, kita kan awam menerjemahkan ayat -ayat spt ini secara langsung, kl menurut anda info info dr milis,  dr wartawan , dll
yg kita teliti terlebih dulu :
 1. status orangnya (fasik atau bukan) atau isi beritanya? soalnya repot kl kita,
apakah anggap saja semua fasik sehingga perlu crosschek semua info tsb,
2. atau kita berhuznudhon tapi tetep perlu crosschek berita tsb  
3. atau kita kurang lengkap menukilkan ayat2 yg harus dipakai dalam menyikapi masalah sehingga bisa salah mengambil kesimpulan
4. atau bagaimana tafsir ayat tsb sebenarnya ,
Trims
Wassalamu"alaikum wr. wb.
Nurwasis
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, January 03, 2012 3:15 PM
Subject: Re: [Milis_Iqra] KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH

49. Al Hujuraat

 

6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.


2012/1/3 @ddin <addinkesmas@gmail.com>

 

KEKEJAMAN KAUM SYI'AH TERHADAP AHLU SUNNAH
Oleh
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari
http://almanhaj.or.id/content/3112/slash/0

AHLU SUNNAH MENJADI INCARAN GOLONGAN LAIN
Benteng kaum Muslimin diserang dari dalam, kira kira begitulah ungkapan yang dirasakan umat ini atas kejahatan ahli bid'ah khususnya Syiah terhadap Islam, Sunnah dan Ahlu Sunnah. Pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan oleh ahli bid'ah terhadap Islam dan kaum Muslimin sangat banyak terjadi. Ini tidak lain dilandasi oleh keyakinan mereka yang mengkafirkan dan menghalalkan darah orang-orang yang berada di luar kalangan mereka. Kurangnya penghormatan mereka terhadap kehormatan, harta dan darah kaum Muslimin dan kesembronoan mereka dalam menjatuhkan vonis kafir terhadap siapa saja yang tidak sepaham menjadi alasan mereka melakukan semua itu.

Tercatat di awal sejarah Islam dua kelompok bid'ah yang melakukannya, yaitu, Syiah dan Khawârij. Akibat dari tindakan pengkhianatan mereka tersebut banyak Sahabat Nabi Radhiyallahu 'anhum yang terbunuh. Mereka tak segan-segan menghalalkan darah Sahabat Radhiyallahu a'nhum, para Ulama dan orang shalih dengan alasan yang mengada-ada tanpa rasa takut dan rasa malu sedikit pun terhadap Allâh Azza wa Jalla.

Sejak awal kemunculan kelompok-kelompok bid'ah ini selalu yang menjadi incaran dan targetnya adalah Ahlu Sunnah. Kelompok-kelompok bid'ah itu rela melupakan perbedaan-perbedaan di antara mereka walaupun dalam masalah yang prinsipil untuk bekerja sama dalam mematikan Sunnah dan menghancurkan Ahlu Sunnah, begitulah sejarah berbicara. Khususnya pada abad ke-4 Hijriyah ketika mulai berdirinya daulah Syiah di beberapa wilayah, terutama di daerah-daerah pegunungan. Seiring dengan semakin gencarnya gerakan dakwah mereka ditambah lagi semakin lemahnya daulah Ahlu Sunnah pada masa itu.

SYIAH, MUSUH DALAM SELIMUT
Imam Ibnu Katsîr rahimahullah telah menjelaskan fenomena ini dalam kitabnya ketika menyebutkan biografi salah seorang tokoh Syiah yaitu Ibnu Nu'mân : "Ibnu Nu'mân ini adalah seorang tokoh Syiah dan pembela mereka. Ia punya kedudukan di kalangan penguasa-penguasa daerah karena mayoritas penduduk di daerah-daerah tersebut pada masa itu mulai condong kepada tasyayyu' (Syi'ah). Di antara muridnya adalah asy-Syarîf ar-Râdhi dan al-Murtadhâ."[1]

Beberapa sekte, seperti Ismâ'îliyah, Buwaihiyah, Qarâmithah dan lain-lainnya memakai jubah Syiah ini untuk meraih tujuannya. Contoh kasusnya adalah yang terjadi di Afrika utara, salah seorang juru dakwah Syiah yang bernama Husain bin Ahmad bin Muhammad bin Zakariya ash-Shan'âni yang berjuluk Abu 'Abdillâh asy-Syî'i masuk ke wilayah Afrika seorang diri tanpa harta dan tanpa satu pun orang yang mendampinginya. Ia terus melakukan kegiatan dakwah di sana hingga ia berhasil menguasainya. [2]

Abu 'Abdillâh asy-Syîi'i inilah yang berhasil meyakinkan kaum Muslimin untuk menerima 'Ubaidullâh al-Qaddah sebagai imam dakwah sehingga mereka membaiatnya. Lalu 'Ubaidullâh ini menggelari dirinya sebagai al-Mahdi dan mendirikan daulah 'Ubaidiyah yang kemudian lebih dipopulerkan dengan sebutan sebagai daulah Fâthimiyyah. Padahal pada hakekatnya merupakan daulah yang beraliran bathiniyah.

Di antara kejahatan yang dilakukan oleh 'Ubaidullâh ini, suatu kali kudanya masuk ke dalam masjid. Lalu rekan-rekannya ditanya tentang hal itu, mereka menjawab, "Sesungguhnya kencing dan kotoran kuda itu suci, karena ia adalah kuda al-Mahdi (yakni 'Ubaidullâh). Pengurus masjid mengingkari hal itu. Maka mereka pun membawanya ke hadapan 'Ubaidullâh al-Mahdi, dan akhirnya ia menghabisi pengurus masjid tersebut. Ibnu 'Adzâra t berkata,"Sesungguhnya di akhir hayatnya 'Ubaidullâh ini ditimpa sebuah penyakit yang mengerikan yaitu adanya cacing yang keluar dari duburnya dan kemudian memakan kemaluannya. Begitulah keadaannya hingga kematian merenggutnya." [3]

Abu Syâmah rahimahullah berkomentar tentang 'Ubaidullâh ini dengan berkata, "Ia adalah seorang zindiq (kafir), khabîts (sangat buruk), dan merupakan musuh Islam. Menunjukkan diri sebagai Syiah dan berupaya keras untuk menghilangkan agama Islam. Ia banyak membunuh Fuqahâ', ahli hadits, orang orang shalih dan banyak manusia lainnya. Anak keturunannya tumbuh dengan pola pikir seperti itu dan apabila ada kesempatan mereka akan menunjukkan taringnya, jika tidak maka mereka akan menyembunyikan diri." [4]

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, "Duhai kiranya kalau ia hanya seorang penganut Syiah saja, tetapi ternyata di samping itu ia juga seorang zindiq." [5]

Para ulama yang telah mereka bunuh di antaranya adalah Abu Bakar an-Nâbilisi, Muhammad bin al-Hubulli, Ibnu Bardûn yang dibunuh oleh Abu 'Abdillâh asy-Syî'i. Sementara Ibnu Khairûn Abu Ja'far Muhammad bin Khairûn al-Mu'âfiri tewas di tangan 'Ubaidullâh al-Mahdi.

Di antara penguasa mereka yang telah banyak membunuh para Ulama adalah al-'Adhid, penguasa terakhir Bani 'Ubaid. Ibnu Khalikân rahimahullah berkata tentang orang ini, "al-'Adhid ini orang yang sangat kental Syi'ahnya, sangat keterlaluan dalam mencaci maki Sahabat Nabi, apabila ia melihat seorang Sunni (Ahlu Sunnah), ia menghalalkan darahnya." [6]

Salah satu sekte yang menimpakan berbagai bala terhadap Ahlu Sunnah adalah Buwaihiyah. Sekte ini dinisbatkan kepada Buwaihi bin Fannakhasru ad-Dailami al-Fârisi. Berkuasa di Irak dan Persia lebih kurang satu abad ketika kekhalifahan 'Abbasiyah sedang melemah di Baghdad. Sekte ini juga menunjukkan kefanatikannya kepada ajaran Syi'ah. Bahkan mereka memotivasi orang orang Syiah di Baghdad untuk melakukan tindakan-tindakan perlawanan terhadap Ahlu Sunnah. Hampir tiap tahun terjadi pertikaian dan benturan-benturan antara kaum Syiah dan Ahlu Sunnah. Sehingga banyak korban jiwa jatuh dan menimbulkan kerugian materiil yang besar, toko-toko dan pasar-pasar dibakar. Untuk menunjukkan hegemoni dan dominasi mereka atas Ahlu Sunnah, pada tahun 351H kaum Syiah di Baghdad dengan dukungan dari Mu'izzud Daulah mewajibkan masjid-masjid untuk melaknat Mu'awiyah Radhiyallahu 'anhu dan tiga Khalifah Râsyid (Abu Bakar, 'Umar dan 'Utsman Radhiyallahu 'anhum ). Sebuah ketetapan yang tak mampu dicegah oleh kekhalifahan 'Abbasiyah.[7]

Bahkan pada tahun 352 H, Mu'izzud Daulah menyuruh kaum Muslimin untuk menutup toko-toko mereka, mengosongkan pasar, meliburkan jual-beli dan menyuruh mereka untuk meratap. Para wanita disuruh keluar tanpa penutup kepala dan wajah dicoreng-moreng, lalu berkeliling kota sambil meratap dan menampar-nampar pipi atas kematian Husain bin 'Ali Radhiyallahu 'anhuma. Maka kaum Muslimin pun melakukannya, sementara Ahlu Sunnah tidak mampu mencegahnya karena banyaknya jumlah kaum Syiah dan kekuasaan kala itu berada di tangan mereka (di tangan kaum Buwaihiyyun). [8] Sehingga Imam adz-Dzahabi rahimahullah sampai berkomentar, "Sungguh telah terlantar urusan agama Islam dengan berdirinya daulah Bani Buwaihi dan Bani 'Ubaid yang bermadzhab Syiah ini. Mereka meninggalkan jihad dan mendukung kaum Nasrani Romawi dan merampas kota Madâin." [9]

Di antara sekte Syiah adalah Syiah Ismâ'iliyah. Setelah wafatnya Ja'far bin Muhammad ash-Shâdiq, kaum Syiah terpecah dua kelompok. Satu kelompok menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya, yaitu Mûsâ al-Kâzhim, mereka inilah yang kemudian disebut Syiah Itsnâ 'Asyariyah (aliran Syiah yang meyakini adanya imam yang berjumlah dua belas orang, red). Dan satu kelompok lagi menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya yang lain, yaitu Ismâ'il bin Ja'far, kelompok ini kemudian dikenal sebagai Syiah Ismâ'iliyah. Kadang kala mereka dinisbatkan kepada madzhab bathiniyah dan kadang kala dikaitkan juga dengan Qarâmithah. Akan tetapi, mereka lebih senang disebut Ismâ'iliyah. [10] Adapun Qarâmithah sendiri adalah penisbatan kepada Hamdân Qirmith. Kemudian pengikut-pengikutnya dikenal dengan sebutan Qarâmithah. Di antara tokoh mereka yang menimpakan fitnah besar terhadap kaum Muslimin adalah Abu Thâhir Sulaimân bin Hasan al-Janâbi.

Mereka inilah yang bersekutu bersama kaum Nasrani dan Tatar untuk melawan Islam dan kaum Muslimin. Ketika mereka sudah memiliki kekuatan dan berhasil mendirikan daulah Bahrain, mereka melakukan aksi-aksi yang membuat bulu kuduk merinding; berupa perampasan, pembunuhan dan pemerkosaan. Bahkan kekejaman seperti itu tidak pernah dilakukan oleh bangsa Tatar maupun kaum Nasrani sekalipun. Pada tahun 312 H, mereka menghadang kafilah haji yang hendak kembali ke Irak. Mereka merampas kendaraan kafilah itu, bekal-bekal dan harta benda yang mereka bawa, dan meninggalkan rombongan haji begitu saja sehingga kebanyakan dari mereka mati kehausan dan kelaparan. [11]

Dan pada tahun 317 H, mereka menyerang jamaah haji di Masjidil Harâm, dan membunuhi para jamaah yang berada dalam masjid lalu membuang mayat mayat ke sumur Zamzam. Mereka membunuh orang orang di jalan-jalan kota Mekah dan sekitarnya. Jumlah korbannya mencapai tiga puluh ribu jiwa. Bahkan ia merampas kelambu Ka'bah dan membagi-bagikannya kepada pasukannya. Ia menjarah rumah-rumah penduduk Mekah dan mencungkil Hajar Aswad dari tempatnya untuk ia bawa ke Hajar (ibukota daulah mereka di Bahrain).[12]

Imam Ibnu Katsir rahimahullah merekam kekejaman yang dilakukan oleh Abu Thâhir al-Janâbi al-Bâthini ini dengan berkata, "Ia menjarah harta penduduk Mekah dan menghalalkan darah mereka. Ia membunuhi manusia di rumah-rumah mereka hingga yang berada di jalan-jalan. Bahkan menjagal banyak jamaah haji di Masjdil Haram dan di dalam Ka'bah. Lalu pemimpin mereka, yakni Abu Thâhir –semoga Allâh Azza wa Jalla melaknatnya- duduk di pintu Ka'bah, sementara orang-orang disembelihi di hadapannya dan pedang-pedang berkelebatan membantai orang-orang di Masjidil Haram pada bulan haram (suci) di hari Tarwiyah yang merupakan hari yang mulia. Sementara Abu Thâhir ini berseru, " Aku adalah Allâh, Allâh adalah aku. Aku menciptakan makhluk dan akulah yang mematikan mereka.

Orang-orang pun berlarian menyelamatkan diri dari kekejaman Abu Thâhir ini. Di antara mereka bahkan ada yang bergantung pada kelambu Ka'bah. Namun itu tidak menyelamatkan jiwa mereka sedikit pun. Mereka tetap ditebas habis dalam keadaan seperti itu. Mereka dibunuhi meskipun mereka sedang bertawaf…"

Beliau melanjutkan, "Setelah pasukan Qarâmithah ini melakukan aksi brutal mereka itu –semoga Allâh melaknat mereka- dan perbuatan keji mereka terhadap para jamaah haji, Abu Thahir ini menyuruh pasukannya agar melemparkan mayat-mayat yang tewas ke sumur Zamzam. Dan sebagian lain dikubur di tempat-tempat mereka di tanah haram bahkan di dalam Masjidil Haram. Lalu kubah sumur Zamzam pun dirobohkan. Kemudian Abu Thâhir memerintahkan agar mencopot pintu Ka'bah, melepaskan kelambunya, untuk ia koyak-koyak dan bagikan kepada pasukannya."[13]

Dan jangan lupa juga pengkhianatan mereka terhadap Khalifah al-Musta'shim billâh yang dilakoni oleh Muhammad bin al-Alqami dan Nâshiruddîn ath-Thûsi, yang anehnya kedua orang ini dianggap pahlawan oleh orang-orang Syi'ah.

Keruntuhan kota Baghdad yang kala itu merupakan ibukota Daulah Abbasiyah di tangan pasukan Tatar tak lepas dari konspirasi yang dilakukan oleh Ibnul Alqami dan ath-Thûsi. Hal ini didorong dendam kesumat Ibnul Alqami ini terhadap Ahlu Sunnah. Pasalnya, pada tahun 656 H terjadi peperangan hebat antara Ahlu Sunnah dan Syiah yang berujung dengan takluknya kota Karkh yang merupakan pusat kegiatan kaum Syiah dan beberapa rumah sanak keluarga al-Alqami menjadi korban penjarahan. Ia sangat berambisi meruntuhkan kekuatan Ahlu Sunnah dan menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya, walaupun harus bersekutu dengan pasukan musuh dan berkhianat terhadap khalifah. Hal itu ia lampiaskan ketika ia memegang jabatan kementrian bagi Khalifah al-Musta'shim billâh, ia memberi jalan bagi pasukan Tatar untuk masuk Baghdad. Peristiwa itu terjadi pada tahun 656 H. Ketika Hulago Khan dan pasukannya yang berjumlah dua ratus ribu personil mengepung Baghdad dan menghujani istana khalifah dengan anak panah. Pengamanan sekitar istana saat itu lemah karena sebelum terjadinya peristiwa ini, Ibnul Alqami secara diam-diam telah mengurangi jumlah personil tentara khalifah dengan cara memecat sejumlah besar perwira dan mencoret nama mereka dari dinas ketentaraan. Pada masa kekhalifahan sebelumnya, yaitu Khalifah al-Mustanshir, jumlah pasukan mencapai 100.000 personil. Sementara pada masa al-Musta'shim billâh jumlahnya menyusut menjadi 10.000 personil saja. Kemudian Ibnul Alqami ini mengirim surat rahasia kepada bangsa Tatar dan memprovokasi mereka untuk menyerang Baghdad. Ia sebutkan dalam surat rahasia itu kelemahan angkatan bersenjata Daulah Abbasiyah di Baghdad. Itulah sebabnya bangsa Tatar dengan sangat mudah dapat merebutnya. Ketika pasukan Tatar mulai mengepung Baghdad sejak tanggal 12 Muharram 656 H, saat itulah Ibnul Alqami melakukan pengkhianatannya untuk kesekian kali. Dialah orang pertama yang menemui pasukan Tatar. Lalu ia keluar bersama keluarganya, pembantu serta pengikutnya pada saat-saat kritis itu untuk menemui Hulago Khan dan mendapat perlindungan darinya. Kemudian ia membujuk Khalifah agar ikut keluar bersamanya menemui Hulagokan untuk mengadakan perdamaian, yaitu memberikan separoh hasil devisa negara kepada bangsa Tatar.

Maka berangkatlah Khalifah bersama para qadhi, Fuqâha', tokoh-tokoh negara dan masyarakat serta para pejabat tinggi negara lainnya dengan 700 kendaraan. Ketika sudah mendekati markas Hulago Khan, mereka ditahan oleh pasukan Tatar dan tidak diizinkan menemui Hulago Khan kecuali hanya Khalifah bersama 17 orang saja. Permintaan ini dipenuhi oleh Khalifah. Ia berangkat bersama 17 orang sementara yang lain menunggu. Sepeninggal Khalifah, sisa rombongan itu dirampok dan dibunuh oleh pasukan Tatar. Selanjutnya Khalifah dibawa ke hadapan Hulago Khan seperti seorang pesakitan yang tak berdaya Kemudian atas permintaan Hulago Khan, Khalifah kembali ke Baghdad ditemani oleh Ibnul Alqami dan Nâshiruddîn ath-Thûsi. Di bawah rasa takut dan tekanan yang hebat, Khalifah mengeluarkan emas, perhiasan dan permata dalam jumlah yang sangat banyak. Namun tanpa disadari oleh Khalifah, para pengkhianat dari Syiah ini telah membisiki Hulago Khan agar menampik tawaran damai dari Khalifah. Ibnul Alqami ini berhasil meyakinkan Hulago Khan dan membujuknya untuk membunuh Khalifah. Dan tatkala Khalifah kembali dengan membawa perbendaharaan negara yang banyak untuk diserahkan, Hulago Khan memerintahkan agar Khalifah dieksekusi. Dan yang mengisyaratkan untuk membunuh Khalifah adalah Ibnul Alqami dan ath-Thûsi.

Dengan terbunuhnya Khalifah pasukan Tatar leluasa menyerbu Baghdad tanpa perlawanan berarti. Maka jatuhlah Baghdad ke tangan musuh. Dilaporkan bahwa jumlah orang yang tewas saat itu lebih kurang dua juta orang. Tidak ada yang selamat kecuali Yahudi, Nashrani dan orang-orang yang meminta perlindungan kepada pasukan Tatar, atau berlindung di rumah Ibnul Alqami dan orang-orang kaya yang menebus jiwa mereka dengan menyerahkan harta kepada pasukan Tatar. [14]

SEBUAH PELAJARAN BERHARGA
Melalui rekaman sejarah yang telah dipaparkan Ulama, menyerahkan amanat dan jabatan kepada kaum Syiah merupakan tindakan bunuh diri yang membahayakan umat. Karena sejarah telah membuktikan pengkhianatan yang mereka lakukan terhadap kaum Muslimin, khususnya kepada Ahlu Sunnah.

Al-Baghdâdi rahimahullah telah menjelaskan secara ringkas permusuhan kaum Syiah Bathiniyah ini terhadap Islam dan kaum Muslimin. Beliau berkata, "Ketahuilah –semoga Allâh membuatmu bahagia- sesungguhnya bahaya yang ditimbulkan oleh kaum Bathiniyah terhadap kaum Muslimin lebih besar daripada bahaya yang ditimbulkan oleh kaum Yahudi, Nashrani maupun Majusi. Bahkan lebih besar daripada kaum Dahriyah (atheis) serta kelompok-kelompok kafir lainnya. Bahkan lebih besar daripada bahaya yang ditimpakan oleh Dajjal yang muncul di akhir zaman. Karena orang orang yang tersesat akibat dakwah Bathiniyah ini sejak awal mula munculnya dakwah mereka sampai hari ini lebih banyak daripada orang-orang yang disesatkan oleh Dajjal pada waktu munculnya nanti. Karena fitnah Dajjal tidak lebih dari empat puluh hari, sementara kejahatan kaum Bathiniyah ini lebih banyak lagi daripada butiran pasir dan tetesan hujan." [15]

Kaum Bathiniyah ini sengaja memilih ajaran Syiah sebagai alat untuk beraksi karena adanya kecocokan dengan ambisi dan keinginan mereka. Karena mereka tidak menemukan jalan masuk kepada Islam kecuali dengan menampakkan ajaran Syiah ini dan menisbatkan diri kepada agama Syiah. Abu Hamid Al-Ghazâli rahimahullah mengungkapkan, "Telah sukses diadakan pertemuan di antara pengikut-pengikut ajaran Majusi dan Mazdakiyah dari kalangan kaum Tsanawiyah yang mulhid (kafir) serta sekelompok besar kaum filsafat mulhid –ad-Dailami menambahkan- dan sisa-sisa pengikut ajaran Kharamiyah serta kaum Yahudi. Mereka disatukan dengan satu slogan yaitu membuat tipu daya untuk menolak Islam. Mereka berkata, "Sesungguhnya Muhammad telah mengalahkan kita dan menghapus agama kita. Carilah sekutu untuk menghadapinya karena kita tidak mampu secara frontal untuk menghadapi mereka. Kita tidak bisa berhasil merebut kekuasaan yang ada di tangan kaum Muslimin dengan senjata dan peperangan. Karena kekuatan mereka dan banyaknya personil pasukan mereka. Demikian pula kita tidak mampu untuk beradu argumentasi dengan mereka karena mereka memiliki Ulama, fudhala' dan ahli tahqiq. Tidak ada cara kecuali melakukan makar dan tipu daya. Kemudian mereka membuat rancangan dan program untuk mencapai tujuan ini. Dan di antara cara yang mereka tempuh adalah masuk ke tengah kaum Muslimin melalui jalan tasyayyu' (ajaran Syi'ah). Walaupun mereka juga menganggap bahwa kaum Syiah ini sesat, hanya saja mereka itu adalah orang yang paling dangkal akalnya, paling konyol logikanya, paling mudah untuk menerima perkara-perkara yang mustahil, paling percaya dengan riwayat-riwayat dusta yang mereka buat, serta yang paling mudah untuk menerima riwayat-riwayat palsu. Apalagi dalam ideologi Syiah ini terdapat ajaran taqiyah (bermuka dua) yang sangat mereka perlukan untuk menjalankan misi mereka. Maka mereka pun bersembunyi di balik ajaran ini untuk melemahkan Islam dan kaum Muslimin. Sehingga tampilan luar mereka adalah Syiah, tetapi batin mereka berisi kekufuran (terhadap Islam). [16]

Itulah sedikit dari fakta sejarah yang sudah terjadi. Sebenarnya masih banyak lagi sejarah hitam kekejaman ahli bid'ah ini (kaum Syiah) terhadap Ahlu Sunnah khususnya dan kaum Muslimin pada umumnya. Kita harus mengambil pelajaran dari masa lalu agar tidak berulang pada masa mendatang. Karena sesungguhnya seorang Mukmin itu tidak boleh jatuh dalam satu lobang berulang kali, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Wallâh a'lam

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XIII/1431H/2010M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondanrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]
_______
Footnote
[1]. Al-Bidâyah wan Nihâyah (XII/17)
[2]. Wafayâtul A'yân, Ibnu Khalikân (II/192)
[3]. Akhbâr Mulûk Bani 'Ubaid tulisan ash-Shanhâji hlm. 96
[4]. Ar-Raudhataini fi Akhbâri Daulatain hlm. 201
[5]. Târîkh Islâm , adz-Dzahabi
[6]. Wafayâtul A'yân (III/110)
[7]. Al-Kâmil (VIII/542)
[8]. Al-Kâmil (VIII/549)
[9]. Siyar A'lâmun Nubalâ' (XVI/232)
[10]. Al-Milal wan Nihal (I/191-192)
[11]. Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 38
[12]. Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 54
[13]. Al-Bidâyah wan Nihâyah (XI/160)
[14]. Al-Bidâyah wan Nihâyah (XVIII/213-224)
[15]. Al-Farqu bainal Firaq hlm 382
[16]. Silahkan lihat Fadhâih Bâthiniyah hlm 18-19 dengan sedikit penambahan dan pengurangan.

__._,_.___

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--


Thank you

Best regards

Andri Subandrio


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--


Thank you

Best regards

Andri Subandrio


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--


Thank you

Best regards

Andri Subandrio


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--


Thank you

Best regards

Andri Subandrio


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-