sedih : di dunia ini kita yg merasa prihatin melihat kehidupan kel.
bp Marjoko, tp nanti di akherat beliau yg prihatin melihat kita,
naudzubillah.. hehehe
On 1 Sep, 17:20, indra jaya <indra.jaya...@gmail.com> wrote:
> assalamualaikum wr wb
> marhaban ya ramadhan. salam persahabatan
> subhanaallah sungguh kuat dan tegarnya kekuatan iman di dlm hati kluarga
> marjoko walau pun dlm hidup susah dn sedang dlm keadaan berpuasa dia tetap
> bertawakal dn bersabar dgn keyakinanya yg kuat semoga ini dpt menjadsi
> plajaran bagi yg membacanya khususnya bagi sy sendiri. AMIN YA ROBAL ALAMIN
>
> WASALAM
>
> 2009/9/1 wawan™ و و ﻦ <hrn.mi...@gmail.com>
>
> > Puasa Pemecah Batu
> > Sunaryo Adhiatmoko - detikRamadan
>
> > Jakarta -Marjoko melalui puasa kali ini tanpa libur, dari pekerjaannya
> > mencari batu. Bersama istrinya, ia membiarkan badannya terpanggang terik
> > matahari, di lereng Gunung Wilis. Peluh terus meleleh, menguras tenaganya.
> > Namun, Marjoko tak luluh. Ia tetap gagah, menghantamkan palu besi 5 kg, ke
> > bongkahan batu yang keras. Perlahan, batu itu pun pecah.
>
> > "Kalau puasa begini istirahat jam 11. Nanti dilanjut lagi habis sholat
> > dhuhur," kata Marjoko terengah.
>
> > "Hidup di desa yang kering begini, tak ada pilihan kerja lagi. Kalau tidak
> > mencari batu, keluarga tidak makan," imbuh bapak empat anak yang kadang
> > buruh nebang tebu, hingga ke Lampung.
>
> > Desa Sanan, Ngetos, Kabupaten Nganjuk, salah satu desa tandus yang berada
> > di lereng Gunung Wilis. Musim kemarau begini, lahan pertanian tidak dapat
> > diolah. Sawah dan ladang, mengalami satu kali musim panen dalam setahun,
> > dengan mengandalkan air tadah hujan. Tanaman yang dapat tumbuh lebih lama
> > singkong.
>
> > "Warga di sini sehari-hari masih makan nasi tiwul (singkong). Kalau tidak
> > makan tiwul, beras tidak mencukupi," Marjoko menuturkan.
>
> > Saking gersangnya daerah itu, para suami dan para remajanya banyak yang
> > merantau ke Surabaya. Sebagian besar, menjadi buruh bangunan dan pembantu
> > rumah tangga. Marjoko sendiri, dua anak gadisnya juga berkerja sebagai
> > pembantu rumah tangga di Surabaya.
>
> > Puasa tak menghalangi Marjoko dan Sunarti, sang istri, untuk menjalani
> > pekerjaan berat ini. Suami istri itu, mulai berangkat mencari batu pukul
> > enam pagi. Satu truk batu, dibeli oleh pemborong seharga Rp 70.000. Dari
> > jumlah itu, Marjoko, masih menyisihkan Rp 30.000, untuk pemilik tanah tempat
> > batu digali. Pendapatan bersih yang ia peroleh tinggal Rp 40.000.
>
> > "Satu truk saya kumpulkan selama empat sampai lima hari. Kalau dihitung
> > dari tenaga dan pendapatan, ya ora sumbut (tidak sebading) mas. Tapi ya saya
> > sudah bersyukur, habis mau bagaimana lagi," tandasnya.
>
> > "Kadang yo ngutang lho mas nek mboten cekap. Nopo maleh wulan poso
> > ngateniki rego-rego podho mundak (kadang berutang kalau tidak cukup. Apalagi
> > bulan puasa harga-harga naik)," Sunarti menimpali.
>
> > "Orang kecil seperti saya ini, yang diandalkan cuma otot sama keringet to
> > mas. Mengandalkan jadi petani, lha wong sawah cuma setahun sekali. Lahan
> > juga tidak luas," imbuh Marjoko.
>
> > Siang itu, lereng Gunung Wilis panasnya amat menyengat. Sawah dan lading,
> > rumputnya menguning karena kering. Sumber air di belik-belik, (kubangan
> > tempat menampung air) milik kampung mulai mengecil. Pohon-pohon jati daunnya
> > juga berguguran. Beruntung, sebagian masyarakat masih dapat memanen
> > singkong. Bahan makanan pokok, yang sampai hari ini masih di konsumsi
> > kebanyakan masyarakat lereng Wilis.
>
> > Marjoko, bagian dari tandusnya lereng itu, di kala kemarau. Puasa hari
> > pertama ia lalui dengan tetap bekerja keras. Puasa, tak meluruhkan jiwanya
> > untuk menyerah tidak mengangkat palu besi. Marjoko tetap memecahkan
> > bongkahan-bongkahan batu, dalam ujiaan panas dan dahaga. Puasa, telah
> > dipahami Marjoko sebagai kewajiban yang harus dijalani. Dalam situasi dan
> > kondisi apapun. Sedangkan memecah cadas-cadas yang keras, bagian dari
> > jihadnya menghidupi keluarganya.
>
> > "Garis hidup saya ya seperti ini. Senajan kudu mikul watu (meski harus
> > memikul batu), puasa itu sudah kewajiban yang harus dijalankan," kata
> > Marjoko yakin.
>
> > *) Sunaryo Adhiatmoko, Al-Azhar Peduli Ummat
>
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment