Friday, September 2, 2011

[Milis_Iqra] DOSA YANG DISEGERAKAN AKIBATNYA

Rasulullah saw bersabda: "Tiga macam dosa yang akibatnya disegerakan,
tidak ditunda pada hari kiamat: durhaka kepada orang tua, menzalimi
manusia, dan mengingkari kebajikan." (Al-Mustadrak 12: 360)
MUTIARA HIKMAH
http://www.tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah.html
TWITTER CAHAYA HIKMAH
http://www.twitter.com/CahayaHikmah12
@CahayaHikmah12

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Wednesday, August 31, 2011

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Pak Andri yang saya hormati, saya adalah orang yang sangat awam ilmu
agama apalagi ilmu Al-Qur'an dan Hadits. Saya masih harus banyak
belajar. tujuan utama saya bergabung dengan milis iqra sejak 3 tahun
ini pun untuk belajar.

Karena saya masih awam, saya belum berani mencomot dalil dari
Al-Qur'an maupun Hadits. Saya hanya memakai kebiasaan baik yang
terjadi di masyarakat. Tulisan saya di atas pun saya tuliskan
"biasanya".

Setahu saya, maaf memaafkan dan saling minta maaf adalah amalan yang
baik. Berarti, mungkin alangkah lebih mendingnya saya mendo'akan agar
amalan-amalan baik itu diterima oleh Alloh swt, daripada malah
mencelanya.


Kata orang bijak, meminta maaf adalah perbuatan mulia. Tapi lebih
mulia orang yang memberi maaf kepada yang telah berbuat salah
kepadanya.

Demikian pak andri, apabila ada kata saya yang kurang berkenan saya
mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Salam,
mawahib affandhy
085640888085
08386003883

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Ikhwan Mawahib, saya adalah awam terhadap makna IdulFitri untuk itu mohon di beri ifnormasi mengenai ayat Quran ataupun hadits shahih yang menyatakan bahwa Idul Fitri adalah momentum untuk bermaaf-maafan.

Karena sepengetahuan kami yang sempit, Rasul saat idul fitri hanya mengucapkan "taqaballaahu mina wa minka" yang artinya semoga Allah menerima amal-amal kami dan amal-amal anda" tidak ada satu ucapan mohon maaf lahir batin.

Terima kasih

2011/8/31 Mawahib Affandhy <mmaffandhy@gmail.com>
saya heran, idul fitri yang biasanya jadi momentum untuk
bermaaf-maafan kok di tahun ini masih ada saja yang suka menyalahkan
fihak lain.

Di masa lalu, semua orang seolah sepakat bahwa idul fitri bermakna
kembali suci seolah-olah manusia itu bagaikan bayi yang baru lahir,
suci tanpa dosa.
idul fitri juga sering dianggap sebagai bulan peningkatan, setelah
sebulan kita dilatih selama bulan ramadhan.

Idul fitri biasanya umat islam saling bermaaf-maafan, karena Alloh swt
tidak mengampuni dosa sesama manusia selama yang bersangkutan belum
memaafkan.
Dalam minta maaf pun, semua kesalahan yang diperbuat juga diungkapkan
semua. Kesalahan diri sekecil apapun juga dicari agar tak terulang di
kemudian hari dan di bulan-bulan berikut jadi lebih baik lagi.

Saya heran, kenapa tahun ini bisa berubah drastis.
yaa Alloh, ampunilah dosaku, lindungilah aku dari perbuatan tak terpuji.
amiin.

Pada tanggal 31/08/11, Abunazar Alim <abu_nadzree81@yahoo.com> menulis:
> Dr. Yusuf Qaradhawi pernah berpendapat, jika kaum Muslim tidak mampu
> mencapai kesepakatan pada tingkat global, minimal mereka wajib berobsesi
> untuk bersatu dalam satu kawasan. Kata Syekh Qaradhawi, tidak boleh terjadi
> di satu negara atau satu kota kaum Muslim terpecah-pecah; beda pendapat
> dalam penentuan awal Ramadhan atau Hari Raya. Kaum Muslim di negara itu
> harus mengikuti keputusan pemerintahnya, meskipun berbeda dengan negara
> lain. Sebab, itu termasuk ketaatan terhadap yang ma'ruf. (Yusuf Qaradhawi,
> Fatwa-Fatwa Kontemporer Jld II (terj), Jakarta :GIP, 1995 , hal. 315).
> Kaidah Ushul Fiqih menyatakan: "Al-khurûj minal khilâf mustahabbun"
> (Menghindar dari perpecahan itu lebih dicintai (sunnah)." (Lihat, Abu Bakar
> al-Ahdal asy-Syafii, al-Faraid al-Bahiyah fil-Qawaid al-Fiiqhiyyah,
> (Semarang: Toha Putra, 1997, hal. 24, kaedah no. 12).
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 31 Aug 2011 07:38:27
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya
>
> Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya
> pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
> Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB
>
> Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga
> Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai
> Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada
> Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?
>
> Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih
> tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak
> Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan
> ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?
>
> MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili
> oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang
> memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu
> yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas
> Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan
> menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak
> menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin
> sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari
> terbirit-birit.
>
> Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan
> Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at
> Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul
> Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.
>
> An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ
> وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى
> اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
> ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
>
> 4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul
> (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
> tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul
> (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
> Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
> Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada
> Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?
>
> Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola
> pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di
> Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari
> tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara
> Islam.
>
> Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung
> oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia.
> Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab
> Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya
> mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan
> satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan
> mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia,
> langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga (
> Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan
> melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara
> ditolak mentah-mentah.
>
> surat Al-Baqarah Ayat : : 185
> اعوذبالله من الشيطان الرجيم
> شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
> وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ
> فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ
> أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
> وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
> وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
> 2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang
> di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
> dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
> dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri
> tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
> dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
> (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
> hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
> menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
> hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
> supaya kamu bersyukur.
> Dan salah satu hadits berikut ini.
>
> Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
> Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk
> kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian
> berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan
> Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
> [HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]
>
> Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan
> mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?
>
> Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari
> beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari
> Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam
> yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .
>
> Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga
> bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan
> umatnya.
>
> Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>   Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>   Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>      Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>   Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>   Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>      Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
 Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
 Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
    Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--


Thank you

Best regards

Andri Subandrio


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

saya heran, idul fitri yang biasanya jadi momentum untuk
bermaaf-maafan kok di tahun ini masih ada saja yang suka menyalahkan
fihak lain.

Di masa lalu, semua orang seolah sepakat bahwa idul fitri bermakna
kembali suci seolah-olah manusia itu bagaikan bayi yang baru lahir,
suci tanpa dosa.
idul fitri juga sering dianggap sebagai bulan peningkatan, setelah
sebulan kita dilatih selama bulan ramadhan.

Idul fitri biasanya umat islam saling bermaaf-maafan, karena Alloh swt
tidak mengampuni dosa sesama manusia selama yang bersangkutan belum
memaafkan.
Dalam minta maaf pun, semua kesalahan yang diperbuat juga diungkapkan
semua. Kesalahan diri sekecil apapun juga dicari agar tak terulang di
kemudian hari dan di bulan-bulan berikut jadi lebih baik lagi.

Saya heran, kenapa tahun ini bisa berubah drastis.
yaa Alloh, ampunilah dosaku, lindungilah aku dari perbuatan tak terpuji.
amiin.

Pada tanggal 31/08/11, Abunazar Alim <abu_nadzree81@yahoo.com> menulis:
> Dr. Yusuf Qaradhawi pernah berpendapat, jika kaum Muslim tidak mampu
> mencapai kesepakatan pada tingkat global, minimal mereka wajib berobsesi
> untuk bersatu dalam satu kawasan. Kata Syekh Qaradhawi, tidak boleh terjadi
> di satu negara atau satu kota kaum Muslim terpecah-pecah; beda pendapat
> dalam penentuan awal Ramadhan atau Hari Raya. Kaum Muslim di negara itu
> harus mengikuti keputusan pemerintahnya, meskipun berbeda dengan negara
> lain. Sebab, itu termasuk ketaatan terhadap yang ma'ruf. (Yusuf Qaradhawi,
> Fatwa-Fatwa Kontemporer Jld II (terj), Jakarta :GIP, 1995 , hal. 315).
> Kaidah Ushul Fiqih menyatakan: "Al-khurûj minal khilâf mustahabbun"
> (Menghindar dari perpecahan itu lebih dicintai (sunnah)." (Lihat, Abu Bakar
> al-Ahdal asy-Syafii, al-Faraid al-Bahiyah fil-Qawaid al-Fiiqhiyyah,
> (Semarang: Toha Putra, 1997, hal. 24, kaedah no. 12).
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 31 Aug 2011 07:38:27
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya
>
> Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya
> pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
> Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB
>
> Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga
> Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai
> Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada
> Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?
>
> Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih
> tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak
> Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan
> ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?
>
> MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili
> oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang
> memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu
> yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas
> Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan
> menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak
> menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin
> sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari
> terbirit-birit.
>
> Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan
> Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at
> Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul
> Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.
>
> An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ
> وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى
> اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
> ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
>
> 4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul
> (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
> tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul
> (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
> Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
> Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada
> Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?
>
> Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola
> pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di
> Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari
> tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara
> Islam.
>
> Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung
> oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia.
> Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab
> Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya
> mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan
> satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan
> mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia,
> langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga (
> Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan
> melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara
> ditolak mentah-mentah.
>
> surat Al-Baqarah Ayat : : 185
> اعوذبالله من الشيطان الرجيم
> شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
> وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ
> فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ
> أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
> وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
> وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
> 2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang
> di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
> dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
> dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri
> tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
> dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
> (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
> hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
> menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
> hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
> supaya kamu bersyukur.
> Dan salah satu hadits berikut ini.
>
> Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
> Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk
> kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian
> berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan
> Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
> [HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]
>
> Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan
> mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?
>
> Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari
> beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari
> Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam
> yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .
>
> Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga
> bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan
> umatnya.
>
> Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Dr. Yusuf Qaradhawi pernah berpendapat, jika kaum Muslim tidak mampu mencapai kesepakatan pada tingkat global, minimal mereka wajib berobsesi untuk bersatu dalam satu kawasan. Kata Syekh Qaradhawi, tidak boleh terjadi di satu negara atau satu kota kaum Muslim terpecah-pecah; beda pendapat dalam penentuan awal Ramadhan atau Hari Raya. Kaum Muslim di negara itu harus mengikuti keputusan pemerintahnya, meskipun berbeda dengan negara lain. Sebab, itu termasuk ketaatan terhadap yang ma'ruf. (Yusuf Qaradhawi, Fatwa-Fatwa Kontemporer Jld II (terj), Jakarta :GIP, 1995 , hal. 315).
Kaidah Ushul Fiqih menyatakan: "Al-khurûj minal khilâf mustahabbun" (Menghindar dari perpecahan itu lebih dicintai (sunnah)." (Lihat, Abu Bakar al-Ahdal asy-Syafii, al-Faraid al-Bahiyah fil-Qawaid al-Fiiqhiyyah, (Semarang: Toha Putra, 1997, hal. 24, kaedah no. 12).

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 31 Aug 2011 07:38:27
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB

Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?

Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?

MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari terbirit-birit.

Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.

An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?

Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara Islam.

Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia. Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia, langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga ( Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara ditolak mentah-mentah.

surat Al-Baqarah Ayat : : 185
اعوذبالله من الشيطان الرجيم
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Dan salah satu hadits berikut ini.

Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
[HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]

Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?

Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .

Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan umatnya.

Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Lalu korelasinya dengan konten artikel apa yah?


Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Abunazar Alim" <abu_nadzree81@yahoo.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 31 Aug 2011 08:20:29
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Ralat, bukan mahrus amin, tapi KH. Ma'ruf Amin. "Memangnya sekarang ini ada pemerintahan Islam?" Maaf, setahu saya, -- mungkin saya keliru – di Mesir, Ikhwanul Muslimin tidak mengumumkan Id sendiri, meskipun rezim Mesir tak henti-hentinya menindas mereka. Meskipunaq beroposisi, setahu saya, Partai PAS di Malaysia juga tidak mengumumkan Id sendiri

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 31 Aug 2011 07:38:27
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB

Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?

Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?

MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari terbirit-birit.

Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.

An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?

Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara Islam.

Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia. Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia, langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga ( Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara ditolak mentah-mentah.

surat Al-Baqarah Ayat : : 185
اعوذبالله من الشيطان الرجيم
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Dan salah satu hadits berikut ini.

Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
[HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]

Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?

Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .

Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan umatnya.

Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Re: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Ralat, bukan mahrus amin, tapi KH. Ma'ruf Amin. "Memangnya sekarang ini ada pemerintahan Islam?" Maaf, setahu saya, -- mungkin saya keliru – di Mesir, Ikhwanul Muslimin tidak mengumumkan Id sendiri, meskipun rezim Mesir tak henti-hentinya menindas mereka. Meskipunaq beroposisi, setahu saya, Partai PAS di Malaysia juga tidak mengumumkan Id sendiri

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 31 Aug 2011 07:38:27
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB

Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?

Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?

MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari terbirit-birit.

Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.

An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?

Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara Islam.

Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia. Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia, langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga ( Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara ditolak mentah-mentah.

surat Al-Baqarah Ayat : : 185
اعوذبالله من الشيطان الرجيم
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Dan salah satu hadits berikut ini.

Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
[HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]

Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?

Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .

Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan umatnya.

Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Bagaimana Pemeerintah Mempertanggungjawabkan-nya

Bagaimana Lapan, MUI dan Menteri Agama RI Mempertanggungjawabkan Pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan Terutama kepada Allah SWT ?
Oleh: Ibnu Dawam Aziz | 30 August 2011 | 13:08 WIB

Bagaimana Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Dr Thomas Djamaluddin. Kyai Mahrus Amin dan Menteri Agama RI mempertanggung jawabkan pendapatnya pada Umat Islam di Dunia dan terutama kepada Allah SWT ?

Inilah pertanyaan yang terbersit di hati ini. Apakah meraka benar masih tergolong orang –orang yang menyembah Allah SWT dan pengikut jejak Rasulullah SAW. Ataukah mereka adalah penyembah Taghut yang berupa akal dan ilmu yang meraka anggap satu-satunya kebenaran yang tidak terbantahkan ?

MUI telah menempatkan jati dirinya utuk menempatkan dirinya yang diwakili oleh Kyai Mahrus Amin sebagai Mufti Agung Negeri ini yang berwenang memutuskan dan menetapkan awal dan akhir Ramadhan dengan merujuk pada Ilmu yang sangat dipercaya yang dikomandani oleh seorang Prof. Dr Thomas Jalaludin sementara Mentreri Agama sebagai pemegang Otoritas pemerintahan menempatkan dirinya seakan Pemerintah ini adalah Pemerintahan yang berhak menentukan pola dasar kehidupan umat Islam , sebagai wakil Amirul Mukminin sementara untuk mengusulkan Syariat Islam sebagai Hukum Positifpun lari terbirit-birit.

Banyak pertanyaan , mengapa di Negeri tetangga ( Malaysia ) keputusan Pemerintah adalah mutlak dan mengikat. Karena Malaysia menetapkan Syari'at Islam sebagai hukum positif , berarti Malaysia termasuk salah satu Darul Isam di Kawasan ini seperti Brunei Darusalam.

An-Nisa (4)  No. Ayat : : 59
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

4.59. Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Ayat ini sering dijadikan palu godam agar Umat Islam Taat kepada Pemerintahannya , tanpa menyadari Pemerintahan yang bagai mana ?

Ayat ini pula yang dipakai Oleh Kyai Mahrus Amin , sebagai landasan pola pikirnya bahwa hanya MUI yang berhak menentukan awal dan akhir Ramadhan di Negeri ini, yang merupakan kepanjangan tangan Menteri Agama yang disadari tidak mempunyai otoritas untuk menetapkan karena Negeri ini bukan Negara Islam.

Sungguh sangat menyakitkan bahwa kesepakatan mereka bertiga yang didukung oleh Organisasi Islam terbesar Negeri ini mendapat tantangan dari dunia. Tingkah Prof. Dr Thomas Jalaludin yang dengan pongah mencela methode Hisab Muhammadiyah tanpa sopan santun dalam sidang Itsbat maupun dalam tulisannya mendapat jawaban kontan dari Allah SWT, bahwa kebenaran ilmunya bukan satu-satunya kebenaran yang harus diikuti. Pendapatnya yang mengatakan mustahil hilal dapat dilihat sejak dari Arab Saudi sampai Indonesia, langsung dijawab Allah dengan kuasaNya . 30 tempat di Negeri Tetangga ( Malaysia ) yang ada dalam zona waktu yang sama dengan Indonesia menyatakan melihat hilal setelah kesaksian di Negeri ini , yaitu di Cakung dan Jepara ditolak mentah-mentah.

surat Al-Baqarah Ayat : : 185
اعوذبالله من الشيطان الرجيم
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
2.185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Dan salah satu hadits berikut ini.

Sebagai petunjuk pelaksanaannya :
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya'ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya'ban menjadi tiga  puluh hari."
[HR. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari 'Abdullah bin 'Umar.]

Dan Hilal telah dilihat di lebih dari 30 titik , apakah mereka bertiga akan mengingkari ketetapan ini dengan illmu-ilmu mereka ?

Penolakan mereka, ber arti mereka tidak mengesahkan hasil ru'yah dari beberapa Negara Islam tetangga , seperti mereka menolak kesaksian dari Cakung dan Jepara , pada hal Negeri-Negeri itu adalah Negara – Negara Islam yang menempatkan Syari'ah sebagai hukum positif .

Maka sebaiknya Dunia Islam menuntut pertanggung jawaban mereka bertiga bersama Elit Organisasi Islam terbesar di Negeri ini yang telah menyesatkan umatnya.

Thanks, Dani Permana Powered by Telkomsel BlackBerry®

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Monday, August 29, 2011

[Milis_Iqra] DOA HARI KE 30 RAMADHAN

Ya Allah, jadikan puasaku di dalamnya diridhai dan diterima,
sebagaimana yang Engkau ridhai dan diridhai Rasul-Mu, sehingga cabang-
cabangnya menjadi kokoh karena dasar-dasarnya, dengan hak junjungan
kami Muhammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah
Tuhan alam semesta. (Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)
Teks arab, transliterasi arab-latin doa ini, akses di sini:
http://www.tokoku99.com/product-islami/artikel-islami/

Mutiara Hikmah utk SMS Ucapan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, ada
di halaman Link tesebut.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Sunday, August 28, 2011

[Milis_Iqra] Doa Perpisahan dengan Bulan Ramadhan

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, wahai Dia yang tidak mengharapkan balasan
Wahai Dia yang tidak menyesali pemberian
Wahai Dia yang tidak membalas dengan setimpal

Anugrah-Mu permulaan, ampunan-Mu kebaikan, siksa-Mu keadilan,
ketentuan-Mu sebaik-baik pilihan.

Jika Engkau memberi tidak Kaucemari dengan tuntutan. Jika Engkau
menahan tidak Kautahan pemberian-Mu dengan kezaliman.

Engkau syukuri orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauilhamkan
padanya
mensyukuri-Mu.

Kaubalas orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauajarkan padanya
memuji-Mu.

Kausembunyikan aib orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat
mempermalukannya. Kau sangat pemurah kepada orang yang kalau
Kaukehendaki Kaudapat menahannya. Keduanya layak Kaupermalukan atau
Kautahan. Namun Kautegakkan perbuatan-Mu atas karunia, Kau alirkan
kuasa-Mu atas ampunan.

Engkau sambut orang yang menentang-Mu dengan santun. Engkau biarkan
orang yang berbuat zalim pada dirinya. Engkau tunggu mereka dengan
sabar sampai mereka kembali kepada-Mu. Engkau tahan mereka untuk tidak
segera bertaubat supaya yang binasa tidak binasa karena-Mu, dan orang
yang celaka tidak celaka karena nikmat-Mu. Tetapi hanya setelah Engkau
lama membiarkan mereka dan setelah Kausampaikan rangkaian bukti atas
mereka, sebagai kemurahan ampunan-Mu wahai Yang Maha Pemurah, sebagai
anugrah kelembutan-Mu wahai Yang Maha Santun.

Engkaulah yang membukakan kepada hamba-hamba-Mu pintu menuju maaf-Mu.
Engkau namakan pintu itu taubat. Engkau berikan petunjuk dari wahyu-Mu
kea rah pintu itu supaya mereka tidak tersesat dari situ. Engkau
berfirman: "Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus, semoga
Tuhanmu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang
beriman bersama dengan dia, sedangkan cahaya mereka memancar di
hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berkata: Ya
Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami.
Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (At-Tahrim, 66: 8)

Apalagi alasan orang yang alpa memasuki rumah itu setelah pintu
dibukakan dan petunjuk ditegakkan.

Engkaulah yang menahan harga untuk hamba-hamba-Mu. Kauingin mereka
berlaba dalam berniaga dengan-Mu dan beruntung berkunjung kepada-Mu.
Maka Engkau berfirman Mahamulia dan Mahatinggi nama-Mu: "barangsiapa
yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat
amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia
tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya." (Al-
An'am, 6: 160)

Engkau berfirman: "Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-
orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir seratus biji.
Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki." (Al-
Baqarah: 261)

Engkau berfirman: "Barangsiapa meminjamkan kepada Allah pinjaman yang
baik, Allah akan melipat-gandakan baginya berkali-kali lipat." (Al-
Baqarah: 245). Dan ayat-ayat seperti itu dalam Al-Qur'an tentang
kebaikan yang dilipat-gandakan.

Engkau yang menunjuki mereka dengan firman-Mu dan dorongan-Mu yang di
dalamnya keberuntungan mereka, yang sekiranya Kaututupkan dari mereka,
mata mereka tidak melihatnya, telinga mereka tidak mendengarnya,
khayal mereka tidak menangkapnya. Maka Engkau berfirman: "Ingatlah
Aku, Aku pasti mengingatmu. Bersyukurlah pada-Ku dan jangan
ingkar." (Al-Baqarah: 152).

Engkau juga berfirman: "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku tambahi kamu.
Jika kamu ingkar, sungguh azab-Ku sangat pedih." (Ibrahim, 14: 7)

Engkau berfirman: Berdoalah kamu kepada-Ku
Akan Aku jawab doamu. Sungguh orang-orang yang sombong dari ibadat
kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina (Al-
Mukmin: 60)
Engkau namakan doa kepada-Mu sebagai ibadah, meninggalkannya
kesombongan
Engkau ancam orang yang meninggalkannya masuk neraka Jahannam dalam
keadaan hina.

Sehingga
Mereka mengingat-Mu karena karunia-Mu
Mereka bersyukur kepada-Mu karena anugrah-Mu
Mereka menyeru-Mu karena perintah-Mu
Mereka bersedekah karena karena-Mu
karena mengharapkan tambahan-Mu
Di situ keselamatan mereka dari murka-Mu
Dan kebahagiaan mereka dengan ridha-Mu
(Kitab Ash-Shahifah As-Sajjadiyah doa ke 45)

Selengkapnya berikut teks Arab dan Transliterasi Arab-Latin, Download
di sini:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 H
Mohon Maaf & Lahir atas salah dan dosa
Yang disengaja maupun yang tidak disengaja

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-