Sudah saya katakan, kita belajar kepada orang yang lebih tinggi ilmu agamanya dibanding kita.
[Dani] itu sudah jelas A Hend, bahwa saya, A Hend dan yang lainnya juga sudah pasti belajar kepada orang yang lebih tinggi ilmunya, Namun apakah cukup dengan ketinggian ilmu, lalu gimana jika terjadi perselisihan atau berlainan pendapat, Kepada siapa kita mengembalikan ? Allah memerintahkan untuk mengmbalikan kepada Allah [al Qur’an dan Rasul-Nya (sunnahnya)] bukan kepada para Imam, Muhaddist dsb. Para Imam dan Muhaddsit juga manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam ijtihadnya.
[Hendy]
Saya sama sekali tidak menentang Alloh dan Rasulnya, hanya saja, kita perlu perantara untuk belajar.
[Dani] saya tidak mengatakan A Hendy menentang Allah dan Rasul-Nya, dan juga tidak melarang A Hendy untuk belajar J , namun dari kutipan yang A Hendy tampilkan betentangan dengan firman Allah itu, karena disatu sisi Al Qur’an memerintahkan untuk mengembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi dan Printah itu sudah amat jelas dan ayat itu bukan ayat mutasyabihat (samar-samar) yang perlu penafsiran macam-macam.
[Hendy]
Sama waktu kita menginjak usia sekolah. Kita sekolah untuk belajar kepada guru, nah guru itulah yang menjadi perantara agar kita menjadi semakin pintar. Di antara kita sendiri pastilah punya guru, baik guru ngaji, maupun guru2 lainnya.
[Dani] Rasulullah bersabda “Sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi” . Yang diwariskan adalah ilmu dari Nabi yang berasal dari Al Qur’an dan Sunnahnya, kemudian kepada sahabat, sahabat kepada tabi’in dan tabi’in kepada tabi’ut tabi’in, kemudian kepada para Imam Madzhab, demikian seterusnya sampai sekarang. Jadi awal mulanya ilmu agama itu dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi juga, jadi pada intinya hal itu kembali kepada sumber aslinya yaitu Al Qur’an dan Sunnah, betul ga yah? Correct me if I am wrong?
Jadi antara Al Qur’an yang tertera dalam Surah An Nisa ayat 59 dengan sabda Nabi “Sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi” adalah klop… karena asal mula ilmu agama itu dari Al Qur’an dan Sunnah itu, maka menurut saya, jadi amat aneh jika ada perbedaan di kembalikan kepada Imam Madzhab, Muhaddis dst…
Allah memberikan Janji yang jelas dan terang dan menenangkan hati yaitu “jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Yah…pada akhirnya jika kita memang benar2 beriman kepada Allah dan Hari kemudian, maka mengembalikan segala perselisihan itu kepada Al Qur’an dan As Sunnah itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Hal ini akan membebaskan diri kita dari sikap ujub kepada para ulama….
Janji Allah dalam firman-Nya “lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” Adalah janji yang jelas bukan samar-samar, namun adakah janji Allah “Jika Terjadi Perselisihan,Maka Ikutilah Jumhur Para Ulama, Imam, Muhaddist 4 Madzhab Yang Pasti Sesuai Dengan Al-Quran & As-Sunnah, Karna Tidak Mungkin & Mustahil Mereka Bersepakat DiDalam Dosa Dan Kesesatan"” adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” ? saya tidak menemukannya dalam Al Qur’an… mohon infonya jika ada?
Yang sudah pasti dan jelas memang tidak mungkin jika jumhur ulama bersepakat dalam kemaksiatan dan dosa, karena bukan jumhur ulama jika bersepakat dengan kemaksiatan dan dosa J
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment