Friday, February 5, 2010

Re: [Milis_Iqra] "Penyaliban" Nabi Isa

sdr Armansyah, saya akan menanggapi tulisan anda kali ini dengan pendekatan berbeda. Yaitu prinsip kontekstualitas suatu tulisan. Untuk mengetahui apa maksud si penulis dengan tulisannya, kita akan baca apa kata penulis itu sendiri, apa yang dia maksudkan atau pesan tujuan tulisan kepada pembacanya. Pendekatan kontekstualitas mengartikan bahwa penafsiran yang tepat adalah jika kita mengartikan suatu tulisan sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh si penulis. Artinya, jika kita mengartikan atau menafsirkan suatu tulisan berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh si penulis, maka jelaslah penafsiran itu meleceng dari maksud yang sebenarnya. Masalahnya akan berbeda jika kita tak menemukan "kata pengantar atau penjelasan" dari penulis, jika demikian maka terbukalah banyak kemungkinan penafsiran dan kita tidak tahu mana yang paling benar karena tiap-tiap penafsir akan mengartikan sesuai dengan seleranya masing-masing,
jadi dalam kasus ini kita hanya bisa menebak-nebak saja. Dan tiap penafsir boleh saja yakin bahwa caranya mengartikan adalah yang paling benar. Namun demikian, kita bisa menafsir dengan membandingkannya dengan tulisan2 lain dengan topik yang sama, maka dapat juga dicapai penafsiran yang mendekati kebenaran karena diteropong dari berbagai tulisan2 pengarang lain tentang hal yang sama.
adalah yangNah, dengan tolok ukur ini, maka akan kita teropong "tafsiran Armansyah" akan Injil Lukas dan injil Yohanes. 
Lukas 1:1-4
Teofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidik segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya segala sesuatu yang diajarkan kepadamu adalah benar.
Poin-poin dari pengantar Lukas adalah:
1. Dia bertindak sebagai reporter yang merekam segala data pada tulisan2nya dengan wawancara kepada para saksi mata dan pelayan Firman.
2. Catatan-catannya dibukukan dengan teratur.
3. Supaya pembaca (dalam hal ini Teofilus) mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadanya adalah benar.
4. Bahwa Injil ini ditulis untuk orang yang telah percaya atau orang Kristen.

KIsah para Rasul 1: 1-3
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan oleh Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintahNya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilihNya. Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.
Poin-poin disini adalah:
1. Bahwa Yesus terangkat ke langit.
2. Bahwa penderitaannYa selesai. Penderitaan disini adalah ditangkap, diadili, dihina, disiksa, disalibkan, dan dikuburkan. Lihat Lukas 22:47 s/d Lukas 23:55. Semuanya ada saksi mata.
3. Dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Maksudnya setelah ia mati dan dikuburkan, Dia hidup kembali. Lukas 24:1- 51. 
4. Ia berulang-ulang kali menampakkan diri.

Yohanes 20: 30-31
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus did epan mata murid-muridNya yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya.
Yohanes 21:24.
Dialah murid (Yohanes), yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita (maksudnya kita adalah dia dan para pembacanya, orang-orang Kristen) tahu bahwa kesaksiannya itu benar. 


Lihat jawaban interaktif dibawah.

--- On Thu, 2/4/10, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> wrote:

From: Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
Subject: [Milis_Iqra] "Penyaliban" Nabi Isa
To: "Milis_Iqra@googlegroups.com" <milis_iqra@googlegroups.com>
Date: Thursday, February 4, 2010, 7:51 AM

Misteri Penyaliban Nabi Isa
Sumber : http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/06/24/misteri-penyaliban-nabi-isa/


Seperti yang kita ketahui bersama, setelah usai menjumpai Maria Magdalena pada pagi minggu itu, Isa al~Masih menjumpai Simon Petrus, Thomas (Didymus), Nathan dan yang lainnya di Tasik Tiberias (Injil Yohanes pasal 21 ayat 1 s/d 4) begitupun Isa disebut juga sempat menjumpai 2 orang sahabatnya yang sedang berjalan menuju kampung Emaus (Injil Lukas pasal 24 ayat 13 s/d 17) dan akhirnya muncul secara terbuka dihadapan ibunya serta murid-muridnya saat mereka sedang berkabung atas kematiannya (Injil Yohanes pasal 20 ayat 19).

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganku dan kakiku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakinya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepadanya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. – Injil Matius pasal 27 ayat 36 s/d 43


Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangannya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambungnya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambungku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." – Injil Yohanes pasal 20 ayat 25 s/d 27

Kembalinya Isa al~Masih ditengah para murid-muridnya sebagaimana diuraikan oleh Injil Yohanes diatas sebenarnya tidak juga terjadi dengan tiba-tiba seperti seorang Jin keluar dari botolnya. Sebagai Nabi yang dikelilingi oleh berbagai mukjizat fantastis dan juga banyak melakukan perjalanan diberbagai daerah didunia yang memberikan ribuan hikmah dan pengalaman kepadanya, kiranya tidak terlalu sukar bagi seorang Isa al~Masih untuk membuka pintu yang terkunci dari dalam lalu kemudian hadir diantara murid-muridnya.

Dari catatan Injil Yohanes ini, kitapun berhasil merekonstruksi sebuah fakta bahwa kebangkitan Isa al~Masih setelah peristiwa penyaliban itu memang bukan kebangkitan dari kematian yang membuatnya bisa dipertuhankan,


Disini Armansyah merekostruksi fakta bahwa Yesus hidup dan muncul ditengah-tengah murid-muridNya. sampai disini OK.Tapi ketika Arman mengatakan bahwa kebangkitan Isa Almasih bukan kebangkitan dari kematian, maka Arman menentang kesaksian Yohanes pada fasal 21:14 yang berbunyi:
Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diriNya kepada murid-muridNya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Artinya, pernyataan Arman bertentangan dengan kesaksian Yohanes. Dan mengapa Armansyah mengatakan demikian, jelas karena Arman mengatakan bahwa kebangkitan Isa Almasih setelah peristiwa penyaliban memang bukan kebangkitan dari kematian yang membuatnya bisa dipertuhankan. Poin Arman jelas: Yang membuatnya (Isa) bisa dipertuhankan. Artinya Arman melawan kesaksian Yohanes semata-mata karena doktrin Islam yang tidak bisa menerima bahwa Yesus itu Tuhan. Jadi biarpun kata Arman fakta, sebenarnya bukan fakta, tapi tafsir yang sesuai dengan doktrin Islam. Fakta yang sebenarnya adalah bahwa pernyataan Arman menentang kesaksian Yohanes.


ia membuktikan kepada semua murid-muridnya bahwa ia yang saat itu hadir ditengah mereka, adalah ia yang juga dulunya pernah bersama-sama mereka sebelum ini. Ia manusia biasa seperti mereka, ketika mereka dilihatnya masih meragukan status dirinya dan mungkin tetap menyangkanya sebagai hantu atau arwah gentayangan, Isa al~Masih meyakinkan mereka dengan memperlihatkan tangan dan kakinya yang masih ada bekas-bekas luka-luka penyaliban dan memakan ikan goreng sebagai pertanda dirinya memang masih hidup. Ia juga menyuruh Tomas meraba bekas-bekas luka paku salib ditangannya dan meraba lambungnya yang sempat ditusuk tombak oleh seorang serdadu Roma, sehingga tidak pada tempatnya lagi mereka merasa ragu.

Kepada mereka Ia menunjukkan dirinya setelah penderitaannya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. – Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 3

Injil Lukas mencatat bahwa setelah pertemuan terakhirnya ini, Isa kemudian mengajak mereka semuanya (termasuk Maryam sang Ibunda dan Maria Magdalena) keluar dari kota Yerusalem sampai didekat perbatasan kampung Bethani, dari titik ini, perjalanan baru beliau dalam berdakwah kepada komunitas Israel diluar wilayah Palestina telah dimulai kembali.

Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangannya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. – Injil Lukas pasal 24 ayat 50 dan 51

Memang Injil Lukas menutup ayat terakhirnya mengenai Isa dengan menyebutnya berangkat kesorga (terbang keatas langit biru), namun kita bisa mengabaikan tulisan tersebut untuk diartikan secara harfiah dan mencoba memahaminya sebagai bentuk metafora dari hijrahnya Isa al~Masih menuju kekehidupan dakwah yang lebih baik dan kondusif, lepas dari intimidasi maupun upaya-upaya pembunuhan atas dirinya dan jemaatnya.


Disini Armansyah mengatakan bahwa kita bisa mengabaikan tulisan itu (maksudnya adalah catatan Lukas yang mengatakan bahwa Yesus naik ke langit). Mengapa Arman mengabaikannya? Mudah sekali jawabnya, karena narasi Lukas itu tidak sesuai dengan doktrin Islam akan Isa. Jadi karena Alquran tak ada menyebut Isa naik kelangit, maka demi pembelaan terhadap doktrin Islam, Arman harus menyangkal laporan Lukas yang berdasarkan banyak saksi mata. Berarti Arman membuta pernyataan yang bertentangan dengan maksud penulis Injil Lukas tersebut. Dan karena bertantangan, maka tafsiran Armansyah jelas diluar konteks dan maksud dari Lukas.
 

Hilangnya sosok Isa diantara awan dalam catatan Injil Lukas diatas bisa kita dapati penjelasan logisnya pada Kitab Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 12.

Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

Dari ayat ini kita melihat bahwa perpisahan itu terjadi disekitar anak bukit Zaitun dimana kemudian Isa mengucapkan selamat tinggal kepada mereka sambil melambaikan tangannya ( disebut oleh Injil Lukas sebagai bentuk pemberkatan ) dan Isa terus naik mendaki bukit Zaitun lalu menghilang dipuncaknya, menuruni lereng perbukitan dibaliknya yang oleh Kitab Kisah Para Rasul disebut menghilang dibalik awan.

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupnya dari pandangan mereka. – Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 9


Pernyataan Arman jelas salah, karena Lukas 24:51 mengatakan: Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Jadi pernyataan bawa Isa naik ke bukit dan menghilang dibaliknya adalah semata-mata karangan Arman, bukan kata Injil Lukas.

Dari cerita ini kita melihat bahwa Isa berangkat sendirian, akan halnya Maryam sang Ibunda dan Maria Magdalena serta murid-muridnya yang lain memang tidak dibawa serta disaat bersamaan. Tampaknya ini sebagai bagian dari perencanaan atau strategi yang telah disusun rapi oleh Isa dan kelompok Yusuf Arimatea dari Essenes agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak musuh-musuh mereka sehingga akan menggagalkan semua usaha tersebut. Isa dalam Injil Lukas diceritakan telah mengatakan bahwa masa mereka untuk sampai kepada perencanaan Allah akan tiba tetapi setelah segala sesuatunya dirasa tepat dan memungkinkan.

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapaku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." – Injil Lukas pasal 24 ayat 49

Ini adalah pesan yang terinkripsi, kita perlu melakukan proses decoding untuk membuka pesan dalam Injil Lukas diatas agar bisa dipahami secara wajar.


Perkataan: Ini adalah pesan yang terinskripsi, kita perlu melakukan proses decoding jelas adalah karangan Arman setelah membaca entah tulisan2 siapa (mungkin Dan Brown yang memang terobsesi dengan inskripsi dan decoding). Demikian juga dengan khayalan Qumran dan Essenes. Murni spekulasi. Lukas tidak pernah memaksudkann tulisannya mengandung kode2 rahasia yang perlu dipecahkan. Injil Lukas dengan mudah bisa dipahami oleh anak2 SD sekalipun. Arman terlalu banyak mengkhayal disini!


Janji Tuhan yang diserukan oleh Isa diayat tersebut tidak lain adalah janji keselamatan para muridnya dari musuh-musuh mereka, Isa meminta mereka semua untuk menahan diri dan sementara berdiam dulu didalam kota Yerusalem sampai keadaan bisa dikendalikan lalu Isa setelah itu akan mengirimkan pesan kepada mereka untuk menyusulnya melalui sahabat-sahabatnya yang lain dari jalur Yusuf Arimatea yang dikenal dengan nama kelompok Essenes yang menetap diperbukitan Qumran. Itulah makna dari kalimat terakhirnya " sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. "

berdasarkan catatan seorang sejarawan Yahudi bernama Flavius Josephus yang banyak menyaksikan dan mencatat kasus-kasus penyaliban yang dilakukan oleh orang-orang Romawi terhadap mereka-mereka yang dianggap pemberontak atau penjahat yang mana tulisan-tulisannya ini banyak dikutip juga oleh pihak-pihak Kristiani dan juga para sarjana Biblika (termasuk oleh James D. Tabor sendiri didalam situs lamanya di Internet[1] dan dibukunya Dinasti Yesus[2]) yaitu tentang terbukanya kemungkinan orang yang dihukum salib untuk tetap bertahan hidup dan disembuhkan kembali. Dalam bukunya yang berjudul The Life of Flavius Josephus[3], sejarawan ini menulis :

Sekembalinya saya bersama Cerealins yang dikirim oleh Kaisar Titus dengan seribu pasukan berkuda menuju kesatu desa bernama Thecoa, saya melihat banyak penjahat telah disalib dan melihat tiga orang diantara mereka adalah orang-orang yang saya kenal dimasa lalu. Saya sangat sedih dengan kejadian ini dan pergi dengan air mata berlinang menghadap Titus dan mengatakan kepadanya mengenai mereka bertiga. Lalu Titus memerintahkan agar mereka diturunkan dari salib dan dilakukan perawatan untuk memulihkan kondisi mereka. Dua diantara mereka tidak tertolong dan satu berhasil diselamatkan.

Kita juga memiliki beberapa data lain yang mungkin bisa dijadikan argumentasi pendukung dalam teori bertahan hidupnya Isa al~Masih sampai ia diturunkan dikayu salib. Diantaranya adalah singkatnya waktu penyaliban yang terjadi saat itu, yaitu hanya sekitar 3 jam (dimulai pada jam 12 sampai jam 15.00), disusul dengan kedua orang yang ikut disalib bersama Isa al~Masih yang waktu itu keadaan keduanya masih dalam kondisi yang segar bugar sehingga para serdadu Romawi itu mematahkan kaki mereka untuk mempercepat kematiannya (dan memang wajar sekali jika orang baru mati dalam penyiksaan dikayu salib setelah lebih dari satu sampai tiga harian), argumen kita berikutnya adalah keterkejutan Pontius Pilatus yang telah menjatuhkan hukuman tersebut ketika mendengar bahwa Isa al~Masih telah dinyatakan wafat dalam waktu secepat itu yang tentu saja dengan pemikiran wajarnya sebagai orang yang sering menyaksikan maupun menjatuhkan hukuman mati melalui metode penyaliban, kematian Isa yang diluar kebiasaan tersebut menimbulkan kebingungannya sendiri.

Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. – Injil Markus pasal 15 ayat 44


Mengapa Pilatus heran? Ada latar belakang penyaliban yang diliwatkan oleh Arman. Orang-orang yang disalib biasanya tidak mati beberapa hari. Itulah sebabnya mengapa kaki 2 orang yang disalibkan dengan Yesus dipatahkan supaya mereka mati dan dapat dikuburkan hari itu agar tidak menajiskan hari Sabat Yahudi. Karena itu Pilatus heran kok Yesus sudah mati? Tapi untuk memastikannya maka lambung Yesus ditikam. Yohanes 19:33-34 : tetapi ketika mereka (para prajurit Romawi) sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakiNya, tetapi seorang dari antara para prajurit itu menikam lambungNya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 
Jelas Yohanes menyaksikan dan mengatakan bahwa Yesus telah MATI, bahkan lambungnya ditombak oleh serdadu Romawi sampai keluar darah dan air.


Argumen lainnya yang bisa kita sodorkan adalah meninjau ulang apa yang pernah disampaikan oleh Injil Lukas pasal 22 ayat 43 didetik-detik menjelang penangkapan :

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya

Bila yang dimaksud dengan memberi kekuatan pada ayat diatas adalah memberi semangat agar Isa tabah menerima kehendak Allah yang akan berlaku pada dirinya, maka sekali lagi kita ajukan juga apa yang disampaikan oleh Paulus dalam Kitab Ibrani pasal 5 ayat 7 :

Dalam hidupnya sebagai manusia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada-Nya yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, beliau telah didengarkan.

Jadi dari ucapan Paulus diatas kita bisa mengambil asumsi kuat bahwa Isa al~Masih telah ditolong oleh Tuhan dari kematian (maut) yang bisa menimpanya dalam proses yang akan dia hadapi (inilah makna dari kata-kata "beliau telah didengarkan" yang artinya permintaan untuk selamat dari maut dikabulkan). Sebagai umat Islam, kita punya data yang sangat otentik untuk menjadi pegangan dalam masalah mati atau hidupnya Isa al~Masih saat penyaliban itu, dan data itu adalah wahyu Allah didalam al-Qur'an sebagai berikut :

Dan perkataan mereka: "Bahwa kami telah membunuh al~Masih Isa putera Maryam, utusan Allah", padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya. -Qs. 4 An-Nisaa' 157




Asumsi bahwa Yesus telah ditolong dari kematian adalah murni spekulasi Armansyah. Karena bukan itu yang Lukas maksudkan. Yang Lukas maksudkan adalah bahwa malaikat menolong dan emnguatkan Yesus sebagai manusia agar tabah dan sanggup menghadapi penderitaan penyaliban dan kematian yang akan dia hadapi. Jelas BUKAN pertolongan agar diselamatkan DARI kematian, tapi pertolongan agar tabah MENGHADAPI penghinaan, sikasaan, dan Penyaliban. Kematian Yesus justru datang dengan cepat setelah misinya selesai. Yohanes 19:30.


Sejumlah ulama berbeda pendapat tentang makna tidak terbunuh dan tidak tersalibnya Nabi 'Isa sampai kepada makna pengangkatan beliau kesisi Allah pada ayat diatas. Golongan yang pertama menyatakan bahwa maksud dari Nabi 'Isa memang tidak terbunuh dan tidak mengalami penyaliban (termasuk tidak dinaikkan keatas kayu salib) dalam artian sesungguhnya, dengan kata lain bahwa para musuh Nabi 'Isa pada waktu itu sudah salah tangkap orang, bukannya Nabi 'Isa yang mereka tangkap dan mereka hukum bunuh melalui metode penyaliban, akan tetapi orang lain yang perwujudannya diserupakan atau dialih rupakan seperti beliau 'alaihissalaam. Pemahaman seperti ini juga tampaknya yang membuat pihak Departemen Agama Republik Indonesia menterjemahkan ayat 157 dari surah al-Qur'an an-Nisaa' sebagai berikut :

"Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh al~Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya , tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa".

Sayangnya terjemahan tersebut bukanlah terjemahan dari ayat yang sebenarnya. Karena dari sudut kebahasaan atau grammatikal Arabnya, Na-'ibul fa-'il untuk fi'il "Syubbiha" adalah mashdar "sholbun" atau "qotlun" yang dikandung dalam fi'il "sholabu-hu" atau "qotalu-hu" (bukan Isa atau orang yang menggantikan Isa). Jadi istilah Syubbiha lahum (ia dibuat kelihatan serupa dengan seorang yang disalib bagi mereka adalah merujuk pada peristiwa penyalibannyalah yang diserupakan bukan orang lain yang diserupakan bagi mereka). Kata "syabbaha" mengandung arti : ia membuat (-nya atau itu) serupa dengan (ia atau itu). Syubbiha 'alaihil amr berarti hal itu dibuat samar, kabur dan meragukan baginya. Alasan yang terutama ialah bahwa selain Isa tidak ada orang lain yang disebutkan disini atau ditempat lain pada ayat dan bentuk pasif hanya digunakan bila konteks sudah nyata sekali, siapa yang yang dimaksudkan sebagai subyek yang tidak disebutkan. Jadi disini kita melihat al-Quran sama sekali tidak menyatakan secara implisit bahwa Bangsa Israel telah membunuh ataupun telah menyalib seseorang yang dimiripkan dengan Isa". Dengan begitu, maka terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia : "… tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka" kata-kata yang digaris bawahi sama sekali tidak ditemukan dalam lafas asli pada surah an-Nisaa' ayat 157.

Adapun terjemahan kata perkata dari ayat ini adalah sebagai berikut :

Surah 4 ayat 157

penyerupaan atau penyamaran itu dilakukan Allah pada diri Isa sendiri yang terlihat seolah-olah berhasil dibunuh diatas kayu salib, padahal dia waktu itu tidak atau belum mati, hanya dia diserupakan saja seperti keadaan orang yang mati disalib. Hal ini mengingat akhir ayat 157 berbunyi : ".. dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya".


Nah, disini dengan jelas Arman merujuk kepada Alquran tentang apa yang terjadi dengan Isa.Namun apa yang dikatakan Alquran tidak seperti yang dikatakan oleh keempat Injil. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tentu saja Arman harus mempertahankan bahwa Alquran yang benar, sekalipun pernyataan Alquran itu bukanlah perkataan saksi mata. Namun arman tidak punya pilihan lain harus membenarkan Alquran yang mengatakansesuatu tentang Isa tanpa saksi mata dan baru ada lebih dari 600 tahun kemudian. Sekali lagi Arman, banyaka yang kalian yakini di Islam memang hanya berupa keyakinan belaka, bukan fakta dan kesaksian saksi mata.


Orang yang berhasil lolos dari kematian dikayu salib artinya dia tidak berhasil disalib atau dengan kata lain proses eksekusi penyaliban itu sendiri cacat hukum, dan dalam kaidah hukum universal, sesuatu yang sifatnya cacat hukum harus ditolak validasinya. Dalam kasus Isa, orang-orang Yahudi ngotot bahwa beliau a.s. harus dihukum salib, karena hukuman salib dalam terminologi mereka adalah hukuman yang hanya layak untuk orang-orang yang terkutuk (melawanTuhan ataupun membuat kedustaan atas nama Tuhan). Jadi disini Nabi Isa dalam pandangan musuh-musuh beliau adalah orang yang batil jadi dia harus dihukum mati (artinya beliau harus dibunuh) dan caranya harus dengan cara yang sangat kejam sesuai term yang mereka pahami untuk kasus-kasus seperti itu (yaitu melalui hukuman salib).

Penyaliban Yesus dalam banyak gambar

Ketika al-Qur'an menyebut Isa tidak disalib artinya bisa jadi makna penyaliban pada diri Isa itulah yang dibatalkan, dengan kata lain, meskipun Isa berhasil mereka gantung diatas kayu palang, itu tidak memberi arti bahwa Isa adalah orang yang batil sesuai pemahaman mereka (yang pun disambung pada ayat 4 surah 158 dimana Allah menyebut Isa diangkat kepada-Nya yang bisa diartikan bentuk pemuliaan Allah kepada beliau dan penafian kebatilannya dalam mata orang Yahudi/Bani Israel) sehingga apa yang oleh mereka disebut sebagai penyaliban dan pembunuhan Isa, hanya bentuk penyerupaan saja, seolah iya padahal tidak.

Lalu bagaimana dengan hadis yang menyatakan Nabi Isa masih hidup dan tidak berhasil disalib dalam artian diserupakan wajahnya kepada orang lain ?

Disampaikan oleh Ibnu Khaldun dalam kutipan Haekal, kita tidak harus percaya akan kebenaran sanad sebuah hadis, juga tidak harus percaya akan kata-kata seorang sahabat terpelajar yang bertentangan dengan al-Qur'an, sekalipun ada orang-orang yang memperkuatnya. Beberapa pembawa hadis dipercayai karena keadaan lahirnya yang dapat mengelabui, sedang batinnya tidak baik. Kalau sumber­sumber itu dikritik dari segi matn (teks), begitu juga dari segi sanadnya, tentu akan banyaklah sanad-sanad itu akan gugur oleh matn. Orang sudah mengatakan bahwa tanda hadis maudhu' (buatan) itu, ialah yang bertentangan dengan kenyataan al-Qur'an atau dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh hukum agama (syariat) atau dibuktikan oleh akal atau pancaindra dan ketentuan-ketentuan axioma lainnya. (Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, Penerbit Litera AntarNusa, Cetakan ke-22, Juni 1998, hal. Xcvii)

Haekal juga berkata kalau orang mau berlaku jujur terhadap sejarah, tentu mereka menyesuaikan hadis itu dengan sejarah, baik dalam garis besar, maupun dalam perinciannya, tanpa mengecualikan sumber lain yang tidak cocok dengan yang ada dalam al-Qur'an. Yang tidak sejalan dengan hukum alam itu diteliti dulu dengan saksama, sesudah itu baru diperkuat dengan yang ada pada mereka, disertai pembuktian yang positif, dan mana-mana yang tak dapat dibuktikan seharusnya ditinggalkan. Pendapat cara ini telah dijadikan pegangan oleh imam-imam terkemuka dari kalangan Muslimin dahulu, dan beberapa imam lainpun mengikuti mereka sampai sekarang.


Betul, Armansyah, tentu saja kamu harus membela doktrin Islam yang menentang penyaliban Isa, sekalipun itu sepenuhnya hanya berupa KEYAKINAN BELAKA, bukan fakta yang dikatakan saksi mata.

Kesimpulannya adalah:
Semua yang dituliskan dan ditafsirkan Armansyah disini akan Injil dari Alkitab, adalah "correct" dari segi doktrin Islam, namun jika dilihat secara kontekstual dari maksud pada penulis Injil Alkitab, jelaslah tafsirkan Armansyah ini melenceng dan tidak sesuai dengan maksud penulis Alkitab.
Untuk lebih jelasnya, semua penulis Injil Alkitab mengatakan bahwa Yesus itu disalib, mati dikuburkan, dan bangkit dari kematian, memperlihatkan diri berkali-kali kepada banyak orang, dan kemudian naik ke surga. Dan semua apa yang dimaksudkan oleh para penulis Injil Alkitab, disangkal oleh Armansyah, karena doktrin Islam yang dianutnya, mengharuskan dia demikian.
Jadi, jika ditinjau dari segi keyakinan Islam, yang dikatakan Armansyah tidak salah, tapi jelas menyimpang dari maksud para penulis Injil Alkitab.

Tak apa teman, anda memang tidak punya pilihan lain ...karena kalau mau tetap Muslim anda harus mengatakan seperti yang sudah anda katakan...


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

1 comment:

  1. DAFTAR ISI:
    http://faithbookz.blogspot.com


    I. SEJARAH YERUSALEM

    (A) Hubungan Alkitab dengan Yerusalem (B) Peristiwa yang berkaitan dengan gunung Moria (C) Nubuat tentang terbentuknya negara Israel.



    II. SEJARAH ALKITAB

    (A) Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris modern



    III. KEEMPAT KITAB INJIL

    (A) Matius (B) Markus (C) Lukas (D) Yohanes



    IV. JENIS-JENIS SISTEM PENANGGALAN (KALENDER)

    (A) Kalender Yahudi (B) Kalender Julian (C) Kalender Gregorian (D) Penetapan tanggal perayaan Natal



    V. TALMUD & MIDRASH

    (A) Kisah Abraham VS Nimrod dalam tradisi Yahudi (Talmud) (B) Otoritas perkataan Yesus Kristus.



    VI. KAISAR ROMAWI YANG MEMERINTAH PADA ERA PERJANJIAN BARU



    VII. JAM BERAPA YESUS DISALIBKAN?

    (A) Pembagian malam orang Yahudi kuno (B) Pembagian malam orang Romawi



    VIII. PASKAH & PERAYAAN ROTI TAK BERAGI

    (A) Penetapan tanggal Paskah



    IX. MAKAN PASKAH & PERJAMUAN MAKAN DALAM INJIL SINOPTIK DAN INJIL YOHANES



    X. ADA BERAPA JAM DALAM SATU HARI



    XI. APAKAH YESUS BERADA 3 HARI DALAM MAUT?



    XII. YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH



    XIII. YESUS KRISTUS, ANAK MANUSIA

    (A) Tabir/ tirai Bait Allah (B) Tujuan diberikannya hukum Taurat



    XIV. KITAB YUNUS



    XV. TIGA HARI TIGA MALAM DALAM RAHIM BUMI



    XVI. MENAWAN AJARAN-AJARAN ROH ANTIKRISTUS

    (A) Ajaran Gnostikisme (B) Injil Petrus (C) Injil Tomas (D) Injil Barnabas (E) Injil Filipus (F) Injil Ibrani

    ReplyDelete