Monday, August 31, 2009

[Milis_Iqra] Hidayah Alloh turun kepada Umat-Nya

Abdullah Abdul Malik: Melihat Secercah Cahaya Memancar dari Al-Quran

sumber : www.eramuslim.com

Sejak menjadi seorang Muslim lima tahun yang lalu, pria asal
Philadelphia, AS ini mengubah namanya menjadi Abdullah Abdul Malik.
Malik yang kini berusia 28 tahun, melewati perjalanan hidup yang pahit
sebagai remaja AS sebelum mengenal Islam. Ia terlibat perdagangan
narkotika dan pernah mendekam di penjara.

Malik tidak pernah menyangka akan melewati kehidupan yang suram itu.
Ketika masih kanak-kanak, ia mengalami masa-masa yang menyenangkan
seperti layaknya anak-anak Amerika pada umumnya, bermain bola,
mendengarkan musik rap dan menikmati film-film action.

"Saya berpikir, apa yang saya lakukan sungguh keren, dan begitulah
hidup harus dijalani, menghadapi bahaya dan tantangan. Oleh sebab itu
saya mencontoh para penyanyi rap itu dan film-film action yang saya
lihat. Saya mulai memiliki pola pikir bahwa hidup harus melakukan
pemberontakan terhadap masyarakat," ujar Malik mengenang masa
kecilnya.

Musik rap dan tv ternyata sedemikian buruknya mempengaruhi
perkembangan kejiwaan Malik. Dan itu terbawa hingga ia beranjak
remaja. Sejak duduk di bangku sekolah menengah hingga usia 23 tahun,
ia sudah berjualan mariyuana. Kehidupannya pun kacau, dikhianati
teman, menjadi paranoid, tidak tahu siapa orang yang bisa ia percaya.

"Jiwa saya terasa kosong. Saya depresi dan terisolasi. Satu-satunya
cara untuk melepaskan tekanan hidup itu adalah mencipatkan musik saya
sendiri," ungkap Malik.

Malik betul-betul seorang diri ketika keluarganya tersandung masalah
keuangan dan memutuskan pindah ke Florida. Malik tetap memilih tinggal
di Philadelphia, Pennsylvania. "Tempat ini rumah saya dan saya belum
siap meninggalkannya," kata Malik.

Sejak ditinggal keluarganya, Malik pindah ke sebuah apartemen dan
berjuang menghidupi dirinya sendiri. Ia mengaku merasa sendiri dan
sulit menjalani kehidupannya. Sampai suatu ketika, seorang polisi yang
menyamar menangkap Malik yang sedang berjualan mariyuana. Malik harus
menjalani pemeriksaan dan pada saat itulah ia merasakan tekanan batin
yang menyiksa dan rasa takut akan masuk penjara.

Di tengah rasa takut yang menyiksanya, Malik memutuskan untuk berhenti
berjualan narkotika. Ia berusaha mencari pekerjaan lain yang halal.
Beruntung, Malik mendapatkan pekerjaan dan di tempat kerjanya ia
bertemu seorang lelaki berusia sekitar 50 tahun yang mengenalkannya
pada Islam.

Hal pertama yang ditanyakan Malik ketika itu adalah, apakah Muslim
percaya pada Yesus. Dari lelaki itu Malik tahu bahwa Muslim meyakini
Yesus, tapi sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan. Lelaki itu juga
menjelaskan bahwa umat Islam meyakini semua nabi mulai dari Adam
sampai Muhammad dan bahwa Allah itu Esa.

Malik bisa menerima penjelasan lelaki itu dan menganggap bahwa
keyakinan itu sebagai hal yang logis. Ia merasa menemukan saat yang
tepat untuk mengubah hidupnya yang selama ini tak tentu arah. Malik
mengaku percaya adanya Tuhan, tapi ia bingung dengan banyak hal dalam
ajaran Kristen yang diketahuinya sehingga ia tidak pernah bisa
menerima agama Kristen sebagai sebuah kebenaran.

Suatu malam saat mengantarkan lelaki rekan kerjanya itu pulang kerja,
Malik diberi kitab suci Al-Quran. Ia berterimakasih dan membaca
Al-Quran pemberian itu malam itu juga. "Kitab itu seperti bicara pada
saya dan saya mendapatkan banyak kejelasan sehingga saya yakin bahwa
inilah kebenaran dan hanya Tuhan yang bisa menyatukannya dalam buku
semacam ini," ungkap Malik.

"Al-Quran itu masuk akal buat saya dan membuat saya merasa damai saat
membacanya, kedamaian yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan,"
sambungnya.

Ketika itu, Malik masih dalam pengawasan polisi. Namun Malik berpikir,
polisi sedang menunggunya untuk melakukan kesalahan yang lebih besar
untuk menangkapnya dan jika ia tidak melakukan kesalahan, ia akan
bebas. Tapi pikiran itu meleset, setelah melewati investigasi, aparat
kepolisian menangkap Malik dengan tuduhan menjual mariyuana.

Malik kehilangan pekerjaannya karena ia ditahan polisi. Keluarganya di
Florida membayar jaminan dan sempat syok mendengar kasus puteranya..

Cahaya dari Al-Quran

Selama menjalani masa bebas bersyarat, Malik terus membaca terjemahan
Al-Quran dan memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Lalu
keajaiban itupun ia alami. Suatu malam ketika ia sedang membaca
Al-Quran dalam cahaya reman-remang, ia melihat secercah sinar seperti
memancar dari Al-Quran.

"Saya yakin itu adalah tanda dari Tuhan tentang kebenaran kitab ini
dan hidup saya akan berubah selamanya. Cahaya itu muncul selama hampir
45 menit. Saya bermaksud memberitahukan teman sekamar saya yang sedang
tidur, tapi saya berpikir bahwa tanda itu dikirim Tuhan untuk saya dan
saya tidak mau menodainya," tutur Malik.

Di penjara, Malik bertemu dengan beberapa Muslim dan mempelajari
karakter mereka. "Menurut saya, Muslim memiliki karakter yang baik,
teguh memegang kebenaran, rendah hati, penuh perhatian dan tahu
bagaimana membawa diri mereka sebagai orang yang bertakwa pada
Tuhannya. Di penjara saya belajar puasa, salat dan ikut salat Jumat,"
ujar Malik.

Penjara ternyata membantu Malik untuk memperbaiki kehidupannya. Di
sanalah ia mengucapkan dua kalimat syahadat. Untuk pertama kalinya
Malik merasa memiliki tujuan hidup . Di penjara ia jadi merenungi
banyak hal, tentang keluarga, tentang teman dan tentang agamanya.

Setelah setahun menjalani masa tahanan, Malik bebas dan pindah ke
Florida. Ia mengambil sekolah perawat dan bercita-cita ingin keliling
dunia, berbagi pada orang-orang yang nasibnya kurang beruntung dan
menyebarkan kebenaran Islam.

"Saya pernah menjalani kehidupan yang 'gila' dan sekarang saya merasa
mendapatkan rahmat yang besar, rahmat Islam, jalan kebenaran. Saya
pernah terdampar di jalanan, di penjara dan sekarang ke Islam. Ketika
Anda menemukan agama ini, tidak ada alasan untuk kembali ke masa
lalu," tukas Malik. (ln/readislam)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment