Friksi Turki-Israel Kian Menjalar
Sumber : http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/berita/22747-friksi-turki-israel-kian-menjalar.html
Pemerintah Ankara menolak keputusan Tel Aviv melakukan investigasi lokal terkait serangan mematikan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan alasan ketidaknetralitas rezim agresor ini. Israel baru-baru ini menyatakan akan membentuk komisi investigasi peristiwa 31 Mei dengan melibatkan beberapa pengawas asing.Terkait hal ini, Menlu Turki, Ahmet Davutoglu mendesak dibentuknya komisi investigasi internasional yang diorganisir langsung PBB, dan komisi tersebut juga dihadiri perwakilan dari Turki dan Israel.
Turki mengecam serangan rezim Zionis ke konvoi bantuan kemanusiaan Gaza, Freedom Flotilla dan menyebutnya sebagai pembantaian. Perang mulut antara Turki dan rezim Zionis berkaitan erat dengan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai desakan dilakukannya penyelidikan mengenai serangan pasukan Komando Israel ke arah kapal bantuan kemanusiaan Gaza. Namun, Dewan Keamanan yang berada dalam hegemoni negara arogan Barat tidak menjelaskan apakah penyelidikan ini harus dilakukan oleh tim dari rezim Zionis, ataukah sebuah tim internasional.
Untuk menekan rezim Zionis, para pejabat teras militer Turki menyatakan akan membatalkan penerapan 16 kontrak militer dengan Israel. Selain itu, Ankara juga bertekad untuk tidak mengundang perusahaan militer dan industri pertahanan rezim Zionis mengikuti tender industri pertahanan Turki. Dengan demikian, Ankara akan memboikot Tel Aviv.
Para analis politik menilai ancaman Ankara ini sebagai bentuk untuk meyakinkan lembaga internasional agar membentuk komisi independen guna menyelidiki serangan Zionis. Sebelumnya, Davutoglu mengancam akan meninjau ulang hubungannya dengan Israel, jika Tel Aviv tidak mengindahkan desakan Ankara.
Sikap keras Turki terhadap serangan rezim Zionis ke arah konvoi bantuan kemanusiaan dan investigasi terhadap tewasnya sejumlah warga Turki dalam serangan tersebut merupakan bagian dari identitas politik Ankara. Pemerintah Turki berupaya menekankan tuntutan ini melalui jalur diplomatik. Di sisi lain, Ankara berharap bisa melepaskan ketergantungan Turki terhadap Israel dengan membatalkan sejumlah kontrak militer. Kontrak yang ditandatangani pada masa pemerintahan Perdana Menteri Necmettin Erbakan tahun1996 senantiasa memicu ketidakpuasan kubu Islamis Turki.
Pada saat kekuasaan poros militer Turki mulai memudar, kabinet yang dipimpin Partai Keadilan dan Pembangunan juga cenderung untuk meninjau ulang kontrak militer dengan rezim Zionis. Selain itu sikap dingin dan penghinaan rezim Zionis terhadap pemerintah Ankara yang dipimpin Perdana Menteri Recep Tayyep Erdogan juga menjadi faktor pemicu lainnya. Inilah penegasan sikap Deputi Menlu Rezim Zionis, Danny Ayalon yang terang-terangan menolak tuntutan pemerintah Turki agar Tel Aviv meminta maaf kepada Ankara.(IRIB/PH/RM)
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment