Wednesday, June 30, 2010

[Milis_Iqra] Fwd: [Tauziyah] Hakekat Kesombongan



---------- Forwarded message ----------
From: ibnu hadi <moeslim85@gmail.com>
Date: 2010/6/30
Subject: [Tauziyah] Hakekat Kesombongan
To: Tauziyah <Tauziyah@yahoogroups.com>


 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu dari Nabi
shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ
كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ
حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ
الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat
kesombongan sebesar biji sawi." Ada seseorang yang bertanya,
"Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang
bagus?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai
keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang
lain." (HR. Muslim no. 91)

An Nawawi rahimahullah berkata, "Hadist ini berisi larangan dari sifat
sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka,
serta menolak kebenaran" (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi, II/163,
cet. Daar Ibnu Haitsam)

Kesombongan ada dua macam, yaitu sombong terhadap al haq dan sombong
terhadap makhluk. Hal ini diterangkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam pada hadist di atas dalam sabda beliau, "sombong adalah menolak
kebenaran dan suka meremehkan orang lain". Menolak kebenaran adalah
dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya.
Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang
lain, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya
lebih dibandingkan orang lain. (Syarh Riyadus Shaalihin, II/301,
Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin, cet Daar Ibnu Haitsam)

Sombong Terhadap al Haq (Kebenaran)

Sombong terhadap al haq adalah sombong terhadap kebenaran, yakni
dengan tidak menerimanya. Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia
telah sombong disebabkan penolakannya tersebut. Oleh karena itu wajib
bagi setiap hamba untuk menerima kebenaran yang ada dalam Kitabullah
dan ajaran para rasul 'alaihimus salaam.

Orang yang sombong terhadap ajaran rasul secara keseluruhan maka dia
telah kafir dan akan kekal di neraka. Ketika datang kebenaran yang
dibawa oleh rasul dan dikuatkan dengan ayat dan burhan, dia bersikap
sombong dan hatinya menentang sehingga dia menolak kebenaran tersebut.
Hal ini seperti yang Allah terangkan dalam firman-Nya,

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللهِ بِغَيْرِ سًلْطَانٍ
أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلاَّ كِبْرٌ مَّاهُم بِبَالِغِيهِ
فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {56}

"Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah
tanpa lasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka
melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka
sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada
Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mnedengar lagi Maha Melihat" (QS.
Ghafir:56)

Adapun orang yang sombong dengan menolak sebagian al haq yang tidak
sesuai dengan hawa nafsu dan akalnya –tidak termasuk kekafiran- maka
dia berhak mendapat hukuman (adzab) karena sifat sombongnya tersebut.

Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk memiliki tekad yang kuat
mendahulukan perkataan Rasul shalallahu 'alaihi wa sallam di atas
perkataan siapa pun. Karena pokok kebenaran adalah kembali kepadanya
dan pondasi kebenaran dibangun di atasnya, yakni dengan petunjuk Nabi
shalallahu 'alaihi wa sallam. Kita berusaha untuk mengetahui
maksudnya, dan mengikutinya secara lahir dan batin. (Lihat Bahjatu
Qulubil Abrar, hal 194-195, Syaikh Nashir as Sa'di, cet Daarul Kutub
'Ilmiyah)

Sikap seorang muslim terhadap setiap kebenaran adalah menerimanya
secara penuh sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla,

وَمَاكَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَمُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولَهُ
أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ
اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا {36}

"Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan,
apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada
bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka." (QS. Al-Ahzab:
36)

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ
بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا
قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {65}

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu
keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya" (QS. An Nisaa': 65)

Sombong Terhadap Makhluk

Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni
dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang
bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari
orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong
terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan
mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan. Rasulullah shalallahu
'alaihi wa sallam bersabda,

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

"Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina
saudaranya sesama muslim" (H.R. Muslim 2564). (Bahjatu Qulubill Abrar,
hal 195)

Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah
sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong
dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan,
sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Dia
merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan
tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapa yang memberikan harta,
kecerdasan, pangkat, kesehatan, bentuk tubuh yang indah? Semua murni
hanyalah nikmat dari Allah Ta'ala. Jika Allah berkehendak, sangat
mudah bagi Allah untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada
hakekatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus
sombong terhadap orang lain? Wallahul musta'an.

__._,_.___
Recent Activity:
*************************************
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini : tauziyah-subscribe@yahoogroups.com  Atau mau melihat artikel sebelumnya silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah.com
.

__,_._,___

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment